[jangan] Katakan Rencanamu Pada Orang Lain

Kemarin saya membuka twitternya Bob Sadino. Menelusuri timelinenya, saya menemukan beberapa hal yang menarik. Salah satunya yang saya retweet adalah "Buatlah rencana yang bagus. Jangan merusaknya dengan mengatakannya kepada orang lain."

Ini menarik. Karena sebelumnya, saya membaca sebuah anjuran, agar Semesta bisa Mendukung. Maka kita dianjurkan untuk mengatakan rencana kita kepada siapa saja. Kepada teman dekat, suami, saudara, dan semua yang bisa kita percaya. Maka rencana kita akan pasti berhasil karena mereka yang terdekat itu pasti mendukung.

Lalu, saya mempraktekkannya. Hampir setahun lebih, yang lalu, saya menulis ke teman sekamar saya waktu masih sekolah dulu, bahwa, saya sedang menulis buku How to Raising muslim boys.

teman saya itu tertawa dan menyindir dalam chatingannya, "gampang raising boys mah. Ikat di tiang bendera lalu ditarik. Raising deh."

saya nyengir juga sih. tapi tulisan saya itu berhenti. karena saya malu. nggak pantes deh kayaknya nulis buku berat seperti itu. malu. karena pasti belum bisa praktek sehebat yang tertulis di buku, dibandingkan dengan cara saya sendiri mengasuh dua anak lelaki saya di rumah. buku itu pun mandeg.

selanjutnya, saya mengatakan pada seorang teman baru, saya mau menulis memoar tentang ibu. dan benar, draft buku ini selesai. tapi untuk mengedit dengan baik saya dilanda kebosanan sekaligus kesulitan. karena memikirkan bagaimana reaksi orang ya, suka apa tidak. nanti tulisan ini bagus apa tidak. kalau belum jadi juga, ah malu banget, udah kadung koar koar kesana kemari. mau nerusin, kok macet nih isi kepala?

tidak hanya satu hal yang kuutarakan dengan entengnya pada saat itu kepada teman. rencana bisnis, pengen kursus melukis, ingin produksi ini itu, rencana ini itu. semua kukatakan. dengan harapan, akan mendapatkan suntikan semangat dari mereka. tetapi rupanya ini tidak berhasil [terutama bagi saya pribadi]. karena beban di hati makin berat, karena banyak yang terlanjur tahu. dan pasti mereka menganggap saya gagal dan gemar sesumbar omong kosong padahal tidak ada [belum ada] pencapaian yang nyata.

sampai pada akhirnya, saya membaca tweet dari pak Bob nyentrik itu. ya, inilah yang tepat. dan sesuai tipeku. lebih banyak diam, lebih hening, lebih baik.

entah dengan kawan lainnya, mungkin berbeda :)

2 comments:

  1. betul juga tuh mba,..

    kayanya kitas sama pengen dikasi semangat ma orang lain dg memberitahukan apa yg kita rencanakan tp bukannya semangat, hati ini dan niat ini makin urung..
    dan berpikir sama kaya mba... mungkin org lain menganggap omong kosong,,, :(

    memang betul lebih baik rencana kita tdk usah dikatakan ke orang lain.... ^^

    makasi ya mba infonya...

    masukan yg baik buat saya...

    BalasHapus
  2. trima kasih ya mbak atas infonya, ini pencerahan buat saya...:)

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊