Sepanci Bothokan Rebus

Gambar dari sini
Sukses saya berlaku lagi hari ini.
Halah, sok narsis sebenarnya, hehe. Tapi bener ini sukses saya yang luaarr biasa. Bahwa hari ini saya berhasil masak Bothok Rebus yang Lumayan ribet.

Foto disamping kanan ini adalah Bothokan Kukus. Sedangkan saya bikinnya lebih mudah, hanya direbus. Tetapi nggak sempat saya foto, dah keburu dimakan habis.

Niat membuat bothok ini sudah beberapa hari yang lalu. Tetapi karena ribet entah karena apa, saya sampai lupa detilnya karena tiap hari ada aja yang bikin ribet. Maka, terlaksanalah hari ini membuat si Bothokan rebus itu.

Pagi setelah si bapak dan si kakak berangkat, saya dan si kecil pergi ke pasar. Ya, begitulah ngajak anak kecil ke pasar pasti panik aja bawaannya. To Do List amburadul.

Singkat cerita, yang ada di tangan adalah Daun Singkong, Kelapa Parut, Udang, Tempe, Tahu dan Ikan teri.

Masih harus menunggu lama, sampai akhirnya prosedur demi prosedur membuat bothok berhasil kulewati. Begini ceritanya :

1. Daun singkong disiangi daunnya saja, dibersihkan, lalu direbus. Tambahkan garam di air rebusan agar warna daun tetap hijau. Setelah lunak, tiriskan. Tunggu dingin, lalu peras dan iris-iris daunnya [dirajang], sisihkan.
2. Tahu , tempe, ikan teri direbus dulu, tiriskan dan sisihkan. [tempe dan tahu dipotong dadu kecil]
3. Siapkan bumbu : bawang merah, bawang putih, ketumbar, kencur sedikit, laos sedikit, daun jeruk purut, cabe merah, cabe rawit. Haluskan.
4. Campur semuanya dalam panci yaitu daun singkong, kelapa parut, tahu, tempe, ikan teri, dan bumbu. Aduk semua tambahkan air secukupnya untuk mematangkan bumbu dan membuat semuanya tercampur.  lalu cicipi dulu apakah rasanya sudah pas. setelah itu baru campuran direbus sampai tanak dan air menyusut.
5. Bothok rebus siap dihidangkan dengan nasi panas dan krupuk..hmmm...yummyyy


Begitulah, mengapa membuat Bothok sedemikian istimewa untuk saya?
Hihihi, bagi anda mungkin ini menggelikan. Tetapi saya penganut paham masak praktis [bukan politik praktis].
Yang sebelumnya anti banget dengan cara memasak yang butuh banyak prosedur seperti diatas, Tetapi sejak beberapa hari yang lalu pikiran saya mulai terbuka.

Apa nanti suami, anak-anak, tidak bosan saya masaknya tumis tumis saja?
Lalu saya bertekad, pasti bisa membuat masakan apapun. Toh ibu saya, kakak perempuan saya pada jago masak. Pasti ada darah pemasak yang mengalir di tubuhku, cieee...

Dan sip deh, rasanya maknyuss kata suami.
Saya pun PD memberikannya pada tetangga sebagai isi piring mereka yang harus saya kembalikan. Gantian, tempo hari mereka memberikan sesuatu untuk saya :)

Kelak kalau berkunjung ke ortu/mertua, saya pun PD untuk membawakan mereka sepanci Bothokan Rebus :)

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊