Podcast Bu Heni

Tampilkan postingan dengan label ads. Tampilkan semua postingan

Cara Mudah Menjual Apartemen Secara Online

Tidak ada komentar

Ada begitu banyak apartemen dijual di luar sana. Namun sayangnya, tidak semua apartemen tersebut diminati oleh pembeli. Bahkan tak jarang, ada juga apartemen yang tak kunjung laku. Kurangnya minat pembeli terhadap apartemen ini bisa disebabkan karena harganya yang terlampau mahal. Selain itu, faktor lain yang bisa mempengaruhi misalnya kurangnya fasilitas, tingkat keamanan yang kurang baik, dan lain sebagainya.
Nah, jika Anda mengalami kesulitan menjual apartemen secara langsung, mengapa tak mencoba menerapkan strategi lain? Misalnya menjual apartemen secara online. Namun sebelum itu, perhatikan beberapa hal berikut ini:

1.     Memanfaatkan media sosial
Dengan adanya media sosial saat ini, kita dapat memasarkan barang apapun dengan  semakin mudah. Sayangnya, tidak banyak orang yang tahu tentang bagaimana cara memanfaatkan media sosialnya untuk mempromosikan barang dagangan. Tidak hanya sekadar melakukan promosi, tapi ada strategi pemasaran seperti memasang Facebook Ads, Instagram Ads, atau Promote Twitter.

2.     Memasarkan melalui forum
Tempat nongkrong orang-orang sekarang ini tidak hanya di café, tapi juga di forum online. Biasanya, orang-orang yang memiliki hobi yang sama akan berkumpul secara di forum-forum online tertentu, misalnya forum jual beli rumah atau forum apartemen . Jadi, Anda bisa dengan mudah menawarkan properti berupa apartemen Anda tersebut di forum-forum yang jual beli apartemen tersebut. Dengan begitu, kemungkinan apartemen Anda laku pu lebih besar pula.

3.     Beriklan di Google
Anda juga dapat menggunakan layanan iklan dari Google bernama Google Adwords. Dengan menggunakan Google Adwords, iklan Anda akan sering muncul di halaman pertama Google. Semakin besar dana yang Anda alokasikan untuk iklan ini, semakin banyak pula orang yang akan melihat iklan tersebut. Dengan begitu, kemungkinan terjualnya apartemen dijual yang Anda tawarkan pun semakin besar.

4.     Pemasaran melalui agen
Jika Anda tidak bisa memanfaatkan media sosial, forum online, serta beriklan secara digital seperti menggunakan Google Adword, Anda bisa serahkan urusan pemasaran apartemen Anda kepada agen property yang sudah handal. Mereka umumnya sudah menguasai strategi marketing online dengan memanfaatkan semua source yang ada sekarang.
Sayang sekali jika Anda tidak memanfaatkan semua yang sudah ada di era digital saat ini. Orang sudah terbuka dengan dunia online. Jadi, semakin mudah untuk menemukan calon konsumen Anda secara online.
Agar pemasaran semakin efektif dan apartemen Anda terjual dengan mudah, hubungi saja agen profesional agar apartemen dijual atau dipasarkan secara efektif. Semoga bermanfaat!




Saat Ibu Rumah Tangga Ngayal Jadi Juragan Minimarket

6 komentar

Kalau dibilang ibu rumah tangga suka banget baper, itu bener sekali. Terutama di bagian ujung dan akhir dari kolom mingguan kalender. Awal bulan dan akhir bulan, *sigh. Saat awal bulan, harusnya kita gembira ria ya, dana segar udah cair. Tapi, jujur saya sering banget baper pas giliran belanja kebutuhan bulanan untuk sembako dan aneka ria jenis sabun. Tiap maju di meja kasir, sering saya mbatin gini,
"dari dulu kok giliran aku aja yang beli dan bayar, kapan giliranku yang jual?"
 Yang artinya, kapan yaa bisa punya minimarket kayak Alfamart gini. Udah adem, bersih, rapi plus selalu disambut dengan kalimat "selamat datang...." lalu dilepas dengan kalimat, "selamat datang kembali...". So sweet kan? :D

koleksi Alfamart.com
Ya ampun Heni, bangun atuh.
Mimpi kok segede langit pengen punya bisnis franchise alfamart. Eh lah, siapa tahu diijabah oleh Sang Penguasa Alam Semesta? iya toh? Apalagi katanya, bermimpi harus sampai setinggi langit. Biar kalau jatuh, masih berada diantara bintang-bintang. Yang artinya, nggak ada salahnya ibu rumah tangga bermimpi jadi juragan minimarket paling hits di Indonesia ini. Siapa tahu ada teman baik hati, mampir lalu ngasih modal, ya kan?
amin
*lalu berdo'a di pojokan kamar :)

FYI ya Gaess..
For Your Information.
Cakep-cakep gini, saya udah pengalaman dagang loh. Biar kata kemarin berkutat sama tabung reaksi dan erlenmeyer. Ketika fix jadi IRT, jiwa dagang saya mulai dipaksa muncul, hehehe.

Enggak kok, serius.
Memang saya keturunan pedagang. Nenek dari ibu saya, gemar berdagang dan kreatif sekali. Kesukaan nenek, yang kami panggil, Mbah Pa, adalah berjualan makanan alias bisnis kuliner. Mbah Pa pernah jualan rujak ulek, buka warung, jualan kue dan es di depan asrama polisi tempat mbah dan ibu saya tinggal.

Ibu saya selain jadi penjahit, juga suka bisnis kuliner. Malah yang paling lama itu bisnis jualan Jamu seduh. Aneka jenis dan merk jamu seduh saya tahu. Cara mengadon jamu juga saya cukup piawai. Bahkan saya dan adik cewek saya, kalau iseng bikin jamu sariawan atau jamu Gadis Remaja. Dibikin sendiri, dikasih madu, diminum sendiri. Iseng-iseng berhadiah kesehatan, hihihi.

Ndilalah alias kebetulan juga, ibu mertua saya penjahit pula. Hadeeh jodoh banget ya, saya dan suami. Sampai profesi ibu kami pun sama.

Nah, sejak saya bertransformasi jadi Ibu Rumah Tangga, saya pun mulai berdagang. Diawali dengan jualan daster milik kakak ipar. Lalu merambah produksi jilbab sendiri dan menjualnya secara online. Sempat ikutan MLM jualan produk madu, tapi gagal total. Lalu membuat aksesoris dari kawat, belajar otodidak sampai ada orang Malaysia yang ingin memesan. Dan dari produk kreatif ini, saya bisa diliput oleh Metro TV Jatim di segmen wideshot Inspirasi Bisnis Kreatif tahun 2013.

Yang intinya adalah, sekali kita berdagang maka virus dagang itu akan melekat erat sampai ke sel DNA. eaaaa...biologis banget siihh Hen.

Beneran, suer. Walaupun sekarang saya milihnya ke jalur digitalpreneur, tetep aja jika ada peluang bisnis maka radar saya akan menyala. Buktinya ya dari kegelisahan saya ketika belanja bahan bulanan di minimarket itu tadi. Gelisah untuk memilih jadi penjual daripada sekedar pembeli. Mimpi setinggi langitnya ya jadi  pemilik bisnis franchise alfamart. Apalagi setelah mengalami pengalaman dagang, serta berkumpul dengan para ahli di bidangnya.

Saya berkesimpulan bahwa berdagang itu tak sekedar nyari duit, nyari untung. Tetapi bisa diniatkan memberikan kemudahan kepada user atau konsumen kita. 

Salah satunya ya seperti minimarket itu tadi. Dengan lebih lengkapnya barang yang tersedia, dengan harga terjangkau, maka konsumen mudah mengakses toko dan memenuhi kebutuhannya. Tidak perlu parkir di tempat yang jauh meliuk-liuk. Cukup jalan kaki beberapa meter atau naik sepeda motor sekitar lima menit, sudah sampai di minimarket.

Kebayang juga saya jadi juragan minimarket, bakal punya banyak teman baru. Karena saya paling seneng nemenin di bagian kasir, lalu ngajak ngobrol orang. Asik gitu, lihat aneka karakter orang dan cara mereka menjawab pertanyaan kita. Terkadang bisa belajar tentang kehidupan tanpa sadar. Yang pasti, di minimarket saya nanti ada spot untuk jualan buku unik dan menarik. Ditambah sesi dongeng tiap Minggu pagi di pelataran minimarket. Aiihh, bakal banyak anak kecil-kecil lucu, imut, ginuk-ginuk.

Amin, Ya Rabb...
Tolong Like, Share dan tulis Amin.
Hihihi...

So, khayalanmu apa?







Raising Boys Itu Tak Semudah Beli Sepatu Online

2 komentar
Raising boys alias mengasuh anak laki-laki itu bisa dibilang asik-asik ajaib.

Kalau dibandingkan dengan membeli sepatu, bisa dibilang lebih mudah. Apalagi kalau belanja sepatunya di toko online. Yang recommended tuh belinya di situs online-nya MatahariMall.com.  Di sini kita bisa tahu jenis dan merk serta harga sepatu anak lelaki branded. Kenapa butuh yang branded? Lah, bukannya kenapa sih, karena anakku nih setali tiga uang sama bapaknya. Males banget diajak ke mall apalagi ke toko baju dan sepatu. Paling alergi katanya. Beda banget sama emaknya ya, hihihi. Karena jarang banget update sepatu, maka kudu milih yang awet. Nah, sepatu branded itu biasanya lebih awet dan enak dipakai. Saya udah nggak pengen lagi denger alasan anak menolak diajak ke mall buat nyari sepatu.

 “ngapain sih beli sepatu baru lagi ma? Ini juga cukup”, 

itu aja alasan mereka kalau diajak pergi. Padahal tuh sepatu lama udah butut bin baunya ajiibb. 
koleksi MatahariMall.Com

Setelah saya tunjukkan gambar sepatu dari situs belanja online tadi, barulah mereka semangat dan ikutan buka katalog sepatu onlinenya. Biar rempong urusan milih sepatu atau baju, untungnya nih barisan lelaki di rumah saya bukan tipe metroseksual. Pada males dandan. Jadi nggak perlu beli aneka jenis printilan atau kudu up to date sesuai yang lagi trendy. Makin klasik dan awet, mereka lebih suka. Syukurlah, emaknya nggak ada saingan. Mau beli apa-apa juga bisa save money duluan, karena buat beliin anak sepatu, bisa tahu harga sepatu anak lelaki branded dari MatahariMall.com.

Nah, itulah sisi asik punya anak laki semua. Tapi ada juga sisi ajaib yang kadang bikin kita ngelus dada.  Ajaib karena semakin lama, saya sering mendapatkan perilaku yang sangat jauh dari sifat dan kepribadian saya sebagai ibunya, satu-satunya perempuan di rumah.  Misalnya nih, mereka mendadak diam saja santai setelah mengalami hal tidak menyenangkan. Bapernya Cuma sesaat aja gitu loh. Ketika saya sebagai emaknya masih penuh dendam membara, nih anak udah santai main game.

Ada lagi. Kedua anak lelaki ini hampir sama dengan suami saya, bapak mereka. Yaitu susah sekali melakukan multitasking. Alias ngerjakan beberapa hal sekaligus. Misalnya, mereka tidak bisa melakukan hal sekaligus memasak, sambil mencuci piring lalu menyapu rumah dan memasukkan baju kotor ke mesin cuci. Walaupun di awal sudah dilakukan rencana kerja dan kesepakatan, tetap saja ada yang terlewat dan kelupaan. Ini bikin gemes banget. Rasanya mereka nggak bisa efektif gitu loh.

Ternyata eh ternyata, memang begitulah karakter dasar manusia bergender laki-laki. Susunan otaknya memang sedikit berbeda dengan perempuan. Ada bagian otak laki-laki yang cara kerjanya ON-OFF. Jadi ketika melakukan satu pekerjaan, akan ON untuk satu hal dan OFF untuk hal lainnya. Jadi itu sebabnya, ketika mereka mencuci, mereka tidak akan memikirkan sama sekali tentang menyapu dan memasak. Mereka hanya bisa menyelesaikan atau mengingat hal satu demi satu secara bergantian. Mengetahui kalau ini bawaan secara biologis dari Tuhan, saya harus menerimanya dengan lapang dada 

Satu lagi yang kompak menjengkelkan. Nih anak dan bapaknya sama aja. Selalu bertanya dimana benda ini itu. Lupa ditaruh dimana. Meletakkan sembarangan. Entah itu penting atau tidak. “ma, sabukku dimana? Kaos dalamku dimana? Kasoku yang hitam dulu itu dimana? Kertas yang ada tulisan nomer teleponnya itu dimana?

Hadeehh pengen kabuur aja kalau udah ini terjadi. Paling males disuruh nyari barang walau di rumah sendiri. Udah mah kita ngomel beribu kali, juga berulang lagi lagi dan lagi, mereka meletakkan barang sembarangan. Tuhan, ini kutukan atau apa yaa namanyaaa?? Ibuuukk tolooong.

Kalau dari segi ini, nih otak perempuan lebih unggul. Kita bisa merekam letak secara spasial dengan lebih lama. Lebih ingat diletakkan dimana. Dan memang, saya juga mudah sekali. Anak dan bapak muter setengah jam mencari barang. Ketika bertanya pada saya, biasanya maksimal 10 menit sudah ketemu tuh barang. Atau malah Cuma 5 menit.

Itu adalah sesi-sesi ajaib mengasuh anak lelaki. Yang asik juga ada.
Keasikan ini terjadi karena saya satu-satunya perempuan di rumah. Ratu rumah. Satu-satunya putri, walaupun lebih tepatnya disebut Putri yang Teraniaya, LOL.

Apakah itu?
Ya urusan kecantikan dan berdandan. Fix, saya aman tanpa ada satupun yang protes ketika saya beli baju baru, sepatu baru, lipstik baru atau jilbab baru. Mereka tidak akan minta dibelikan juga.

So, yang punya anak laki-laki, Merasakan hal yang sama juga mak? :D

Suami Nggak Baper Lagi Kalau Ditugaskan ke Jakarta, Ada Objek Wisata Menarik di Kawasan Morrisey Hotel Residences Jakarta

Tidak ada komentar
Enak gak enaknya jadi ibu rumah tangga udah kenyang saya rasakan. 

Enaknya kalau kita pengen berkarya dan "kerja" nggak usah nembus kemacetan, cukup di rumah saja atau beredar di sekitar rumah. Nggak enaknya itu kalau ditinggal suami tugas luar kota, lalu dia pamer kamar hotel, fasilitas hotel bahkan objek wisata dari kota yang disinggahinya. Dan itu makin menyakitkan lagi, karena cuma dikirimin foto via messenger. Saya nggak diajaaakkk.... *nangis bombay. 

Sejak pindah ke departemen baru, suami saya jadi sering luar kota. Biasanya dia paling sebel kalau ditugaskan ke ibukota, ke Jakarta. Karena macet, nggak enak, jauh dari objek wisata untuk melepas lelah dan apalah apalah lainnya. 

Ya, namanya juga Jakarta gitu loh. 
Jakarta kan kota metropolitan. Yang juga termasuk salah satu kota tersibuk di Indonesia, dari pagi hingga tengah malam pun aktifitas di kota ini tak pernah berhenti. Dikarenakan banyaknya pusat-pusat bisnis dan perbelanjaan di kota ini, maka banyak para pebisnis yang datang untuk urusan bisnis, atau berbelanja di kota ini. Memang tak semua yang datang ke Jakarta adalah pebisnis, banyak juga dari mereka yang merupakan wisatawan yang ingin berkeliling Jakarta.

Dengan banyaknya wisatawan dan pendatang tersebut tentu kebutuhan akan penginapan pun semakin banyak. Oleh karena itu banyak sekali hotel-hotel yang berdiri di Kota Jakarta. Hotel-hotel di Jakarta kebanyakan memang hotel berbintang mewah. Tapi kalau lagi butuh sih, ada juga beberapa hotel ekonomis yang ada di kota ini. Mesen kamar hotel juga sekarang nggak pake repot. Bisa melalui situs travel online yang iklannya udah banyak beredar di media. Nah, salah satu hotel berbintang di Jakarta yang sudah bisa kita pesan langsung melalui situs travel online seperti traveloka adalah Morrissey Hotel Residences Jakarta.

Sumber Gambar : traveloka.com

Morrissey Hotel Residences Jakarta terletak di area Menteng tepatnya di Jalan Wahid Hasyim. Hotel ini letaknya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau. Hotel yang berkonsep modern dengan furniture kayu, dan unik. Pastinya hotel berbintang 4 ini cocok jadi tempat transit saat kerja atau kalau keluarganya ikut sekalian buat piknik. Hiks, ngarep banget aku deh. *Maass...ajak aku ke Jakarta yaaa...:D

Ketika memasuki hotel Morrissey, kesan tenang dan nyaman akan kita dapatkan pada saat memasuki lobi hingga ke dalam kamar. Hotel yang menyediakan 5 tipe kamar ini tentunya memiliki berbagai macam fasilitas pendukung yang cukup lengkap. Mulai dari free Wi-Fi, gym, kolam renang, restoran, hingga layanan shuttle ada di hotel ini.

Kolam renang di hotel ini pun cukup menarik, kolam renang indoor yang juga berkonsep modern ini terlihat sangat bersih dan nyaman sehingga cocok untuk bersantai. Dan restoran hotel ini pun tidak kalah menarik, restoran khas Italia yang bernama Ocha & Bella ini dibagi menjadi dua tempat yaitu indoor dan outdoor.

Di area indoor kita dapat melihat proses pembuat makanan di dapur yang memang di desain secara terbuka, dan pada area outdoor anda dapat menikmati pemandangan kota dan bersantai di kursi goyang, ayunan, atau sofa dalam birdcage.

Untuk para tamu yang datang dari luar kota tentunya ingin berkeliling Jakarta dan mengunjungi beberapa tujuan wisata. Suami saya dan koleganya tak perlu khawatir, mengingat lokasi hotel ini yang sangat strategis, mereka tentu dapat mudah menemukan beberapa lokasi yang patut dikunjungi dan tak jauh dari hotel. Berikut beberapa lokasi yang bisa anda tuju.

Monumen Nasional (Monas)
Monumen Nasional atau yang biasa disingkat Monas ini merupakan monumen setinggi 132 meter yang dibangun dengan tujuan untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Monumen ini mulai dibangun pada tahun 1961, dan mulai dibuka pada tahun 1975. Di atas tugunya terdapat mahkota lidah api yang dilapis emas. Disini kita juga dapat mengunjungi museum yang berisi berbagai macam peninggalan pada zaman perang. Monas buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB.

Sumber Gambar : commons.wikimedia.org

Planetarium & Observatorium Jakarta
Planetarium Jakarta merupakan tempat wisata pendidikan yang menunjukan peragaan simulasi bintang dan benda benda langit lainnya. Anda akan disuguhkan simulasi langit untuk memahami konsep tentang alam semesta. Tempat wisata ini mulai berdiri pada tahun 1964.

Di tempat ini juga terdapat ruang pameran yang berisi berbagai macam benda-benda angkasa, foto dari berbagai bentuk galaksi, dan teori-teori terbentuknya galaksi dan tokoh yang menemukan teori tersebut. Disini anda juga dapat melihat benda-benda langit secara langsung melalui teropong khusus, anda dapat melihat fenomena, dan kejadian alam lainnya seperti gerhana, komet, dan lain lain.

Sumber Gambar : commons.wikimedia.org

Plaza Indonesia
Plaza Indonesia merupakan pusat perbelanjaan yang berada di Bundara HI, tepatnya Jalan M.H. Thamrin dan Kebon Kacang Raya. Di Plaza Indonesia kita dapat menemukan berbagai macam tenant-tenant ternama, restoran, playground, dan masih banyak lagi.

Di sebelah gedung kita dapat menemukan Entertainment X’nter yang merupakan pusat perbelanjaan yang ditujukan untuk para remaja, uniknya ke dua gedung tersebut tersambung secara langsung dengan sebuah jembatan.

Masih banyak tempat menarik yang wajib anda kunjungi saat berada di Jakarta, salah satunya adalah Dunia Fantasi atau Dufan, lokasinya memang tidak terlalu dekat dengan Morrissey Hotel namun tempat wisata ini wajib kita kunjungi saat berada di Jakarta. Dufan memiliki berbagai macam wahana anak hingga wahana yang menantang, sehingga tempat wisata ini sangat cocok untuk wisata bersama keluarga ataupun bersama teman. Jika tidak ingin untuk bermain, mungkin kita bisa mengunjungi beberapa pantai di area Ancol.

Tuh kan, walau bertugas di Jakarta, asal bisa milih lokasi Hotel yang tepat, bisa deh sekalian piknik. Apalagi kalau bisa ngajak istrinya juga, #eh.

Semoga bermanfaat informasinya ya :)
Salam,

Heni Prasetyorini

Jurus Kuliah ke Luar Negeri #JKLN

Tidak ada komentar
Lanjut dari cerita Teror TOEFL , saya akan memberikan review dari buku JKLN yang menjadi inspirasi anak-anak saya untuk menambah waktunya belajar bahasa asing.

Jadi buku Jurus Kuliah ke Luar Negeri (JKLN) ini adalah buku panduan super lengkap untuk bisa kuliah ke luar negeri baik di strata S1, S2, S3. Dan dengan cara beasiswa ataupun tanpa beasiswa. Tidak seperti buku panduan kuliah ke luar negeri pada umumnya, buku ini dibuat dengan sangat detil karena ditulis oleh mereka yang sudah berhasil mendapatkan beasiswa dan belajar kuliah di Luar Negeri.

Buku cetak setebal 302 halaman ini disertai dengan ebook berisi ribuan halaman penjelasan lengkap untuk poin penting yang tidak tertulis di buku cetak. Bayangkan jika semuanya dicetak, bakalan segede bantal nih buku. Itulah sebabnya, agar tetap detil namun masih efektif untuk dibaca dan dicerna maka disertailah ebook dalam DVD.

Isi ebooknya antara lain: Panduan persiapan yang dibutuhkan untuk kuliah keluar negeri. Review kuliah di berbagai benua seperti di Amerika, Eropa, bahkan Timur Tengah. Bagaimana bisa "Berjaya Tanpa Beasiwa" yang berisi panduan untuk kamu yang bisa kuliah di luar negeri dengan biaya sendiri atau ortu.                                                                                                    Bagaimana rasa nasionalisme pelajar Indonesia di luar negeri, bagaimana mengatasi homesick alias kangen rumah, kangen masakan ibu, kangen sama teman sekampung dan bagaimana mengatur kehidupan sehari-hari agar bisa berhasil kuliah di negeri orang tanpa malu-maluin negara kita sendiri.                                                                                                                             Anak sulung saya waktu membaca review negara-negara saja, sudah tertarik untuk kuliah ke luar negeri. Padahal sebelumnya jika saya sekedar cerita walau sambil berlebihan ceritanya, dia tidak tertarik. "Males ah, enak di rumah aja kuliahnya. Nggak mikirin kos, masak sendiri, nyuci sendiri." Begitu komentarnya dulu. 
Nah waktu anak saya sudah berkomentar, "ma, ternyata asik ya kuliah di Arab itu gratis, dapat makan, bisa naik haji." Hati saya sudah optimis, wah  nih buku bagus juga.

Selain berisi ebook, DVD yang menyertai buku ini, juga berisi Video testimoni dan cerita para pelajar yang berhasil kuliah di luar negeri.

Satu per satu menceritakan pengalaman dan kesan serta pesannya ketika belajar di luar negeri. Melihat ini makin optimis deh, karena ada satu kisah anak desa kecil yang ortunya bahkan tidak mampu membiayainya sekolah sampai SMA, tetapi bisa berhasil sampai kuliah ke luar negeri. Jadi di buku ini tidak hanya kisah inspiratif tetapi yang penting, ini kisah nyata. Bikin kita dan anak-anak makin percaya diri, akan mampu meraih cita-cita. 

Kenapa sih perlu kuliah ke luar negeri? apa hebatnya? cuma untuk keren-kerenan?
Nah itu pun diulas disini dengan gamblang, jelas dan realistis. Saya sudah membaca buku ini dan hampir membaca separuh ebook-nya. Dan itu cukup banyak menambah wawasan saya. Bahkan cara menulis Curriculum Vitae (CV) yang baik pun diberikan banyak contohnya disini, salah satunya saya contek untuk CV terbaru saya :)

Apakah ini cuma buku ringkasan browsingan dari Google aja? 
Kan panduan beginian banyak tuh di Google?
Dijamin tidak. Buku dan DVD ini ditulis oleh para pelakunya langsung dijamin original. Dan sudah diendorse oleh tookoh-tokoh terkenal. Salah satunya oleh, Merry Riana. keren kan...

Nah, saya dan anak-anak pun melanjutkan membaca buku ini bergantian sebagai buku pengantar tidur dan ebook kala menunggu antrian :)

Dengan membaca buku ini, mempraktekkan isinya dan belajar bersungguh-sungguh disertai doa, insya Alloh bakal berhasil. Seperti teman kita yang satu ini :

Jika teman-teman memerlukannya, bisa order ke saya ya. 
Bisa ke twitter: @HeniPR atau ke Line/WA= 087851781356
Share kisah-kisahnya setelah teman-teman dan keluarga baca buku ini yaa, 
Pasti senang membacanya :)






TEROR TOEFL dan Kuliah ke Luar Negeri

1 komentar
Ceritanya nih saya heboh banget mau ikutan tes TOEFL di kampus UNESA, sebagai syarat kelulusan dan wisuda S2 saya. Hebohnya itu campur sutris berat, karena cerita teman-teman yang katanya belum lulus walau sudah tes sepuluh kali. Sedangkan saya baru tes sekali, dengan skor 447.

Untuk syarat wisuda, minimal skor TOEFL harus 460.
Namanya ibu-ibu di rumah, harus belajar bahasa Inggris lagi, begitulah bunyinya. Buka software TOEFL bentar dah teriak-teriak aja mengulangi percakapan di latihan LISTENING. Lalu teriak lagi karena nggak ngeh dengan soal-soal grammar di latihan STRUCTURE. Cukup hening sejenak ketika belajar mengerjakan soal-soal READING. Kali ini nggak pake teriak :)

Berbagai doa, dzikir dan amalan menyenangkan hati ibu pun kulakukan agar bisa lolos tes TOEFL. Sehari sebelum tes, saya melipir ke rumah ibu dan memberinya sebatang coklat lalu minta didoakan. Jurus jitu lulus tes ala saya , hehehe.

Hari tes TOEFL kedua saya pun tiba. Tegangnya minta ampun. Saya kudu bolak-balik ke toilet sebelum pintu kelas tes dibuka. Peserta tes banyak bangeet, sekelas bisa 60 orang lebih. Dan hebohnyaa karena pada bete harus tes berkali-kali dan belum lulus dan bakalan mundur lagi wisudanya. Beberapa berteriak akan melakukan demo pada Direktur Pascasarjana Unesa, supaya dibolehin wisuda. Aduh bikin keki aja.

Lalu dimulailah tes TOEFL di kelas yang dingin banget (bagi saya, mungkin karena tegang). Saya berusaha konsentrasi seribu bahkan sejuta persen. Konseeen banget, apalagi pas Listening yang suaranya diperdengarkan dari speaker ruangan dan bukan menggunakan headset per orang seperti di Lab Bahasa. Satu demi satu lingkaran jawaban tes saya hitamkan. Tiap satu bulatan, saya baca Shalawat sambil berdoa sepenuh hati. Ini tips lulus tes saya yang ke#2, hehehe.

Dan alhamdulillah hasilnya adalah....


TOEFL ku LULUS

Skor TOEFL saya 487, artinya sudah melampaui batas minimal kelulusan skor 460. Saya berjingkrak-jingkrak kegirangan (dengan tega) di sebelah teman saya. Ups, lalu saya mengerem kegirangan itu, karena simpati dengan wajah lesu teman saya yang belum juga lulus tes toeflnya. Saya usahakan menyembunyikan senyum saya sekuat tenaga, walau rasanya pingin salto saja saat itu.

Jujur, beneran, suer. Baru kali ini saya ikutan tes TOEFL. Jadi baru dua kali dalam seumur hidupku ini, saya ikutan tes TOEFL.
Jaman S1 di ITB (1997-2001) tidak ada syarat skor TOEFL dan semacamnya. Hanya harus ikutan kelas bahasa Inggris saja sebentar di UPT Bahasa.

Pulang dari kampus pasca Unesa, saya merenung. Merenungnya dalem banget, sampai terik panas matahari pukul 2 siang itu tidak terasa. Sambil naik sepeda motor perlahan-lahan, saya bicara sendiri dalam hati, "gini ya susahnya tes TOEFL. Padahal tes ini jadi syarat masuk anak kuliahan S1. Gimana nanti anak-anakku ya? Ah, mereka kudu, wajib, untuk belajar bahasa Inggris lebih baik lagi demi masa depan mereka supaya tidak kena teror TOEFL seperti emaknya dan teman-teman emaknya." Amin.

Ketika berhenti di lampu merah, gumaman saya tak berhenti sampai disitu,
"biar pinter bahasa Inggris gimana caranya ya? siapa yang ngajari ya? apa kudu les? bimbel? "
"bimbel mana yang bagus? les mana? oh iya ada EF katanya bagus, tapi kan mahal bok, jutaan.."
dan seterusnya...begitulah namanya juga gumaman ibu-ibu :)

Sampai di rumah, sore harinya saya ungkapkan isi hati saya itu kepada anak-anak. Karena mereka semua anak laki-laki, saya panggillah "mas"

"mas, bahasa Inggris mama lulus loh, hebat to."
"Kalian harus lebih pinter bahasa Inggrisnya daripada mama, ya..!"

Jawab anak sulung, " aku udah pinter ma. Nih tiap hari aku lihat video youtube pake bahasa Inggris, ini namanya belajar."

Jawab adeknya,"aku juga tiap hari nonton Doraemon. Aku pinter bahasa Jepang!"

Mama : @$**&^%$@.... (melongo)


Karena masih kena efek teror TOEFL yang bombastis, saya pun lesehan sambil baca buku yang saya beli tempo hari, buku Jurus Kuliah ke Luar Negeri (#JKLN)

Konsep sederhananya kan, kalau bahasa Inggris anak-anakku bagus, mereka bakalan mudah kalau mau kuliah ke luar negeri.

Bakal gampang aja dapat beasiswa ke luar negeri.

Dan artinya itu juga menghemat pengeluaran (nah loh kan, ibu-ibu pikirannya duit belanja melulu sih!!!, hehehhe).

Setelah baca buku ini, wah asyik juga isinya ya. Ada tips persiapan kuliah ke luar negeri, ebook, video testimoni para pelajar. Saya buat review isinya di postingan berikutnya ya teman, biar khusus (pake makhraj 'kh').