23 Apr 2013

Happy Eating Go Langsing

Foto dari sini
Dari acara Motiva Talk di MHTV, tentang konsep Happy Eating untuk mendapatkan kesehatan dari kontrol berat badan.

Yang menarik, cara untuk mengendalikan berat badan ini bukan dengan diet, sedot lemak atau dengan obat-obatan seperti biasanya iklan diet di media.

Happy Eating lebih mengendepankan perasaan, mindfull eating. Yaitu mendalami diri sendiri, memahami diri sendiri apakah benar-benar lapar fisik atau lapar emosi. Dan ketika benar lapar fisik, maka diajarkan untuk makan secukupnya, menikmati makanan dan berhenti sebelum kenyang dengan penuh rasa syukur dan puas.

Founder konsep ini adalah mbak Nunny. Beliau adalah seorang Hypnotherapyst yang fokus pada cara makan yang baik dan benar.

Menurut mbak Nunny, definisi langsing dan ideal setiap orang itu berbeda-beda. Yang pasti kita harus menerima blueprint dari tubuh kita masing-masing dengan penuh rasa syukur. Jika kita memang tercipta secara genetik berpinggul besar, bertulang besar maka jangan meratapi bentuk tubuh kita dan bersikeras akan lebih baik jika menjadi manusia dengan tubuh seperti model tivi.

Bahwa langsing itu adalah proses membuat tubuh kita mempunyai berat badan yang ideal dan baik untuk kesehatan, serta yang lebih penting adalah mempunyai pola makan yang permanen. Sehingga sampai di akhir usia kita pun, kita masih punya berat badan yang bagus, energi yang bagus dan perasaan yang semakin penuh dengan rasa syukur.

Di acara Motiva Talk itu, ada profil dr. Ivon yang badannya tinggi besar. Beliau termasuk peserta Go Langsing Class yang dipandu oleh mbak Nunik. Kalimat dari dr. Ivon ini sangat menarik.
    " Saya menikmati diri saya melangsing. Mengijinkan diri saya melangsing. Ketika ada teman yang memuji atau berkomentar, "Ivon kamu langsing". Maka saya menjawab, oh iya saya memang lebih langsing sekarang. Saya tidak lagi menjawab sebaliknya seperti diet saya kemarin, yaitu, "Oh tidak kok, saya nggak langsing. Ini cuma efek bajunya."  Saya menerima diri saya, tidak fokus pada seberapa lama saya diet. Saya lebih fokus untuk berlatih mengenali sinyal diri saya sendiri apakah saya lapar fisik atau tidak. Saya pun menggunakan kalimat positif, yaitu, "saya mau langsing", bukan lagi, "Saya harus langsing". Menggunakan kata harus itu tidak enak."

Seru sekali ya, sebuah konsep yang benar-benar menarik. Tidak hanya untuk konsep cara makan yang sehat. Tetapi konsep penerimaan diri yang positif, bersyukur dan membina mental agar tetap positif untuk terus maju dan tidak berhenti.

Saya jadi ingat sering mengatakan Harus Harus dan Harus sebagai Target. Yang saya pikir itu adalah kalimat yang ampuh. Padahal sebenarnya, di dalam hati dan kepala, kata HARUS itu sangat membebani.

Lanjut pada Mindfull Eating. Dianjurkan kita untuk semakin terlatih mengenali sinyal tubuh kita apakah kita sedang lapar, capek atau sedih. Dan turutilah kata tubuh kita. Ketika sedang capek ya istirahat. Ketika sedih, ya lakukan hal lain seperti curhat. Jika benar-benar lapar fisik, itulah baru kita makan. Waktu makan pun tidak tergantung pada jam dinding seperti konsep kita selama ini. Sarapan jam 7 pagi, makan siang jam 12 siang, makan malam jam 7 malam. Tetapi sesuai dengan "kata perut" kita. Bukan "kata lidah" kita atau "kata hati" kita.

Intinya, pikiran yang baik mengendalikan diri kita dengan baik.
Dan pikiran yang baik diperoleh dari kata-kata yang positif untuk diri kita.

Teknik lain yang dikatakan mbak Nunik untuk mengendalikan berat badan ideal kita adalah lebih baik kita mempersiapkan bajunya. Misalnya, kita ideal di celana jins ukuran 32. Maka itulah patokan yang mudah. Jika terasa sesak, berarti berat badan kita naik. Cara ini lebih efektif daripada kita menggunakan timbangan badan dalam kilogram. [ah ini membatalkan rencana saya untuk nambah stok baju berbahan kaos, heheeh. Bahan kaos kan melar, bisa-bisa kenaikan berat badan sangat tertutupi]

Acara yang saya lihat hanya setengah saja ini sangat berguna. Kebetulan kok pas ketika saya mulai siap untuk menerima diri saya apa adanya dan menutup telinga pada komentar orang. Sejak SMA semua selalu mengkritik my Big Hip. Semakin berumur, apalagi sudah melahirkan dua anak serta menggunakan alat kontrasepsi, maka tentu saja Hip saya bukannya malah mengecil. Sempat saya begitu gusar dengan komentar orang. Dan begitu salah tingkah jika harus berkumpul di acara umum. Woh, suara itu membunuh ya :D

Tapi yaudinlah. What's wrong with big hip? Nothing's wrong kan.

Maka, konsep Mindfull Eating dari mbak Nunik ini cukup melegakan. Dan saya mencoba mengikutinya sedikit demi sedikit untuk kesehatan dan energi yang cukup dalam beraktivitas. Acara ini juga membuka mata saya lagi, wah wah keren juga ya orang bikin bisnis. Satu konsep sudah bisa jadi ladang rejeki bagi diri sendiri dan orang lain. Keren keren :D

Oke, semoga bermanfaat ya
Loveyu
Heni Prasetyorini

3 comments:

rina susanti mengatakan...

baca judulnya saya langsung ngeh...wah ini pasti ada hubungannya saya mba nunny hersiana...eh ternyata betul. ..konsep ini bis aditerapkan juga pada anak-anak lho aga rtidak obesitas, ..

Heni Prasetyorini mengatakan...

konsepnya menarik ya mbak Rina, benar-benar baru dari kebiasaan saya dan keluarga selama ini. Dan sepertinya lebih sehat untuk diterapkan

Nunny H Budialenggana mengatakan...

hai mb rina dan mba heni… terimakasih banyak atas bahasan dan komennya yaa …

ditunggu kunjungan dan komennya di www.golangsing.com yaa..
go LANGSING!

Poskan Komentar

haii makasih yaa dah mampir di rumah saya :D