Sewing is Killing

Bisa dibilang start membuat sketsanya jam 9 pagi. Lalu menjahitkan potongan flanel itu ke sarung dan jilbab anak. Dan woalah selesainya jam 1 siang booo...



Hanya dua benda yang dihias, makan waktu begitu lama. Padahal kurasa kecepatanku menjahit tusuk feston sudah sangat maju daripada di waktu lampau. Tapi toh lah namanya HANDMADE. Made by hand, ya mau tidak mau begitu lamanya selesai.

Kenapa terasa lama?
Karena jika dibandingkan dengan waktu aku membuat bros atau peniti juntai. Dalam 2 jama bisa jadi sekitar 25 peniti, atau 10 bros akrilik atau 5 bros kawat yang ruwet uwer-uwernya.

Udah bisa dipastikan, untuk urusan flanel mem-flanel ini dan menjahit sulam ini, aku menyerah deh. Jika respon bagus, aku pasang strategi bikin desain saja, dan pengerjaan diserahkan pada tukang bordir.

Setelah mencoba beberapa bentuk craft, jatuh cintaku akhirnya tertambat pada aksesoris handmade, terutama yang berhubungan dengan kawat, manik dan perca. Kelak aku ingin juga mengeksplor aksesoris dari bahan daur ulang. Entah itu gelas aqua atau kertas koran. Insya Alloh, semakin hari semakin bereksperimen. Yang penting aku tidak terbunuh di situ, seperti halnya ketika aku menjahit sulam tangan, hehehe..

Sudahlah nyerah. Sewing is Killling me...

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊