@ Pengajian Keliling : SALTUM



Bersama Aji, anak lelakiku 5 tahun, aku mengikuti acara pengajian keliling di rumah ibu Susannah, di daerah Kuwukan, Surabaya Barat.

Memalukan sebenarnya. Aku saltum. Harusnya disana pakai baju putih-putih semua. Lupa. karena lupa jadinya aku pakai baju warna biru, yang biasanya diseragamkan untuk hari Rabu dan Kamis.

Baru dua minggu lebih aku ikut pengajian ibu-ibu, rutin setiap hari, di sebuah pondok pesantren terbuka modern di dekat rumahku. Dan dekat sekolahan anak sulungku. Jaraknya hanya 2 km.

Dan hari ini, aku lupa sama sekali kalau ada acara pengajian keliling di rumah seorang santri ibu-ibu. Karena ketika menerima undangannya, aku sudah berencana tidak ikut. Jadwalnya mepet dengan waktu anakku sekolah, dan aku takut tidak bisa on time menjemput anakku. Ternyata hari ini, si Aji libur, karena gurunya sedang mengikuti lomba. Entah lomba apa.

Akibatnya, ketika sampai di pondok DM, aku terbengong heran. Sudah jam 8 pagi lebih, kok masih sepi. Beberapa menit kemudian, suara ustadzah E memanggilku, "ikut ke pengajian keliling bu? ayo bareng saya."

"Ha?? pengajian keliling?"
astaghfirullah, tepok jidat deh, "saya lupa bu. iya saya ikut"
sebelumnya aku berbisik kepada Aji, mau nggak ikut ke rumah teman mama, dan ngaji disana.

Berangkat kesana, deg-degan juga. Secara kostum saya santai pisan. Kaos katun, jilbab kaos, celana item, sandal jepit. Secara saya pikir nanti cuman pengajian rutin saja, berbaris mencatat tafsiran hadits dari pak ustadz. Jadi gemuruh dalam hati, aduh mak, lain kali, walau santai, rutin, mending pakai baju rada resmian dikit deh. Biar ruwet ngajak anak kecil, gpp daripada saltum gini. Siapa tahu nanti diajak takziah atau kemana gitu, kayak kemarin.

Oke selesailah urusan kostum
Singkatnya, di acara itu, anakku Aji berbisik, "mama. semuanya pakai baju putih kok mama nggak?"

dengan menebalkan muka dan minta maaf kesana sini, kutajamkan niat dalam hati, yang penting ngajinya, yang penting ngajinya. dan aku berusaha konsentrasi pada semua isi acara.

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊