Nama Pena dan Merk

Tidak sering sih, hanya beberapa kali saja, ada orang yang keliru menyapa aku. Atau tepatnya menyapa akun facebook-ku yang bernama Jilbab Orin.

Pasalnya, dari beberapa perkenalanku dengan komunitas tulis menulis di facebook, ada seorang ibu keren yang memang asli punya nama pena Orin.

Saya baru saja belakangan ini kenal dengan beliau. dan cukup bersyukur, karena sebenarnya saya juga ingin memakai nama ORIN untuk brand segalanya tentang saya. Dan tidak jadi, karena sudah ada nama kembar :)

Siapa sebenarnya Orin?
Kenapa saya memakai nama Jilbab Orin, untuk toko jilbab online saya itu?

SIngkatnya sih, menurut saya itu adalah nama yang mudah diingat. Berpadu dua kata, tapi mudah disebutkan.

Nah, nama Orin, sendiri adalah panggilan saya waktu tinggal di Asrama Putri ITB di Jl. Gelap Nyawang Bandung [sebelum asramanya pindah]

Nama asli saya, kan Heni Prasetyorini
Nah, sudah ada senior yang dipanggil mbak Heni, jadi aturannya tidak boleh ada nama kembar.

Mau dipanggil Prasetyorini, kok panjang benerr.
dipanggil Pras, cowok banget kedengarannyaa..
dipanggil Rini, juga kalau ga salah udah ada deh senior bernama ini.

Alhasil, setelah ngobrol2 sama teman, [saya lupa namanya, sayang sekali :(], dia mengusulkan, kamu dipanggil ORIN aja Hen.
kan di dalam nama PrasetyORINi, itu ada nama Orin.

Saya pun setuju, dan kayaknya keren juga tuh, mirip Oshin, hehehe.

Alhasil, nama saya Orin disana.,
dan untuk teman-teman penghuni baru asrama ini yang selevel dengan saya waktu masuknya, akhirnya tergabung dalam angkatan baru, yang diberi nama angkatan Orin.

kalau ga salah, angkatan Orin, isinya : saya [Orin], novi, nina, neni, laila, shofa, ... duh saya lupa, atau udahan segitu aja ya???

dari semua teman ini, kami sudah ketemu lagi di facebook. senangnyaa...senaaagn sekali.

dan karena di asrama inilah, momen paling berkesan dari sejak saya kuliah di kampus ganesha itu, maka untuk mengenangnya saya mengambil nama Orin , untuk usaha online saya ini.

nah, nama Orin kan mirip-mirip juga sama Oshin tuh, jadi rada ke-Jepang-Jepangan gimanaaa gitu.
itu pun jadi alasan juga sih sebenarnya, pengennya dengan nama Orin, nanti saya bisa ngumpulin dana buat terbang ke NEgeri Nippon itu.

saya suka sekali dengan Jepang. bahkan ketika sudah punya anak sulung umur 3 tahunan, saya ikut kursus bahasa Jepang dasar, MInna no NIhon Go.
dari level 1a dan 1 b, saya bisa masuk jajaran terbaik nomer dua. jadi sambil ngasuh anak, saya belajar bahasa Jepang.

Namun, belajar kursusnya mandeg, ketika saya pindah rumah dan kemudian lanjutt sampai punya anak kedua.

bahkan di awal awal membuat logo JIlbab Orin, saya menggunakan huruf katakana, Orin. di bawah gambar bunga matahari dan tulisan Orin.

tergila-gila dengan Jepang deh pokoknya :)





tapi itu sudah tidak terlalu menghantui pikiranku saat ini. gak terlalu obsesi banget deh. moga2 aja jika ada rejek dan takdirnya ,nanti ada anakku yang bisa sekolah disana. jadi saya bisa sempat kesana suatu saat nanti.

spirit handmade Jepang, yang lucu-lucu itu saja, yang masih nyetrum di diriku ini. jadi for next, aku tidak akan keberatan jika harus mengganti nama Jilbab Orin, yang menurutku sih sebenarnya bukan brand, karena tidak 100% aku produksi sendiri semua koleksi jualanku itu. kalau Brand, kan murni produksi kita sendiri kan ya? bener kan?

ada satu konsep nama yang kupikir nanti bisa fleksibel di dunia handmade maupun fashion. beda dengan paduan nama JIlbab Orin, yang artinya, barang yang ada di dalamnya, setidaknya mencerminkan busana muslim saja.


0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊