Tahun Baruan 2010 di Monkasel


Tahun Baru 2010

Pesta Malam Tahun Baru.
Wow. Baru kali ini benar-benar bisa menikmati malam tahun baru. Karena kedua anak sudah besar. Umur 7 dan 3 tahun. Tidak perlu lagi aku mengawasi mereka terus. Aku bias ngobrol dan membantu dapur ibu.
Hari itu mendadak diberitahu ada acara tukar kado. Wah, aku berniat membuat kreasi flannel lagi nih. Kubuatlah sebuah pigura hitam untuk foto ukuran 3R. Lalu dompet HP merah berhias bunga. Karena harus membawa dua buah kado, aku merasa kasihan sama calon penerima dompet flannel itu. Kok kecil. Jadi aku tambahin membuat wadah CD bulat berhias ikan paus hitam. Hmm….pundak pegel-pegel juga membuat itu semua. Dan selesai hamper 3 jam lebih. Tentu karena diselingi ngurus anak juga. Plus try error bikin desainnya. Maklum spontan. Tidak pakai desain sketsa dulu. Hmm….biasanya kalo spontan aku hasilnya lebih bagus. Kalo dirancang, rapi, tapi kurang sip.
Hari sudah beranjak sore. Secepatnya aku beres-beres rumah yang mendadak berantakan. Lalu mandi dan sholat ashar. Kemudian ngelipet baju cucian yang sudah kering di depan TV sambil nonton Putri Soendeok di Indosiar. Pundak masih pegal. Pekerjaan selesai masih ada lagi. Bikin pisang goring.
Lha kemarin dikasih mbak Yanti pisang sesisir. Gede-gede pula. Seut..seut…dah nggoreng deh. Belum beres, aku tinggal memandikan kedua anakku. Aldo dan Aji yang sesorean main di luar rumah. Rembes. Alias belum mandi. Baru saja mereka bersih dan rapi, bapaknya dating. Kami sholat maghrib bersama. Setelah sholat aku perintahkan bapaknya mandi sambil kuteruskan menggoreng pisang.
Yahh…anak-anak pun berulah. Rebutan penggaris lah. Bantal lah. Sampai Aji berlinang air mata. Merusak kesegaran wajahnya setelah mandi. Pisang masih ada belum tergoreng, langit semakin gelap. Panic panic dah si mamah, pakai jurus ancam mengancam tidak diajak ke Uti, jadinya deh.
Malam itu notabene dilewati dengan mendengarkan kakak iparku bercerita ke sana kemari. Dan sesekali kami menimpalinya. Hampir semua anak dan keluarganya berkumpul, kecuali anak ketiga. Karena ada acara di rumah juga si suami masih di Balikpapan. Bakar ikan dan jagung. Juga menikmati aneka gorengan. Tahun segera berlalu. Anak lelaki kecil-kecil antheng di depan TV menonton aksi spiderman yang pakai baju item. Waktu beranjak tengah malam. Aku sudah mulai mengantuk. Anak keduaku sudah tidur dengan bapaknya di dalam kamar. Aku bertahan dengan anak sulungku di ruang tamu. Untung saja para nyamuk juga sedang punya acaranya sendiri. Jadi tidak menggangguku. Aku tertidur. Tepat pada detik pergantian tahun, terdengar suara ledakan berkali-kali. Aku merasa marah sekali. Kupikir anak tetangga pada melempar mercon tepat di depan rumah. Kakakku pun keluar. Eh ternyata ada pesta kembang api di sebelah timur rumah. Jauh sebenarnya. Tapi ledakan kembang apinya di atas atap, lalu meledakkan warna-warni. Wuih…indah…aku menyaksikannya bersama Aldo, anak sulungku. Walau suaranya dar der dor. Keras banget. Tapi indah deh. Benar-benar malam tahun baru.
Lalu esoknya. Setelah melewati masa tunggu menunggu. Maklum pada punya anak kecil. Meluncurlah kami ke MONKASEL. Monumen Kapal Selam. Naik ke dalam, foto-foto, dan menonton videorama. Pulangnya mampir dulu ke Mc Donal Raya Darmo. Sedap nyaaa…

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊