No Mind

Hari ini bisa dibilang happy ending lah. Ketika sudah beberapa hari memendam rasa jengkel pada si 'mantan pacar' yang jadi bapaknya anak-anak nih, akhirnya kelar sudah diungkapkan semua hal-hal yang mengganggu ketertiban perasaan seorang istri ini, hehehe.

Biasalah, perkara sepele. Namun ternyata ketika masih dipendam terus didalam hati, makin lama, malah jadi tampak sebagai perkara yang berat.

Itulah kiranya yang menjadi bahan latihan tak henti-henti dari kisah hidup berumah tangga. Harus legowo memperkarakan hal-hal yang [tampak] remeh temeh, agar tidak menjadi bom yang membumihanguskan keluarga sendiri.

Okay, cukup sedikit saja romansa keluarganya.

Malam ini saya ingin mengungkapkan keheranan pada diri saya sendiri. Yang bisa mengatasi rasa tak tentram, biasanya ketika sudah menghadap laptop dan ber-online.

Biasanya saya makin tak tentram jika sudah berkunjung ke dua hal besar di dunia maya ini. Yaitu di blognya para crafter alias pengrajin.
Juga di blognya atau di FB nya para penulis.

Nah, dua hal ini akan membuat hati saya terharu-biru. Antara terinspirasi, termotivasi dan sekaligus merasa ketinggalan kereta begitu jauhnya.

Namun, hari ini saya berusaha mati-matian untuk tetap browsing, blogwalking dan berkunjung ke 'rumah-rumah' teman-teman baru saya ini dengan HATI BESAR.

jika saya melihat mereka memposting hasil karya mereka, dan begitu baguuus kelihatannya, maka saya berusaha untuk tersenyum dengan setulus-tulusnya.

Beneeer bener tuluuus luuss..

JIka itu sebuah karya handmade, saya akan mengamati fotonya, berdecak kagum, dan kemudian menentramkan hati saya yang biasanya ingin segera membuat produk karya yang sama. Lalu meninggalkan segala hal yang telah saya mulai lakukan.

Dan hari ini, itu berhasil,
Saya tidak meninggalkan manik-manik dan kawat monel beserta tang dan teman-temannya itu. Dan tetap melanjutkan kerja saya untuk memasang kawat di setiap manik-maniknya satu per satu.

Iya, benar, saya tidak membuat boneka, tas atau apapun itu yang menarik untuk dibuat. Atau bahkan aku tidak kembali melanjutkan draft buku yang sudah kumulai juga kemarin, tepat setelah mengikuti pelatihan online cara membuat outline buku yang keren.

Aku meneruskan pekerjaan membuat aksesoris , karena merasa sudah dipercaya seseorang yang akan memesannya.

Yang menyenangkan adalah, aku tidak lagi merasa bersalah.
Bersalah karena menunda pekerjaan, karena saat ini aku tidak menundanya.

Dan aku tidak merasa minder. Atau takut kalau rangkaian aksesorisku ini nanti jelek dan tidak disukai pemesannya.

Aku lakukan saja semuanya tanpa berpikir terlalu banyak. Terserah nanti hasilnya bakal disukai apa tidak. Yang aku lakukan adalah mengerjakannya dengan lebih perlahan-lahan. TIdak gemrungsung dan ingin cepat selesai dengan hasil yang banyak seperti biasanya.

Aku tidak melakukan multitasking. Hanya meronce manik di depan tivi saja. Tidak sambil buka laptop atau aktif di hape.

Dan ini ternyata menyenangkan sekali.
Seingatku prinsip ini seperti sesuatu yang disebutkan oleh para samurai kepada Tom Cruise saat berlatih ilmu pedang kayu, di film The Last Samurai.

Yaitu , ketika melakukan sesuatu sebaiknya kita menggunakan teknik NO MIND.

NO MIND.
LAKUKAN SAJA.
JANGAN BANYAK BERPIKIR TENTANG HAL LAIN DAN BAGAIMANA HASILNYA NANTI.

LAKUKAN SAJA
DAN NIKMATILAH.

SEMOGA AKTIVITAS KITA ITU MENJADI BARAKAH,
asal diawali dengan BISMILLAH dan lakukan saja....

2 comments:

  1. jadi ingat nasehat suami kalo lagi ngobrol, what if nya jgn dikedepankan, jalani saja dulu ...

    BalasHapus
  2. naah itu kalimat yg bagus mbak Hany, What IF nya itu emang yang bikin hati ini maju mundur, maju mundur dan biasanya berhenti di tengah jalan.

    Dan ketika keraguan itu dilawan dgn terus menyelesaikan pekerjaannya, rasanya enak dan ringan sekali di dada ya :D

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊