Bagaimana Kau Menceritakan Tentang Dirimu Kepada Cucumu Kelak?

Di sebuah buku motivasi, saya menemukan pertanyaan ini:
"Bagaimana anda akan menceritakan tentang diri anda sendiri kepada cucu-cucu anda kelak?"

Pertanyaan yanh daleeem banget kan ya?
Mikirnya jadi lamaa gitu.

Iya ya, sekarang aku (cuma) gini-gini aja. Belum ada prestasi. Nanti kalau ketemu cucu, mau cerita apa ya?

Cu, nenek ini biasa ajalah hidupnya. Nrimo ing pandum. Udah aman jadi ibu rumah tangga. Yaa, nenek cuma ngurusi kakekmu, bapakmu lalu nonton sinetron Uttaran di tivi. Lanjut sinetron Turki, infotainment. Sesekali ya arisan sama ikutan temen nenek keliling mall, olahraga.

Nggak mau ah, nada ceritanya begitu.

Saya ingin, punya nada yang bisa dijadikan inspirasi, pedoman dan kebanggaan oleh anak dan cucu saya kelak.
Caranya bagaimana?
Ya, sejak sekarang inilah saya mengupayakannya.
Sepakat juga to?

Oleh karena itu, bertahan untuk terus menerus mengembangkam potensi diri adalah tabungan cerita juga buat anak cucu kelak loh.

Cu, nenekmu ini dulu sukaaa sekali belajar loh. Waktu SD, nenek udah begadang buat belajar. Nggak ada yang nyuruh. Sampai SMA nenek ini malah mati-matian belajarnya. Kalau weekend, sabtu minggu, liburan sekolah, nenek bukannya gaul. Tapi malah lembur depan meja belajar. Dari subuh sampai tengah malam. Adaa aja yang nenek kerjain. Bikin catatan baru, ringkasan yang bertautan, bikin jadwal belajar untuk ujian yang baru ada 3 bulan ke depan. Nyusun rencana mau kuliah dimana. Dan sebagainya.

Malah ya, waktu kelas 3 SMA, nenek lebih sadis lagi belajarnya. Udahlah merantau sendirian di Jombang. Kalau Senin - Jumat sekolah dan les biasa di sekolah. Sabtu, jam 1 pulang sekolah, trus maksi, jam 2 siang naik angkot dan biskota menuju Surabaya. Sampai disana, biasanya jam 8-9 malam. Karena Sabtu macet. Udah sampai rumah mbah buyutmu, nenek nih mandi, makan malam, lalu belajar lagi. Buat apa? Buat persiapan pretest di bimbel reguler untuk anak luar kota, di Surabaya. Nah, besoknya, hari Minggu pagi, nenek berangkat. Lalu ikut bimbel mulai jam 8 pagi - 2 siang. Trus langsung naik angkot dan bis kota lagi, balik ke Jombang. Sekolah. Gituu terus sampai satu tahun.

Alhamdulillah, perjuangan nenek ada hasilnya. Nenek ketrima kuliah di tempat yang bagus, di Bandung. Di jalan Ganesha. Padahal cu, sekolah nenek notabene di desa. Waktu tryout bareng anak Surabaya sering diledekin, di bully. Diremehin. Tapi gpp, maju aja terus. Jangan tumbang dengan hinaan orang.

Lalu, nenek kuliah di Bandung. Merantau lagi. Sendirian lagi nggak ada satu pun sanak saudara di Jawa Barat atau Jawa Tengah. Nenek ini bonek aja, bondo nekad. Bismillah niat belajar.

Alhamdulillah, belum lulus sebenarnya nenek udah diterima kerja di LIPI, di laboratorium biomolekul, di Bandung. Nenek waktu itu membantu kepala Balai-nya riset tentang DNA bakteri typhus. Udah mau dikirim S2 ke luar negeri sih katanya juga. Eehh tiba-tiba nongol tuh bapakmu di perut nenek yang udah nikah sebelum lulus sidang sarjana. Karena kakekmu kasihan, nenek sendirian di Bandung, jadi deh balik ke Surabaya.

Cu, kalau udah jadi ibu, memang harus mau berkorban demi anaknya. Itu tanggung jawab. Tugasmu merawat anakmu. Bukan tugas nenek ini loh. Kalau kamu yakin dan amanah, pasti jalan lain akan terbuka lebar.

Nggak usah bingung atau minder kalau milih tinggal di rumah saja. Atau jadi, Stay at Home Mom gitu, gpp bangeet.
Sekarang jamannya digital kreatif. Apa aja bisa kita lakukan untuk berkarya. Asalkan kamu sungguh-sungguh, tekun dan sesuai passionmu, pasti akan berprestasi dan bisa mandiri.

Udah ah ceritanya, ayo kita ngoding lagi.
Besok deadline klien kita minta kiriman desain websitenya.
Lumayan, buat tabungan kamu nanti melahirkan.

*Begitulah kira-kira obrolan saya dengan cucu perempuan saya yang memilih jadi ibu rumah tangga yang kerja di rumah. Dan yang telah belajar Coding pada saya.

Dari Coding Mum menjadi CodingGrandma :)

Semoga menginspirasi.
Heni Prasetyorini.

2 comments:

  1. mau dong nek diajarin codingnya juga... beneran ini :)

    BalasHapus
  2. kalah mbah gugel rek, iki enek coding grandma.. minta tolong dihelp dooong blog ku pilihan menu-nya jadi aneh gara2 enath kedelet ga bisa balikinnya hehehehe

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊