Tentang Puasa


Bismillahirrahmanirrahiim

Hari ini, pertama kalinya aku berhasil bangun untuk sahur, tanpa rasa takut lapar lagi jika seharian nanti aku berpuasa.

Entah apa penyebabnya, sejak lama, aku selalu cemas ketika akan berpuasa.

Takut lemas. Takut pekerjaan rumah tak terurus.
Dan malahan, aku sering jauh lebih mudah emosi ketika rasa lapar dan lemas menyerangku di saat berpuasa. Terutama di siang hari. Setelah menjemput anak sekolah, sekitar jam 12-1 siang; kemudian anak-anak berselisih-berebut dan apa saja yang membuat mereka jadi gaduh; maka emosiku akan muncul dengan cepat. "ini sudah siang!!!, mama puasa!!!, jangan bikin gara-gara, ayo tidur!!!"

Dan begitulah..

Ketika Ramadhan juga begitu. Untuk berpuasa sih, tak terlalu cemas. Tapi aku takut sekali kalau ketinggalan sahur. Maka, di bulan Ramadhan, aku sangat waspada alarm.
Alarm HP kusetel jam 2 pagi. Walau seringnya imsak saat jam setengah 4 pagi.

Sejak jam 2 pagi aku mulai memasak, lalu membangungkan anak dan suami jika masih tidur.

Hampir pasti, dalam 30 hari itu, sahur kami tidak pernah terlewat.

Mau rada flu atau masuk angin pun, namanya sahur ramadhan itu pasti bisa diusahakan. Apatah lagi acara di tivi banyak yang menarik di jam-jam itu.

Jadi bangun tidur, keluar kamar, nyalain tivi biar serasa ada temannya. Baru menuju kamar mandi dan dapur.


Lalu kenapa hari ini terasa berbeda?
apa yang membuatku relatif lebih tenang ketika akan berpuasa?
- saya diyakinkan oleh mbak Hany.
beliau memberikan penyadaran,"bahwa di saat puasa itulah doa kita dikabulkan".
sekaligus memberikan gambaran fakta, bahwa puasa di Indonesia itu ringan-ringan saja. beda dengannya yang berpuasa hampir 17 jam di negeri orang.

kalimat do'a bisa dikabulkan itu sangat menggugah hatiku. dalam perjalanan hatiku, akhirnya betapa aku menyadari, bahwa do'aku sangat penting untuk kehidupan dua amanah kecil kami itu. Aldo dan Aji.

dari beberapa profil para penghafal Al-Qur'an, juga perbandinganku melihat tampilan sekitar, membuatku rindu sekali mempunyai anak-anak yang terbiasa beribadah. terlebih lagi yang senang beribadah. Bismillah...semoga :

1. aku dan suamiku bisa jadi teladan buat mereka dalam beribadah
2. anakku dimudahkan untuk menjadi hamba ALLOH SWT yang baik di muka bumi ini, dan di akhirat kelak.

Sungguh, jaman seperti ini memberi kecemasan demi kecemasan.
entah penculikan anak, kejahatan, penipuan, hipnotis, narokotika, pergaulan bebas, hedonisme, dan masih banyak lainnya. JIka tidak mendekatkan diri pada SANG MAHA PENOLONG, Bagaimana bisa hati ini tenang? melepas anak bermain di tetangga saja kadang bikin hati benglisatan tak karuan. Belum lagi kelak jika mereka besar dan ingin sekolah di luar kota; bisa pingsan nih ibunya.... :)

aku miris sekali jika melihat anak sekolahan, yang suka nongkrong sampai berjam-jam. dan menghabiskan waktu mereka dengan sia-sia.
atau para pelajar yang sudah grang-greng naik sepeda motor, bahkan sebelum kakinya sampai untuk menjadi sandaran.
atau para muda yang sibuk saja dengan handphone-nya, seakan-akan tidak ada yang penting di dunia ini selain HP.

miris
dan aku tak ingin anakku jadi salah satu diantara mereka.

maka, terima kasih ya mbakyuku yang baru ketemu bulan ini...mbak Hany...untuk mengingatkanku atas mustajabnya doa orang yang berpuasa.

semoga amal puasa mbak , dan amal ibadah lainnya, senantiasa memberikan ketentraman, kesehatan dan ridho dari Alloh SWT.

dan terima kasih untuk ibu dan bapakku tercinta, yang sejak dulu kala sebenarnya sudah memberikan teladan bagi kami untuk cinta pada proses TIRAKAT. setiap kemudahan hidup yang telah kami terima ini, pasti berkat doa di kala ibu dan bapak dulu rela bertirakat untuk kami, anak-anakmu.

3 comments:

  1. Sya ga jauh beda sma mba. Khawatir ini-itu klo mo mulai puasa. Tapi kemarin pengajian, ibu ustadzah bilang klo dari 7 pintu surga yg akan dibuka, salah satunya adalah untuk manusia yg rajin puasa. Subhanallah ya.. Makanya sya lg mulai puasa lagi tuk bayar hutang dan agar lebih sabar :)

    oya.. ada 'Stylish Blogger Award' tuk mba :)

    BalasHapus
  2. iya mbak YNA. sepakat.
    mungkin itulah fungsi terbesar para pendakwah. setiap kalimat dan tulisannya, bisa jadi motivasi dan penguat hati kita. aku meluncur ke blognya mbak dulu ya mbaaa

    BalasHapus
  3. alhamdulillah ... jangan khawatir lagi ya mbak Orin kan Gusti Allah itu maha mengawasi kita, subhanallah!!!! Btw, utangku tinggal dua hari lagi, alhamdulillah. Pengennya sih puasa nabi Daud kalo sudah lunas, insyaAllah!!!

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊