KEREBRITIS (JUSLIFAR M. YUNUS)

Kere artinya miskin. Britis, kalau diplesetkan "Mrintis" artinya ya gatel-gatel. Tapi Kerebritis sepertinya plesetan dari Selebritis.

Buku ini, 'jaann..' lucu banget. Lucu, jika anda juga orang Jawa, terlebih orang Jawa yang gaya bahasanya kasaran. Bukan yang alusan, ngoko atau kromo inggil. Biasanya ini orang-orang Surabaya dan sekitarnya.

"Pancen raimu rai gedek", ini ungkapan terkenal di antara pergaulan wong Jowo kasaran. Terlebih di antara kaum kere, kamu miskin yang diangkat dalam cerita pendek-pendek di buku ini. Yang artinya "kamu memang tidak tahu malu alias tebal muka".

Banyak, jika mengistilahi lebih dari satu, kisah yang dipaparkan. Pencitraan para tokohnya benar-benar nyata. Dan mungkin sekali orang-orang miskin itu ada di alam nyata ini. Kadang kejujurannya mendeskripsikan, bisa membuat kita jijik dan menahan nafas. Tapi itulah realita. Mana ada profil kekerean dihiasi bunga-bunga yang harum atau ruang tamu yang tertata rapi lengkap dengan koleksi barang antiknya.

Pesan yang saya tangkap sejauh ini dari buku tersebut adalah, INGATLAH KAUM MISKIN. Yang entah apa sebabnya, tetap saja mereka terpaksa berada dalam posisi sebagai korban. Korban apa saja. Korban peradaban, ketidakadilan, kebohongan dll.

Jika kita sudah ingat mereka. Ingat kaum miskin. Minimal kita bersyukur pada rejeki kita sendiri hari ini. Lalu ada keinginan untuk membaginya dengan mereka. Dan dengan berbagai cara yang kita bisa, menjadi jalan perbaikan hidup mereka. Sehingga tidak terus menerus menjadi kere.

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊