POMPA BALIK

Aku {dan suamiku} pernah berada pada masa yang paling terpuruk dalam jalur hidup kami berdua. Dimana air mata dan sesak dada, datang sesering yang tidak pernah kami harapkan sebelumnya.

Ketika usaha keras berbagai rupa, tidak mendapatkan penghargaan yang seharusnya kami terima sebagaimana mestinya.

Ketika rasa bersalah, bersalah dan sangat bersalah terus mendera dan mendera.

Ketika, kesulitan tak berani kami ungkapkan dan harus kami telan bulat-bulat, karena rasa bersalah itu tadilah yang tidak mengijinkan.

Aku, terutama, pernah masuk dalam lembah keputus-asa-an yang paling putus asa yang pernah kualami sendiri.

KEtika aku berharap, di kala pagi aku membuka mata, maka rohku akan berpindah tempat. Entah bagaimana caranya. Mungkin saja dengan tercabutnya rohku oleh sang malaikat maut. Atau dengan cara magic yang sangat tidak masuk akal. Terserah. Yang penting aku tak mengalami tekanan pada saat itu.

Namun, dalam semua keputus-asa-an itu, satu-satunya yang mencegahku berbuat bodoh adalah ANAK-KU. terutama ANAK PERTAMAKU.

Lalu bergulirlah waktu.
Dengan fase yang tak secepat kita merebus mie instan dan menghidangkannya.

Tetapi begitu panjang. BErgolak
Lama
Air mata masih ada
Amarah masih ada

Hanya satu yang terus menerus berusaha kutiadakan.
yaitu
KEINGINAN UNTUK MEMBALAS DENGAN KESAKITAN YANG SERUPA.

Semakin sakit hatiku, semakin aku tak ingin mereka mengalami hal yang sama.

Dan ternyata, niat itu, dibaca begitu mulia oleh ALLOH SWT.

ALLOH SWT, akhirnya memberi kami, kekuatan serupa POMPA BALIK.

Jadi, sekarang kami tak hanya mampu menelan kata-kata pahit.

Tetapi, kami bisa membalikkan kata-kata itu menjadi manis lalu memompakan energinya kedalam dada kami. Bahkan ke urat nadi kami.

Dan itu takkan berakhir, sampai kami bisa mengajarkannya kepada anak-anak kami. sejak saat ini.


INI CUMA DUNIA
TIDAK ADA YANG BISA ADIL
TIDAK ADA YANG BISA SEMPURNA

INI CUMA DUNIA

SEHARUSNYA BUKAN HANYA DUNIA YANG MEMPENGARUHI HIDUP KITA

BUKAN HANYA TENTANG DUNIA

DAN ITU PUN BISA DILAKONI DENGAN CARA YANG MENENTRAMKAN HATI

SEMOGA MEREKA YANG MEMBUAT KAMI TERLUKA, AKAN SELALU MENDAPAT TAMBAHAN KEBAHAGIAAN SEBAGAIMANAPUN BENTUK DAN RUPANYA

AMIN

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊