Perca Manik : Bros Yoyo

Tidak ada komentar
Pagi, beberes benang-benang jahit dan benang sulam yang acakadut pabaliut. Setelah rapi diamankan dengan selotip kertas, agar tidak mudah mburudul lagi. Maka giliran benang super ruwet, potongan kain dan flanel yang perlu dibuang.

Eit, dibuang?

Sayang dong...

Maka, krees, krees, diguntinglah kain perca yang masih lebar dengan pola dari VCD bekas. Dijahit pinggir, ditarik, diiisi "sampah benang" itu tadi, tarik lagi sampai membentuk bulatan dijahit mati, ditambahi kancing batok kelapa dan manik-manik dan jadilah Yoyo...

Biar berguna, lari ke kamar dulu ambil kotak perangkat aksesoris manik-manik. Ambil peniti bros, pasang di belakang Yoyo ini, lalu ... jadilahh...
Bros Yoyo



Prolog Pagi Ini....

2 komentar
Dan cita-cita itu kunamai saja perjalanan.

Jadi, cita-cita itu [bagiku] bukan kutetapkan sejak aku bisa berangan-angan. Tetapi dari serangkaian sebab dan akibat yang kulakukan dan kualami lalu kupilih.

Dengan yang kualami sekarang ini, aku yakin akan lebih bijak memahami cita-cita, terutama untuk anak-anakku kelak.

Jika mereka sekarang ingin jadi pemain bola, pembuat game yang handal atau pengusaha warnet, maka mungkin itu terjadi, mungkin tidak, aku tak perlu risau dari sekarang.

Masa depan, itu bisa jadi misteri yang asyik.

Walau begitu, aku masih kagum dengan mereka yang punya rencana semacam "blue-print" atau "dream-board" dalam hidupnya. Punya berbagai rencana dan cita-cita di setiap bilangan umurnya, lalu bisa melakoninya dengan baik. Dan mereka sukses betul, dalam arti sesuai tepat melakoni cita-cita demi cita-citanya. Beruntungkah mereka?

Mungkin.

Kadang bagiku, melakoni misteri kehidupan lebih mengasyikkan.

Kemarin menangis karena merasa gagal.
Sekarang tersenyum dan bersyukur, untung kemarin gagal, jadi sekarang bisa menemukan hal baru yang lebih mengasyikkan.

Jadi,
mungkin jenis misteri masa depan ini kelak akan dialami oleh anak-anakku. Maka , aku akan bersiap diri menjadi pendamping yang baik untuk mereka.

Bukan instruktur yang ketat dengan jadwal dan rencana pembelajaran di tangan.

Aku terharu dengan tulisan di Jawa Pos hari ini,


Anak Yang Baik
Adalah anak yang menjaga hati ibunya.

Ibu yang Baik
adalah ibu yang percaya bahwa TUHAN-lah yang menjaga anak-anaknya.


Tugasku selanjutnya adalah, memperbaiki hubunganku dengan TUHAN. dan mempraktekkannya dengan lebih tulus dan telaten.


''
Surabaya, 26 Februari 2012, 6:54 WIB
Heni Prasetyorini



Duka Itu .....

Tidak ada komentar
Apa yang lebih utama dan terutama untuk kaumku, kaum hawa?
Dan, bagaimana jika, sebuah utama itu bisa hilang terenggut secara nista?
Sungguh tidak adil rasanya
…...



Berkali-kali, aku merasakan rasa itu. Ngeri, marah, jijik, muak dan murka. Rasa yang muncul setiap kali kudengar, kubaca atau kulihat berita tentang kasus penistaan kepada kaum perempuan oleh lelaki yang bejat moralnya. Sangat bejat.

Berita itu, akan semakin mengiris hati, jika korbannya adalah gadis kecil yang masih polos dan bahkan belum akil baligh.

Dalam beberapa kali, aku memilih tidak mendengar, membaca atau melihat dengan sengaja berita-berita seperti ini. Berita perkosaan.

Jika terpaksa aku bertemu berita itu di televisi, maka segera aku ganti channelnya. Jika aku tak sengaja membaca judul besar berita itu di koran, maka aku segera membalik kertas ke halaman berikutnya. Aku tidak mau ada ingatan ngeri, murka dan jijik itu kembali.

Entah kenapa. Aku seperti tahu rasanya, pedihnya, sedihnya, pilunya mereka yang teraniaya secara tak bermoral itu. Walau aku tak pernah mengalaminya, Naudzubillahi min dzalik. Mungkin rasa ini juga sama dirasakan oleh kaum wanita lainnya selain aku. Yang melihat berita ini marak. Atau bahkan orang terdekatnya yang mengalami. Sama murkanya, dan pilu hatinya.

Seakan hidup ini tidak adil secara anatomi. Dengan dasar apa tubuh perempuan dibentuk seperti ini sehingga mudah dijadikan korban oleh lelaki tak beradab?
Astaghfirullah. Jika terbesit hal ini, maka aku bisa marah kepada TUHAN. Kepada ALLOH SWT. Ingin sekali aku merintihkan hal ini, dan memohon pertolongan agar hal buruk semacam ini tidak terjadi lagi di muka bumi ini. Bahwa bertahan hidup saja sudah sangat sulitnya, mengais rejeki halal dan bertahan untuk tetap mengambil yang halal saja begitu berliku caranya. Kenapa harus ditambah peristiwa mengerikan semacam ini? Oh , mohon ampuni rintihanku ini YA RABB. Mohon Ampuni...

Atau, kuminta saja, kepada koran, televisi, radio dan majalah, untuk tidak memasukkan berita seperti itu di dalam medianya. Agar berhenti saja, jika ada korban biarkan selesai disitu, di daerahnya. Untuk apa perkosaan di angkot ditayangkan di televisi, jika malah bertambah korban baru? Mana efek jera yang ingin diperoleh? Atau malah berita itu memberikan inspirasi kepada mereka yang sudah kotor otaknya. Dan menambah daftar panjang kejahatannya dengan meniru berita tivi itu?

Aku benci sekali menyaksikan di televisi, sang korban harus meremas tangan berkali-kali, untuk mengatasi kepedihan jiwanya yang sudah terkoyak dan tidak bisa kembali. Aku sedih sekali melihat tayangan di televisi atas para korban yang kemudian dilacak oleh reportase investigasi sebagai bahan berita, untuk kemudian diwawancarai. Apa tidak terbesit kira-kira perasaan mereka seperti apa?

Sungguh tidak adil.
Tapi, jika aku ingin semua berita itu dihentikan, jangan-jangan nanti aku jadi perempuan yang tak peduli. Yang apatis pada penderitaan beberapa kaum perempuan di dunia nyata?
Tetapi juga, jika aku harus menelan lagi berita demi berita itu, aku begitu perih hati. Bahkan untuk bertemu dengan suamiku sendiri yang halal pun, aku jadi ikutan ngeri. Bukankah ini menjadi tidak baik adanya? Toh, ketika berita itu kuketahui, aku pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Memangnya apa yang bisa kulakukan. Selain sebait doa demi doa, agar peristiwa itu jangaaaaan sampai terjadi lagi. Oh TUHANKU, dengan KEKUASAAN-MU, tolooong hentikan peristiwa pilu ini dari muka bumi. Tentu ENGKAU MAHA MENGUASAI.
Bisakah TUHANKU RABBUL IZZATI ???

Aku merintih dengan pilu. Dan memilih untuk menutup mataku. Maafkan aku saudariku, jika pilu itu hanya mampu kuhadirkan lewat tulisan ini. Aku tak mampu berbuat apa-apa. Jika engkau ada di dekatku maka aku akan memelukmu dan mengajakmu bicara hal-hal yang indah.

Aku akan menceritakan bahwa di acara talk shownya Oprah Winfrey itu, aku pernah melihat tayangan para korban pemberontakan di Sudan. Mereka adalah perempuan yang diculik dari rumahnya, dibawa ke hutan, untuk menjadi budak seks para pemberontak. Jika mereka hamil, maka akan dibuang keluar hutan. Dan salah satu perempuan muda disitu, menjawab dengan wajah yang yakin dan tabah,”aku takkan membunuh bayiku. Dia berhak hidup. Dan dia akan menjadi tangan keadilan dan kebaikan bagi negaraku”.

Aku akan menceritakan hal lain. Yaitu korban yang berhasil menentramkan hatinya, dan kemudian melatih berbagai ketrampilan dirinya. Kemudian berkarya dan bisa mandiri menghidupi dirinya sendiri. Lalu dia berbicara kesana kemari untuk memberikan edukasi tentang pencegahan kejadian seperti ini, atau memberikan motivasi kepada korban lainnya.

Aku akan menceritakan mereka semua, agar engkau terinspirasi dan tidak sedih lagi. Lalu aku akan mengajarimu beberapa hal yang aku bisa. Aku mengajarimu cara membuat boneka jari dari kain flanel, atau menyulam kain perca ke jilbab, kaos atau baju. Aku akan bersamamu membuat aksesoris dari kawat, manik-manik, dan bahan lain yang ada. Atau kita coba-coba saja membuat adonan clay sendiri atau bubur kertas sendiri untuk dicoba menjadi kerajinan tangan lainnya. Apa saja, kita bisa mencoba apa saja.

Jika selesai, aku akan mengajarimu cara membuat foto yang menarik. Lalu memasukkan foto itu ke internet, agar karyamu bisa dilihat banyak orang. Dan semua orang mengatakan karyamu bagus, lalu kau akan tersenyum, bangga dan kembali percaya diri.

Saudariku, dari jauh, aku akan memelukmu dan mengajarimu ketrampilan yang aku bisa. Baru ini saja, yang bisa kulakukan, jika kelak, suatu saat, aku bertemu dengan salah satu darimu. Tegarlah, dan semoga kebaikan bisa menaungimu setelahnya. Amin.

#rasa yang muncul setelah berkali-kali membaca Cerpen bernada serupa di beberapa buku Kumpulan Cerpen yang kubaca belakangan hari ini.

Surabaya, 24 Februari 2012.
Heni Prasetyorini.

Wire Jewelry Crew dari Jawa Timur

Tidak ada komentar



Dapat Award dari Pink;s

Tidak ada komentar
Pink's: Penghargaan: Ini sebenarnya p.r. lamaku yang belum aku kerjakan dan menurutku masih berlaku. Pada bulan Mei 2010 aku mendapat penghargaan ini dari Mbak H...

Oksidasi Wire Jewelry

Tidak ada komentar








Workshop Oxidize Wire Jewelry

Tidak ada komentar




Gamers Juga Bisa Sukses

2 komentar
Gamers a.k.a pemain game digital. Walau game dapat diartikan bermain. Tapi bermainnya bukan main kelereng, gaple, gobaksodor, benteng-bentengan dsb. Permainan disini lebih pada permainan digital, yang dimainkan di komputer, laptop, hape dan bentuk gadget lainnya.

Aku merasa beruntung menemukan buku ini, karena sampai sekarang masih cemas pada hobi anakku bermain game di komputer.

Aku berpikir, bahwa game itu cuman hiburan yang bikin anakku "bodoh" saja. Beberapa kawan ibu-ibu yang menyelenggarakan Homeschooling untuk anaknya sendiri di rumah, mengatakan padaku bahwa, tidak ada salahnya main game untuk anak. Tinggal kita saja yang mengarahkan jenis game dan waktu mainnya. Bahkan game itu bisa jadi alat untuk hadiah atau hukuman bagi anak."

Aku mencoba menerapkan hal itu, tapi masih saja was-was. Dan lalu, aku menemukan buku ini. Isi bukunya lebih menonjolkan pada proses penelitian. Penelitian terhadap para gamers dan non gamers atau boomers. Diteliti efeknya sampai ke dunia kerja.

Buku ini memberikan istilah boomers, bagi para generasi jadul [sekarang sudah pada bapak2] yang booming dengan adanya televisi. Boomers ini seperti halnya aku, suka sekali nonton tivi. Bahkan sejak aku lahir, dan saudaraku lainnya lahir, ibu menyalakan televisi di dekatku ketika tidur agar suara tivinya terdengar seperti teman bagi si bayi. Atau menyuruhku menonton tivi ketika istirahat atau ketika ibu sedang bekerja. Sampai sekarang, di rumah ibuku, sering sekali tivi menyala hampir belasan jam. Mulai bangun tidur sampai akan tidur lagi, baru dimatikan. Generasi ini disebut "boomers" oleh buku itu.

Generasi selanjutnya adalah "gamers", yaitu generasi sekarang ini. Yang terpapar oleh banyak sekali jenis game. Mereka adalah anak-anak atau cucu-cucu kita. Baik masih kecil maupun sudah dewasa. Mereka aktif sekali bermain game.

Oleh para gamers, bermain game tidak hanya sekedar rekreasi. Tetapi tanpa sadar bisa melatih "kepribadian" mereka. Ini yang paling kuingat dari buku ini, dan membuatku berkata, "oh iya ya, ini juga sifat anakku.". Hal-hal itu adalah :

Gamers itu :
1. pantang menyerah.
Itu karena mereka terbiasa bermain game, terus berusaha sampai bisa menang. Jika kalah, akan mengulangi lagi.

2. tidak takut kalah/salah.
Bermain game secara digital, jika salah atau kalah, tidak banyak beban moral yang ditanggung. Tidak banyak yang tahu. Berbeda jika anak bermain bola, salah tendang sudah bisa diolok-olok temannya. Di game, anak tinggal mengulangi lagi proses bermainnya dari awal. Bermain lagi, sampai menang.

3. Fast learning by doing
Berbeda dengan generasi boomers, yang butuh instruksi lengkap dulu baru bergerak mengerjakan sesuatu. Gamers langsung saja membuka game, klik start, dan menjalankan game itu sambil mencari tahu apa yang harus dilakukan. Karakter ini membuat gamers menjadi berani menerima tantangan kerja baru, dan tak begitu risau dengan resiko yang akan ditanggungnya. Mereka selalu yakin, jika gagal di jalan ini , bisa coba di jalan lainnya. Dan itu terus mereka lakukan sampai mereka menang/berhasil.

4. Berani mengambil keputusan.
Dalam seri game petualangan, atau seperti game membangun kerajaan dll, gamers dituntut untuk bisa memutuskan jenis tentara apa, raja apa, dsb agar dia menang. Keputusan itu diambil dengan cepat, tanpa ragu. Dan dia terus bekerja sesuai resiko demi resiko yang muncul.

Pada akhir buku ini, disebutkan, Gamers tidak perlu dicemaskan secara berlebihan. Mereka bisa sukses dengan cara berpikir yang mungkin berbeda dengan generasi sebelumnya. Kita, sebagai orang tua, alias generasi jaman dulu yang non-gamer, tugasnya hanya mencari cara menjembatani antara dunia mereka dengan dunia nyata.

Semoga bermanfaat :D


Toko Buku Impian :D

Tidak ada komentar

Hari #1-ku Berumur 33 Tahun

1 komentar

Kata ibu, aku lahirnya dalam proses yang seru. Malam itu hujan deras. Bapak sedang tugas jaga malam di kantor TNI AL [di Tanjung Perak mungkin, saya lupa nanya dimana kantornya]. Dan mendadak, perut ibu mulas akan melahirkan.

Di hujan malam itu pun, ibu harus diantarkan ke RSAL [Rumah Sakit Angkatan Laut]. Untung saja, ada pakde Di [kakak pertama ibu] yang mengantarkan.

Darurat. Ibu dinaikkan ke - entah bemo atau bajay - semacam angkot. Ibu sendirian di dalam angkot. Jalanan masih berbatu-batu. Sopir angkot memacu kendaraannya ditengah hujan deras. Pakde Di ada di depan angkot, dengan naik motor dan menyalakan lampunya, pakde mencarikan jalan yang bagus buat angkot itu. Sementara ibu, sendirian, di dalam angkot, memegang perutnya mati-matian, menahan agar tidak "mbrojol" di angkot itu. Ah, aku jadi ikutan ngilu dan mules membayangkannya.

Sampailah mereka di depan RSAL. Ibu segera ditolong para perawat, dan dimasukkan ke ruang bersalin. Pakde masih memarkirkan sepeda motornya. Lalu ada perawat yang memberikannya handuk. Rambut pakde bahkan belum kering, waktu diberi tahu perawat lainnya, "pak, bayinya sudah lahir. Perempuan."
Pakde pun berkata spontan, "haa? sudah lahir? kayak kucing aja langsung mbrojol".
Bapak yang masih berpakaian seragam dinas, baru datang ketika aku sudah lahir itu tadi.


Itulah aku.
Oleh ibu, aku diberi nama Heni Prasetyorini.
Nama Heni, karena aku urutan anak kedelapan. Di abjad ke delapan adalah H, maka namaku Heni. Kami total sembilan bersaudara.

33 tahun yang lalu.
Terima kasih ibu,bapak dan pakde. 33 tahun yang lalu aku hadir ke dunia ini. Dan menikmati layaknya manusia hidup. Ada suka, ada duka, ada takut, ada berani, ada optimis, ada pesimis.

Semoga bapak, pakde dan bude di alam sana, bisa selamat dan diberikan tempat yang indah disisi Alloh SWT.

33 tahun sudah aku diberikan oksigen gratisan untuk bernafas dengan sempurna. Aku tak tahu cara mengawali hari ulang tahunku saat ini.

Kemarin, guru mengajiku mengatakan, "kalau ada orang ultah trus dirayakan sambil ketawa-ketawa itu kan lucu sebenarnya. Wong ultah itu artinya umurnya makin habis. Dan makin mendekati jatah umur yang sudah ditakdirkan."

Aku jadi malu ingin merayakan Ulang Tahunku.

lanjut beliau, "Yang pantas diperingati ultahnya di dunia ini cuma dua orang. yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Lewat Maulid Nabi. karena beliau pasti sudah dijamin baik sejak lahir sampai wafat. Serta Nabi Isa a.s, karena kelahirannya baik dan pasti baik juga sampai beliau diangkat dan tidak wafat"

Aku lebih malu lagi.

Dan subuh itu, aku mengisinya dengan menanak nasi, menjemur baju setengah kering, serta mengucek baju kotor yang bagus-bagus di teras rumah. Anak-anak belum bangun. Ketika menunggu rendaman pakaian dengan pewangi, suamiku yang sedang keluar kota meneleponku. Dia mengucapkan beberapa doa agar hidpuku makin bahagia dan barakah. Amin.

Aku mengaminkan. Trus lanjut menjemur baju yang sudah harum serta membangunkan anak sulungku agar segera mandi dan shalat shubuh.

Setelah dapur beres dan anak-anak berangkat sekolah. Aku menuju pondok tempatku mengaji setiap pagi. Bertemu teman seperti biasa. Menyerahkan katalog-katalog baju dll yang aku pinjam kemarin. Dan memesan dua macam barang untuk kubayar kredit nanti.

Aku tertawa lepas dan bicara lepas berkomentar, ketika ada teman ngaji yang menunjukkan sehelai tunik berharga 300ribu. "aduh mbaaak, aku stres kalau pakai baju bagus itu... kalau seharga 50ribuan gitu, aku mau. apalagi dibayar 3 kali, wah mau bangeettt..... "
Hahaha, banyak ibu-ibu yang sepakat denganku.
Hanya temanku yang bertanya tadi yang bilang, aku keterlaluan ngiritnya, :P

Aku benar bicara lepas tanpa beban. Tanpa malu. Ya itu benar adanya. Ada yang salah emangnya?

Lalu aku pulang.
Sambil mengambil sebungkus coklat Beng Beng yang berhasil kusembunyikan dari Aji, si kecil pemburu coklat, dan secangkir kopi susu dingin, aku membuka laptop. Online. Facebook.

Dan Alhamdulillah. Ada banyak teman yang memberiku selamat.

Aku benar terharuuuuu betuuulll.
Betul betul senang di hati.
Aduuh banyak juga yang memperhatikanku yaa ternyata. Kubaca nama demi nama satu per satu. Mayoritas dari teman baru, yang kupikir selama ini mengenalku selintas lalu saja. Alhamdulillah, ini hadiah ketiga yang indah.

Hadiah pertama, pasti dari ibuku yang mendoakanku selalu tanpa kuminta.
Hadiah kedua , telepon dari suamiku di shubuh kala.
Hadiah ketiga, ucapan dan perhatian dari teman-teman baruku dan teman lama.

Semuanya menyenangkan dan indah kurasa.

Aku belum menjawab setiap ucapan di facebook itu, satu persatu. Aku berniat menjawabnya nanti. Karena aku harus menjemput Aji di TK-nya.

Bergegas aku memacu motorku kesana. Dan mendapati dua orang ibu-ibu sedang duduk di teras sekolahan menunggu anaknya keluar. Aku menyalami mereka berdua, dan berbasa-basi, "sudah lama nunggu bu?", kemudian aku menarik brosur produk plastik yang trend itu.

Tak lama, ibu di depanku bertanya sambil berbisik.
"mama Aji, mmm.... mama Aji di rumah nggak pakai "mbak" ta?"
[maksudnya apa aku punya asisten rumah tangga atau pembantu]

Kujawab cepat, "nggak mbaak. All alone. aku punya pembantu pas baru melahirkan saja."
"Jadi masak sendiri?"
"lah iya, gak masak gimana dong... tapi masak biasa aja kok. ga bisa yang hebat hebat, hehehe"
"trus kalau antar jemput anak yang gede, ngajak si kecil?"
"iyaa. sejak bayi tuh Aji ikut ngantar jemput mas-nya"

dialog kami putus.
Rombongan anak TK menyerbu pagar.

Aku pulang.
Kembali online dan menuliskan di blogku ini, di hari pertama ulang tahun ke-33 ku ini, aku bahagia sekali bisa dengan bangga mengatakan, menceritakan, diriku ini apa adanya.

Apa adanya dan sederhana saja, dalam balutan cinta yang hangat di samping suami dan anak-anakku, di rumah.

#Hari ini, hari ulang tahunku, 16 Februari :D


ps.Versi cerita aku lahir ini, akan disertakan dalam buku Memoar Kisah hidup Ibuku, yang insya Alloh berjudul DUKUH KUPANG, yang sedang kutulis sekarang ini.

2011-Ku

2 komentar

Tak sengaja aku ketemu blognya seorang dokter dan penulis, mbak Agnes Tri H. waktu itu aku sedang mencari informasi tentang hyper menstruation dan pil KB. Salah satu hasil Google memunculkan blognya ibu dokter Agnes ini.


Aku menemukan hal menarik pada segmen di blognya yang diberi nama Diary Spiritual. Baru satu entry yang kubaca, yaitu List Pencapaian. Mbak Agnes menuliskan beberapa nomer pencapaiannya di tahun 2011. menarik sekali. Dia katakan, cara ini membantu mengembalikan dan meningkatkan kepercayaan dirinya. Aku jadi ingin menirunya.


Inilah pencapaianku :

  1. aku berhasil terus menjalankan bisnis Jilbab Orin :

    a. menambah jumlah follower

    b. menemukan produsen jilbab dan ciput berkualitas yang baik dan akrab

    c. menemukan suplier lain di Surabaya yang juga kualitas bagus

    d. mendapatkan pelanggan setia dari luar Jawa.

  2. aku mendapatkan posisi yang cantik di hati beberapa ibu-ibu rumah tangga, dan mereka sampaikan padaku melalui pesan inbox di facebook

  3. aku ikut dalam komunitas bisnis TDA; walau tak terlalu aktif dalam milis dan aneka seminar yang mereka adakan

  4. aku ikut BAZAR di IAIN. Walau kaget dan capek luar biasa, ini pengalaman yang mencerahkan

  5. aku bisa bertemu dengan mbak Hany Von Gillern. Dan profilku ditampilkan di blog beliau di Pojok Utak Atik, sebagai salah satu dari Orang-Orang Kreatif.

  6. Di awal aku online, aku dikirimi pesan email oleh Ganiyu Rijal yang mengaku sebagai sutradara. Dia mengatakan, cerpen yang kukrim di milis Penulis Lepas, berjudul Oeekk!!! sangat bagus. Dan ingin dia jadikan film. Hanya saja ini belum terlaksana, katanya dia masih mencari sponsor. Dan aku pun merelease cerpen itu secara bebas kemana saja. Oleh temanku sekelas waktu kuliah, Amaliah Sholehah, dia mengatakan cerpen itu dipakai oleh adiknya pada yayasan yang menkampanyekan ASI. Ah, senang sekali. Bangga. Dan sekarang entah itu cerpen ada dimana. Aku harus rela jika suatu saat ada plagiatnya. Semoga tercatat di akhirat nanti. Amin.

  7. Aku berteman, bersapa dan kadang curhat kepada para penulis tenar. Seperti Pipiet Senja, udo Yamin Majdi, Eni Martini, Shabrina Ws, dsb.

  8. Aku berhasil mempelajari beberapa ketrampilan craft baru : wire jewelry, sulam perca, menjahit tas.

  9. Aku mendapatkan penghasilan dari ketrampilan baruku itu, yaitu wire jewelry. Ini sangat membanggakan, karena aku mempelajari semuanya secara otodidak. Bahan dan lain sebagainya, aku mengandalkan facebook, internet dan buku.

  10. Di akhir tahun, aku mengikuti pengajian di pondok modern Darul Muttaqien, di dekat rumah. Dan disini aku sangat bahagia, sesuai dengan keinginanku dari dulu untuk belajar di pondok.


    dengan kalimat singkat. 2011 adalah petualangan yang paling mendebarkan untukku dalam rangka pencarian kembali Citra Diri dan Jati Diriku yang sebenarnya. Dan sudah kutemukan di awal tahun 2012 ini. Tinggal nambah istikomah dan syukurnya lagi.


TOBUJIL

1 komentar
TOBUJIL.
Aku pernah menuliskan kata ini di sebuah thread di blog TOBUCIL.
aku menyebutkan, ingin sekali membuka TOBUJIL. Karena terinspirasi oleh TOBUCIL.

Yah, apa itu TOBUJIL?

kalau TOBUCIL kan jelas, TOKO BUKU KECIL.

Kalau TOBUJIL artinya, TOKO BUKU dan JILBAB.

Buku dan Jilbab ??

Kenapa Buku sama Jilbab? kan kagak nyambung jek?
biasanya buku kan disandingkan sama stationery, tas atau craft.

yaah..
karena aku sudah start bisnis jilbab. Maka, sayang bangeet kalau dilepas tooh.
Apalagi menurutku, menyandingkan buku dan jilbab itu, bisa menjadi simbol bahwa emak-emak cantik itu harus suka baca buku :-D

Betul nggak?

Sebenarnya, buku adalah PASSION utamaku. Bahkan bisa dibilang cinta abadiku. Sejak kueciiilll aku sudah suka banget baca. Baca apaaa saja.

Nah, ketika awal ingin berbisnis pun sebenarnya ingin membuka toko buku online. Tetapi karena satu dan lain hal, tidak berani, tidak jadi.

Alhamdulillah, malah ketika sudah memulai bisnis jilbablah, kesempatan bertemu penulis, penerbit, malah datang. Dan memulai bisnis buku secara online jadi mudah. bahkan tanpa modal. Ah, inilah uniknya dunia. Dukungan semesta. Mestakung, nyontek pak Yohanes Surya.

Maka hari ini aku mencoba satu langkah pertama untuk mewujudkan tobujil ini.
Aku memajang 3 paket buku cergam anak, yang pasti dijamin akan bisa membantu pembentukan karakter anak yang baik.








INFO BISA SMS/WHATSAPP KE 087851781356
atau klik disini

Kru Shalawat Nabi dan Aku

Tidak ada komentar

REKORRRR hari ini *__*

1 komentar
Entah mimpi apaaaa semalam.
Nggak ada angin, nggak ada hujan. Eh...hujan sepanjang siang dan sore ding !!!
Dan ini yang malah sangat menolong.

Pokoknya hari ini aku JUARA banget deh.
Juara bagi diri sendiri.
Bahkan sampai ada komen di efbe yang mempertanyakan prestasi atau award apa yang kuperoleh hari ini, sampai aku menuliskan status "hari ini rekorku banget deh!", dan komen itu malah kuhapus. Aku nggak ingin menjawabnya. Dan mungkin akan membiarkan komen yang tidak mempertanyakan hal itu.

Ya.
Rekor kali ini tidak berhubungan dengan lomba dan kompetisi jenis apapun.
Ini murni rekor dari diriku sendiri. Yang ternyata berhasil memenangkan "rencana tak terdugaku hari ini, yang berasal dari "rencana berupa angan-angan kemarin".
Ngerti ga ya?
:D

Langsung saja deh.
Hari ini aku merasa juara, karena berhasil :

1. Bersama kedua anak lelakiku, memasak SELAI STROBERI di dapur.

resep SELAI STROBERI mudah ini kudapat dari mbah google.
Berikut resepnya, dan sesuai dengan jumlah bahan stroberiku tadi.

SELAI STROBERI

250 gram buah stroberi
250 gram gula pasir
100 ml air putih

Caranya :
1. Cuci bersih buah stroberi. dan blender jangan terlalu halus [tambahkan air]
2. tuangkan stroberi ke atas panci anti lengket.
3. masukkan gula pasir semua
4. masak campuran stroberi gula, aduk terus sampai berubah warna merah kehitaman dan mengental. dinginkan. dan siap disimpan di wadah kering.
[jika ingin awet, masukkan ke dalam toples kaca yang sudah disterilkan dengan cara merebusnya di air mendidih. lalu ketika selai sudah dimasukkan ke toples steril, kukuslah toples berisi selai selama beberapa menit].

Ketika masih hangat, tampak cair. KEtika sudah dingin, selai ini sudah kental tanpa perlu ditambah agar-agar.

Yang kedua, aku berhasil membuat BINDER NOTE CASE.
Yaitu menghias atau memberi sampul SULAM PERCA ke Binder Note-ku yang jadul itu. Yang kupakai semasa masih kuliah. Sekitar dua belas tahun yang lalu.

Lamaa sekali menyulam si Jerapah ini. total aku ngerjainnya dua jam deh. Dan ini hasilnya