Hijabers

foto dari sini
Namanya Ramadhan. Selain tema ibadah, yang rame juga tema busana muslim. Hijaber menjadi nama baru yang makin merakyat di media, terutama televisi.

Saya salut dan kagum juga dengan munculnya Hijaber ini.

Hijaber dari kata Hijab.
Dulu penggunaan kata Hijab, sangat limited. Pengertian paling awam tentang hijab [bagi saya] adalah penutup seluruh tubuh yang full seperti para perempuan di Afganishtan. Yaitu jilbab lebaar menjulur sampai kaki dengan cadar atau burqa menutupi wajah. Dengan warna hitam, biru dongker atau warna gelap lainnya.

Dulu, banyak yang enggan menggunakan kata Berhijab dan memilih untuk kata berjilbab atau berkerudung saja. Kesannya lebih ringan dan sesuai dengan proses menjadi muslimah yang ingin mematuhi perintah Alloh SWT untuk menutup aurat.

Lalu, entah dimulai dari siapa, kata Hijaber mulai muncul.
Hijaber yang biasanya tergabung dalam Hijaber's Community ini [dari penjelasan Dian Pelangi] bertujuan untuk mengedukasi para muslimah [khususnya Indonesia] bahwa hijaber, alias pengguna hijab adalah mereka yang tidak hanya peduli pada jilbab / kerudung saja. melainkan juga Hijab dalam arti menutup tubuh dengan pakaian yang sesuai syar;i, serta menghijabi hati agar sesuai dengan yang dititahkan Alloh SWT dalam Alqur'an.

Kreativitas designer dalam komunitas hijaber ini, menurut saya, patut diacungi jempol juga. terutama untuk para designer yang masih mengusung tinggi konsep pakaian muslimah sesuai aturan/syar'i.

Dengan kreativitas mereka, sekaligus cara berjilbab yang super kreatif juga a.k.a hijab style; akhirnya makin mendongkrak keinginan wanita muslim untuk mulai menutup auratnya.

Memang, beberapa segi, model berjilbab para hijaber ini juga menjadi sorotan. Karena kadang, tampak begitu berlebihan. Terutama mereka yang menggunakan inner jilbab dengan isi cempol yang begitu besar, bak punuk unta.

namun, jika kita jeli dan mau rajin mencari di internet, ada banyak designer yang kreatifnya masih dalam koridor syar'i, misalnya designer Gda's Gallery yaitu putri pertama dari Aa Gym. Beberapa saya lihat tergabung dalam sebuah toko hijab online di www.hijup.com.

Berjilbab menutupi dada, menjadi menarik sekarang dan sudah banyak diterapkan oleh para hijaber. Model baju, yang sebenarnya bagi saya, rada ruwet juga tampaknya, tapi berhasil sesuai dengan syar'i yaitu tidak transparan, tidak ketat dan menutup seluruh tubuh.

Saya anggap, Hijaber memulai langkah yang baik untuk syiar islam terutama syiar hijab. Bahwa ada kekurangan disana sini, itu adalah proses.

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊