Podcast Bu Heni

Tampilkan postingan dengan label my handmade craft. Tampilkan semua postingan

My Wirecraft

Tidak ada komentar














Workshop Wire Jewelry #1 di Kebun Bibit Surabaya

Tidak ada komentar
Alhamdulillah, akhirnya Workshop Wire jewelry di Kebun Bibit Surabaya, terjadi juga ^_^
Horeee...

Ini pertama kalinya saya jadi Tutor. Deg-degan juga, takut salah omong, atau bikin kecewa atau ngajarinnya geje [gak jelas].

Namun berangkatlah dengan persiapan yang sudah kulakukan satu bulan sebelumnya. Membuat beberapa model cincin dan mengira-ngira cara mengajarkan yang mudah dimengerti, sekaligus mengukur panjang kawat dan jumlah bahan yang dibutuhkan di tiap model cincinnya. 

Sekali lagi, terima kasih untuk mbak Ririe Rengganis dan ers pengurus My Sister;s Fingers yang memfoto dan mengupload foto ini. Link asli foto disini ya 


Persiapan dan menunggu Peserta lain datang. 


ada yang butuh di reparasi cincinnya ^_^



beberapa cincin untuk contoh teknik wire yang saya buat

dan mbak Arina, sukarela memfotoinya ^_^

hasil cincin-cincin kamiii

pose sebelum pulang, cibi-cibiiii



Nah, inilah salah satu kegiatan rutin komunitas craft My Sister's Fingers di Surabaya. jika ingin tahu lengkapnya coba klik link di bawah gambar ini ya, 

Belajar Bikin Beads Cabochon Brooch

1 komentar
Dass..
Dan inilah di tengah malam ini. Tepatnya jam 12 lebih 13 menit malam hari, saya mulai ngeblog lagi. Kopi instan panas dari rumah kakak tadi, manjur membuat mata saya terbelalak dengan gagah sekali.

Satu bulan ini, banyak surprise untuk dunia kecil saya di rumah. Pertama, saya berhasil keluar dari kandang [baca : rumah saya] dan terbang ke Kebun Bibit Surabaya, untuk mengikuti workshop craft yang diadakan oleh komunitas My Sister's Fingers di Surabaya.

WS [baca : workshop] nya tentang membuat Beads Cabochon, yang di tutori oleh mbak Intan pemilik Bunder Shop.

Padahal malam sebelum berangkat, sudah ada prediksi kemacetan total ke arah Kebun Bibit karena akan ada lomba bersepeda di daerah itu, plus tepat di esok paginya anak-anakku harus siap untuk lomba menggambar dan mewarnai di perumahahan. Sperti kebanyakan rencana, sebagai emak saya harus siap mengalah. Nggak jadi pergi. Dan tunduk teratur menghadapi jejalan kerjaan rumah tangga lagi untuk menghibur hati yang lara [haduh galau banget sih :P]

Namun kali ini saya bersikeras sangat keras. Kalau misua saya keberatan nganter, never mind baby, saya akan naik angkot kali ini. Karena kalau naik motor saya takut dua hal : satu, SIM saya mati sejak anak kedua lahir, alias 6 tahun yang lalu. Dan kedua, saya nggak apal jalan - jadi resiko kesasar sangaat besar [gini nih arek Suroboyo nggak ngerti jalan kotanya sendiri, payaahhh jreeenng].

Begitulah, karena niat kuat membara-bara, berhasillah saya di drop di pelataran parkir Kebun Bibit. Agak dag dig dug, karena ini baru pertama kali saya ke sini. [nah, makin ketahuan kan, katrok dan kupernya. atau menurut istilah teman saya sesama ibu-ibu, saya ini penghuni goa yang suka ada di dalam goa itu, heheh]

Semula saya ragu bener apa nggak, karena di pagar Kebun Bibit itu ada tulisan Taman Flora. Nah loh, sama nggak sih Kebun Bibit sama Taman Flora.

Yaudin deh, setelah sms dan telpon sama kepala suku MSF [My Sister's Fingers], akhirnya bertemulah aku dengan 3 member MSF yang sudah siap ikut WS.

Alhamdulillah bahagianya. Selain akan terbuka teka-teki membuat cabochon, saya merasa sangat sukses bisa keluar rumah dengan kemungkin kegagalan tadi. Ndewooo......

Tunggu menunggu, maka dimulailah acara itu dengan sangat ramah, hangat dan khas Suroboyoan. Ndagel terus reekk... berikut cuplikan adegannya, foto diambil disindang yaaa

start bikin "mangkuk kertas" buat wadah manik-maniknya

mulai menjahit manik-manik satu demi satu di sekeliling batu cabochonnya : khusyuuuuuu

minjem rambutnya mbak Fitri, ini hasilnya .....    
 Bros Beads Cabochon



Yang Cibi-cibi itulah tutornya : mbak Intan Bellina 




karena saya pake Kalung Perca Manik bahan kawat,
maka langsung ditodong jadi tutor untuk bulan Oktober :
rencana bikin Abstract Wire Ring dengan Simple Technic.
Surprise , Terharu, dan pasti Termotivasi banget deh.
semoga besok lancar WS Wire Ring Perdana saya yah :) amin.
seperti ini cincinnya.
bentuk abstrak uwer-uwer.
saya buat beberapa contoh dan mumpung ada ponakan
lumayan, jadi model deh, jepret :)


Tutorial Handmade Case

Tidak ada komentar



















Bros Purple

1 komentar


Hari ini adalah hari terakhir mengurus Raport Anak. Untuk Quick Hijab, saya comot saya Bros dari kawat yang saya buat beberapa bulan yang lalu. 



Kalung dan Gelang Perca batik - Wire

Tidak ada komentar


Ceritanya untuk seragam panitia wisuda Taman Kanak-Kanak tempat anak keduaku sekolah, memutuskan untuk berjilbab nila ungu ini kembar semua. Secara untuk hemat dan belajar menjahit, saya dan satu wali murid, nekad membuat Sifon Batwing warna hitam ini. 

Nah, supaya baju serba hitam saya ini nggak sepi, maka saya pakailah kalung dan gelang wire ini. 




Untuk manik-maniknya, dibungkus dulu dengan kain perca batik. Prosesnya lumayan lama supaya ikatan kainnya kuat. Malah lebih cepat membuat bandul kalung [pendant] yang belakangnya saya pasang jarum bros. Tujuannya agar jika bandul dilepas, bisa dijadikan bros. Atau ketika dipakai jadi kalung pun, jarum bros ini saya pasang tembus ke baju inner, supaya kalungnya 'steady', atau bandulnya tidak lari kesana kemari. Kalungnya lebih antheng dan rapi :)



Nah, untuk bangle ini, beadnya juga dibungkus Perca Batik. Teknik uwer-uwernya baru saya coba sekali itu. Terinspirasi dari gelang wire [entah milik siapa] yang saya pegang dan lihat waktu ada acara Free Workshop Oksidasi Wire Jewelry oleh mbak Kiki Adiwijaya di Surabaya beberapa waktu yang lalu. 
Ternyata uwer-uwer zigzag ini, sulit juga. Lamaa sekali baru selesai. Fiuuh. Alhamdulillah, respon yang lihat cukup menentramkan hati. Jadi sepertinya edisi coba-coba sendiri di rumah, ada hasilnya.
Ketika saya pakai gelang ini, seandainya tidak dipasang beads perca batik itu, gelangnya bisa kelihatan seperti gelang emas deh,hehehe 

Perca Manik : Bros Yoyo

Tidak ada komentar
Pagi, beberes benang-benang jahit dan benang sulam yang acakadut pabaliut. Setelah rapi diamankan dengan selotip kertas, agar tidak mudah mburudul lagi. Maka giliran benang super ruwet, potongan kain dan flanel yang perlu dibuang.

Eit, dibuang?

Sayang dong...

Maka, krees, krees, diguntinglah kain perca yang masih lebar dengan pola dari VCD bekas. Dijahit pinggir, ditarik, diiisi "sampah benang" itu tadi, tarik lagi sampai membentuk bulatan dijahit mati, ditambahi kancing batok kelapa dan manik-manik dan jadilah Yoyo...

Biar berguna, lari ke kamar dulu ambil kotak perangkat aksesoris manik-manik. Ambil peniti bros, pasang di belakang Yoyo ini, lalu ... jadilahh...
Bros Yoyo



REKORRRR hari ini *__*

1 komentar
Entah mimpi apaaaa semalam.
Nggak ada angin, nggak ada hujan. Eh...hujan sepanjang siang dan sore ding !!!
Dan ini yang malah sangat menolong.

Pokoknya hari ini aku JUARA banget deh.
Juara bagi diri sendiri.
Bahkan sampai ada komen di efbe yang mempertanyakan prestasi atau award apa yang kuperoleh hari ini, sampai aku menuliskan status "hari ini rekorku banget deh!", dan komen itu malah kuhapus. Aku nggak ingin menjawabnya. Dan mungkin akan membiarkan komen yang tidak mempertanyakan hal itu.

Ya.
Rekor kali ini tidak berhubungan dengan lomba dan kompetisi jenis apapun.
Ini murni rekor dari diriku sendiri. Yang ternyata berhasil memenangkan "rencana tak terdugaku hari ini, yang berasal dari "rencana berupa angan-angan kemarin".
Ngerti ga ya?
:D

Langsung saja deh.
Hari ini aku merasa juara, karena berhasil :

1. Bersama kedua anak lelakiku, memasak SELAI STROBERI di dapur.

resep SELAI STROBERI mudah ini kudapat dari mbah google.
Berikut resepnya, dan sesuai dengan jumlah bahan stroberiku tadi.

SELAI STROBERI

250 gram buah stroberi
250 gram gula pasir
100 ml air putih

Caranya :
1. Cuci bersih buah stroberi. dan blender jangan terlalu halus [tambahkan air]
2. tuangkan stroberi ke atas panci anti lengket.
3. masukkan gula pasir semua
4. masak campuran stroberi gula, aduk terus sampai berubah warna merah kehitaman dan mengental. dinginkan. dan siap disimpan di wadah kering.
[jika ingin awet, masukkan ke dalam toples kaca yang sudah disterilkan dengan cara merebusnya di air mendidih. lalu ketika selai sudah dimasukkan ke toples steril, kukuslah toples berisi selai selama beberapa menit].

Ketika masih hangat, tampak cair. KEtika sudah dingin, selai ini sudah kental tanpa perlu ditambah agar-agar.

Yang kedua, aku berhasil membuat BINDER NOTE CASE.
Yaitu menghias atau memberi sampul SULAM PERCA ke Binder Note-ku yang jadul itu. Yang kupakai semasa masih kuliah. Sekitar dua belas tahun yang lalu.

Lamaa sekali menyulam si Jerapah ini. total aku ngerjainnya dua jam deh. Dan ini hasilnya