Podcast Bu Heni

Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Mindset Berubah Lebih Bermakna Setelah Membaca Buku Astra: on Becoming Pride of The Nation

Tidak ada komentar
Books don't change people: Paragraphs Do , Sometimes Even Sentences

Sebuah buku tidak akan bisa mengubah seseorang. Tetapi beberapa paragraf bahkan kalimat di dalamnya bisa mengubah seseorang. Makna quote di atas tepat sekali untuk menggambarkan isi buku Astra: on becoming Pride of The Nation.

Buku ini berisi tentang perjalanan perusahaan ASTRA International yang semua berawal dari usaha kecil, kemudian bisa berkembang pesat menjadi perusahaan multinasional. Gambaran perjalanan yang diberikan adalah bahwa semua itu bukan proses instan. Satu per satu tahapan harus dilakukan oleh pendiri dan semua karyawan yang biasa disebut insan ASTRA, sampai bisa menjadi sukses seperti sekarang.

buku ASTRA: on Becoming Pride of The Nation
buku ASTRA: on Becoming Pride of The Nation


Untuk generasi langgas, generasi millenial yang hidup dalam kondisi teknologi canggih dan terbiasa bergerak cepat sangat perlu membaca buku ini. Banyak studi kasus dan kisah sukses ASTRA yang diangkat di buku ini, bisa jadi landasan berpikir tentang bagaimana bersikap atau mengambil keputusan jika mengalami keadaan yang serupa.

Apalagi kisah manajemen ASTRA yang telah dibukukan ini, mengangkat begitu dalam filosofi CATUR DHARMA sebagai ideologi perusahaan. Jika semula mindset orang memandang bisnis dan perusahaan besar hanya dan hanya berorientasi pada peningkatan omset dan profit. Dengan membaca buku ini, mindset itu akan berubah.

Dalam filosofi CATUR DHARMA, pada dasarnya adalah semua tindak tanduk manusia harus kembali untuk kebaikan manusia lainnya, bahkan dalam bentuk bekerja di sebuah perusahaan. Tidak sekedar mengejar keuntungan material, ASTRA menanamkan kepada semua insannya bahwa perusahaan harus bisa memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa.

"Kebesaran Astra bukan pada jumlah profit atau inovasi teknologi baru yang dihasilkan, 
tetapi ketika bisnis baru dan lapangan kerja terus tercipta"


Menjadi sukses bukan untuk dirinya sendiri, hal menakjubkan ini dibangun dan dimulai oleh si Om, panggilan akrab dari bapak William Soeryadjaya, pendiri ASTRA. Kisah hidupnya yang sulit di masa muda, karena menjadi yatim sejak usia 12 tahun, malah bisa menempa ketangguhan dan intuisi bisnis dari pak William.

Terus bisa berpikir dan tekun bekerja di masa sulit, hal inilah yang bisa mengubah mindset generasi muda, bahwa untuk menjadi sukses harus dimulai dengan berbagai fasilitas yang lengkap. Pak William salah satu contoh nyata yang harus diteladani.

Meskipun dalam perjalanan hidup dan bisnisnya, pak William kerap jatuh bangun, bahkan sampai pernah masuk penjara karena difitnah, dia tidak pernah menyerah. Tanpa takut, dia terus membangun bisnisnya. Seperti halnya kisah ASTRA yang dimulai dari perusahaan kecil.

Bersama Kian Tie, adiknya dan seorang sahabat baiknya Liem Peng Hong, pak William membeli sebuah perusahaan kecil yang beralamat di Jalan Sabang No.36, Jakarta. Perusahaan ini diberi nama Astra, yang diambil dari nama Dewi Astrea, dari mitologi Yunani, yang artinya terbang ke langit menjadi bintang.

Awal bisnisnya Astra mengalami kegagalan sampai jutaan dollar Amerika. Namun pak William terus menerus bangkit, bekerjasama dengan Pemerintah dan berbagai pihak untuk mengembangkan bisnisnya. Beralih dari perusahaan manufaktur menjadi perusahaan otomotif karena terbukanya peluang yang ada saat itu.

REDIRECT itu tidak masalah. 

Jika kenyataan yang terjadi tak sesuai dengan tujuan awal kita, tak perlu putus asa. Tak perlu merasa gagal atau bodoh. Lakukan saja seperti yang pak William pilih, yaitu mengubah lini bisnisnya, menyambut peluang yang ada dan bersungguh-sungguh mengembangkan bisnis baru itu. Redirect, mengaatur ulang arah hidup baru dan ditekuni dengan sebaik mungkin.

Pernah suatu kali pak William nekad masuk ke industri baru tanpa penguasaan kompetisi. Hal ini membuat banyak orang sampai geleng-geleng kepala. Namun, otaknya lalu berpikir keras, siapa yang harus didekatinya untuk membantu merealisasikan mimpinya?

"terus berpikir keras dan mencari mitra kerja yang lebih hebat"

Ini adalah mindset yang sangat menarik. Jika ingin merencanakan sesuatu yang besar, jangan patah arang karena merasa tidak yakin atau tidak cukup pintar. Boleh saja mengerjakan sesuatu yang tampak di luar jangkauan namun peluang besar. Untuk mewujudkannya, kita bisa mencari mitra kerja atau pembimbing yang bisa menunjukkan arah mana yang harus dituju agar rencana kita berhasil. 


Ketekunan pun tak selalu langsung berbuah sukses. Ada kalanya terjadi kegagalan dan penolakan dari mitra kerja yang dibidik. Hal ini membuat pak William kembali masuk ke dalam situasi kritis. Untuk mengatasinya, dia berdoa dengan sungguh-sungguh agar diberikan jalan keluar.

"Terkadang kita menganggap kemampuan diri terlalu hebat dan melupakan khasiat DO'A"

Saya terperangah beberapa kali ketika membaca lembar demi lembar buku ini. Sama sekali tidak menyangka bahwa perusahaan sebesar ASTRA dibangun setapak demi setapak. Yang ada di kepala saya, pebisnis biasanya hanya fokus untuk mengembangkan usaha, karena profit. Ini karena informasi dari media yang pernah saya baca.

Sedangkan ASTRA, tidak hanya itu. Perusahaan ini sangat berkomitmen menjadi bagian dari kemajuan bangsa Indonesia dengan berbagai program. Salah satunya adalah program pengentasan kemiskinan melalui pendidikan, yang ditulis pada halaman 423 di buku ini. 

Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslin (YPA-MDR) mempunyai visi membantu sekolah tingkat dasar dan menengah di daerah pra-sejahtera. Programnya dalam bentuk pengembangan SDM, kurikulum dan manajemen sekolah yang profesional. Tujuannya adalah agar para siswa mampu meningkatkan kualitas hidup, serta memiliki karakter yang didasarkan pada nilai luhur bangsa Indonesia. Hingga tahun 2015, YPA-MDR telah membina 50 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Sungguh menakjubkan kiprah ASTRA untuk kemajuan bangsa ini. Untuk kita yang belum mempunyai perusahaan sebesar ini, terus menanamkan mindset bahwa setiap tindak tanduk kita adalah juga untuk bangsa, adalah hal yang sangat bagus. 

Dalam buku ini, tujuan ASTRA 2020 "Pride of The Nation" merupakan wujud ASTRA membantu pemerintah dalam membangun negara, agar maju dan bisa sejajar dengan negara maju dan besar lainnya. Kita pun perlu juga menanamkan semangat menuju kebanggan bangsa: on Becoming Pride of The Nation, dalam segala tindak tanduk.

Buku setebal 518 halaman ini yang ditulis oleh Yakub Liman, yaitu orang yang pernah memimpin Astra Management Development Institute (AMDI) pada tahun 2000-2008. Untuk menulis buku ini, dilakukan riset dan wawancara mendalam selama lebih dari setahun. Hasilnya adalah buku yang berisi pokok bahasan praktik manajemn dan kepimpinan insan Astra, dan diharapkan menjadikan sumber ilmu dan inspirasi bagi generasi muda bangsa. 

Sungguh beruntung ada buku ASTRA: on Becoming Pride of The Nation yang memberikan saya semangat lebih tinggi lagi untuk bersungguh-sungguh berbuat sesuatu. Tidak ada kata terlambat untuk berbuat hal baru. Sama halnya seperti pak William yang masih bersemangat membangun bisnis baru di usia 70 tahun (hal.2). Buku ini rekomended banget untuk dibaca siapa saja, apalagi menjadi harta benda dalam keluarga. 

Selamat ulang tahun ke 60 ASTRA, semakin sukses, berjaya dan semakin bermanfaat untuk bangsa.

Semoga menginspirasi,


Heni Prasetyorini 

Jurus Kuliah ke Luar Negeri #JKLN

Tidak ada komentar
Lanjut dari cerita Teror TOEFL , saya akan memberikan review dari buku JKLN yang menjadi inspirasi anak-anak saya untuk menambah waktunya belajar bahasa asing.

Jadi buku Jurus Kuliah ke Luar Negeri (JKLN) ini adalah buku panduan super lengkap untuk bisa kuliah ke luar negeri baik di strata S1, S2, S3. Dan dengan cara beasiswa ataupun tanpa beasiswa. Tidak seperti buku panduan kuliah ke luar negeri pada umumnya, buku ini dibuat dengan sangat detil karena ditulis oleh mereka yang sudah berhasil mendapatkan beasiswa dan belajar kuliah di Luar Negeri.

Buku cetak setebal 302 halaman ini disertai dengan ebook berisi ribuan halaman penjelasan lengkap untuk poin penting yang tidak tertulis di buku cetak. Bayangkan jika semuanya dicetak, bakalan segede bantal nih buku. Itulah sebabnya, agar tetap detil namun masih efektif untuk dibaca dan dicerna maka disertailah ebook dalam DVD.

Isi ebooknya antara lain: Panduan persiapan yang dibutuhkan untuk kuliah keluar negeri. Review kuliah di berbagai benua seperti di Amerika, Eropa, bahkan Timur Tengah. Bagaimana bisa "Berjaya Tanpa Beasiwa" yang berisi panduan untuk kamu yang bisa kuliah di luar negeri dengan biaya sendiri atau ortu.                                                                                                    Bagaimana rasa nasionalisme pelajar Indonesia di luar negeri, bagaimana mengatasi homesick alias kangen rumah, kangen masakan ibu, kangen sama teman sekampung dan bagaimana mengatur kehidupan sehari-hari agar bisa berhasil kuliah di negeri orang tanpa malu-maluin negara kita sendiri.                                                                                                                             Anak sulung saya waktu membaca review negara-negara saja, sudah tertarik untuk kuliah ke luar negeri. Padahal sebelumnya jika saya sekedar cerita walau sambil berlebihan ceritanya, dia tidak tertarik. "Males ah, enak di rumah aja kuliahnya. Nggak mikirin kos, masak sendiri, nyuci sendiri." Begitu komentarnya dulu. 
Nah waktu anak saya sudah berkomentar, "ma, ternyata asik ya kuliah di Arab itu gratis, dapat makan, bisa naik haji." Hati saya sudah optimis, wah  nih buku bagus juga.

Selain berisi ebook, DVD yang menyertai buku ini, juga berisi Video testimoni dan cerita para pelajar yang berhasil kuliah di luar negeri.

Satu per satu menceritakan pengalaman dan kesan serta pesannya ketika belajar di luar negeri. Melihat ini makin optimis deh, karena ada satu kisah anak desa kecil yang ortunya bahkan tidak mampu membiayainya sekolah sampai SMA, tetapi bisa berhasil sampai kuliah ke luar negeri. Jadi di buku ini tidak hanya kisah inspiratif tetapi yang penting, ini kisah nyata. Bikin kita dan anak-anak makin percaya diri, akan mampu meraih cita-cita. 

Kenapa sih perlu kuliah ke luar negeri? apa hebatnya? cuma untuk keren-kerenan?
Nah itu pun diulas disini dengan gamblang, jelas dan realistis. Saya sudah membaca buku ini dan hampir membaca separuh ebook-nya. Dan itu cukup banyak menambah wawasan saya. Bahkan cara menulis Curriculum Vitae (CV) yang baik pun diberikan banyak contohnya disini, salah satunya saya contek untuk CV terbaru saya :)

Apakah ini cuma buku ringkasan browsingan dari Google aja? 
Kan panduan beginian banyak tuh di Google?
Dijamin tidak. Buku dan DVD ini ditulis oleh para pelakunya langsung dijamin original. Dan sudah diendorse oleh tookoh-tokoh terkenal. Salah satunya oleh, Merry Riana. keren kan...

Nah, saya dan anak-anak pun melanjutkan membaca buku ini bergantian sebagai buku pengantar tidur dan ebook kala menunggu antrian :)

Dengan membaca buku ini, mempraktekkan isinya dan belajar bersungguh-sungguh disertai doa, insya Alloh bakal berhasil. Seperti teman kita yang satu ini :

Jika teman-teman memerlukannya, bisa order ke saya ya. 
Bisa ke twitter: @HeniPR atau ke Line/WA= 087851781356
Share kisah-kisahnya setelah teman-teman dan keluarga baca buku ini yaa, 
Pasti senang membacanya :)






TEROR TOEFL dan Kuliah ke Luar Negeri

1 komentar
Ceritanya nih saya heboh banget mau ikutan tes TOEFL di kampus UNESA, sebagai syarat kelulusan dan wisuda S2 saya. Hebohnya itu campur sutris berat, karena cerita teman-teman yang katanya belum lulus walau sudah tes sepuluh kali. Sedangkan saya baru tes sekali, dengan skor 447.

Untuk syarat wisuda, minimal skor TOEFL harus 460.
Namanya ibu-ibu di rumah, harus belajar bahasa Inggris lagi, begitulah bunyinya. Buka software TOEFL bentar dah teriak-teriak aja mengulangi percakapan di latihan LISTENING. Lalu teriak lagi karena nggak ngeh dengan soal-soal grammar di latihan STRUCTURE. Cukup hening sejenak ketika belajar mengerjakan soal-soal READING. Kali ini nggak pake teriak :)

Berbagai doa, dzikir dan amalan menyenangkan hati ibu pun kulakukan agar bisa lolos tes TOEFL. Sehari sebelum tes, saya melipir ke rumah ibu dan memberinya sebatang coklat lalu minta didoakan. Jurus jitu lulus tes ala saya , hehehe.

Hari tes TOEFL kedua saya pun tiba. Tegangnya minta ampun. Saya kudu bolak-balik ke toilet sebelum pintu kelas tes dibuka. Peserta tes banyak bangeet, sekelas bisa 60 orang lebih. Dan hebohnyaa karena pada bete harus tes berkali-kali dan belum lulus dan bakalan mundur lagi wisudanya. Beberapa berteriak akan melakukan demo pada Direktur Pascasarjana Unesa, supaya dibolehin wisuda. Aduh bikin keki aja.

Lalu dimulailah tes TOEFL di kelas yang dingin banget (bagi saya, mungkin karena tegang). Saya berusaha konsentrasi seribu bahkan sejuta persen. Konseeen banget, apalagi pas Listening yang suaranya diperdengarkan dari speaker ruangan dan bukan menggunakan headset per orang seperti di Lab Bahasa. Satu demi satu lingkaran jawaban tes saya hitamkan. Tiap satu bulatan, saya baca Shalawat sambil berdoa sepenuh hati. Ini tips lulus tes saya yang ke#2, hehehe.

Dan alhamdulillah hasilnya adalah....


TOEFL ku LULUS

Skor TOEFL saya 487, artinya sudah melampaui batas minimal kelulusan skor 460. Saya berjingkrak-jingkrak kegirangan (dengan tega) di sebelah teman saya. Ups, lalu saya mengerem kegirangan itu, karena simpati dengan wajah lesu teman saya yang belum juga lulus tes toeflnya. Saya usahakan menyembunyikan senyum saya sekuat tenaga, walau rasanya pingin salto saja saat itu.

Jujur, beneran, suer. Baru kali ini saya ikutan tes TOEFL. Jadi baru dua kali dalam seumur hidupku ini, saya ikutan tes TOEFL.
Jaman S1 di ITB (1997-2001) tidak ada syarat skor TOEFL dan semacamnya. Hanya harus ikutan kelas bahasa Inggris saja sebentar di UPT Bahasa.

Pulang dari kampus pasca Unesa, saya merenung. Merenungnya dalem banget, sampai terik panas matahari pukul 2 siang itu tidak terasa. Sambil naik sepeda motor perlahan-lahan, saya bicara sendiri dalam hati, "gini ya susahnya tes TOEFL. Padahal tes ini jadi syarat masuk anak kuliahan S1. Gimana nanti anak-anakku ya? Ah, mereka kudu, wajib, untuk belajar bahasa Inggris lebih baik lagi demi masa depan mereka supaya tidak kena teror TOEFL seperti emaknya dan teman-teman emaknya." Amin.

Ketika berhenti di lampu merah, gumaman saya tak berhenti sampai disitu,
"biar pinter bahasa Inggris gimana caranya ya? siapa yang ngajari ya? apa kudu les? bimbel? "
"bimbel mana yang bagus? les mana? oh iya ada EF katanya bagus, tapi kan mahal bok, jutaan.."
dan seterusnya...begitulah namanya juga gumaman ibu-ibu :)

Sampai di rumah, sore harinya saya ungkapkan isi hati saya itu kepada anak-anak. Karena mereka semua anak laki-laki, saya panggillah "mas"

"mas, bahasa Inggris mama lulus loh, hebat to."
"Kalian harus lebih pinter bahasa Inggrisnya daripada mama, ya..!"

Jawab anak sulung, " aku udah pinter ma. Nih tiap hari aku lihat video youtube pake bahasa Inggris, ini namanya belajar."

Jawab adeknya,"aku juga tiap hari nonton Doraemon. Aku pinter bahasa Jepang!"

Mama : @$**&^%$@.... (melongo)


Karena masih kena efek teror TOEFL yang bombastis, saya pun lesehan sambil baca buku yang saya beli tempo hari, buku Jurus Kuliah ke Luar Negeri (#JKLN)

Konsep sederhananya kan, kalau bahasa Inggris anak-anakku bagus, mereka bakalan mudah kalau mau kuliah ke luar negeri.

Bakal gampang aja dapat beasiswa ke luar negeri.

Dan artinya itu juga menghemat pengeluaran (nah loh kan, ibu-ibu pikirannya duit belanja melulu sih!!!, hehehhe).

Setelah baca buku ini, wah asyik juga isinya ya. Ada tips persiapan kuliah ke luar negeri, ebook, video testimoni para pelajar. Saya buat review isinya di postingan berikutnya ya teman, biar khusus (pake makhraj 'kh').






TOBUJIL

1 komentar
TOBUJIL.
Aku pernah menuliskan kata ini di sebuah thread di blog TOBUCIL.
aku menyebutkan, ingin sekali membuka TOBUJIL. Karena terinspirasi oleh TOBUCIL.

Yah, apa itu TOBUJIL?

kalau TOBUCIL kan jelas, TOKO BUKU KECIL.

Kalau TOBUJIL artinya, TOKO BUKU dan JILBAB.

Buku dan Jilbab ??

Kenapa Buku sama Jilbab? kan kagak nyambung jek?
biasanya buku kan disandingkan sama stationery, tas atau craft.

yaah..
karena aku sudah start bisnis jilbab. Maka, sayang bangeet kalau dilepas tooh.
Apalagi menurutku, menyandingkan buku dan jilbab itu, bisa menjadi simbol bahwa emak-emak cantik itu harus suka baca buku :-D

Betul nggak?

Sebenarnya, buku adalah PASSION utamaku. Bahkan bisa dibilang cinta abadiku. Sejak kueciiilll aku sudah suka banget baca. Baca apaaa saja.

Nah, ketika awal ingin berbisnis pun sebenarnya ingin membuka toko buku online. Tetapi karena satu dan lain hal, tidak berani, tidak jadi.

Alhamdulillah, malah ketika sudah memulai bisnis jilbablah, kesempatan bertemu penulis, penerbit, malah datang. Dan memulai bisnis buku secara online jadi mudah. bahkan tanpa modal. Ah, inilah uniknya dunia. Dukungan semesta. Mestakung, nyontek pak Yohanes Surya.

Maka hari ini aku mencoba satu langkah pertama untuk mewujudkan tobujil ini.
Aku memajang 3 paket buku cergam anak, yang pasti dijamin akan bisa membantu pembentukan karakter anak yang baik.








INFO BISA SMS/WHATSAPP KE 087851781356
atau klik disini

Wishing List Books @ New Year 2012

Tidak ada komentar