Menabung Emas Agar Masa Depan Anak Tak Lagi Bikin Was-Was

 "what is important for kids to learn is that no matter how much money they have, earn, win, or inherit, they need to know how to spend it, how to save it, and how to give it to others in need. This is what handling money is about, and this is why we give kids an allowance. (Barbara Coloroso)

 Dua anak lelaki saya sudah terbiasa dengan kata hemat, ngirit dan menabunglah dulu jika butuh sesuatu. Garis bawah pada kata "butuh" bukan "ingin". Untuk mendapatkan suatu barang, perlu komunikasi dan kompromi yang panjang antara saya,suami dan anak-anak. Bahkan dengan kebiasaan ini, anak sulung saya lebih parah lagi. Dia supeeer ngirit.

Anak ini rela lapar di sekolahan dan hanya kenyang dari acara makan besar, makan nasi beserta lauk pauknya. Tidak ada acara beli jajan kek, es mambo kek. Pokoknya cuma makan aja. Demi apa? ternyata demi menabung uang jatah bulanannya secara diam-diam.

Saya sebagai emak, antara seneng, bangga juga kuatir.
Seneng dan bangga karena nih anak bakal aman masa depannya. Karena terbiasa menabung dan tidak hura-hura beli hal yang nggak penting. Kuatirnya kalau dia sampai kurus kering demi menahan lapar, untuk bisa menabung.

Konsep hemat yang sudah tertanam ini, sebenarnya hasil didikan dari ibu saya. Apalagi ibu jaman dulu ya, kalau nabung hanya dianjurkan satu hal, menabung emas!

Sebelumnya ya cuma ngikut saran ibu, untuk membeli perhiasan emas lalu memakainya. Sayangnya kadang kan karena pemakaian jadi luntur, juga resiko ilang. Akhirnya setelah mengenal adanya Pegadaian Tabungan Emas di pegadaian.co.id saya mendapatkan alternatif baru cara menabung emas.

dapet juga nih tabungan emas :)
Teman saya yang memberitahukan hal ini. Menarik juga ya konsepnya. Kita menabung uang, nanti disetarakan dengan emas. Kalau mau penarikan tabungan, bisa berupa uang atau berupa emas batangan. Kalau mau ambil bentuk emas batangan, akan ada biaya percetakannya.

Saya pikir, kalau konsep gitu, pasti buka tabungannya mahal seperti bank pada umumnya. Dan males banget kalau tabungan kita lama-lama habis kesedot biaya admin. Eh, ternyata nggak loh. Untuk Pegadaian Tabungan Emas, awalnya cuma habis duit 22 ribu aja. Udah dapet emas senilai 0,0110 gram seharga Rp.5.460,- (kan harga emas mengikuti tren toko emas terbaru juga).

Ah ya, nggak mahal, okelah nanti bisa nabung dikit demi sedikit. Sekitar nabung 50ribuan, waktu longgar, kan lumayan. Nabung dikit-dikit gitu juga nggak khawatir bakal habis kesedot biaya admin. Karena, kata pak petugas tadi nih, biaya admin per bulan itu nggak ada alias NOL rupiah. Hanya ada biaya admin per tahun, cuma 30 ribu aja. Wis sip, mantep lah. Buat nabung sisa belanja, kan aman.


setelah ini, emaknya bisa bekerja dengan lebih tenang
Jadi begitulah, sejak mengenal Tabungan Emas di pegadaian, saya mulai beralih nggak beli emas dalam bentuk perhiasan. Saya pun berencana mengajak anak untuk ikutan ngisi tabungan ini, dari simpenan uang jajannya. Kebetulan nih kantor Pegadaian, dekat banget sama sekolahan anak.

Saya perkirakan, jika satu bulan saya rajin menabung minimal 300 ribu aja. Kelak waktu anak saya yang SD udah mau kuliah, bisa lumayan tuh tabungan saya. Bisa buat bekal dia mau kuliah atau modal bisnisnya.

Pegadaian pasti kinerjanya profesional, jadi bisa dibilang tabungan emas kita aman disana. Proses pencairan juga mudah, jika suatu saat kita butuh. Kalau anda penasaran bisa datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat, lalu mintalah informasi tentang hal ini. Pasti dibantu banget. Tempo hari, saya malah dilayani oleh pak satpam. Saya tinggal nyerahin KTP dan uang 22ribu ke beliau. Lalu duduk manis, kemudian dipanggil petugas teller, tanda tangan ini itu, selesai. Cepet nggak pake ribet.

Nah, daripada nabung perhiasan emas di rumah trus kepikiran mending cobain deh Pegadaian Tabungan Emas. Semoga dengan cara ini, apapun kebutuhan keluarga dan anak-anak kita di masa depan, nggak bikin kita was-was.

3 comments:

  1. Murce banget, mau ah nabung emas
    cuma 22 ribuan udah bisa buka tabungan, tak pikir mah sampai jut-jutan

    kebetulan anak aku baru 2 tahun, daripada asuransi keknya ini cucok deh Mbak :)

    BalasHapus
  2. Ini programnya sama ga si mbak kaya beli tapi nyicil di pegadaian?
    Ak belum pernah ikut yang tabungan, pernahnya yang nyicil...
    Jadi pesanaran...

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊