Di acara Open House Chemistry Week ITS 2013



Kemarin, hari Sabtu 2 Februari 2013, kami berlima pergi ke acara yang diadakan oleh para mahasiswa jurusan Kimia ITS. Yaitu Open House Chemistry Week ITS 2013. Lokasinya di gedung jurusan Kimia ITS. Saya tahu tentang acara ini dari twitternya anak ITS, yaitu @ITS_Surabaya dan @ChemweekITS. Belakangan saya memang mengikuti tweetnya anak-anak ITS ini, biar tahu bagaimana perkembangan disana. Sebelum saya mengeksekusi rencana untuk melanjutkan studi di kampus itu. 

Kami diantar oleh keponakan saya yang sudah lulus S1 Statistik ITS dan sedang thesis S2 Statistik ITS tahun ini juga. Suami saya sebenarnya alumni ITS juga, alumni D3MITS [D3 Mesin ITS yang lanjut ke S1]. Tapi studinya juga di jaman dahulu kala, jadi kalau nganter ke jurusan mana gitu sering kesasar. Biar nggak ada resiko, ponakan saya todong aja jadi Tour Guide :)

Sebenanrnya saya salah duga juga sih, saya kira di Open House ini semuanya akan di "open". Bahkan Tata Usaha pun buka. Ternyata keliru. Di acara ini hanya ada pameran karya mahasiswa serta dosen dan Tour Lab [keliling ke laboratorium]. Ya sudah, tidak apa-apa. Yang penting saya kenal jurusan Kimia di ITS, Laboratoriumnya dan juga mengenalkan pada dua anak saya sedikit tentang kimia.

Nah inilah Photo Story-nya. Kami berhenti di bangku-bangku yang sudah disiapkan. Sebuah percobaan atau hanya laptop yang menjelaskan tentang kegiatan yang dilakukan. Untuk foto di bawah ini, ada demo kimia untuk Uji Kandungan Formalin dalam makanan [pentol bakso].

Saya iseng nanya ini itu pada dua mahasiswa yang menjelaskan percobaan tersebut dengan malu-malu.

"Ini bu reaksinya" [mereka menyodorkan kertas gambar mekanisme reaksi]

"mekanisme reaksinya gimana mas?"
"ini hasil ujinya kalau positif, warnanya ungu ya? itu terbentuk senyawa apa?"
"apa senyawa Mangan? permanganat?"

"bukan bu, itu dari reaksi dengan ini" [menunjukkan larutan pengujinya]

"laiya, itu ungu karena terbentuk senyawa apa?"

[mereka bingung]

[saya menunjuk ke kertas bertuliskan mekanisme reaksi dengan gambar molekulnya]
"ini terjadi apa? harusnya ini kan ion?"

"bukan bu, ini formalin"

"loh, formalin bukan sesederhana ini kan ya?"
"ini aldehid ya, formalin kan formaldehid, iya nggak?"

"iya bu, jenis alkanal" [mereka rada lega]

"trus H2SO4 (asam sulfat) ini untuk apa?"

"alkalis bu, biar reaksinya cepat"

"mas dan mbak, angkatan berapa?"

"2012 bu"

"ooh pantesan, masih kimia dasar ya"

"iya bu. mmm, ibu guru atau dosen dari mana?"

"rahasia" [saya nyengir lebar]


 Nggak ada maksud untuk menguji sih, saya ingin menguji diri sendiri juga, apakah masih ingat tentang reaksi kimia. Tetapi ponakan saya berbisik, "mbak lagi nguji ta?". Hehehe, saya nyengir aja. Suami saya yang lihat kejadian itu juga cuma nyengir. Apalagi ketika mahasiswa itu bilang, "ibu,guru atau dosen dari mana?"
Saya jawab, "rahasia". heheheh, kagak tau dia kalau saya ini ibu rumah tangga. Dosen dari dapur, hahah


Aldo dan Aji sedang praktek memakai Pipet



Setelah nggak tega lihat mereka berdua pucat saya berondongi pertanyaan, heheeh, iseng loh beneran. Saya lanjut ke meja lain yang menerangkan hasil penelitian dosen kimia ITS. Yaitu Zeolit untuk penyimpanan Hidrogen dan Gelatin dari kulit ikan Pari. Ketika berhenti di stan zeolit, saya ingat tentang konsep sel bahan bakar sebagai bahan bakar alternatif yang keren sekali menurut saya. Waktu itu tahun 1997 saya pertama membacanya di textbook General Chemistry. Saya lingkari, saya tandai, "keren sekali jika ada mobil berbahan bakar air seperti di sel bahan bakar ini." Dan Subhanallah, sekarang, ternyata jadi kenyataan. Mobil ramah lingkungan di luar negeri, sudah ada yang memakai air sebagai bahan bakar, dengan sel bahan bakar. 

Kemudian kami diajak Tour Lab, berkeliling laboratorium. Suami, anak dan ponakan saya baru pertama kalinya masuk lab kimia. Ponakan saya berbisik, "mbak dulu juga di lab kayak gini ya?"


Sedang ditunjukkan alat Oven Bahan Praktikum

di Laboratorium Instrumen Kimia ITS, saya terkagum-kagum pada Ruang Asam-nya, yang  keren dan bagus sekali. Juga pada oven alat praktikum, yang bisa dipakai untuk mensterilkan alat dari apapun bahkan bakteri. jadi tidak usah susah pakai autoclave yang seperti panci presto bandeng itu. Saya dulu pakai autoclave untuk mensterilkan alat praktikum mengisolasi DNA bakteri tiphus. Repot dan lama sekali. Ahai...sudah belasan tahun, maklumlah tidak tahu perkembangan dunia kimia dan laboratoriumnya. Berkunjung di acara ini membuat saya bernostalgia sekaligus mengingatkan saya lagi, Ya Rabb, ternyata passion saya beneran di kimia. Mungkin suami saya melihat binar mata saya begitu bahagia disana, sehingga dia makin yakin untuk mendukung niat saya untuk kembali ke kimia lagi. Oww lope you my dear.
acara selesai, setelah kami dapat es krim gratis. Lalu kami berlima lanjut mampir ke Warung Tegal dekat kampus ITS. trus meluncur pulang.

inilah ponakan saya. yang manggil saya mbak, bukan tante :)


 mumpung ada yang motoin. bisa foto berempat sekeluarga
di gazebo jurusan Statistik ITS



0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊