Small Surprise Does Matter

3 komentar
Motor kumatikan, setelah berhenti dengan perlahan-lahan. Kunci kontak kucabut dan kumasukkan ke dalam kantung celana jeans super duper bututku. Tangan kiriku masih menyangga kepala si kecil Aji, yang sudah terantuk-antuk sejak di sepertiga perjalanan tadi. Dengan gaya kaki yang pasti tidak sedap dipandang mata, aku turun dari motor melewati jok, dengan meregangkan kaki selebar-lebarnya. Dan tangan kiriku masih di kepala anakku. Menyangga.

Lalu kuberingsut dengan cara yang sukar jika dituliskan dengan kata-kata. Intinya, aku menunduk, merengkuh tubuh anakku yang sudah memejamkan matanya. Tubuhnya yang hangat kuangkat hati-hati dari celah sepeda motor matic yang dijejaknya dari tadi. Jaketnya masih terpasang, juga kacamata hitamnya yang sudah naik ke dahi. Tidak berada di lekuk hidungnya lagi. Hup! Kupanggul anakku dan aku berjalan menuju sebuah beton kecil di pinggir kelas lima. Aku duduk di sana dengan posisi yang sangat tidak nyaman. Anakku kuatur, kuputar supaya berubah menjadi posisi di pangku.

Kepalanya semakin berat, karena anak yang mengantuk tentu tidak bisa menyangga dirinya sendiri. Terik matahari tidak mau membantuku sedikit pun. Tetap saja menyinar garang dan membiarkan tengkuk sweater kaos hitamku semakin lembab dibasahi keringat. Aku tak sempat melirik jam dinding atau hape ketika mau berangkat tadi. Ah kira-kira, anakku sulung akan pulang lima belas menit lagi.

Ya begitulah rutinitasku hampir setiap hari. Di tengah hari, aku dan mungkin beberapa puluh ibu-ibu, sedikit bapak-bapak dan lebih banyak kakek-kakek, yang turun ke jalan untuk menjemput dari sekolah, anak atau cucunya. Ya juga bisa dibilang beberapa orang yang mencari nafkah sebagai Pengantar Jemput, ikutan meramaikan suasana siang di hari efektif.

Tidak banyak yang menyertakan anak kecil lainnya untuk menjemput. Karena hari biasanya sangat terik dan panas. Atau malah sering hujan lebat dan petir menyambar-nyambar. Tetapi, walau tak hanya aku seorang, yang rutin membawa serta si kecil, toh komunitas kami ada juga. Komunitas driver cantik yang buntutnya dua atau bahkan tiga kemana-mana… "rombongan" :))

Jika beruntung, anakku kecil ini akan sehat sentosa mengawal perjalanan dari rumah sampai sekolah. Tetapi jika ada prosedur yang terlewati atau malah dobel, misalnya makan dua kali, atau mau jemput baru saja mandi pagi, biasanya menghasilkan kantuk yang luar biasa dan anakku akan terangguk-angguk kepalanya bahkan hanya beberapa ratus meter dari rumah. Nah itu terjadi juga hari ini. Si adik tidur, kakak belum kelar sholat dhuhur berjamaah, dan aku menunggunya di sebelah taman kecil yang penuh dengan tahi kucing.

Seorang wali murid menyapaku,”tidur dari tadi ta?”
Aku mengangguk. “Biasa, tadi makan dua kali, trus mandi. Ngantuk deh. Sini lho mbak, duduk di sebelahku. Ngapain jongkok disitu”.
Aku menganjurkan dia duduk di beton kecil tepat di sebelahku. “Panas banget ya?” keluhnya.
Aku mengangguk. “iya, lumayan jemuran kering. Jangan-jangan mendadak nanti hujan deres, kayak kemarin.”

“Adiknya kok gak ikut mbak?” tanyaku membuka percakapan biar pegal di tangan kiriku tidak terasa. Kepala anakku nih keras sekali rasanya, dan berat.

“Tadi jam sepuluh sudah aku keloni. Trus kutitipkan sama kakeknya.”

“Rumahnya berjajar?”
“Nggak kita serumah sama nenek-kakeknya anak-anak,”jawabnya pendek.
“oooh, lumayan lah, ada yang dititipin. Kadang juga kalau si adek ini asyik main, ga mau ikut jemput mas-nya. Tapi tadi tetangga pada sudah tutup pintu semua, pada tidur siang mungkin. Anaknya kecil-kecil juga soalnya.”
Dan percakapan kami bergulir dari Harga gamis katun grosir, gamis kaos, sampai apakah kemarin ikut sowan ke salah satu wali murid yang baru pulang berhaji.

“ibuuu,,,!” suaranya melengking banget. Aku nyengir kuda, “dulu nyidam apa se mbak, suara anaknya nyaring banget,” aku ketawa dan teman menungguku ini pun tertawa.

“bu, aku beli bros dua. Aldo lho beli juga, itu dipakai di bajunya,” si suara nyaring ini bercerita pada ibunya dan menunjuk ke Aldo-anakku, yang melintas di depan kami. Aku mengayunkan tangan memanggil. “Hey mas.”

Aldo menoleh dan berbicara tanpa suara, “aku beli mainan dulu ma,”
Dan aku tidak bisa protes atau memaksanya langsung naik ke motor, seperti biasanya. Aku masih duduk dengan adiknya yang tertidur di pangkuanku. Kulirik di bajunya, iya nih, anakku cowok kok beli bros ya?

“itu lho bu, bu, lihat, Aldo pakai brosnya, “ si nyaring ini mengulangi kalimatnya. Mungkin dia heran dan maksud hati mengolok-olok, kok temannya cowok beli bros, dipakai pula.

Cengiranku semakin lebar. Rada malu juga sih. Apa maksudnya anakku ya? Ah mungkin brosnya gambar kuda atau laba-laba, kan style cowok juga, kataku dalam hati, menentramkan diri.

“Udah ya Do…kita pulang dulu. Gimana nanti kamu pulangnya, bawa selendang ta?” si ibu temanku tadi berpamitan sambil menstarter motornya.

“Ya selendangnya lupa kemarin aku keluarkan dari jok. Gpp dah, ditunggu dulu, nanti aku bangunin si kecil. “ dan mereka pun berpamitan.

Aldo-anak sulungku yang kujemput ini datang. di tangan kirinya ada sebuah kartu bergambar …mm…lupa deh, pokoknya kartun monster. Lalu tangan kanannya meletakkan sesuatu di pundak kiriku. “Nih,” katanya. “Buat mama”.

Aku menoleh ke kiri, dan mengambil benda kecil di pundakku itu.
Sebuah bros.
Kecil.
Berbentuk hati berwarna kuning. Dengan lingkaran putih tersenyum di pinggirnya. Dari plastik.

“Ini buat mama?”tanyaku.
“Iya.”
“wah makasih ya. Beli dimana?” tanyaku, sambil memasang bros itu di jilbab kaosku yang berwarna putih,

“beli tadi sama teman-teman di kelas.” Jawabnya.

“Cantik deh. Lucu. Makasih mas Aldooo…” aku mengulangi ucapan terima kasihku. Dan wajah anakku sih lempeng-lempeng saja, lurus. Flat. Begitulah gaya anak lelaki kali ya?

Bros kecil ini.
Ah , pemberian bros kecil ini membuat hati senang sekali. Kejutan kecil. Aku jadi ingat beberapa benda yang diberikan Aldo sepulang sekolah ketika dia kelas 1 dan 2 SD :
1. Bunga dari kertas : sayang fotonya hilang
2. Hiasan ibu dan anak dari kerang, masih ada di atas rak buku dinding
3. Cincin logam bertuliskan huruf H
4. Dan yang terbaru adalah Bros Hati kuning tadi,

Malamnya aku menunjukkan bros ini kepada suamiku. “Pak, ini aku dikasih Aldo. Dibelikan….”dan kuceritakan kronologi cerita tadi siang. Suamiku tersenyum tipis. Mungkin dia senang anaknya menunjukkan rasa sayang pada ibunya. Mungkin juga dia senang melihatku senang. Mungkin juga dia keki karena merasa dia memberiku lebih banyak, tapi respon wajah hepi dariku gak sedramatis kalau aku diberi kado kecil dari anaknya. Hehehe…bener kan para suami?

Entahlah. Bagi saya pribadi, atau bahkan mewakili hati beberapa kaum perempuan di dunia ini. Bahwa kami ini begitu senang dengan KEJUTAN MANIS.

Jika suami membelikan baju mahal, misalnya, tetapi mengajak kita untuk memilih, it feels so different. Sangat beda.
Dibanding dia pulang ke rumah, lalu memberiku sebuah bros kecil, seperti yang dilakukan anakku tadi. Harganya cuman seribu lima ratus rupiah. Dan cincin itu malah hanya seribuan. Tapi aku menyimpan semuanya hingga sekarang.

Ah aku ingat, suamiku juga memberiku kejutan kecil yang manis.

sebuah jepit kupu-kupu yang ada per-nya.

Ketika dia pertama kali datang ke tempat kosku bersama teman lelaki kosnya [masih pedekate, jadi ngajak temennya ceritanya nih]. Dia datang, lalu mengambil sesuatu dari kantung jaketnya. Dan memberikan jepit kupu-kupu itu kepadaku. So Sweet.


SMALL SURPRISE DOES MATTER.

HENI PRASETYORINI
[Meja Oshin, 1 Februari 2011, 3:25 WIB]

Star's Lovers

2 komentar
Love is..

aku ingin meneruskan kata itu sebagai Love is Magic, aih seperti satu kata dalam lagunya para remaja.

Sejak 4 hari yang lalu, di sela waktu senggangku, kutonton DVD drama korea berjudul Star's Lover

Ketika aku turun dari kamar saudaraku untuk meminjam DVD itu, ibuku memperingatkan dengan senyum renyahnya, "awas lho nanti kamu nangis nonton film itu"

Langsung kubantah saat itu juga, "ah enggak lah bu..aku nangis-nangis kan waktu SMA dulu, pas nonton film India "

Beserta beberapa film kartun, Spiderman dan Harry Potter, kubawa serta segepok DVD korea itu ke dalam tas hitamku.

Sesampai di rumah, film itu tidak langsung kuputar. Karena aku harus mengalah kepada dua anakku yang menonton Spiderman berkali-kali, lalu menyewa VCD film kartun di tempat langganan kami. Beruntunglah mereka asik bermain di pagi hari sampai menjelang siang. Nah, saat itulah DVD ini kuputar. Aku harus menontonnya sendirian. Karena tahu, kadang film Korea sedikit bebas untuk adegan kissing. Kurang seru kan, kalau nontonnya sama anak umur 5 tahun? hehehe *daugh...mukul kepalaku sendiri [emak-emak kebangetan nih aku!]. Hopefully I can be forgiven about this sin = watching people kissing in the movie.... :-)

Awal film diputar, suka deh. Pas sekali. Karakternya ada yang pengarang. Aku suka. Sama seperti film korea berjudul Full House, yang berlatar peran penulis perempuan.

Dan mengalirlah film itu sampai hari kelima. Kutuntaskan DVD terakhir, kemarin. Sekali-kalinya itu nonton DVD sampai malam. Sebenarnya rada sungkan sama suami, tapi dia sepertinya hafal. Kalau belum tamat, aku pasti terus penasaran nggak bisa tidur, itu katanya.

Kalimat demi kalimat. Ekspresi demi ekspresi para pemain film itu, membuatku sadar beberapa hal. Ah atau bisa dirangkum pada satu hal saja. Yaitu tentang Cinta.

Ada orang yang beruntung sekali, bisa bertemu dengan takdir cintanya. Bisa merasakan kedamaian ketika bersandar dalam pelukannya. Bisa tertawa bersama, menangis bersama, lapar dan kenyang bersama. Panik, takut, cemas,kaget dan bingung bersama. Selalu berdampingan. Semakin hari semakin belajar untuk tak saling menyakiti hati. Semakin hari, semakin belajar untuk bergantian mengalah dalam diam ketika salah satu sedang diganggu oleh emosi diri. Semakin hari, semakin rindu pada genggaman jemari yang menguatkan hati.

Beberapa orang lain juga beruntung, ketika diantara kesediaan dua hati untuk selalu bersama itu, hadir pula anak-anak. Entah itu dari keturunan mereka sendiri, lahir dari rahimnya sendiri, atau anak-anak tercinta yang lahir dari hati mereka. Repot bersama, susah tidur bersama, berpikir keras membuat mereka tercukupi, sedih jika seseorang melukai mereka namun juga harus mempersiapkan mereka agar mampu hidup berpisah dengan kita. Menghadapi semua ini, tetap bisa bersama.

Film ini, mengingatkanku bahwa, aku termasuk yang beruntung diantara keduanya.

Lalu, Nikmat yang manakah lagi yang mau kau dustakan?

PR terbesarku sekarang hanyalah, mengerem sedikit demi sedikit keresahan, kesenangan dan harapan; agar aku bisa menambah lagi sedikit demi sedikit porsiku untuk lebih bersyukur kepada TUHAN.

JIkalau hal ini bisa kulakukan dengan baik, maka sudah sempurnalah cintaku itu.

note : tidak semua orang bisa dengan mudah menemukan cintanya. maka jika anda sudah bertemu dengan suami atau istri anda sekarang, pupuklah dan jagalah cinta itu selamanya. karena takdir cinta itu akan selalu manis adanya. semoga kita semua selalu beruntung dalam cinta.

Kisah Indah Gadis Pembaca Qur'an

Tidak ada komentar

sumber note ini :

http://www.facebook.com/notes/sinta-yudisia/kisah-indah-gadis-pembaca-quran/10150282125802744

Seorang ayah, sebut namanya Abu Hasan berduka.

Bagaimana tidak?

Ia kehilangan salah seorang putri yang dicintainya, Najma.

Abu Hasan telah berusia baya. Kecintaannya pada Najma sungguh besar. Najma memang gadis manis yang cerdas, penurut, sholihah. Kesibukannya sehari-hari selain belajar, bekerja, √°dalah juga merawat Abu Hasan yang mulai kehilangan ketangkasannya mengerjakan segala sesuatu.

Konon kabarnya Najma sakit sebentar, lalu ia meninggal tak lama kemudian.

Pedih hati Abu Hasan tak terkira. Terbayang bagaimana si kecil Najma menggelayut, bermain-main, bermanja dan sedikit nakal. Beranjak remaja hingga dewasa ia semakin cerdas dan mampu menjaga diri, pun menunjukkan tanda sebagai anak berbakti yang sholihah. Sungguh, meski saudara-saudara Najma masih hidup, Najma tetaplah bintang berkelip di hati Abu Hasan.

Abu Hasan menangis, berurai air mata. Wajah, senyum, tawa Najma terpatri. Ia tak mampu melukiskan kepedihan seorang lelaki tua yang berharap bersandar pada gadis baik macam Najma yang kelak akan merawatnya hingga ajal menjemput. Nyatanya, ajal lebih dahulu memilih Najma.

Malam hari, Abu Hasan sering menangis. Menangis, menangis, menangis. Ia ingin bersahabat dengan takdir, tetapi hatinya sangat amat bersedih.

Hingga rasanya, lelaki itu kehilangan akal sehatnya. Aku sudah tak waras, pikirnya suatu ketika, sebab dari kamar mendiang Najma lamat lelaki tua itu mendengar sedu sedan tangisan.

Tangisan itu berulang setiap malam.

Abu Hasan mulai beranggapan, kematian Najma menumbuhkan kegilaan dalam dirinya. Ia akhirnya berkunjung pada ulama setempat dan berkeluh kesah, betapa gundah gulana hatinya semenjak kemaatian putri tercinta. Sabar, itu nasehat sang ulama, 5 huruf yang mengandung makna dalam. Abu Hasan pun mulai menceritakan keanehan di rumhnya, terutama suara tangis yang muncul dari kamar almarhumah Najma. Tangis sedu sedan perlahan yang terdengar terutama ketika malam.

Sang alim ulama menyimak baik-baik kisah Abu Hasan.

”Aku khawatir aku gila, ataukah itu isyarat dari putriku bahwa ia bersedih sebab aku tidak mengikhlaskan kepergiannya?”

Sang ulama termenung beberapa saat.

“Wahai Abu Hasan, apakah putrimu giat beribadah?”

“InsyaAllah demikian.”

“Ia rajin sholat malam?”

“InsyaAllah ya....”

“Apakah ia suka membaca Quran usai sholat malam?”

“Ya. Aku sering memergokinya demikian.”

Semakin berdukalah Abu Hasan mengingat betapa Najma adalah buah hatinya yang demikian sholihah, menghiasi malam-malam rumah mereka dengan munajat kepada Allah SWT. Namun sang ulama, mengucapkan kalimat yang diluar dugaan.

”Tahukah kau, wahai Abu Hasan, bahwa tangis itu bukan pertanda kau gila atau Najma memberikan isyarat? Itulah makhluk ghaib yang menangisi kepergian putrimu. Mereka kehilangan bacaan Quran yang biasa disenandungkan tiap malam. Bukan hanya kau yang kehilangan Najma, tapi kalangan jin dan malaikat pun menangisi kematian putrimu yang sholihah, yang menghiasai malamnya dengan bacaan Quran yang indah.”

(aku menangis pertama kali mendengar kisah ini, hampir selalu menangis tiap kali mengingatnya, dan menangis pula ketika menuliskannya. Quran, menjadikan manusia dicintai bukan hanya oleh makhluk syahadah, tapi juga makhluk ghaib)

Beads - Wire - Acrylic - Brooches

5 komentar
Bros Batu Toska ini mengkolaborasikan Wire Teknik untuk membuat
bagian bawahnya alias filigree [kalo ga salah sebut], dan pakai sarangan bros untuk merangkai batu-batu toskanya. i like it. do you?
hehehe

Bros Peach ini dari rangkaian Daun Akrilik dan mutiara sintetis lainnya
sebelum diberi kawat copper, kelihatan renggang. setelah ditambah, hmm...lebih manis ya?

Bee in the Flower Bucket - Brooch
Kombinasi gado-gado dari manik-manik yang saya punya. Kombinasi warna sesuai kata hati, jiaahh...alias otak-atik yang tersedia.
membuatku berpikir juga sih, bener sarannya mbak Mia Gofar tentang cara membeli stok manik-manik, sekaligus mengikuti trend yang ada.
ada yang suka bros ini?


Sudah lama sekali tidak buat bros akrilik yang pakai sarangan bros.
Seharian kemarin, alhamdulillah bisa jadi 3 biji, sambil nemenin anakku yang kecil lagi sakit demam.


Paper Recycle Beads Organizer

5 komentar
Diajarin mbak Fiet dari FlanelQta. Membuat wadah manik dari kertas bekas. Lebih bagus kertas bekas kalender, atau kertas HVS yang didobel2. Sisakan warna putih di dalamnya. Dan alhamdulillah, setelah dihitung2, kalau beli organizer plastik seharga 20ribuan, bisa butuh 5 biji, maka aku bisa hemat 100ribuan ya...

Untuk talamnya, dari kerdus bekas dan talam plastik pemberian ibuku. jadi hunting ke gudang deh.

Efek menarik lainnya, anak-anakku dan teman-temannya ketularan asik bikin kantong dari kertas bekas. buat wadah koleksi kartu mainannya. rame deh rumahku sama jejaka cilik-cilik, dan ramai juga lantaiku dengan jejak perbuatan mereka...wadaawww...beberes kertas dan selotip nempel lantai tiap hari niih....

fiuhh...tak apa-apa.... efek samping dari kreativitas masa kecil :)))







setelah dilihat, koleksiku 90% manik bundar ya?
*garuk2 kepala... dibikin apa nanti enaknya....

okay deh, daun, filigree...dst...bikin sendiri dari kawat aja....

kalau bisa, nanti bikin clay dari tepung ajaa..
ini ada resep tepung clay homemade :

tepung kanji : terigu : tepung beras = 1:1:1
dicampur semua
lalu ditambah pengawet
trus diuleni sama lem putih [lem fox atau lem rajawali alias lem pipa paralon]

uleni terus sampai kalis, lalu dicampur pewarna berbahan air, dan jadilah

untuk finishing, biar mengkilat, bisa dioles dengan cat kuku kutex bening.
selamat mencoba, ini sumber dari buku, tapi lupa judulnya.

ps. saya belum nyoba bikin clay ini...hihihi...


Bandul Etnik

4 komentar
Alhamdulillah, dari kemarin bisa nemu free tutorial di internet. Dan coba-cobalah membuat bandul sederhana ini. Dari manik-manik yang saya punya saja,

jika dirangkai jadi satu, menjadi gelang
look etnik juga ya kayaknya...

My Craft Yesterday

2 komentar

Bros Perca dan Rajut

Bros Perca dan Rajut
[maksa ga sih hasilnya?]

Bros Wire : bikin kotaknya udah lama, trus nyoba bikin weaving di dalamnya [lupa istilahnya]
dari awal sampai selesai, tekniknya keliru kayaknya. modal buku aja dan gambarnya hitam putih, kurang jelas. besok dicoba lagi ah.


Kalau ini dan foto di bawah, adalah membuat Kalung Wire Crochet
merajut kawat , jadinya rada kaku. mungkin bagus buat gelang atau anting saja
atau mungkin kawatnya kurang kecil diameternya
memang ini kawat biasa untuk pasang manik di bros akrilik
sepertinya ada kawat khusus crochet wire, nanti coba aku googling lagi ah


Bolu Bantat

1 komentar
Udah dua kali, nyoba bikin bolu bantat lagi.
Berarti kemarin bikin bolu pisang dan berhasil itu adalah hidayah.
Kemarin-kemarin berhasil aja bikin kue bolu kukus. Tapi resep benar semua, pakai sp. Nah sekarang nggak pakai SP. eh sekali aja berhasil. Sudah itu bikin lagi, bantat lagi.

Harusnya resep ini bener lho, cuman aku ga pakai SP. dan masih galtot.

KUE MOKA
Bahan :
400 gram gula pasir
6 butir telur utuh
500 gram tepung segitiga biru
2 sdm susu bubuk putih / 1 sachet susu kental manis dicampur dengan 1 gelas air matang biasa
1 gelas minyak goreng
pasta coklat moka
vanili bubuk secukupnya
1 sdm SP

cara membuat :
1. mixer dulu, gula, telur dan SP sampai mengembang dan putih
2. lalu masukkan tepung, vanili bergantian dengan air campuran susu, gunakan mixer kecepatan rendah, nomer 1; sampai rata
3. masukkan minyak sedikit demi sedikit; bisa diaduk dengan spatula atau dimixer kec.1. aduk terus sampai adonan mengembang. katanya sih cara ngetesnya tuh, bentuk adonan menjadi spiral dengan sendok mixer, jika bentuknya tetap spiral, itu tandanya sudah mengembang sempurna.
4. ambil sedikit adonan, dan beri pewarna coklat moka
5. panaskan cetakan kue apem, olesi dengan minyak goreng
bentuk kuenya seperti bikin kue marmer ya, adonan putih, lalu di atasnya diberi sedikit adonan coklat dan bentuk dengan lidi. puter2 gitu...
6. masak kue dalam cetakan itu dan tutup, menggunakan api kecil.
7. kue matang, siap dihidangkan. insya Allah, sampai 4 hari bisa empuk dan tidak basi walaupun di luar kulkas.

It's In Me

2 komentar


Ya, judulnya nyontek taglinenya iklan air minum bermineral
Karena bagus, dan cocok banget dengan suasana hatiku saat ini, jadinya aku pilih kalimat itu.

It's in Me

bisa mewakili gundah hatiku
yang lagi-lagi merasa tak bisa berbuat apa-apa
untuk membuat beberapa hal menjadi pas pada tempatnya.

It's In Me
mewakili derita jiwaku
yang sekali lagi merasa menjadi bukan orang yang terpilih
walau segala pilihan dipaksakan untuk menjadi yang tak merepotkan semua orang

It's in Me
berhasil menjitak isi kepalaku
yang tak pernah berhasil menghapus satu demi satu bayangan dan kalimat
yang dulu pernah membuat hatiku remuk dan air mataku jatuh melulu

It's in Me

It's in Me


It's in Me
yang akhirnya membuatku yakin pada diriku sendiri
bahwa aku bisa menerima semuanya ini dengan lebih...lebih lapang dada dari sebelumnya

It's in Me
meyakinkanku bahwa,
jika sedih
jika susah
jika suka
itu semua bukan karena ulah orang lain
bukan karena ingin terus menerus dihargai
bukan karena ingin menjadi pahlawan yang belum diperlukan
juga bukan ingin menjadi malaikat yang takkan pernah bisa terkalahi kepatuhannya kepada Tuhan

It's in Me
membisikku dengan kalimat yang membuat kalbuku hangat
dan menyuruhku diam untuk sesaat

pejamkan mata

diam...

Dan terimalah jalan hidupmu ini apa adanya

It's in Me
Only Me who can lead my own life

Alhamdulillaahh.... I did It !!!

8 komentar
Hari Minggu, start nyoba bikin rajutan benang dasar : rantai tunggal, ganda, triple dan lingkaran.

Senin, off, karena laundry time

Hari ini, siang, mulai lagi.
Penasaran pengen bisa bikin bunga rajutan kecil. Sesuai yang ada di buku.
Dicoba, dicoba...dibongkar, dicoba lagi..
Daan. setelah 2 JAM kemudian...

Alhamdulillaaahh....bungar rajutanku jadiii....




Rajutan sebelah kiri : itu bunga yang tidak jadi. keliru, pakai rantai tunggal terus. setelah bikin lagi, dan dibongkar 3 kali, baru ngeh, setelah baca tutorialnya, ternyata kudu rantai ganda untuk lengkuk bunganya. Akhirnya , bener deh, jadi BUNGA RAJUT.

Dan ini, mereka berdua yang nemenin. Yang gede = Aldo, Yang krucil = Aji.
Mereka asik ngelem, gunting, dll. dsb.
Emaknya di sebelah, mojook sambil ngerajut sampai melotot-melotot loohh.. :)))

Silent Dream

3 komentar


Dalam hingar bingar hidup di kota besar seperti Surabaya. Yang kuimpikan malah sebaliknya.

Aktivitas yang tenang.
Berakrab dengan angin, rintik hujan, dan penghasilan yang pas untuk hidup yang secukupnya saja.

Bisakah?

The Girl Effect [From Watching Oprah Winfrey Show]

5 komentar
Seingatku siang tadi, tanpa sadar remote TV kupencet ke angka 11. Channel Metro TV. Tanpa sadar juga kalau itu adalah waktunya Oprah Show, ditayangkan.
Mungkin ini tayangan ulang, karena seingatku dia sudah berpamitan tidak akan tampil di talkshow-nya itu lagi beberapa waktu yang lalu.

Ah, sebenarnya topik Oprah show saat itu sangat kejam.

Tentang Perbudakan modern dalam bentuk Pemaksaan Prostitusi pada Gadis Muda di Kamboja.

Biasanya aku segera mengalihkan channel atau mematikan tivi, kalau ada berita tentang kekerasan secara seksual kepada kaum wanita atau bahkan anak lelaki kecil.
Entah, rasa marah luar biasa campur ngeri luar biasa, akan datang jika aku membaca atau menonton dan bahkan hanya mendengar, peristiwa dan hal-hal semacam ini.

Tetapi, suamiku yang kebetulan ikut menonton, tampak penasaran.

Beberapa kali dia membenahi letak antene tivi dalam, agar tampilan di monitor tampak lebih jelas.

Dan inilah petikan talk show yang kami lihat bersama itu :




Long Pross
Itulah nama seorang gadis Kamboja, yang jadi korban perbudakan jaman modern ini.

DIa diculik dan dipaksa menjadi pekerja seks.

Aku tak ingat, dia diculik oleh siapa. Tetapi mungkin oleh para pemberontak, seperti yang biasanya terjadi.

Disini hal aneh, disampaikan, bahwa ada kepercayaan di kalangan kaum lelaki di negaranya, bahwa mereka akan selamat hidupnya jika berhubungan badan dengan perawan. Oleh sebab itu, harga para gadis perawan ini sangat mahal. Dan mereka diculik untuk mempermudah para pengusaha rumah bordil itu.

Kekejaman demi kekejaman terjadi disana. Jika para gadis melawan, mereka akan disetrum. Ada yang bajunya disiram dengan air, lalu tubuhnya dililit kawat listrik. Lalu mereka akan disetrum dua kali sehari. Sampai mereka menurut.

Para gadis tak diijinkan meminta kondom sebagai pengaman. Sehingga mereka rentan terhadap AIDS, penyakit menular serta kehamilan.

Long PRoss bercerita, dia pernah hamil dua kali. Di saat kehamilan kedua, para penjaga menunggu sampai hamilnya masuk bulan keempat. Lalu mereka mengaborsinya. Saat itu, dia merasa sangat kesakitan,d an minta istirahat sebentar, sebelum akhirnya harus bekerja menjadi prostitut lagi. Dia memohon begitu sangat, namun yang didapatkannya adalah tusukan besi pada mata sebelah kanannya.

Luka di mata Long Pross kemudian semakin parah, bernanah dan berdarah. Para penjaganya menganggap dia sudah rusak dan membuangnya di jalan.

Long Pross, ditemukan dan kemudian ditolong oleh yayasan yang peduli dengan para wanita korban perkosaan dan perbudakan seks.

Ngeri sekali bukan?

Tempat dia diperbudak itu, sekarang sudah dihancurkan. Hanya tampak sel-sel tempat para gadis disiksa jika melawan.

Tetapi praktek perbudakan modern ini belum berhenti sampai sekarang. Ada negara lain yang diceritakan, bahwa agar para gadis tidak lari dari tempatnya dipaksa bekerja sebagai Pekerja Asusila, mereka sengaja diberi amphetamin, agar kecanduan.

Jadi, walau ada yayasan penolong yang berhasil membeli dan memerdekakan gadis itu, maka dia akan kembali lagi karena butuh amphetamin untuk mengobati kecanduannya.


KDRT, Perbudakan terhadap wanita,
berita seperti ini sangat menguras batin saya.
Sedih sekali rasanya. Walau hanya melihat dari jauh, seperti bisa merasakan derita batin dan tubuh yang mereka alami. Belum lagi traumanya.

Kemudian Oprah, menunjukkan cara untuk menolong mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Yang pada intinya ada dua hal :
1. menyebarluaskan video presentasi berjudul GIRL EFFECT, dimana saja, bisa di fb, twitter, blog dll. agar banyak orang semakin tergugah, bahwa perempuan itu berharga. wajib dihormati. dan pandangan bahwa anak perempuan atau istri tidak berguna, yang mungkin masih terjadi di belahan negara lain, akan berubah sedikti demi sedikit.
caranya melalui pemberdayaan para perempuan ini, dengan memberikan kredit mikro agar mereka bisa memulai suatu usaha lokal, yang akhirnya nanti menghidupkan ekonomi lokal di daerahnya

2. melalui beberapa cara yang disebutkan dalam link diatas.




Hari ini sebenarnya, sangat happy ending buat saya.
Karena setelah sekian lama bermimpi dan menganggap diri tidak akan bisa belajar merajut kecuali harus ikut kursus dulu, hari ini, saya alhamdulillah, bisa membuat rantai tunggal, ganda dsb, belajar sendiri dari buku Merajut untuk Pemula.
Yang sebelumnya, kemarin malam, sesaat sebelum pulang ke rumah saya sendiri, dan ketika saya masih di rumah ibu, saya memaksa ibu untuk praktek merajut sebuah lingkaran kecil di depan saya. Dan hari ini, tutorial live dari ibu saya itu berhasil saya tiru.

Saya happy.
Namun teringat tentang Long Pross dan Oprah ini.

Dan semoga dari tulisan ini, saya bisa berbuat sesuatu untuk kaum saya.

Doaku dalam hati, semoga kita sekeluarga, sebangsa, sedunia ini semakin dilindungi oleh Alloh SWT dari kejahatan makhluk-NYA, yang tampak maupun tidak tampak. AMin.

LETS PRAY FOR WOMAN AND US