@ Long Distance Love

Ketika adzan maghrib sudah berhenti.

Dan shalatnya sudah ditunaikan, mulailah aku bergerak.

- mengunci pagar,
- memutar kran air dan mengubahnya dari fungsi tandon ke saluran PDAM
- memasukkan sepeda motor ke ruang tengah
- memastikan duo hamsterku cukup makanan untuk semalaman
- membuang air kotor sisa makanan di kandang duo kura-kura airku, agar semalaman bisa bersih dan badannya tidak berlumut

padahal baru pasca maghrib, masih sekitar jam setengah tujuh malam. tapi ini sudah kebiasaaan. setiap kali suamiku tugas ke luar kota, maka jam malam keluarga maju sangat cepat.

aku tak mau mengambil resiko, ada tamu tak diundang, dll
atau malah anak-anak pada main keluar bersama temannya yang ramai bersepeda atau sekedar ngobrol melepas penat seharian.

syukurlah , duo anak lelakiku punya mood yang baik walau ditinggal bapaknya lebih lama dari biasanya. padahal kami nyaris tidak pernah berpisah. kemana-mana pergi berempat.

yang menarik adalah, si sulungku, dia seolah ingin berperan sebagai pengganti bapaknya. yaitu sebagai lelaki gede yang bisa menjaga ibunya dan sekaligus mengendalikan kemanjaan adiknya. beruntung juga aku.
dengan kalimat, "kalian anak laki-laki, karena ga ada bapak, jadi kalian harus bantu mama, jaga mama, jaga rumah sama-sama. okay"... itu manjur untuk mengendalikan perilaku mereka sampai saat ini.

dan untunglah, dering telepon dan suara bapaknya di tiap pagi atau malam sepulang kerja, bisa sangat menyembuhkan kerinduan ini.

oh lala...aku sungguh salut kepada keluarga, yang istrinya sering ditinggal suaminya tugas jauh dari rumah, selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun

aku ini hanya ditinggal sekitar 1-2 bulan, dan itu rasanya sudah sepi dan melow sekali. untung saja kesibukan sudah bertambah sangat banyak sekarang.
sehingga banyak cara untuk mengalihkan rasa sepi itu.

aku rasa , sekarang hatiku lebih tangguh.
tidak melow felow dan menangis-nangis rindu, seperti ketika pertama kalinya aku ditinggal pergi dinas luar kota sama anak-anak , dirumahku sendirian bertiga.

sebenarnya, melow felow itu muncul juga sih
tapi aku berusaha keras menyembunyikannya dan mengalihkannya.
serta berusaha keras tidak memberitakan sesuatu yang bisa membuat suamiku cemas. pasalnya dia bekerja di area yang bisa berbahaya jika lengah.
dan juga full, kerja dari pagi sampai jam 9 malam.

kadang kalau sudah gini, aku iri saja sama tukang warung pecel tetanggaku. yang mengelola warung bersama satu keluarga. kalau kerjanya gitu, gak ada istilah ditinggal dinas luar kota atau long distance love kan? heheh

anyway
semoga kami semua sehat selama "perpisahan" sementara ini. itu yang penting.


0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊