Tertarik pada konsep Member Bisnis

Saya sudah menjalankan bisnis Jilbab Online ini selama satu tahun. Untuk meningkatkan penjualan dan loyalitas pembeli, alias meningkatkan jumlah pelanggan, maka terbesit ide untuk membuat sistim MEMBER.

Sistim MEMBER ini biasa digunakan untuk program jual Direct Selling, atau bahkan MLM. Misalnya Tupperware, Oriflame dan beberapa merk lainnya.

Calon member biasanya harus membayar sejumlah tertentu, lalu mendapatkan diskon secara terus menerus.

Beberapa waktu saya memikirkan pola Member untuk usaha saya. Tampaknya menarik sekali. Saya mulai mengotak-atik formula, agar sistim Member ini menarik dan menguntungkan kedua belah pihak.

Semua sudah hampir fix. Detil aturan sudah masuk ke Entry blog Jilbab Orin.

Lalu saya mengkroscek isinya. Dan membayangkan prosedur membership nanti. Dan apa pengaruhnya pada proses pekerjaan administratif saya,
1. saya harus rajin mencatat nama-nama member
2. sebelumnya saya harus menyimpan data pembelian mereka di awal, agar bisa masuk klasifikasi member [yang bisa dipenuhi untuk akumulasi beberapa kali pembelian eceran atau langsung dengan pembelian grosir]
3. saya harus mengatur detil diskon, agar diskon untuk non member berbeda dengan member.

Dan setelah saya telaah dengan kondisi saya pribadi, yang masih menjadi pelaku tunggal usaha ini, maka saya putuskan, stop.

Saya hentikan proses menayangkan prosedur menjadi member ini di blog Jilbab Orin. alasannya, saya sepertinya akan kewalahan. dan itu bisa mempengaruhi produkstivitas saya dalam membuat desain jilbab, dan membuat aksesoris.

Sistim Member, akan sangat baik jika kita mempunyai asisten. Dan kita mempunyai persediaan barang yang cukup/sangat banyak. Sehingga lonjakan pembelian akan mampu kita atasi.

Dan ini berbeda dengan kondisi saya, yang membuat produk sendiri dengan cara handmade. Bukan dengan belanja langsung ke pusat pasar grosir.

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊