Podcast Bu Heni

Tampilkan postingan dengan label KIMIA. Tampilkan semua postingan

Belajar Kimia [Gratis] di Internet

1 komentar
Browsing materi kimia gratisan di internet jadi menu wajib saya. Memanfaatkan dunia internet untuk memudahkan kita, boleh ya. Semoga sharing link yang saya berikan ini tidak menyalahi aturan per-internetan. Jika ya, tolong saya diingatkan ya.


MIT Open Course Ware Massachusetts Institute of Technology

Kuliah Online gratis dari universitas terbaik dunia,
khusus untuk materi kimia buka disini.
untuk materi studi lainnya banyak kok, ada statistik, matematika, biologi, dll. Video dan catatan para dosennya semua bisa dilihat gratis dan diunduh gratis. MIT memang oke :)



Modul Kimia Anorganik ini bisa diunduh gratis disini

sungguh sangat berguna, karena kemarin hunting buku kimia belum nemu
kimia anorganik yang bagus. ini sudah diterjemahkan oleh Dr.Ismunandar
dosen Kimia Anorganik saya waktu di ITB

Bicara tentang pak Ismunandar alias pak Ismu, berikut link video
kuliah Kimia Dasar beliau di Youtube. klik Kuliah Kimia Dasar ITB

Jika dari video Youtube ingin di download. Saya biasanya menggunakan cara ini :
1. buka www.keepvid.com
2. copy link address video di youtube yang mau di download, 
lalu paste ke kotak kosong di www.keepvid.com
klik download
3. di www.keepvid.com akan muncul pilihan Java applet, pilih yang .flv
4. untuk membuka file video ini, download dulu Moyea FLV Downloader, bisa disini


semoga bermanfaat :)
Heni Prasetyorini

Woman In Science Blogwalking

Tidak ada komentar
I Share the websites links .














BLUE LAB COATS





Women in Science





sayangnya belum nemu blogger science dari Indonesia. Nanti akan saya lanjutkan pencariannya :)

Di acara Open House Chemistry Week ITS 2013

Tidak ada komentar


Kemarin, hari Sabtu 2 Februari 2013, kami berlima pergi ke acara yang diadakan oleh para mahasiswa jurusan Kimia ITS. Yaitu Open House Chemistry Week ITS 2013. Lokasinya di gedung jurusan Kimia ITS. Saya tahu tentang acara ini dari twitternya anak ITS, yaitu @ITS_Surabaya dan @ChemweekITS. Belakangan saya memang mengikuti tweetnya anak-anak ITS ini, biar tahu bagaimana perkembangan disana. Sebelum saya mengeksekusi rencana untuk melanjutkan studi di kampus itu. 

Kami diantar oleh keponakan saya yang sudah lulus S1 Statistik ITS dan sedang thesis S2 Statistik ITS tahun ini juga. Suami saya sebenarnya alumni ITS juga, alumni D3MITS [D3 Mesin ITS yang lanjut ke S1]. Tapi studinya juga di jaman dahulu kala, jadi kalau nganter ke jurusan mana gitu sering kesasar. Biar nggak ada resiko, ponakan saya todong aja jadi Tour Guide :)

Sebenanrnya saya salah duga juga sih, saya kira di Open House ini semuanya akan di "open". Bahkan Tata Usaha pun buka. Ternyata keliru. Di acara ini hanya ada pameran karya mahasiswa serta dosen dan Tour Lab [keliling ke laboratorium]. Ya sudah, tidak apa-apa. Yang penting saya kenal jurusan Kimia di ITS, Laboratoriumnya dan juga mengenalkan pada dua anak saya sedikit tentang kimia.

Nah inilah Photo Story-nya. Kami berhenti di bangku-bangku yang sudah disiapkan. Sebuah percobaan atau hanya laptop yang menjelaskan tentang kegiatan yang dilakukan. Untuk foto di bawah ini, ada demo kimia untuk Uji Kandungan Formalin dalam makanan [pentol bakso].

Saya iseng nanya ini itu pada dua mahasiswa yang menjelaskan percobaan tersebut dengan malu-malu.

"Ini bu reaksinya" [mereka menyodorkan kertas gambar mekanisme reaksi]

"mekanisme reaksinya gimana mas?"
"ini hasil ujinya kalau positif, warnanya ungu ya? itu terbentuk senyawa apa?"
"apa senyawa Mangan? permanganat?"

"bukan bu, itu dari reaksi dengan ini" [menunjukkan larutan pengujinya]

"laiya, itu ungu karena terbentuk senyawa apa?"

[mereka bingung]

[saya menunjuk ke kertas bertuliskan mekanisme reaksi dengan gambar molekulnya]
"ini terjadi apa? harusnya ini kan ion?"

"bukan bu, ini formalin"

"loh, formalin bukan sesederhana ini kan ya?"
"ini aldehid ya, formalin kan formaldehid, iya nggak?"

"iya bu, jenis alkanal" [mereka rada lega]

"trus H2SO4 (asam sulfat) ini untuk apa?"

"alkalis bu, biar reaksinya cepat"

"mas dan mbak, angkatan berapa?"

"2012 bu"

"ooh pantesan, masih kimia dasar ya"

"iya bu. mmm, ibu guru atau dosen dari mana?"

"rahasia" [saya nyengir lebar]


 Nggak ada maksud untuk menguji sih, saya ingin menguji diri sendiri juga, apakah masih ingat tentang reaksi kimia. Tetapi ponakan saya berbisik, "mbak lagi nguji ta?". Hehehe, saya nyengir aja. Suami saya yang lihat kejadian itu juga cuma nyengir. Apalagi ketika mahasiswa itu bilang, "ibu,guru atau dosen dari mana?"
Saya jawab, "rahasia". heheheh, kagak tau dia kalau saya ini ibu rumah tangga. Dosen dari dapur, hahah


Aldo dan Aji sedang praktek memakai Pipet



Setelah nggak tega lihat mereka berdua pucat saya berondongi pertanyaan, heheeh, iseng loh beneran. Saya lanjut ke meja lain yang menerangkan hasil penelitian dosen kimia ITS. Yaitu Zeolit untuk penyimpanan Hidrogen dan Gelatin dari kulit ikan Pari. Ketika berhenti di stan zeolit, saya ingat tentang konsep sel bahan bakar sebagai bahan bakar alternatif yang keren sekali menurut saya. Waktu itu tahun 1997 saya pertama membacanya di textbook General Chemistry. Saya lingkari, saya tandai, "keren sekali jika ada mobil berbahan bakar air seperti di sel bahan bakar ini." Dan Subhanallah, sekarang, ternyata jadi kenyataan. Mobil ramah lingkungan di luar negeri, sudah ada yang memakai air sebagai bahan bakar, dengan sel bahan bakar. 

Kemudian kami diajak Tour Lab, berkeliling laboratorium. Suami, anak dan ponakan saya baru pertama kalinya masuk lab kimia. Ponakan saya berbisik, "mbak dulu juga di lab kayak gini ya?"


Sedang ditunjukkan alat Oven Bahan Praktikum

di Laboratorium Instrumen Kimia ITS, saya terkagum-kagum pada Ruang Asam-nya, yang  keren dan bagus sekali. Juga pada oven alat praktikum, yang bisa dipakai untuk mensterilkan alat dari apapun bahkan bakteri. jadi tidak usah susah pakai autoclave yang seperti panci presto bandeng itu. Saya dulu pakai autoclave untuk mensterilkan alat praktikum mengisolasi DNA bakteri tiphus. Repot dan lama sekali. Ahai...sudah belasan tahun, maklumlah tidak tahu perkembangan dunia kimia dan laboratoriumnya. Berkunjung di acara ini membuat saya bernostalgia sekaligus mengingatkan saya lagi, Ya Rabb, ternyata passion saya beneran di kimia. Mungkin suami saya melihat binar mata saya begitu bahagia disana, sehingga dia makin yakin untuk mendukung niat saya untuk kembali ke kimia lagi. Oww lope you my dear.
acara selesai, setelah kami dapat es krim gratis. Lalu kami berlima lanjut mampir ke Warung Tegal dekat kampus ITS. trus meluncur pulang.

inilah ponakan saya. yang manggil saya mbak, bukan tante :)


 mumpung ada yang motoin. bisa foto berempat sekeluarga
di gazebo jurusan Statistik ITS



Berkat "Kebiri Kimiawi"

Tidak ada komentar
Dalam minggu ini saya seperti sedang mengalami transformasi diri secara besar-besaran. Perubahan yang hanya karena satu lintasan isi kepala. Dan itu merambat menjadi penemuan hebat.

Dimulai ketika hati geram dengan ngakaknya isi gedung DPR ketika acara fit n proper tes calon hakim Daming. Geram atas nama marah pada kejahatan seksual dengan segala bentuknya. Lalu saya munculkan sebuah status geram itu di fesbuk, dengan menyertakan istilah baru yaitu KEBIRI KIMIAWI untuk pelaku kejahatan seksual.

Sedikit informasi tentang hal ini, Kebiri Kimiawi, prosedurnya seperti berikut : pelaku perkosaan diberi pilihan hukuman. Mau dihukum penjara seumur hidup atau dikebiri secara kimiawi lalu bebas. Nah, kebiri kimiawi dilakukan lewat suntikan pada lengan si pelaku. Suntikan itu berisi zat kimia yang bisa menghilangkan hasrat seksual pelaku tersebut [dalam hal ini laki-laki]. Tujuan hukuman ini agar pelaku tidak sembarangan atau bahkan biar hilang hasrat seksualnya sehingga tidak membahayakan calon korban berikutnya. Efek samping dari zat kebiri ini adalah penurunan kesehatan bahkan sampai pengeroposan tulang. Jadi setelah dikebiri kimiawi, laki-laki itu akan letoy seumur hidupnya. Cukup mengerikan bukan? dan balasan yang setimpal menurut saya sih. Hukuman ini sudah diterapkan di beberapa negara. Kalau tidak salah ingat, di Cina dan Amerika. Berita ini saya lihat di televisi.

Kebiri Kimiawi...itu terngiang di kepala saya.
Dan lalu, Ahaaa... kimiawi !!
hebat sekali ya, penemu zat kimia ini. mendadak di kepala saya muncul gambaran tentang seorang peneliti yang asyik bekerja di laboratorium. Lalu dengan tim risetnya membahas tentang zat yang paling efektif untuk kebiri kimiawi ini. Kemudian menyusul pula terpampang gambar tabung eppendorf, cawan petri yang berisi gel untuk membiakkan bakteri. Tercium bau ruang asam, tempat membuka dan mengambil zat kimia yang berbahaya semacam Asam Sulfat pekat. Erlenmeyer, tabung reaksi, bahkan bak cuci alat praktikum pun muncul di kepala saya.

Kimia, oh Kimia.
Saya sungguh terbawa lagi suasana belasan tahun yang lalu ketika berkutat di laboratorium kimia. Terutama ketika di LIPI Bandung ruang biokimia molekuler. Ketika saya mengerjakan tugas akhir, meneliti reaksi atau interaksi antara DNA bakteri typhus dengan ekstrak dari tanaman Gardenia tubifera wall. Mengerjakan penelitian bersama dengan ketua balai LIPI Biokimia saat itu yaitu bu Zalinar Udin. Perempuan bertubuh kecil, kenes, pintar dan belum menikah sampai usia lebih dari empat puluh tahun. Yang selalu menyebut, calon suamiku, sebagai "Laki Elu itu ya!"

Aih, saya rindu.
Saya rindu kimia. Saya ingat ketika berfoto memegang tabung eppendorf saat melakukan elektroforesis DNA. Lalu saya menuliskan di album foto itu, Calon Peneliti Biokimia.

Saya betul tersengat. Mendadak juga dalam pikiran saya bicara seperti ini. "Jangan-jangan, kembali ke jalur kimia adalah tugas penciptaanku di dunia ini. Jangan-jangan Alloh SWT memberiku minat sekaligus kemampuan di bidang kimia, karena ingin saya berhasil membuat sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak. Seperti halnya pembuat zat pengebiri kimiawi itu tadi.

Kuliah Lagi.
Kuliah lagi, menapaki jalan untuk menjadi dosen dan peneliti lagi.
Iya, hati saya berkata berkali-kali. Iya , inilah yang saya inginkan selama ini. Walau bertahun-tahun berusaha untuk dipendam dan dialihkan ke dunia bisnis atau kerajinan tangan, tetap saja hati saya masih terus merasa belum pada tempat yang tepat. Belum pada konfigurasi elektron kehidupanku yang sebenarnya. Saya masih tereksitasi kesana-kemari. Melepaskan elektron. Berpasangan dengan elektron dari unsur tetangga. Agar bisa stabil mirip dengan gas mulia. Namun saya belum stabil. Karena berusaha begitu keras melepaskan passion.

Ya, kimia adalah passion saya. Itu adalah passion saya.
Dan walau sudah belasan tahun saya menjadi ibu rumah tangga, saya yakin bisa kuliah lagi. Insya Alloh pasti. Hal yang sungguh membahagiakan lagi adalah ketika membicarakan dengan suami, beliau mendukung lebih dari seribu persen.

Sayangku, anak-anakku. Semoga dilancarkan, mama ingin kuliah lagi. S2 Kimia lagi.
Kita belajar bersama ya sayang. Nanti kalian akan diajak ke laboratorium mama. Dan akan mama kenalkan yang namanya erlenmeyer, tabung reaksi, pipet, aquadest, dll. Bismillah semoga Alloh SWT meridhoi. Amin.

Ketika percakapan batin ini terjadi, saya merasakan pompa semangat yang luar biasa muncul kembali. Ketika kemarin bangun pagi dengan kebosanan luar biasa. Kali ini, tidak. Semoga ini juga adalah jawaban, dari doa saya kepada-Nya, "berilah saya petunjuk, apa yang harus saya tekuni dan saya lakukan agar menjadi hamba-Mu yang bermanfaat"