BISNIS MERTUA



Mertuaku berasal dari desa Tanggung Prigel, Kecamatan Glagah LAmongan JaTim. Beliau bernama Annisa. Sedangkan bapak mertuaku asli Kudus bernama Zuhri. Ibu sudah sejak muda menjahit. Dan menjadi penjahit sampai sekarang. Semakin bertambah waktu keahlian ibu tambah satu yaitu BORDIR. Pesanan banyak berdatangan dari sekitar Lamongan, Manyar, Gresik bahkan Surabaya. Untungnya adik iparku, Afiah, punya bakat juga dalam hal bordir. Bahkan hasil bordirannya lebih halus daripada ibu. Ditambah sekarang mendalami kreasi sulam pita.

Aku sempat menjadi produsen dan penjual baju bordir bikinan ibu mertua ini. Aku beli bahannya di kawasan Sunan Ampel Surabaya. Disana ada penjual kain yang murah, juga kain kiloan. Pertama kali aku kesana bersama si kecil Aldo dan suami, di siang bolong. Usaha ini berhenti ketika suamiku pergi training ke Hungaria selama beberapa bulan. Kurirnya tidak ada, jadi mandeg. Dan kebetulan aku masuk kerja baru di Laboratorium Residen Surabaya, dekat RS. Dr. Soetomo. Hanya sebentar kemudian aku resign.

Menanggapi respon kehalusan bordir dan sulam pita mereka, aku optimis kalau usaha ini bisa dikembangkan dengan baik. Asalkan ada penjahit dengan teknik cutting yang lebih berkualitas untuk baju. Atau diarahkan ke kreasi non baju saja. Seperti tas atau perlengkapan rumah dekoratif.

Jika ada yang punya bisnis yang membutuhkan jasa bordir dan sulam pita, silahkan banget kalau mau kerjasama atau menggunakan jasa ibu mertua dan adikku ini. Kebetulan para perempuan di desa ini juga banyak yang bisa sulam pita atau kreasi monte atau payet. Beberapa ada yang bisa membordir juga. Kualitasnya halus dengan biaya ringan. Kami tunggu ya kontaknya...:D

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊