Enak gak enaknya jadi ibu rumah tangga udah kenyang saya rasakan. Enaknya kalau kita pengen berkarya dan "kerja" nggak usah nembus kemacetan, cukup di rumah saja atau beredar di sekitar rumah. Nggak enaknya itu kalau ditinggal suami tugas luar kota, lalu dia pamer kamar hotel, fasilitas hotel bahkan objek wisata dari kota yang disinggahinya. Dan itu makin menyakitkan lagi, karena cuma dikirimin foto via messenger. Saya nggak diajaaakkk.... *nangis bombay.
Sejak pindah ke departemen baru, suami saya jadi sering luar kota. Biasanya dia paling sebel kalau ditugaskan ke ibukota, ke Jakarta. Karena macet, nggak enak, jauh dari objek wisata untuk melepas lelah dan apalah apalah lainnya.
Ya, namanya juga Jakarta gitu loh.
Jakarta kan kota metropolitan. Yang juga termasuk salah satu kota tersibuk di Indonesia, dari pagi hingga tengah malam
pun aktifitas di kota ini tak pernah berhenti. Dikarenakan banyaknya
pusat-pusat bisnis dan perbelanjaan di kota ini, maka banyak para pebisnis yang
datang untuk urusan bisnis, atau berbelanja di kota ini. Memang tak semua yang
datang ke Jakarta adalah pebisnis, banyak juga dari mereka yang merupakan
wisatawan yang ingin berkeliling Jakarta.
Dengan banyaknya wisatawan dan
pendatang tersebut tentu kebutuhan akan penginapan pun semakin banyak. Oleh
karena itu banyak sekali hotel-hotel yang berdiri di Kota Jakarta. Hotel-hotel
di Jakarta kebanyakan memang hotel berbintang mewah. Tapi kalau lagi butuh sih, ada juga beberapa
hotel ekonomis yang ada di kota ini. Mesen kamar hotel juga sekarang nggak pake repot. Bisa melalui situs travel online yang iklannya udah banyak beredar di media. Nah, salah satu hotel berbintang di Jakarta
yang sudah bisa kita pesan langsung melalui situs travel online seperti traveloka
adalah Morrissey Hotel Residences Jakarta.
Sumber Gambar : traveloka.com
Morrissey Hotel Residences Jakarta terletak di area Menteng tepatnya di Jalan Wahid
Hasyim. Hotel ini letaknya sangat strategis dan sangat mudah dijangkau. Hotel
yang berkonsep modern dengan furniture kayu, dan unik. Pastinya hotel berbintang
4 ini cocok jadi tempat transit saat kerja atau kalau keluarganya ikut sekalian buat piknik. Hiks, ngarep banget aku deh. *Maass...ajak aku ke Jakarta yaaa...:D
Ketika memasuki hotel Morrissey, kesan tenang dan nyaman akan kita dapatkan pada saat memasuki lobi hingga ke dalam kamar. Hotel yang menyediakan
5 tipe kamar ini tentunya memiliki berbagai macam fasilitas pendukung yang
cukup lengkap. Mulai dari free Wi-Fi, gym, kolam renang, restoran, hingga
layanan shuttle ada di hotel ini.
Kolam renang di hotel ini pun cukup
menarik, kolam renang indoor yang juga berkonsep modern ini terlihat sangat
bersih dan nyaman sehingga cocok untuk bersantai. Dan restoran hotel ini pun
tidak kalah menarik, restoran khas Italia yang bernama Ocha & Bella ini
dibagi menjadi dua tempat yaitu indoor dan outdoor.
Di area indoor kita dapat melihat
proses pembuat makanan di dapur yang memang di desain secara terbuka, dan pada
area outdoor anda dapat menikmati pemandangan kota dan bersantai di kursi
goyang, ayunan, atau sofa dalam birdcage.
Untuk para tamu yang datang dari luar
kota tentunya ingin berkeliling Jakarta dan mengunjungi beberapa tujuan wisata. Suami saya dan koleganya tak perlu khawatir, mengingat lokasi hotel ini yang sangat strategis, mereka tentu dapat mudah menemukan beberapa lokasi yang patut dikunjungi dan tak jauh
dari hotel. Berikut beberapa lokasi yang bisa anda tuju.
Monumen Nasional (Monas)
Monumen Nasional atau yang biasa
disingkat Monas ini merupakan monumen setinggi 132 meter yang dibangun dengan
tujuan untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan
Indonesia. Monumen ini mulai dibangun pada tahun 1961, dan mulai dibuka pada
tahun 1975. Di atas tugunya terdapat mahkota lidah api yang dilapis emas.
Disini kita juga dapat mengunjungi museum yang berisi berbagai macam
peninggalan pada zaman perang. Monas buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 15.00
WIB.
Sumber Gambar : commons.wikimedia.org
Planetarium & Observatorium Jakarta
Planetarium Jakarta merupakan tempat
wisata pendidikan yang menunjukan peragaan simulasi bintang dan benda benda
langit lainnya. Anda akan disuguhkan simulasi langit untuk memahami konsep
tentang alam semesta. Tempat wisata ini mulai berdiri pada tahun 1964.
Di tempat ini juga terdapat ruang
pameran yang berisi berbagai macam benda-benda angkasa, foto dari berbagai
bentuk galaksi, dan teori-teori terbentuknya galaksi dan tokoh yang menemukan
teori tersebut. Disini anda juga dapat melihat benda-benda langit secara
langsung melalui teropong khusus, anda dapat melihat fenomena, dan kejadian
alam lainnya seperti gerhana, komet, dan lain lain.
Sumber Gambar : commons.wikimedia.org
Plaza Indonesia
Plaza Indonesia merupakan pusat
perbelanjaan yang berada di Bundara HI, tepatnya Jalan M.H. Thamrin dan Kebon
Kacang Raya. Di Plaza Indonesia kita dapat menemukan berbagai macam
tenant-tenant ternama, restoran, playground, dan masih banyak lagi.
Di sebelah gedung kita dapat menemukan
Entertainment X’nter yang merupakan pusat perbelanjaan yang ditujukan untuk
para remaja, uniknya ke dua gedung tersebut tersambung secara langsung dengan
sebuah jembatan.
Masih banyak tempat menarik yang
wajib anda kunjungi saat berada di Jakarta, salah satunya adalah Dunia Fantasi
atau Dufan, lokasinya memang tidak terlalu dekat dengan Morrissey Hotel namun
tempat wisata ini wajib kita kunjungi saat berada di Jakarta. Dufan memiliki
berbagai macam wahana anak hingga wahana yang menantang, sehingga tempat wisata
ini sangat cocok untuk wisata bersama keluarga ataupun bersama teman. Jika
tidak ingin untuk bermain, mungkin kita bisa mengunjungi beberapa pantai di
area Ancol.
Tuh kan, walau bertugas di Jakarta, asal bisa milih lokasi Hotel yang tepat, bisa deh sekalian piknik. Apalagi kalau bisa ngajak istrinya juga, #eh.
3 tips sukses: Mulai dari hal kecil, Mulai dari diri sendiri, Mulai sekarang juga
Membuka kursus atau lembaga pendidikan non formal, bukan hal baru bagi saya. Waktu saya SD, sekitar tahun 1990-an, kakak saya membuka kursus komputer, akuntansi dan bahasa Inggris di rumah ibu. Saya sempat "magang" jadi tukang ketik buku modulnya dan mendapat gaji 5 ribu :-D.
Sewaktu saya hamil anak pertama, saya sempat membuka bimbingan belajar untuk anak SD-SMP-SMA dan sebuah usaha jasa pengetikan. Walau usaha ini berhenti karena sesuatu hal, namun keinginan untuk membuat "usaha" serupa terus menyala di hati saya.
Waktu pun bergulir, sampai ilmu saya makin bertambah tanpa terasa. Iya, saya mendapat ilmu dari dunia online, dunia digital. Mulai membuat blog, menjadi blogger, menulis konten digital, membuat dan mengendalikan toko online, mengenal e-learning, digital learning di Teknologi Pendidikan serta terakhir saya belajar pemrograman di kursus Coding Mum.
Inspirasi Membuat Kursus Untuk Perempuan
Sewaktu presentasi di Coding Mum, saya menyajikan desain website Akademi Prasetyorini. Yaitu sebuah lembaga belajar untuk perempuan di ranah bisnis, kreatif dan digital. Rencana awal saya akan berkolaborasi dengan 2 teman lainnya. Namun ternyata ada perubahan. Teman saya pindah rumah, jauh dari saya dan sulit untuk meneruskan rencana. Tidak mudah mencari patner pengganti. Akhirnya saya fokuskan untuk bergerak di bidang digital aja. Memberikan kursus tentang materi digital, untuk membantu guru meningkatkan kinerjanya di sekolah dan mencetak calon perempuan pengusaha baru di dunia digital kreatif.
Dengan keputusan ini, maka saya harus maju sendiri. Jika melihat profil lembaga pendidikan serupa, sepertinya banyak sekali yang harus dipersiapkan dan itu mahal. Ajaib dan mustahil rasanya saya sanggup. Namun saya kembali ingat dua perempuan yang memberikan inspirasi.
Pertama, Bu Aisyah dan profil sekolah gratis khusus anak perempuan yang dikelolanya. Kalau tidak salah lokasinya di daerah Jawa Barat. Dari beliau sebuah nasihat saya catat, "Mendidik Satu Perempuan Artinya Mendidik Satu Generasi".
Kedua, bu Ratih dan kursus rias di Surabaya. Waktu itu saya berkunjung ke rumahnya atas rekomendasi kakak, ketika saya akan menikah dan mencari perias. Rumahnya kecil sekali, masuk gang kecil dan ruwet; bisa dibilang gang tikus. Di rumah kecilnya itu, penuh dengan etalase besar berisi baju pengantin dan perangkat make up. Space untuk tamu, hanya sebuah sofa kecil, itu pun ada beberapa blangkon disana. Yang menarik, di space kecil itu, saya sebagai tamu, harus berbagi tempat dengan dua pasang perempuan yang sedang belajar rias pengantin. Riasannya bagus dan cantik sekali. Menurut bu Ratih, mereka adalah peserta kursus. Dari beliau saya mendapatkan pelajaran, "Memulai Sebuah Kursus Bisa dari Tempat Yang Sederhana".
Dari sini saya mendapatkan inspirasi dan semangat, bahwa sekarang pun saya bisa mulai membuka kursus di rumah. Dengan bekal niat, sebuah netbook mini, televisi dan ruang tamu di rumah sendiri.
Kendala Yang Saya Hadapi
Namun ternyata, saya mempunyai kendala. Netbook saya ukuran layarnya sangat kecil. Dengan layar kecil, tampilan presentasi akan terbatas dan terpotong. Terlebih jika saya ingin membuat screenshoot tiap tahapan belajar sebagai materi tutorial/kursus. Saya butuh laptop yang lebih besar atau saya butuh komputer, begitu pikir saya.
Screenshoot Terbatas Karena Layar Netbook Saya Kurang Besar
Selain itu, beberapa kali netbook saya nge-hang karena "panas" jika dipakai untuk waktu lama. Teman saya yang programmer, menganjurkan jika di rumah lebih baik menggunakan komputer saja, karena lebih stabil. Namun suami saya bilang, kalau komputer itu butuh listrik yang banyak, juga tempat yang lumayan besar. Sedangkan ukuran space bebas di ruang tamu kami hanya sekitar 3x6 meter. Juga perlu pertimbangan modal keuangan kami masih terbatas dan harus dibagi dengan keperluan lain.
Jadi gimana nih?
Apa niat harus berhenti karena berbagai kendala?
Saya sudah terlatih untuk terus maju walau fasilitas belum ada.
Bondo Nekad, Bonek, Modal Nekad, gitulah maksudnya. Jadi, ayo maju terus....!
Perangkat Komputer Penunjang Bisnis Yang Saya Butuhkan
Analisa kebutuhan komputer yang sudah kami bicarakan adalah, komputer yang spesifikasi-nya bisa untuk pemrograman dan desain grafis, layar lebar, audio bagus untuk merekam tutorial atau presentasi, hemat listrik, hemat tempat, harga terjangkau.
Tabungan pribadi saya tak seberapa, maka harus sangat hati-hati memperhitungkan pengeluarannya. Setelah semedi dan browsing kesana-kemari, alhamdulillah akhirnya saya nemu satu perangkat yang tepat bahkan sangat tepat.
Perangkatnya adalah komputer model baru, canggih, keren, kompak, yaitu PC All in One ASUS Vivo AiO V200IB. PC All in One berbasis Intel Pentium Processor ini dibandrol dengan harga sekitar 5 juta-an. Nah, dari segi harga, sudah cocok, bagaimana spesifikasinya?.
Amaziingg...saya amazing melihat foto produk, video review dan spesifikasinya. This is it, inilah yang saya cari.
PC All In One ASUS Vivo AiO V200IB
PC All in One ASUS Vivo AiO V200IB,
gambar dari web https://www.asus.com/AllinOne-PCs/Vivo-AiO-V200IB/
Dari video review produknya, saya makin terkiwir-kiwir, jatuh cinta lahir batin, beneran sumpah.
Anak saya sampai heran, kenapa saya jingkrak-jingkrak sambil narik-narik sarung suami saya, saking senengnya. Loh kok sarung sih?
Hehehe, doski baru pulang dari masjid soalnya waktu saya nemu informasi tentang PC All in One ASUS Vivo AiO V200IB ini.
"Mas, mas, lihat lihat nih, cocok dengan yang aku butuhkan untuk bikin kursus!"
Semua Yang Saya Butuhkan Ada di PC All in One ASUS Vivo AiO V200IB
Jadi begini, PC All in One itu adalah PC yang CPU-nya udah jadi satu dengan monitornya. Sekilas penampakan seperti monitor saja, atau malah seperti televisi. Nah, PC All In One ASUS V200IB bentuknya kompak, stylish juga kokoh. Bisa diletakkan dengan rapi di rumah saya dengan satu meja panjang. Cukup deh bikin kursus di rumah saya yang mungil.
PC All In One ASUS V200IB ukuran layarnya gede juga; 19,5 inch. Dilengkapi layar LED-baklit yang menawarkan kecerahan sehingga gambar tampak hidup. Sesuai juga dengan kebutuhan saya, untuk membuat rekaman desktop atau merekam diri sendiri sebagai video tutorial. Juga enak untuk kelas digital dengan tele-conference atau video chat. Kursus online makin enak dilakukan dengan layar lebar.
Keren nih, ada juga teknologi layar sentuh 10 jari. Kalau mau edit gambar mudah kan, nggak perlu beli drawing pad lagi. Peserta kursus juga pasti bakal suka. Untuk presentasi juga pasti mudah dan menarik.
Gambar bagus kalau suaranya pelan ya kurang asik kan? jangan kuatir deh. Pakai PC All in One ASUS V200IB ini suaranya ciamik. Teknologi ASUS Sonic Master nya udah built in. Malah bisa diatur 5 mode loh, untuk music, movie, gaming, recording dan speech. Lengkap pokoknya.
Dengan Intel Premium Processor- ASUS V200IB hanya membutuhkan energi yang kecil (hemat listrik) tapi performa tetap bagus. Untuk multitasking juga kuat, perpindahan cepat dan halus. Mau browsing, sekaligus nonton animasi, sambil ngedit video...bisaaaa banget. Ditambah lagi Advanced NIVIDIA Ge Force Graphic 930M yang digunakan. Menampilkan atau membuat video HD bisa lebih cepat. Juga hemat waktu kalau mau mengirimkan foto berkualitas tinggi.
Yang amazing lagi, teknologi NFC nih. Dengan teknologi ini (dari video reviewnya diatas), kita bisa melihat gambar hasil jepretan henpon tanpa perlu kabel data. Cukup henponnya diletakkan seperti di gambar, maka log in dengan tap, dan bisa kita nikmati gambar atau file lain di henpon langsung ke layar monitor. Ajaib ya?
Pernah kagum dengan charger henpon wireless atau tanpa kabel? nah ini dia, di ASUS V200IB bisa dilakukan loh. Kita lagi kerja pake komputer kompak ini, sambil sekalian nge-charge henpon. Nggak pake repot, nggak pake kabel dan beneran meja kita jadi rapi jali. fiuuh, canggih banget sih ASUS..
Jika bekerja di bagian desain grafis, pasti butuh akses file gambar banyak. Juga untuk programmer, itu file codingnya juga gede banget. Biar aman biasanya disimpan di harddisk eksternal. Nah, port USB dari ASUS V200IB ini ada banyak. Bahkan port HDMI juga ada, biar bisa disambungkan ke televisi dengan layar lebih besar, jadi kerjaan mengajar atau presentasi bisa lebih leluasa.
Teknologi pembaca Smart Card juga keren. Biasanya kita nunggu transfer data sampai ngantuk..karena lama. Nah pake ASUS ya gpl deh, ga pake lama.
Pokoknya kerjaan beress tuntass dengan ASUS V200IB Spesifikasi PC All in One ASUS V200IB ini sesuai dengan materi kursus yang akan saya berikan:
Materi Microsoft Office untuk bisa buka usaha jasa pengetikan
Membuat Blog dan mengoptimasikannya
Membuat konten digital untuk personal atau pengajar (guru)
Membuat kelas virtual dengan platform digital learning (guru)
Membuat web design dan belajar front end programming
Membuat aplikasi berbasis android
Keenam materi digital itu, saya olah sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tahapan pemula dan lanjutan (advance). Sementara sasaran peserta selain perempuan pada umumnya (ibu rumah tangga dan profesi lain), juga para pengajar (guru) dan penyelenggara bimbel yang ingin meningkatkan usahanya di ranah digital.
Strategi belajar juga akan menggunakan metode Blended Learning, yaitu kombinasi kelas tatap muka dan kelas online. Peserta bisa mengulang materi belajar secara mandiri di rumah, melalui website dan sumber belajar yang sudah saya siapkan.
Skenario Usaha Ada 3 Tahapan
Perkara perangkat sudah beres, saya tinggal memantapkan desain skenario usaha kursus yang ingin saya kembangkan. Karena harga produk juga sudah ada, mudah bagi saya menghitung rencana bisnis dalam jangka waktu 3-5 sampai 10 tahun ke depan.
Skenarionya begini:
1-3 tahun, Tahap Inkubasi.
3-5 tahun, Tahap Pemantapan.
5-10 tahun, Tahap Pengembangan.
Tahap Inkubasi
Masa ini, kursus dimulai saat ini juga, dengan perangkat yang ada. Rencananya, saya hanya membutuhkan perangkat berupa:
PC All in One Asus untuk membuat konten digital/materi kursus dan presentasi (untuk saya pribadi sebagai pengajar).
Kabel HDMI untuk menyambungkan PC All in One Asus dengan televisi
Televisi (sudah ada)
Ruangan (belajar dengan lesehan di lantai).
Laptop dibawa oleh masing-masing peserta kursus
Akses internet dengan wifi kabel (sudah ada)
Dari masa inkubasi ini, evaluasi dilakukan untuk memantapkan fokus materi kursus, strategi pengajaran yang sesuai dengan peserta dan perangkat yang dibutuhkan.
Tahap Pemantapan
Modal untuk penambahan perangkat dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk renovasi ruangan dan tambahan perangkat. Rencananya fasilitas yang akan diwujudkan adalah:
6-12 unit PC All in One ASUS untuk peserta
LCD Proyektor
Meja panjang untuk peserta dengan sudah disediakan PC All in One Asus
Akses internet dengan wifi kabel (sudah ada)
Lokasi masih di rumah
Pengajar tambahan diambil dari alumni
Tahap Pengembangan
Di tahap ini kursus sudah mapan, baik dari segi manajemen dan sistem usaha juga dari keuangan. Ada 3 hal yang ingin saya kembangkan dari sini, yaitu Franchise, Kredit PC All in One dan Cafe Coding.
Franchise adalah projek untuk mereka yang sudah punya modal dan memenuhi ketentuan yang kami berikan. Selain sistem usaha, kami juga menyediakan perangkat berupa PC All in One ASUS, LCD Projector, Kabel HDMI, dll.
Kredit PC All in One Asus, kami tujukan pada alumni yang ingin mulai membuka usaha sendiri di rumah dengan modal terbatas. Mengingat saya sendiri juga pernah mengalami kendala yang sama ketika akan memulai usaha.
Cafe Coding adalah projek entertainment dan komunitas alumni yang perlu dijaga loyalitasnya sehingga usaha kursus tetap bertahan lama. Cafe ini berisi spot makanan dan spot ngoding, salah satu materi kursus. Spot ini berisi beberapa unit PC All in One ASUS, yang bisa digunakan oleh pengunjung. Disini juga diberikan ruangan untuk presentasi bagi para komunitas yang ingin membuat workshop atau launching produk baru.
Mengapa 3 tahapan?
Kalau melihat skenario bisnis saya, kesannya lambat ya? 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun.
Hal ini bukan karena saya kurang percaya diri, namun saya memang menyesuaikan langkah. Ibaratnya saya tidak tancap gas pol, melainkan perlahan tapi pasti.
Kenapa?
Tentu saja karena saya masih harus menjadikan anak-anak dalam skala prioritas. Saya ingin bisa membimbing anak dalam belajar sampai di tahapan sekolah yang aman, minimal SMA, baru bisa saya lepas mandiri 100%. Sekarang anak terkecil saya masih berusia 10 tahun masih kelas 4 SD. Jadi 3 tahapan skenario itu saya buat, agar tetap seimbang antara bisnis dan keluarga.
Mengapa hanya perempuan?
Sejak awal saya menyatakan, ingin terlibat dalam projek pengembangan perempuan, baik secara pendidikan dan kemandirian. Selain itu di tahapan inkubasi dan pemantapan, keduanya saya lakukan di rumah. Selain karena saya ingin berbagi untuk perempuan, saya juga harus menjaga kehormatan suami dan keluarga. Akan lebih elok jika interaksi intens terjadi sesama perempuan saja ketika di rumah. Jika usaha sudah berkembang, saya akan meng-handle-nya langsung bersama suami dan dua anak laki-laki saya, maka bisa lebih luas jangkauan peserta kursusnya.
Mengapa di semua tahapan tetap setia dengan PC All in One ASUS?
Dengan suami saja setia, kenapa dengan ASUS enggak?
#eaaa....
Saya sudah percaya dengan kualitas ASUS. Waktu kuliah pasca kemarin, dosen saya, pak B julukannya, sering memamerkan laptopnya pada kami. "Walau semua udah ganti, saya selalu setia sama ASUS. Nih laptop bandel banget!", begitu katanya. Dan beberapa teman juga memilih ASUS. Saya pun yakin takkan salah pilih untuk selalu menggunakan produk ASUS untuk kepentingan pribadi maupun usaha dan bisnis. Recommended windows desktop brand loh nih ASUS.
ASUS Desktops – Most recommended Windows desktop brand.
Apalagi produk ASUS PC All in One yang canggih dan keren itu. Kekuatan komputasinya dapat menunjang bisnis tradisional dengan teknologi terkini berupa layar sentuh 10 jari,
koneksi port serial (COM), modul NFC dan pembaca Smart Card untuk mendukung aplikasi bisnis. Juga, karena bodinya ramping dan kompak, menjadikan produk ini sempurna untuk bisnis yang memiliki keterbatasan ruang area kerja. Cocok sebagai penunjang rencana untuk memulai kursus di rumah minimalis. Baiklah semua spesifikasi PC All in One ASUS V200IB sudah saya ulik sedemikian rupa. Dan hasilnya sesuai banget dengan kebutuhan saya membuat kursus. Alhamdulillah, untung saya ketemu ASUS. Sudah kebayang kelak kursus saya pasti bisa berjalan asyik, seru, menarik dan maknyuuss.
keterangan:
Artikel ini diikutsertakan dalam ASUSPRO Intel Writing Competition, dan alhamdulillah mendapatkan Juara 2 untuk kategori All in One. Semoga ASUS makin jaya, dan kursus saya bisa segera dimulai dengan materi belajar yang makin enak dibaca. Terima kasih dan sukses ya ASUS