Podcast Bu Heni

PUISI YANG KUTULIS 3 TAHUN SEBELUM MENIKAH

Tidak ada komentar
Di suatu masa…

Di saat hati ini luluh oleh kesepian

Terbelenggu dalam rantai emas

Tunduk, patuh dengan penuh cinta

Peraih wajah tak jemu menghias datang



Saat itu…

Ketika air mata dan darah tak lagi berat

Kepekaan hati dan luka sudah terobati

Segunung kepercayaan subur dengan pohon rindu

Hidup bagai kebun bunga

Walau semak duri datang pula,

Kuserahkan jiwa dan raga ini

Hati dan semuanya untukmu



Berdua meraih bahagia

Merengkuh sekitar ‘tuk turut bahagia

Dengan derail air mata dan isak yang lembut



Saat itu…

Di hari pernikahanku



PUISI MENJELANG PERNIKAHAN

[5 APRIL 1998],

Wedding date : 13 Juli 2001

MEMAKSA BAHAGIA

Tidak ada komentar
Membahagiakan diri sendiri. Bagaimana caranya?

Pertama, lakukan sekecil apapun rencana anda pada hari ini. Jika sudah menetapkan diri untuk menulis satu artikel sehari, membuat kemajuan draft buku sesedikit apapun, dan meletakkan jauh-jauh amarah di hati kepada anak-anak. Maka lakukanlah.
Jika satu pekerjaan kecil telah dilakukan. Hati ini akan sedikit puas dan lega. Kemudian ambil sedikit waktu untuk istirahat. Tarik nafas panjang dan kerjakan tugas berikutnya.

Kedua, Jangan beri alasan untuk kata-kata, ' ah entar dulu'. Alias menunda pekerjaan. Karena semakin ditunda, semakin hilang mood kita. Paksalah melakukan serentetan kewajiban anda. Di kantor maupun di rumah. Walaupun tanpa melibatkan perasaan. "Lempeng" aja.

Ketiga. Setelah tanpa terasa pekerjaan utama beres. Panjatkan do'a kepada Tuhan YME, Ya Rabb..terimalah pekerjaanku hari ini sebagai amal ibadahku. Dan berkahilah hidupku dan keluargaku." Maka kemudian berilah reward kepada diri anda sendiri. Yang kecil-kecil saja. Seperti duduk tenang 'ngegollossor' di dapur sambil nyeruput teh manis buatan sendiri. Lalau berdiri di depan rumah. Ambil novel pilihan dan baca satu-dua halaman. Ingat jangan keblabasan dulu. MEmbaca novel yang tebal dan menarik, simpan dulu sampai menjelang tidur. Karena itulah waktu yang paling aman. Terutama jika anda masih mempunyai anak balita yang sedikit-sedikit harus diperhatikan.

CINTA CINTA CINTA

Tidak ada komentar
Ada yang bilang seenaknya saja, usia pernikahan kelima, ke sepuluh dan kelipatannya nanti akan menemui banyak kendala. Pertengkaran, perselisihan sampai perselingkuhan. Huh, enak saja mereka mengacaukan otak para calon pengantin. Sehingga ketika mereka bersiap masuk ke pelaminan dengan hati berdebar. Menghitung hari demi hari dengan ketakutan menantikan bilangan tahun yang diteorikan itu datang.

Masyaak sihh??? Aku tidak percaya 1000% dengan teori kacangan itu. Siapa mereka, berapa hasil surveinya, bisa membuat hipotesa begitu. Sering dipublikasikan lagi di media. Bukankah itu malah menakutkan calon pengantin. Dan para pengantin pun terbiasa membawa firasat buruk itu dikepalanya ketika menjalani biduk rumah tangga?

Kok ya, manusia bisa memberikan prediksi atas hidup manusia lainnya. Siapa yang lebih pantas? bukankah ada Yang lebih Maha Tahu di atas segalanya.

Jadi...ketika anda benar-benar mengalami hasil teori itu. Perselisihan dalam rumah tangga. Tidak ada tempat lain untuk berlari, mencari perlindungan sekaligus mencari jawaban. Kecuali kepada Allah azza wa jalla.

Kita tingkatkan segala macam bentuk ibadah yang sudah disyariatkan. Kita tingkatkan intensitas PDKT kita kepada Tuhan. Kita rasakan sebesar-besar rasa cinta yang telah Allah SWT berikan pada alam semesta ini termasuk kita. Sehingga cintamu disekitarmu itu yang kau kira akan memudar, bisa kembali lagi dengan bantuan tangan-Nya. Percaya deh.

Nasihat Rasulullah SAW Kepada Putrinya

Tidak ada komentar
Suatu hari Rasulullah S.A.W menyempatkan diri berkunjung kerumah Fatimah az-zahra. Setiba dikediaman putri kesayangannya itu, Rosulullah berucap salam & kemudian masuk. Ketika itu didapatinya Fatimah tengah menangis sambil menggiling Syaiir ( Sejenis Gandum ) dengan penggilingan tangan dari batu. Seketika itu Rosul bertanya kepada putrinya.
“ Duhai Fatimah, apa gerangan yang membuat engkau menangis ? Semoga Allah tidak menyebabkan matamu berderai.”
Fatimah menjawab. “ Wahai Rosulullah, Penggilingan dan Urusan rumah tangga inilah yang menyebabkan Ananda menangis.”

Kemudian duduklah Rosulullah S.A.W disisi Fatimah. Kemudian Fatimah melanjutkan. “ Duhai Ayahanda, sudikah kiranya Ayah meminta kepada Ali, suamiku. Mencarikan seorang Jariah ( Hamba Perempuan ) untuk membantu Ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerja’an Rumah ?”.

Maka bangkitlah Rasulullah S.A.W mendekati penggilingan itu. Dengan tangannya beliau mengambil sejumput gandum lalu diletakkannya dipenggilingan tangan seraya membaca BASMALLAH. Ajaib dengan seizing ALLAH S.W.T. penggilingan tersebut berputar sendiri. Sementara penggilingan itu berputar, Rasulullah bertasbih kepada ALLAH S.W.T dalam berbagai bahasa, sehingga habislah gandum itu tergiling.. “ Berhentilah berputar dengan izin ALLAH S.W.T.” maka penggilingan itu berhenti berputar.


Lalu dengan izin ALLAH pula penggilingan itu berkata dengan bahasa manusia.” Yaa.. Rasulullah, demi ALLAH yang telah menjadikan tuan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-nya. Kalaulah tuan menyuruh hamba menggiling gandum dari timur hingga kebaratpun niscaya hamba gilingkan semuanya, Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab ALLAH S.W.T. “ Hai orang yang beriman, peliharalah dirimu, keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar lagi keras, yang tidak mendurhakai ALLAH terhadap apa yang dititahkannya dan mereka mengerjakan apa yang dititahkannya. Maka hamba takut yaa.. Rasulullah kelak hamba menjadi batu dineraka.”


Dan bersabdalah Rasulullah.” Bergembiralah, karena engkau adalah salah satu Mahligai Fatimah az-zahra didalam surga. Maka bergembiralah penggilingan batu itu.

Lalu Rasulullah bersabda.

” Jika ALLAH menghendaki,niscaya penggilingan itu akan berputar dengan sendirinya untukmu. Tapi ALLAH menghendaki dituliskan-nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan-nya beberapa kasalahanmu. Dan diangkatnya beberapa derajat untukmu bila wanita menggiling gandum untuk suami dan anaknya. Dan ALLAH menuliskannya setiap gandum yang digilingkannya SATU kebaikan dan mengangkatnya SATU derajat "


Kemudian Rasulullah meneruskan nasehatnya.

” Wahai Fatimah, wanita yang berkeringat. Ketika wanita menggiling gandum untuk suami dan anaknya. ALLAH akan menjadikan antara dirinya dan Neraka tujuh parit. Wanita yang meminyaki dan menyisiri rambut anaknya, serta mencuci pakaian mereka. ALLAH akan mencatat pahala seperti memberi seribu orang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang telanjang. Sedangkan wanita yang menghalangi hajat tetanga-tetangganya, ALLAH akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautsar diahari kiamat.”


Rasulullah S.A.W masih meneruskan nasehatnya..

” Wahai Fatimah yang lebih utama dari semua itu adalah keridha’an Suami terhadap Istrinya. Jika suamimu tidak Ridha, aku tidaklah akan mendoakanmu. Tidakkah engkau ketahui, Ridha Suami adalah Ridha ALLAH S.W.T, dan kemarahannya adalah kemarahan ALLAH S.W.T ?”


Apabila seorang wanita mengandung Janin, Maka beristigfarlah para malaikat. Dan ALLAH mencatat Tiap – tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan seribu kejahatan.
Apabila ia mulai sakit karena melahirkan, ALLAH akan mencatat seperti pahala orang-orang yang berjihad.
Apabila ia Melahirkan, keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadan sa’at ibunya melahirkannya.
Apabila ia Meninggal dalam melahirkan ia meninggalkan dunia ini tanpa dosa sedikitpun. Kelak ia akan mendapati kuburnya tersebut sebagai taman-taman surga. Dan ALLAH mangaruniakan pahala seribu haji dan seribu umrah. Dan beristigfarlah seribu malaikat untuknya dihari kiamat.


” Wahai Fatimah, wanita yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta dengan niat yang benar. ALLAH S.W.T menghapuskan dosa-dosanya. Dan akan mengenakan seperangkat pakaian hijau, dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut ditubuhnya seribu kebaikan ( setiap helai seribu kebaikan ).. Wanita yang tersenyum dihadapan suaminya, ALLAH memandangnya dengan pandangan Rahmat.


.” Wahai Fatimah, wanita yang menghamparkan alas untuk berbaring atau menata rumah dengan baik untuk suami dan anaknya, berserulah para malaikat untuknya. Teruskanlah Amalmu, maka ALLAH telah mengampunimu dari dosa yanglalu maupun yang akan datang.”

.” Wahai Fatimah, wanita yang mengoleskan minyak pada rambut dan jenggot suaminya, serta rela memotong kumis dan menggunting kuku suaminya, ALLAH memberinya minuman dari sungai – sungai surga. Dan kuburnya akan menjadi taman di surga. Dan ALLAH menyelamatkannyadari api neraka, serta selamat dari titian Sirotulmustakim.

DARI ABDULLAH BIN AMR AL-ASH RA, ROSULULLAH BERSABDA.
“ DUNIA ADALAH SUATU KESENANGAN, DAN SEBAIK-BAIK KESENANGAN ADALAH WANITA YANG SHALEHAH.”
( H.R MUSLIM )

Nggak Jadi Kacau

Tidak ada komentar
AKu bisa saja mengatakan hari ini menyebalkan. Karena diawali dengan pembatalan sepihak. Tapi semakin aku mangkel alias marah, semakin kacau semua hariku. PAdahal ini masih pagi, perjalanan hari masih panjang.

Jadi aku memilih untuk berhenti marah. Istirahat jika capek. Lalu online lagi. Membalas komentar teman di fesbuk. Cukup menghibur. Lalu membuat entri baru di blog.
Fiuhh...lumayan menghibur.

JAdi caranya terima saja kegiatan hari ini. Lalu fokuslah pada tugasmu yang sebenarnya. Tugasku adalah ngemong anak. Nah si Aldo akan UAS nanti kamis, aku persiapkan dulu semuanya ya. Biar bisa sukses....!!!

Aku ingin anakku bisa mendapat beasiswa prestasi. JAdi sekarang bisa dibimbing ala peserta olimpiade. Yah yah, para homeschooler tidak akan memperhitungkan hal ini. Tapi aku punya pertimbangan sendiri. Bahwa sekolah itu penting. Tetap penting.

We All Will Never Dies

Tidak ada komentar
Semalam pak Mario Teguh memberikan statemen dan contoh yang manis sekali. Beliau bercerita tentang caranya berbicara dengan ibunya. Sambil berdiri di depan teras, menghadap tamannya yang asri beliau berkata, "Ibu, ini aku disini. Ini rumahku. Aku bisa membelinya tahun ini. Anak-anak bisa istirahat, belajar dan bermain. Kalau ibu disini, ibu pasti juga suka."

"Saya bicara santun dan penuh cinta. Kepada mendiang ibunda saya. Walaupun tampak aneh, tapi jika itu bisa membuat kita menjadi manusia yang lebih baik. Maka lakukan saja. TOh orang tua kita , semua yang terkasih tidak pernah meninggal. HAnya jasadnya saja yang tiada. Jiwanya masih ada. Dan memandang kita. MEngharapkan kita yang masih hidup ini melanjutkan hidup dengan cara yang baik."

Saya teringat pernah melakukan hal itu. Waktu itu saya duduk di depan laptop. Sebuah benda yang dulu hanya menjadi impian saya. Dan sekarang menjadi milik saya. Saya menggumam, teringat wajah bapak yang melintas tiba-tiba, "Pak, aku sekarang sudah lebih maju, lebih baik, bisa menulis. Punya alat untuk mewujudkan keinginanku menjadi penulis. Kalau bapak disini, bapak pasti ikut senang melihatku." Dan aku lanjutkan, "Anakku juga pintar semua pak. Aldo suka belajar dan membaca seperti bapak. Dia juga aktif bergerak dan pencak silat, juga seperti bapak. Aji pun tumbuh tinggi besar dan tampan. PErsis seperti yang bapak prediksikan sebelumnya."
Pada saat itu, hatiku terasa lega. Dan kurasakan juga bapak bisa mendengarku. Walaupun aku jarang sekali mampir ke makamnya.

Dan pak Mario, meneguhkan kebenaran dan kebaikan apa yang pernah kulakukan itu. Aku bahagia, karena ke depan aku bisa melakukannya lagi dan lagi. Juga akan kukatakan pada anak-anakku, kelak bicaralah terus pada mama walaupun mama sudah tiada. Aku pun tak lagi perlu cemas dengan kesedihan yang mungkin dilakukan anak dan suamiku ketika aku tiada. KArena manusia tak pernah mati. Ada hidup sesudah mati. We all will never dies.