BELAJAR DARI PARA PENCARI TUHAN

'Yakin kalau ente diem aja ya nggak akan jalan. Biarpun kurang begitu yakin, lakukan saja, siapa tahu ada hasilnya." Satu kalimat dari pak Jalal, tokoh dalam sinetron Para Pencari Tuhan. Aku manggut-manggut senang mendengar kalimat itu. Nyamuk yang berseliweran kesana kemari tidak mengganggu lagi. Perut yang rada perih karena dipaksa makan dini hari, tak terasa. Sahur menjadi hidup dengan hadirnya sinetron yang humoris namun sarat makna.

Memang benar juga ya kata pak Jalal. Selama ini yang kebanyakan ilmu mikirnya lebih ruwet. Ketika membuat rencana, dipikirkan panjang x lebar x tinggi = isi dong. Diperhitungkan untung ruginya dengan cermat. Dan ketika pengorbanan waktu diakumulasikan dengan modal tersebut tidak sepadan. Berhenti melangkah, biasanya yang menjadi pilihan.

Lebih beruntung mereka yang 'bodoh'. Mengambil istilah bodoh yang digunakan oleh pak Mario Teguh. Menurut beliau, "orang bodoh berpikir resiko itu kecil. Maka mereka berusaha keras agar resiko itu benar-benar kecil.' Dan sebaliknya, orang pintar menghitung resiko terlalu detil. Sehingga mereka takut melangkah. Akibatnya banyak orang bodoh yang mempekerjakan orang pintar. Dan orang pintar bekerja keras untuk mendapatkan uang dari orang bodoh.'

Apakah orang bodoh itu yang bukan lulusan sarjana, saja? Apakah orang pintar itu sekedar dinilai dari berderetnya titelnya?. Pasti tidak bisa dinilai dengan sesederhana itu. Karena kenyataan di depan menunjukkan, titel tidak menjadi jaminan. Tetapi kerendahan ilmu pun tidak bisa menjamin keberhasilan. Yang bisa menjadi tolak ukur kemudian adalah, ilmu tidak diukur dari titel. Ilmu tidak harus tertulis dengan rapi dalam textbook yang tebal dan berbahasa asing. Ilmu dalam bentuk pengalaman, mungkin itu lebih mahal daripada biaya uang pangkal masuk universitas. Dan ilmu seperti itulah yang memerdekakan seseorang dalam mengambil keputusan.

Satu hal lagi, keberanian dibentuk dari keyakinan kepada Tuhan. Kepada Yang Maha Berkuasa sekaligus Maha Penyayang, Allah SWT. Jadi ketidakyakinan akal bisa disokong oleh keyakinan iman. Dan itu yang tersampaikan dengan renyah oleh kalimat pak Jalal dalam sinetron Para Pencari Tuhan.

Maka, berpikirlah sebentar lalu segeralah berbuat kawan. Dalam perjalanannya, mantapkanlah hatimu dengan peningkatan iman. Mari kita coba bersama. Dan kita bagi hasilnya kemudian. Ya.

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊