Optimalisasi Potensi Wisata Surabaya Dibahas Seru di Sunday Sharing Surabaya #14

Orang Surabaya, berwisata di Surabaya? Kenapa Tidak?!!
Saya ini asli Surabaya, karena lahir dan tumbuh besar di kota ini. Tapi bicara tentang pariwisata di Surabaya, hampir tak pernah terbesit di benak dan imajinasi saya pribadi. Kota kelahiran jadi tempat wisata?

Bagaimana mengoptimalisasi potensi wisata Surabaya?

Bagaimana sebenarnya Surabaya Sekarang, Kini dan Nanti?
Tema ini jadi topik seru di acara Sunday Sharing Surabaya #14 yang diselenggarakan oleh komunitas blogger Blogdetik Surabaya  

Hari Minggu, 20 maret 2016 lalu, bertempat di kantor QWords.Com, Gedung Intiland Tower Jl. Panglima Sudirman Surabaya, acara Sunday Sharing Surabaya  kembali digelar. Sepertinya bakal jadi basecamp baru nih kantor Qwords. Seneng juga jika benar begitu, selain mudah diakses lokasinya, juga kalau ke sana bisa mampir ke perpustakaan Balai Pemuda Surabaya dulu.

Nyari buku :)



FORKOM Surabaya
mbak Esti dari FORKOM


Acara pertama diisi oleh mbak Esty dari Tim Kreatif Forum Komunikasi Pengelola Obyek Wisata Surabaya (FORKOM). Mbak Esti menceritakan pengalamannya yang "berdarah-darah" ketika bekerja di FORKOM, untuk mengedukasi masyarakat tentang betapa besar potensinya obyek wisata di Surabaya. Juga tentang betapa banyak kendala yang dihadapi, terutama mengubah mindset warga Surabaya tentang wisata kota.

Iya nih, saya jadi ingat. Sejak jaman SD, ketika ada acara perpisahan kelulusan, pasti acaranya berwisata ke luar kota. Kalau jaman saya ya ke Malang. Sampai saya mempunyai anak, ketika mereka berwisata kelulusan juga pasti keluar kota. Kalau tidak ke Malang, ya Mojokerto. Sedangkan keponakan yang sudah SMP ke atas, wisatanya bisa sampai ke Bali. Kenapa tidak ada opsi wisata ke Surabaya ya? padahal jika ditelisik banyak tempat yang bisa menarik dan nyaman untuk didatangi.

Mungkin karena masih adanya mindset bahwa piknik adalah pergi (jauh) dari rumah?
Bisa jadi. 

Mbak Esti menyampaikan gagasannya untuk bisa menarik wisatawan ke Surabaya. Baik itu wisatawan dari luar kota, luar negeri atau bahkan dari orang Surabaya itu sendiri. Beliau ingin membuat even hari Pahlawan sebagai daya tarik

Jadi, idenya mbak Esti itu begini. Ambil saja, di bulan November. Karena bertepatan dengan hari pahlawan, maka semua orang memakai baju pahlawan. Semua pihak baik itu kantor, shopping centre, tempat wisata, semuanya memakai baju tersebut. Dan dibuat satu acara sehingga menarik wisatawan. Semua perangkat disiapkan. Bis wisata lengkap dengan seragam pahlawan, rute wisata berkaitan dengan hari pahlawan dan lain sebagainya. Anggaplah seperti acara Surabaya Shopping Festival (SSF) yang dilakukan di bulan Mei  . Itu serentak semua tempat belanja, melakukan promosi besar-besaran mendukung festival belanja tersebut. Yang ternyata bisa menarik wisatawan dari luar kota untuk datang ke Surabaya dan belanja. Kenapa tidak, jika kita terapkan untuk konsep lain, misalnya Hari Pahlawan?

Eh, usul mbak Esty ini menarik juga ya. Ketika saya browsing, ternyata info SSF ini dipajang di website wisatadimalang.com. Orang Malang sendiri malah menarik wisatawan untuk datang ke Surabaya?. Nah loh. Dari sini bisa dilihat, besarnya potensi wisata di Surabaya jika digaungkan serentak dalam satu waktu. Semoga idenya bisa terealisasi ya mbak Esti. 

Pembicara kedua, adalah mas Ipung penulis buku Surabaya Punya Cerita. Berbeda dengan mbak Esti yang pembawaannya serius, mas Ipung ini ceria sekali. Dan cocok dengan judul bukunya, dia suka sekali bercerita. Bahasanya enteeeng saja mengalir. Seumpama nggak di stop gitu nggak bakal brenti, hehehe. Mas Ipung punya koleksi foto, video yang unik, menarik dan Surabaya banget. Jadi penasaran pengen baca bukunya. Selengkap apa ya isi ceritanya tentang Surabaya?

mas Dhahana Adi alias Ipung, penulis buku Surabaya Punya Cerita
Mbak Esti punya ide Serentak di hari Pahlawan. Mas Ipung lain lagi idenya. Dia ingin sekali menjadikan Kampung-Kampung di Surabaya ini menjadi destinasi wisata. Semakin jadul, unik, asli kampungnya, maka semakin layak di jadikan Kampung Wisata.


Wah, wah keren banget ya jika itu bisa terjadi.  Selain kampung, mas Ipung juga mengenalkan potensi wisata dari pabrik pembuat makanan ciri khas Surabaya. Misalnya pabrik kecap cap Jeruk, pabrik tahu dan beberapa tempat lainnya. Wah kecap cap Jeruk? itu kecap favorit saya dulu waktu kecil. Tapi sudah bertahun-tahun tidak saya temui lagi di pasaran. Kecap cap Jeruk ini biasanya dikemas di botol kaca. Cukup beresiko pecah. Apalagi kompetitor sekarang sudah ada kecap dikemas botol plastik aatau kemasan refill. Tapi tak disangka, di satu toko kecil, saya malah menemukan kecap ini. Langsung saja saya beli, buat nostalgia dan mengenalkan rasanya ke anak-anak saya.


makanan khas surabaya
kecap asli dari Surabaya

Beneran kok, di Sunday Sharing kali ini banyak gagasan kejutan yang nggak pernah sekalipun kepikiran di kepala saya. Dan jujur saja, saya tidak menyangka bahasan tentang wisata di kota kelahiran saya ini, bisa jadi begitu serius.


Ini tampak dari sesi diskusi dan sharing oleh teman-teman yang hadir. Termasuk mas Adi Cipta, seorang Game Developer dari Surabaya. Dia mengatakan sulitnya mengakses website khusus dan resmi yang berisi informasi destinasi wisata Surabaya yang akurat dan berbahasa Inggris. Untuk apa? hal ini diperlukan ketika ada orang asing dari negara lain yang ingin datang ke Surabaya. Mas Adi ini sering ikut traveling bahkan sampai ke luar negeri. Ketika dia menyampaikan asal dari Surabaya, orang luar negeri akan bertanya, "Oh Surabaya. Tempat apa saja yang bisa kami kunjungi? apa saja yang menarik? dimana kami bisa melihat informasinya? ada websitenya?". Dan ketika sudah ada pertanyaan ini, mas Adi kecewa, karena belum ada wesite resmi, lengkap dan terupdate. Yang ada masih blog personal orang, yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Itu pun belum lengkap dan hanya berdasar pengalaman penulis blog tersebut.


Mas Adi menyayangkan, terbuangnya peluang menarik wisatawan asing karena belum lengkapnya informasi dari kita sendiri. PR selanjutnya adalah membuat website khusus tentang destinasi wisata Surabaya atau apapun tentang Surabaya dalam bahasa Inggris. Sehingga bisa menjadi acuan oleh calon wisatawan asing yang ingin datang ke Surabaya.


mas Adi Cipta (biru), Game Developer mengenalkan Waroong Wars game
Mengenalkan potensi sesuatu entah itu kota, tempat, budaya dan negara  memang harus dilakukan dari segala lini. Mas Ipung dengan bukunya Surabaya Punya Cerita, yang menuliskan tentang heritage dan sejarah Surabaya, sekaligus kreatifitas Surabaya. Mbak Esti yang aktif di lembaga Forkomnya. Juga mas berblankon yang mengelola fanpage Kabar Surabaya. Termasuk yang dilakukan oleh mas Adi Cipta dan teman-temannya yang membuat game Waroong Wars. Game ini mengenalkan jenis makanan khas daerah Jawa Timur. Dari bentuk game animasi, akhirnya Waroong Wars dijadikan bentuk Board Game yang menarik. Kami diberi kesempatan untuk mencoba bermain bersama. Mirip permainan kartu monopoli, hanya strategi permainannya berbeda. Biarpun sebagian dah jadi ibu-ibu dan bapak-bapak, main game ini seru juga. Sampai teriak-teriak karena ingin mengumpulkan poin. Saya ikut juga mainnya :)



saya ikutan foto akhir ini, sambil menahan lemas, keringat dingin dan sakit perut :D
Tak terasa waktu pun berakhir. Mungkin karena keasyikan main Waroong Wars game, saya jadi telat makan siang, jadinya saya keder tidak karuan. Setelah berfoto bersama, saya berhenti dulu barang satu jam untuk mengumpulkan tenaga. Agar bisa naik sepeda motor lagi sekitar 20 km ke rumah. Untung saja, mas Ipung punya stok film lawas yang lucu-lucu. Setelah nobar dan ngikik bersama barang setengah jam, saya pun kuat lagi untuk pulang. Terapi tertawa itu manjur juga ya kayaknya?

Sepulang dari acara ini saya jadi keranjingan mencari tahu tentang Surabaya. Bahkan juga kepikiran, ide apa ya? bikin apa ya biar orang teringat lagi ciri khas kota Surabaya. Dan tentu saja, menggali ide bisa saja jadi aneh dan gila. Tapi tak mengapa kan?

Saya pun kepikiran untuk bikin bisnis Es Ganepo Surabaya. Es ganepo adalah sebutan es mambo oleh orang Surabaya. Sampai sekarang, es ini masih laris di pasaran.  Ide saya, nama varian es ganepo ini mengambil nama destinasi wisata Surabaya. Biarpun dimulai dari freezer kulkas saya yang imut-imut, ide ini oke juga kan untuk dikembangkan. 
Yang penting bisa Suroboyo banget rek!

varian es mambo



Nyucup Es Ganepo disek Rek!  #tagline :)


puding dan es
Es ganepo adalah bagian dari Tombo Amis Project (my newBiz)

Sekedar ngobrolin potensi pariwisata di Surabaya, ternyata bisa menumbuhkan bisnis baru yang ekonomis. Akan sangat dahsyat ledakannya ketika banyak pihak yang meramaikan target optimalisasi potensi wisata di Surabaya ini. Dan jangan sedih, sudah ada teman-teman blogger saya yang melakukannya. 

Mbak Yuniari Nukti and the gang, ternyata sudah mempunyai agenda untuk mengekplorasi kota Surabaya. Di instagramnya dia membagi hasil jepretannya pada tempat-tempat yang indah dan ngehits di Surabaya, yang bisa banget dijadikan destinasi wisata. Salah satunya videogram ini:
Jadi, AYO KE SURABAYA  !



15 comments:

  1. Sampai bertemu di SSS #15 dengan materi dan ketua kelas yang dasyat

    BalasHapus
  2. Ulasan yang menarik, seandainya banyak blogger yang menulis tentang kotanya sendiri terutama pariwisata dengan berbagai macam bentuknya. Niscaya yang dikeluhkan oleh Mas Adi di tulisan ini sedikit terobati, bahkan bila dikembangkan secara bersama tulisan-tulisan dari blogger menjadi semacam panduan yang saling bertautan untuk mengisi kekosongan informasi tentang Kota Surabaya. Tabik!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaimana cara membuatnya bertautan ya mas Gilang?

      Hapus
  3. Kampung Nelayan Bulak Surabaya itu apa mbak kok bagus kayaknya?
    Wah aku jadi pengen ke surabaya lagi, terakhir kesana pas SMK.
    Kalau saya inget surabaya sih, yang saya inget ya rujak cingurnya.
    Di makan siang siang, panas panas gerah .. huh hah kepedesan. Wah enak banget. Jadi kangen surabaya.

    Boleh juga idenya untuk menjadikan surabaya sebagai destinasi wisata, apalagi surabaya sudah mulai rapih kan yah mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Surabaya sekarang ijo royo royo dan resik jalanne mbak. Ayo kesini, tak traktir rujak cingur dan es dawet

      Hapus
  4. Dua minggu lagi sy mau ke Surabaya nih mbak.
    Jujur klo SBY yg teringat sm ay hanya wiskulnya aja sm museum sampoerna hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang banyak pilihannya mbak Ophi. Saya aja belum menjelajahi semuanya 😀

      Hapus
  5. Kecap cap Jeruk masih banyak di pasaran mbak heni...
    saya aja dari dulu sampe sekarang make kecap ini... cocok banget di lidah
    cuman saya belum pernah liat yg sachetan spt gambar di atas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata ada ya mbak. Entah sy nggak ngeh apa ya. Kok jarang nemu. Baru aja kemarim lihat yang kemasan plastik. Sayang anak saya ga cocok, pahit katanya hehehe. Kebiasaan kecap lain yg lebih manis

      Hapus
  6. Es Ganepo Tunjungan.
    Kan kebesaran Tunjungan akan dihidupkan lagi.
    Salam es Ganepo dari Galaxy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata ga mudah konsisten bikin es ganepo pakde

      Hapus
  7. Saya tertarik dengan tulisan anda yang mengenai "Optimalisasi Potensi Wisata Surabaya Dibahas Seru di Sunday Sharing Surabaya #14".
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Pariwisata yang bisa anda kunjungi di Pariwisata Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak Meydi, segera berkunjung :)

      Hapus
  8. SEmoga surabaya makin jaya dengan potensi wisatanya yang ada hehe :D

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊