Akhirnya .... !!! .... Punya Label :)))

Sepertinya pagi tadi belum sampai jam 6 deh, ketika tetanggaku mengantarkan sebuah bungkusan kepada suamiku.

Dan alhamdulillah, ternyata bungkusannya berisi Kartu Label Jilbab Orin, yang kupesan kemarin.

Terharu

Cantik hasilnya menurutku.

Langsung deh, jeprat-jepret...



Usahaku ini sudah berjalan 1 tahun.
Dan label resmi baru ada hari ini.

Kenapa?
Karena aku menunggu sampai Konsepku bulat 100%.

Di awal usaha, kubuat simbol JIlbab Orin, berupa BUNGA MATAHARI, tulisan Jilbab Orin, dan selipan huruf Jepang Katakana berbentuk O-Ri-N.

Dan berjalannya waktu, sempat aku otak-atik model Logo. Kuberikan pada tetanggaku yang punya usaha percetakan Roman Grafika di daerah Manukan Surabaya - sebelahnya UFO departemen Store.

Kemudian, aku ganti lagi. Sampai beberapa kali.

Maklumlah, dari postinganku kemarin, kan menyiratkan kalau aku masih ragu dan terpengaruh untuk mengubah imej menjadi kanak=kanak, dan memproduksi busana muslim adna perlengkapan untuk anak-anak.



Setelah blogwalking. Diskusi kecil dengan sesama Pedagang Online. Lalu mengamati diri sendiri : SDM, Skill, Modal, Tempat Bahan yang tersedia dengan mudah di Surabaya. Maka, aku dan suamiku, memutuskan untuk kembali ke konsep awal. Yaitu JIlbab untuk para ibu muda dan dewasa muda. Mengusung keunikan dan kepraktisan. Jadi Insya Alloh, produk kami nggak ribet pabalieut kemana-mana.



Kami pun menumbuhkan kembali aplikasi bordir perca. Yang setelah diamati masih jarang pemainnya. Aku optimis. Insya Alloh produk ini bisa langgeng. Karena aplikasi bordir masih sangat disukai. pasalnya, bordir tidak mudah rusak. Beda dengan aplikasi payet yang sering lepas dari benangnya. atau memerlukan perawatan yang ekstra hati-hati ketika mencuci maupun mensetrika jilbab kembali.

Apalagi SDM pengrajin bordirku, yahud punya.
Plus ide-ide dari crafter yang berlalu lalang di dunia maya ini, membuatku yakin seribu persen. Bahwa, keunikan bordir, perca, manik sekalian plus aksesoris handmade; akan selalu ada tempat di pasaran. Semakin lama, Handmade akan semakin dicari. karena orang akan semakin bosan dengan produk pasaran.

Misalnya untuk bros saja deh. Memang bros dari Cina, lucu-lucu. bentuknya perak, warna-warni dan murah banget. tetapi pasti deh, cepat patah dan lepas lemnya. tetanggaku sendiri sudah kadung gandrung dengan bros handmade buatanku ,katanya lebih kuat karena diikat dengan kawat. lagipula modelnya cekli. alias kecil tapi cantik.



dan taraa...inilah anak keduaku, Aji umur 5 tahun, yang menemaniku memasang label di jilbab dan mengemasnya.

iyya...inilah usaha online dari seorang ibu rumah tangga. semuanya dilakukan sendiri toh.

keep on spirit ya para ibu rumah tangga yang ingin berbisnis. lakukan dari sekarang, apa saja, yang mudah yang murah modalnya, dan tekunilah. semoga berhasil. :))s

3 comments:

  1. wiiiih, jadi inget waktu minta bikinin logo mimya ke temen...modelnya imut gitu tapi krna ndak bisa photoshop jadi belum bisa wujudkan....minta tolong ntar minta bayaran dulu...pdahal saya juga masih belajar bisnis

    BalasHapus
  2. hehe. buatnya yang simpel aja mbaak.
    kemarin sempat setres ya? soalnya baca artikel pentingnya brand dan logo.
    lah untuk pemula seperti kita? mana tahu desain grafis?
    setelah brwosing sana sini. banyak juga yang biasa2 saja logonya, namanya, tapi jadi seru karena produknya kreatif, serta rajin bikin alias produktif.

    BalasHapus
  3. Pernah bikin pakai transfer paper itu ga mak?

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊