DIY Facial Scrub Kopi dan Bodyscrub Green tea

Masih liburan sekolah untuk si anak-anakku. Libur awal bulan puasa Ramadhan tahun 2012 ini.

Karena keajaiban alam dan anugerah Ilahi, aku tidak lemas, letoy dan galau [kok galau sih, hehhe] sama sekali selama berpuasa di hari pertama dan kedua.

Semua kewajiban domestik alias pekerjaan khas Upik Abu di rumah, berrrees seberes-beresnya sejak pagi. Sungguh heran juga. Mungkin efek sebutir "fatigon viro" di waktu sahur, lumayan membantu fisikku masih segar dan kepala tidak cenut-cenut, seperti yang seriing sekali kualami jika berpuasa, sejak dulu kala.

Selain karena itu, aku curiga juga, ini diakibatkan efek internalisasi ilmu-ilmu dan berita gembira tentang pahala, kebaikan bertirakat, berpuasa dan lain sebagainya yang disampaikan oleh para guruku di ponpes Daarul Muttaqien Surabaya, tempatku belajar rutin selama enam bulan ini. Alhamdulillah, Puasa jadi bukan beban lagi.

Bahkan bangun untuk sahur dan memasak sendirian di dapur pun, tak lagi aku rutuki sebagai rutinitas yang diskriminatif - karena kaum lelaki boleh masih lelap di kasur dan aku sendirian di dapur. Melainkan, aku memaknainya sebagai bentuk jihad mengurus rumah tangga, meniti jalan ke surga dan membuatku semakin dicintai-Nya. Allahumma Amin.

Lanjut pada hariku yang sangat produktif itu. Setelah pagi memasak sayur lodeh, yang entah bagaimana rasanya karena nggak bisa mencicipi. Kemudian membersihkan dapur. Dan menjelang dhuhur, rasanya kok semua sudah beres. Maka, aku iseng saja ingin praktek memakai kopi untuk scrub wajah.

Aku dapat dari twitter seseorang, aku lupa tepatnya, kalau tidak salah, "littlepresenthings".


Resepnya begini :

DIY Facial Scrub Kopi :
1. Basahi dan kompres wajah dengan air hangat
2. Campur dua sendok kopi bubuk dengan air, lalu balurkan ke wajah dan biarkan selama beberapa menit [saya lupa ngitung, sekitar 10 menit mungkin]
3. Bersihkan kopi dari wajah, dengan cara, ciprati dulu wajah dengan air, lalu gosok-gosok bubuk kopi yang sudah melekat di wajah itu perlahan-lahan seperti scrubbing. Arah membersihkan wajah, tentu saja dari bawah ke atas. Sesekali diciprati air lagi, dan begitu seterusnya kemudian bilas wajah dengan air bersih.
4. Keringkan wajah dengan handuk
5. Olesi wajah dengan madu secukupnya, biarkan selama beberapa menit.
6. Bersihkan wajah dengan air hangat lalu tutup dengan air dingin [ air es ], membersihkannya menggunakan saputangan handuk yang lembut.
7. facial scrub kopi selesai. silahkan mencoba dirumah :)


Apa rasanya?
ketika kopi saya balurkan ke wajah, rasanya adem. Lama-lama jadi kaku dan kesat, seperti memakai masker. Bau khas kopi, favorit saya, juga bikin relaks. Ketika kopi dibersihkan, wajah terasa kesat dan bersih.

Lalu, ketika wajah dibaluri madu, lama-lama terasa sedikit panas. Namun setelah dibersihkan, wajah jadi terasa lembab dan kenyal.

Dari beberapa literatur, kopi mengandung kafein sebagai antioksidan yang baik untuk kulit. Serta  Kandungan asam alami pada kopi dipercaya mampu mengencangkan dan melicinkan kulit.


Scrub sebaiknya dilakukan seminggu dua kali saja. Jika terlalu sering malah mengurangi kelembaban kulit.




Setelah mem-facial wajah sendiri dengan scrub, giliran saya mencoba untuk bodyscrub sendiri di rumah, menggunakan Pourvous Body Cream Scrub - Tea in Summer 


Wangi Teh hijau-nya segar banget. 
Tekstur Scrub creamnya mudah dikeluarkan dari tube. Dari pengalaman waktu itu, lebih baik, tubuh kita basahi air dulu, baru dibaluri oleh scrub cream. Kemudian digosok perlahan-lahan. Kemudian dibilas air. 


Setelah pakai scrub, saya merasa masih lembab saja dan tidak perlu memakai body lotion.


Rasanya aman menggunakan Pourvous Body Cream Scrub, karena terdiri dari bahan yang alami. Kulit pun menjadi lembut dan perasaan ini merasa lebih dihargai.


Hari itu pun berlangsung dengan sangat menggembirakan. Home spa pertama kali saya lakukan dirumah itu, berjalan sukses. Saya merasa tercerahkan untuk semakin memperdulikan diri sendiri walau saya jarang bertemu orang, karena menjadi ibu rumah tangga.


Merawat diri sendiri, demi diri sendiri, ternyata membuat kita bahagia sendiri. Tidak perlulah kita ngotot ini itu hanya untuk suami atau untuk dinilai orang lain.


Karena kebahagiaan itu harus bersumber dari hati dan kepuasan batin kita sendiri, bukan begitu?

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊