Star's Lovers

Love is..

aku ingin meneruskan kata itu sebagai Love is Magic, aih seperti satu kata dalam lagunya para remaja.

Sejak 4 hari yang lalu, di sela waktu senggangku, kutonton DVD drama korea berjudul Star's Lover

Ketika aku turun dari kamar saudaraku untuk meminjam DVD itu, ibuku memperingatkan dengan senyum renyahnya, "awas lho nanti kamu nangis nonton film itu"

Langsung kubantah saat itu juga, "ah enggak lah bu..aku nangis-nangis kan waktu SMA dulu, pas nonton film India "

Beserta beberapa film kartun, Spiderman dan Harry Potter, kubawa serta segepok DVD korea itu ke dalam tas hitamku.

Sesampai di rumah, film itu tidak langsung kuputar. Karena aku harus mengalah kepada dua anakku yang menonton Spiderman berkali-kali, lalu menyewa VCD film kartun di tempat langganan kami. Beruntunglah mereka asik bermain di pagi hari sampai menjelang siang. Nah, saat itulah DVD ini kuputar. Aku harus menontonnya sendirian. Karena tahu, kadang film Korea sedikit bebas untuk adegan kissing. Kurang seru kan, kalau nontonnya sama anak umur 5 tahun? hehehe *daugh...mukul kepalaku sendiri [emak-emak kebangetan nih aku!]. Hopefully I can be forgiven about this sin = watching people kissing in the movie.... :-)

Awal film diputar, suka deh. Pas sekali. Karakternya ada yang pengarang. Aku suka. Sama seperti film korea berjudul Full House, yang berlatar peran penulis perempuan.

Dan mengalirlah film itu sampai hari kelima. Kutuntaskan DVD terakhir, kemarin. Sekali-kalinya itu nonton DVD sampai malam. Sebenarnya rada sungkan sama suami, tapi dia sepertinya hafal. Kalau belum tamat, aku pasti terus penasaran nggak bisa tidur, itu katanya.

Kalimat demi kalimat. Ekspresi demi ekspresi para pemain film itu, membuatku sadar beberapa hal. Ah atau bisa dirangkum pada satu hal saja. Yaitu tentang Cinta.

Ada orang yang beruntung sekali, bisa bertemu dengan takdir cintanya. Bisa merasakan kedamaian ketika bersandar dalam pelukannya. Bisa tertawa bersama, menangis bersama, lapar dan kenyang bersama. Panik, takut, cemas,kaget dan bingung bersama. Selalu berdampingan. Semakin hari semakin belajar untuk tak saling menyakiti hati. Semakin hari, semakin belajar untuk bergantian mengalah dalam diam ketika salah satu sedang diganggu oleh emosi diri. Semakin hari, semakin rindu pada genggaman jemari yang menguatkan hati.

Beberapa orang lain juga beruntung, ketika diantara kesediaan dua hati untuk selalu bersama itu, hadir pula anak-anak. Entah itu dari keturunan mereka sendiri, lahir dari rahimnya sendiri, atau anak-anak tercinta yang lahir dari hati mereka. Repot bersama, susah tidur bersama, berpikir keras membuat mereka tercukupi, sedih jika seseorang melukai mereka namun juga harus mempersiapkan mereka agar mampu hidup berpisah dengan kita. Menghadapi semua ini, tetap bisa bersama.

Film ini, mengingatkanku bahwa, aku termasuk yang beruntung diantara keduanya.

Lalu, Nikmat yang manakah lagi yang mau kau dustakan?

PR terbesarku sekarang hanyalah, mengerem sedikit demi sedikit keresahan, kesenangan dan harapan; agar aku bisa menambah lagi sedikit demi sedikit porsiku untuk lebih bersyukur kepada TUHAN.

JIkalau hal ini bisa kulakukan dengan baik, maka sudah sempurnalah cintaku itu.

note : tidak semua orang bisa dengan mudah menemukan cintanya. maka jika anda sudah bertemu dengan suami atau istri anda sekarang, pupuklah dan jagalah cinta itu selamanya. karena takdir cinta itu akan selalu manis adanya. semoga kita semua selalu beruntung dalam cinta.

2 comments:

  1. aq jg suka korea mbak ceritanya lebih mengharu biru :) tapi ya itu adegan kissing nya itu , gak bisa nonton di depan adek-adek q yang kecil, bisa kena marah aq :)

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊