Bisnis Itu....

Binis itu...
adalah kata yang paling sering diucapkan banyak orang akhir-akhir ini, apalagi oleh mereka yang sudah tidak betah bekerja di kantor orang.
Pengen jadi bos bagi diri sendiri,. gitu.

Bisnis itu...
adalah jalan yang kutekuni dengan tidak sengaja. modal nekad, tanpa punya sandaran dan pengalaman apa-apa, kecuali, jalani jalani dan jalani gitu aja.

Saat ini, aku sudah memulai bisnis jilbab online, hampir setahun. Impianku adalah kelak jika semua sudah stabil dan mapan, aku akan membuka rumahku sebagai tempat pelatihan untuk membuat aksesoris atau penghias jilbab. Seperti inilah tampaknya rumahku nanti. foto itu kuambil di blognya tobucil. http://tobucil.blogspot.com



Dari perkenalanku dengan Tobucil dan komunitas hobinya, aku jadi semakin tertarik mengembangkan produk kerajinan tangan.
Warna warninya. Keunikan dan kebebasan yang ada didalamnya, membuatku mendapat tempat untuk mengekspresikan diriku sendiri.
Tapi ternyata, semua ini perlu proses yang tidak instan. Entah untuk berlatih membuatnya, atau untuk memasarkannya, memberi haga jual dan sebagainya. Aku tak tahu harus bertanya kepada siapa. KEmarin mbak KEnti memberitahuku sebuah buku dari Handmade Nation. Yang setelah aku cari di google, belum ketemu juga penjual buku onlinenya.
Lalu aku mampir ke blognya mbak Dini Estha, yaitu, http://kreasitha.blogspot.com
mbak Estha ini baiikk sekali. Mau repot-repot membagi pengetahuannya tentang buku dan tutorial termasuk free ebook kepada kami [para crafter pemula]. Dan hasilnya ada sebuah buku yang sepertinya akan sangat membantuku. Inilah bukunya.



Dan buku ini masih aku hunting kesana kemari. Aku harus mecari toko buku online yang sekali jalan. Maksudnya, ketika aku beli buku ini harus ada buku anak-anak yang bisa kubeli pula. Karena kedua anak lelaki kecilku akan protes dan kecewa, ketika ada kurir mengirim paket buku dan ternyata tidak ada buku mereka di dalamnya. Sementara aku coba pesan ke toko buku online langganan kami. Semoga dia ada.

Berlanjut ke Bisnis.
Semula aku ingin menjadi murni produsen. Lalu ada kendala.
Kemudian aku ingin jadi tokoserbaada online. Dan kemudian ada kendala lagi. Aku harus memutar otak dan mengevaluasi, apa yang keliru dalam menjalankan usahaku ini. Dan aku tidak bisa bertukar pikiran dengan suamiku saja ternyata. Karena dia sama sekali awam masalah ini. Dan aku tidak bisa hanya mengamini komentar teman yang tak pernah berkecimpung pada dunia bisnis. Teman yang hanya melihat dari sisi praktisnya sebagai pembeli.

Lebih baik, aku bercerita kepada sesama pebisnis. dan Ynag lebih berhasil dariku. Sebenarnya kemarin kami punya masalah yang cukup pelik. Untunglah, baik aku maupun dia berhasil menguasai emosi kami dengan baik. Jadi ketika masalah itu berlalu, dan manajemen masing-masing semakin bagus, kami bisa mulai saling bekerjasama lagi. Dan masih saling mempercayai. Alhamdulillah. Hal ini cukup meringankan isi kepalaku.

Dan hasilnya, insya Allah aku akan menjadikan beliau sebagai tim usahaku yang baik. Dan semoga produk kami kali ini, mendapat tempat yang cantik di hati para muslimah ceria di seluruh persada. Moga-moga juga bisa ekspor nanti ya. Amin.



Pelajaran moral terpenting adalah :
DALAM BISNIS, SOPAN SANTUN, KEPALA DINGIN DAN PRASANGKA BAIK, sangat membantu dalam usaha memajukan usaha kita di masa depan.

Dan dari bisnis juga, yang kemarin kupikir hanya berkutat seputar uang saja, ternyata aku dapat banyak pengetahuan bersosialisasi dan hidup yang nyata dari sini. Belajar bisnis bisa juga belajar kehidupan.

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊