multitalented and complicated? Optimis saja !!!

Hari ini, Subhanallah-nyaaa, banyak sekali masukan bagus gus yang kudapat dari tayangan televisi dan internet.

Yang pertama :
dari Youtube, tentang pemuda tanpa kaki, tanpa lengan bernama Nick. Judul videonya, NO ARM, NO LEG, NO WORRY.

Yang kedua :
tentang tayangan seorang ibu dari Surabaya yang multitalented dan multitasking. asli beliau sih dari Bali, pekerjaannya adalah seorang DOSEN, BIDAN sekaligus PERIAS PENGANTIN. lulusan sarjana Sastra Inggris, Ekonomi, Kebidanan dan kursus merias.

Yang ketiga :
liputan langsung dari Yayasan Bumi Sehat di Bali, yang dikelola oleh ibu Robin Lim dari Hawai. Juga ada satu bidan lagi yang membaktikan dirinya di sana. Di liputan kali ini, ditampilkan juga prosesi ibu yang akan melahirkan di air. Takjub sekaligus ingat jadi mules lagi sebelum melahirkan dahulu.


Dari ketiga hal ini, aku sungguh terlipur begitu indahnya.
Hati ini kemarin bingung dan gundah, karena predikat multitalented. Walau predikat itu yang memberikan hanya suamiku saja. Dan eh, pernah juga ada seorang ibu kenalan baru yang menyebutku begitu.

Mengutip tulisan temanku,
"I'm multitalented that's why I'm so complicated"

"Saya banyak bakat, itulah kenapa saya ini rumit"

Adalah teman sekamar kos saya dulu yang menulis hal ini. Itu karena dia memang multitalented betulan. Bisa main piano, harmonika, drum, gitar, bisa nyanyi dengan merdu, bisa nulis, bisa nggambar kartun animasi yang bagus banget seperti komiknya Jepang, juga pinter ketika kuliah di Teknik Kimia ITB, sampai sekarang pun sukses membina Bimbel di rumahnya sampai anak didiknya bisa lolos beasiswa keluar negeri.

Dia pinter macem-macem, dan belakangan ketularan kegemaranku pada kerajinan tangan dan berniat belajar menjahit. >.<

Ajaib dan bingung.
aku juga begitu.

Ketika ada waktu kosong, aku akan bingung, mau ngapain :
nulis?
bikin bros handmade?
menyulam jilbab?
mendesain hiasan jilbab yang akan dibordir?
atau menyiapkan materi untuk klub sains for kids,yang diminta oleh sekolahannya anakku.

setelah bingung mau ngapain, ujug-ujugnya malah aku seringnya lari ke dapur buat beres-beres, atau mencuci baju, lalu kelelahan di depan tivi sampai waktu menjemput anak sekolah tiba.

akhirnya, semakin hari, aku semakin kecewa dengan diri sendiri.
dan akibatnya, semakin complicated itu tadi

Ndilalah, aku melihat sosok ibu yang punya 3 pekerjaan sekaligus itu, yaitu dosen, bidan, dan perias. itu pun setelah beliau menjadi pramugari dulu selama 7 tahun, dan jadi reporter di TVRI.
Beliau tenang-tenang saja.
karena semua yang dilakukan, memang kesukaannya dan panggilan hatinya,

jadilah,
keinginanku untuk bisa ini itu, pun ada suntikan semangatnya.

tidak ada dosa untuk menekuni seni membuat aksesoris dari kawat yang membuatku jatuh cinta. atau menekuni dunia sulam perca yang sepertinya lucu sekali. juga menekuni dunia buku dan tulis menulis yang kusukai sejak sekolah dasar dan membuat diary tebal-tebal. pun untuk menekuni kembali cintaku kepada sains dan menularkannya kepada anak-anak kecil.

Bismillah.
Hari ini aku optimis sekali, aku bisa.

:)





0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊