Book For Shadaqah

Teman baru ketemu dari twitter turun ke bbm turun ke websitenya. Dan saya beruntung, ternyata beliau punya ide cemerlang untuk beramal, bersedekah. Melalui buku yang ditulisnya, berikut ini.

Buku cerita bergambar, yang ditulisnya sendiri, di terbitkan sendiri dan 100% royalty bukunya dipersembahkan untuk :

1. mendirikan perpustakkan bagi sekolah tertinggal
2. biaya pendidikan untuk kaum yatim dhuafa

Bagi teman yang ingin menyebarkan informasi ini, bisa kontak saya di twitter @jilbaborin atau @percamanik atau @heni_hpr [akun twitter saya ada 3, hehehe, beda segmen soalnya]

atau klik facebook saya saja ya,
www.facebook.com/jilbaborincollections

Harga buku IDR 45.000 [belum ongkos kirim]

Bukunya bisa untuk diri sendiri, anak, keponakan. Atau dihadiahkan ke siapa saja. Silahkan, bisa digalang ke kantornya, instansinya, dll. Tidak akan rugi. Bukunya bisa dibaca di rumah. Sedekahnya mengundang profit akherat yang lebih indah. Amin.

Memilih Pentungan Yang Tepat

Aku ingat ketika masuk kelas Kalkulus. Seorang dosen lelaki yang nyentrik, sering sekali mengucapkan kalimat ini. "Kalkulus itu perlu alat yang tepat. Kamu tidak bisa seperti SMA dulu. Dikasih cara cepat, cara singkat, untuk diterapkan ke semua jenis soal. Itu seperti, kamu diberi satu pentungan, lalu disuruh motong kayu, ngiris buah dengan satu alat itu. Kamu harus memilih, alat yang paling tepat untuk menyelesaikan soal. Apakah itu dengan dideferensiasikan dulu, di integralkan dulu dan lain sebagainya. Maka, kamu belajar kalkulus disini ya untuk itu. Belajar bermacam-macam alat, untuk menyelesaikan persoalan matematis."

Apa hubungannya pentungan sama kalkulus, dan juga maksud entry blog ini.

Saya menemukan korelasi yang tepat untuk menggambarkan kondisi yang ingin saya bagi. Katakanlah ini bicara tentang kemudahan yang saya peroleh, karena memilih alat yang tepat [baca :gadget].

Saya tidak sedang ingin memperbandingkan kelebihan dan kelemahan. Tapi, coba dengar dulu cerita saya melalui mata anda [ya iyalah lagi baca, kalau lagi ngobrol ya melalui telinga anda :) ]

Tanpa terasa sudah hampir dua tahun ini, saya konsisten menjalankan bisnis jilbab online saya. Bukan konsisten dalam model jilbab atau produk. Tetapi konsisten untuk tetap menjalankannya. Padahal, hampir saja yang melakukan harakiri alias bunuh diri alias suntik mati pada usaha ini. Mungkin gara-gara juga kemarin nonton Kick Andy. Yang para pengusahanya yang diundang, sering bicara tentang suntik mati terhadap usaha yang kembang kempis hidupnya. Atau memang jalan tapi profit kecil.

Nah, kondisi itu terjadi padaku, beberapa saat yang lalu. Penjualan online menurut drastis. Jarang sekali ada pemesanan via facebook. SMS yang masuk, sering sekali menanyakan produk yang sudah tidak saya jual lagi. Artinya, calon pembeli itu, mengetahui nomer HP saya dari Google. Lalu masuk ke blog saya. Dan tidak masuk ke Facebook saya. Padahal di FB lah saya rajin sekali mengupdate informasi dan stok barang.

Saya heran sekali. KEnapa begitu?
Beberapa calon konsumen, sering sekali menanyakan pin BB. Ah, saya jadi rada jengah. Karena saya juga punya tipe, anti-trendy. Misalnya sekarang lagi trend pake BB, saya malah milih HP biasa. Misalnya lagi trend tas impor KW atau asli, saya malah tertarik bikin tas sendiri dari kain. Walau emang terlihat keren, tetapi karena gengsi, biasanya saya tak ingin memakai barang yang lagi trendy itu.

Dan, kemudian saya bertahan dengan update status fb yang rajin pangkal pandai, itu. Bikin iklan online. dan sebagainya. tetapi tidak ada hasil. saya memakai Internet, sebagai satu-satunya penthung.

dan ternyata tidak berhasil.

Lama kelamaan, saya penasaran juga. Apa benar dengan BB, solusi bisa saya dapatkan?

Dan ternyata so far, masih belum satu bulan megang BB, ada banyak sekali perubahan. Terutama perubahan dalam smallbiz ini.

Suplier baru, pelanggan baru, teman baru semua datang jadi satu. bahkan saudara dan teman lama, bisa saling menggoda lewat kirim mengirim foto.

Saya sungguh tercengang. Saya pikir, android akan mengalahkan semua hal. termasuk BB. karena dari segi fitur, android begitu canggih. mudah sekali akses kemana-mana. Tetapi rupanya, android dan whatsappnya belum jadi senjata yang tepat untuk masalah saya. Yaitu koneksi dengan pelanggan dan suplier.

Akhirnya harus saya akui, selama ini kurang tepat memilih alat. Karena saya berbisnis online , yang mengandalkan komunikasi online secara tulisan dan visual/gambar. Maka cara yang mudah dilakukan oleh banyak orang adalah memilih ponsel BB.

Hal ini tidak perlu sama dengan anda sekalian. Bisa jadi anda lebih pas memakai HP bukan smartphone, atau versi android, ipad, tablet , dsb.

Kegengsian saya untuk anti-trend akhirnya luntur juga. Dan kelunturan gengsi saya ini cukup melegakan juga. Karena itu berarti saya jauh leibih luwes daripada dulu :)

Ya kawan, itu sharingku. Silahkan pilih alatmu sendiri.

PING PING PING

Tujuh titik hitam itu muncul tiap kali ku update status di Facebook-ku. Entah buat jualan, entah buat curhat versi minimalis dan dadakan.

Ya, akhirnya aku menyerah, dan memilih blackberry sebagai ponsel pintar andalanku. Sebenarnya aku sudah nyaman dan jatuh cinta pada android, yang notabene warisan dari suamiku kemarin. Enak banget pake android untuk berselancar di internet, save image atau ber whatsaap ria.

Sayang sekali, para pengguna BB, juaraaaanng betul pada mau make whatsapp. Padahal, para suplier, produsen dan juga pembeli olshopku, hampir semua memakai gadget ini untuk berkomunikasi.

Putus deh. Putus hubungan dengan mereka, yang mulai jarang pula memakai SMS untuk merespon.

Ditambah dengan, saudara kandung, teman lawas di Sekolah dan kuliah, masuk juga dalam jajaran pemakai ponsel pintar terlaris di negara ini.
Sayang sekali, karena android itu sebenarnya lebih murah :)

Ya sudahlah. Ponsel ini sekarang ada di genggamanku.

Dan betul terjadilah, kemudahan demi kemudahan itu. Bisa say Hai dengan teman lawas. Bisa ada percepatan customer yang bombastis, yang juga bisa mendongkrak omset. Subhanallah. Hebat juga si BeBE ini ya ternyata.

Ketika aku otak atik, ya emang, pengoperasian BB ini mudah betul. Walau pulsa masih dua kali lebih mahal daripada penggunaan android.

Gpplah, kalau untuk ber-olshop-ria, makai BB worthed juga. Profit bisa nutup pulsa.

Moga aja, jangka panjang gak ada masalah lagi sama si pakde RIM di Indonesia ya. Aman jaya sentosa ya pakde RIM.

Do you want to know my Pin Number?
:-)

Perca Manik : Batik Ethnic Wire Jewelry