Nulis,Bisnis atau Craft; milih mana mbak ? -__-

Hmmm....
judul itu adalah satu kalimat dari teman jarak jauhku. Ya teman baru yang sangat kuanggap seperti kakak sendiri. Bisa diajak diskusi dengan cara berpikir beliau yang juauuuhhh lebih matang dariku.

Judul itu juga, malah, aduh maaaf, bisa mematahkan sebuah judul yang membuat beliau tertarik padaku. Yaitu sebuah tulisan di blog ini yang berjudul, "Kupilih Bisnis dan Craft". Yang akhirnya membuatku diajak untuk join sharing cerita dalam blog yang dikelolanya.

sebelumnya, aduh mbakku, ojo gelo ya,
ah pasti tidak, karena kami sudah sangat intens bertukar pikiran sebelumnya.

Judul itu juga, walaupun pertanyaan pilihan, semacam tipe ujian sekolahan kita, pun masih tidak bisa kujawab dengan mudah.

Tempo hari, aku mantab menutup buku, meletakkan pensil lalu membuka majalah fashion, buku craft, tabloid bisnis dan sebagainya. Lalu mantap mengatakan , aku memilih bisnis dan craft. Dan sepertinya itu benar jalanku. Aku tidak akan menulis apapun lagi, kecuali penting. Semacam info diskon, begitu :)

Akibatnya, hobi menulis Note, mengisi Blog jadi berhenti. lama lama terasa ada kerinduan yang lain itu. akan rasa hening, hanyut. Rasa yang kualami ketika hanya berdua dengan buku yang kubaca. atau sesuatu yang kutulis.

Rindu itu sangat mengganggu. sampai harus bertarung dengan keinginanku untuk memegang kawat, tang, manik-manik ataupun kalkulator.

Pertarungan itu sangat melelahkan, sampai akhirnya aku memilih berhenti bertarung. melepaskan atribut perangku. lalu terbang ke angkasa.

Di atas sana kupandangi, diriku sendiri yang carut marut stress bingung mau mengerjakan apa dan menuruti kata hati yang mana.

Dan ketika aku menyerah saja. Tersenyum pada satu demi satu desakan hati untuk berbuat. lalu menurutinya menyesuaikan dengan tugas rumahku, maka, sekali lagi, lepaslah bebanku.

Aku menutup mata sejenak, lalu membayangkan kalau diriku adalah superwoman yang pakai daster. Bisa melakukan banyak hal, tapi tidak bisa melonjak-lonjak kegirangan untuk merayakannya - malu kan, pakai daster gitu loh, nanti kelihatan :P

Aku melaju dengan diam-diam.
Dan jika sekarang aku membagi ceritanya, itu karena aku ingin berbagi cerita, bahwa kadang kita tidak perlu memaksakan diri untuk memilih. Lakukan saja, apa yang bisa dilakukan. Selanjutnya, kita evaluasi lagi. Easy ya kedengarannya?

Saya masih terus berbenah untuk menjadi semakin biasa seperti daster itu tadi , hehe.

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊