Coding Mum Surabaya Day 2 - Pengenalan Git/ Github

Coding Mum pertemuan kedua. Ketika sampai di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB, kantor DILO masih sepi. Peserta belum datang, yang ada pengurus Dilo. Ya, take time to selfie dulu di lobi Dilo :)



Setengah jam kemudian, peserta mulai datang, kali ini yang datang cuma setengah. Lainnya punya kepentingan yang tidak bisa ditunda. 

Mentor mengenalkan dua hal , yaitu penggunaan Git/Github dan Brackets yang sudah kami unduh di hari pertama. Beberapa peserta ada yang belum punya aplikasinya, dan mentor memberikan file unduhan dari flash disk. jadi bisa lebih cepat, langsung menginstall aplikasi Brackets dan Git di laptop. 

Git/Github.
Git/Github adalah sosmednya para developer, begitu kata mentor.

Mendengar kata 'developer', perasaan saya jadi gimana gitu. Rada GR, seneng-seneng manja syalala deh rasanya, hihihi. Padahal sebagai ibu-ibu, mendengar kata 'developer' itu sedikit meresahkan jiwa raga. Tau kan? kan?
Iya, itu maksudnya. Developer perumahan a.k.a kriditan rumah berbilang belasan tahun itu.
*aih curhat . Tenang dulu, tarik nafas panjang...dan lanjutkan.

Developer yang ini beda kali. Maksudnya 'developer' yang men-'develop' pemrograman, alias programmer alias mereka yang berkerja mengotak-atik code. 

Git/Github bisa diakses di www.github.com

Menurut mentor, kode html yang sudah kita buat di laptop itu sebaiknya juga diunggah dan disimpan di akun Github kita. Sehingga kelak kita bisa mengeditnya di mana saja, kapan saja, walaupun tidak sedang membawa laptop. Jadi prinsipnya menurut saya sih, seperti penyimpanan cloud computing ala Google Drive, Dropbox atau Evernote. 

jadi file yang kita simpan di program itu, akan bisa diakses dan dipanggil lagi secara online. Kemudian kita bisa mengeditnya dan menyimpannya lagi dengan aman. Selain itu file juga bisa dibagikan atau di share dengan orang lain.

Bedanya untuk Github ini, memang khusus digunakan oleh para developer web alias programmer. Mereka menyimpan kode html dan membaginya di sana. Bahkan untuk penyimpanannya bersifat terbuka. Kita bisa 'search' jenis kode html tertentu milik orang lain. Kemudian meng-copy paste-nya dan bisa kelak memodifikasinya sesuai kebutuhan kita. Dan ini sah-sah saja di Github,

Karena ini sudah masuk ranah programmer sungguhan, secara ibu-ibu yang perutnya sudah keroncongan ya mikirnya rada lola (loading lama), hehehehe. Apalagi banyak sekali pertanyaan seputar apa sih sebenarnya target terakhir dari Coding Mum ini. Saya bisa bikin web gini nggak coach? kalau web kayak gini? kalau internet marketing? kalau monetize blog?

Ya, mentornya pun senyum-senyum menerima pertanyaan dari kami. Saya malah jadi terbelalak ketika bu Prima bercerita, "dulu saya main internet marketing sampai bisa menghasilkan 30 juta loh."
Waaah...peserta Coding Mum ini super duper amazing. Kalem tampaknya. Namun isinya wow.
Saya langsung nyeletuk, "bu Prima nanti buka kelas internet marketing ya?" hehehe...
Biasalah modus dari anggota Asosiasi Pemburu Workshop Gratisan Indonesia.
Lah, itu komunitas apaa ???!!! 
*ngikik


Daripada terus dibombardir para ibu-ibu yang tersengat kata '30 juta', saya bagikan 'lunch box' yang sudah datang dari tadi. "Sudah coach, maksi dulu nanti pingsan malahan" :)
Kami pun melanjutkan belajar dengan lebih rileks. Setelah mengenal Git/Github, mulailah memncoba menulis kode html menggunakan aplikasi Bracket di laptop.
Aplikasi Bracket bisa diunduh di www.brackets.io

Dan ya, memang jauh lebih mudah dan menarik menulis kode html di Bracket daripada di notepad. Karena ada warna-warni kode, serta ada fitur otomatis kode dan gambar. Makin penasaran ikut kelas selanjutnya.


Salam Coding Mum
Where cool mum meets code.

6 comments:

  1. Bu Prima ini orang telkomnya ya mba? Huhuhu pengen banget belajar beginian.

    BalasHapus
  2. Kyaa! Lagi enak baca langsung abis.. Lanjutannya mana mbak? Plus kenalin sama bu Prima dong! ;) *emakmatre

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enakan postingan panjang ya? Hehehe. Ayok ke Dilo

      Hapus
  3. Sama kaya googlecode yah. Buat simpen koding gitu

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊