Thesis Bikin Eksis

Tepat hari Jumat kemarin, tanggal 18 Desember 2014, kuliah terakhir semester 3 di S2 Teknologi Pendidikan Unesa. Dosen terakhir adalah pak Bachtiar alias pak Be. Kuliah diisi preview film pendek media pendidikan parenting yang telah dibuat teman sekelasku Edutek13.

Sayang saya ga bisa ikut saat produksi film genre iklan masyarakat itu ,karena menjaga anak sulung yang sedang sakit. Sebenarnya si anak ini dah sehat dan bisa ditinggal. Memang kemarin si Aldo ini sempat di tes darah, untuk tes widal, tapi hasilnya negatif.

Berhubung saya kalau anak sakit, ikutan ga bisa tidur, maka kepala saya pusingnya bukan main saat itu. Jadi takut mau naik sepeda motor jarak jauh ke rumah teman tempat shooting, jadilah saya absen. Sempat kecewa berat pada diri sendiri, karena proses shoot itu lama sekali saya dambakan bisa tahu prosesnya. Sebab saya suka nonton film agus, jadi penasaran pengen bisa bikin film juga. Apalagi dulu sempat dikomentari dengan sutradara amatir bahwa cerpen saya berjudul Oeekk!!! Ingin dia filmkan.

Ya begitulah, saya pun pamit pada teman dengan sangat tidak enak hati. Untung mereka baik dan tetap mau mencantumkan nama saya di credit title film sebagai penambah materi film. Makasih ya prends.

Begitulah, kuliah tatap muka selesai, selanjutnya tinggal thesis. Syukurlah banyak buku yang dipinjamkan teman saya dari SMA Al Hikmah Surabaya, sangat banyak membantu pengerjaan.

Jadwal semester depan bakal diisi dengan penelitin di sekolah target, nulis thesis, bimbingan ke dosen, dan revisi revisi revisi.

Mengalami thesis udah jadi emak-emak gini cobaannya gede. Selain karena pekerjaan domestik tiada henti, berkurangnya ketangguhan dalam begadang, sakit pinggang kalau lama duduk depan laptop juga kendala jarak e kampus yang jauh bikin susah juga ngatur waktunya.

Tapi semangat saya terus menyala. Belajar itu menyenangkan, apalagi jika kita penasaran.

Setelah lulus ini, saya ingin terus menggeluti elearning. Dan masih penasaran pada brainbased learning, learning how to learn dan tautannya pada psikologi pendidikan.

Untuk kedepan, saya belum ingin kuliah lagi dulu kecuali ada gratisan hehehe. Saya ingin kuliah online di Coursera sampai sukses dapat sertifikat. Sambil bisa ngajar. Jika ada rejeki bisa kuliah lagi, semoga bisa ke Jepang. Ke Jepang bareng anak sulung kuliah S1, kali ya , hehehe amiin.

Begitulah lelah dan sebagainya saat kuliah,apalagi udah mnikah dan punya anak, adalah harga mahal yang harus saya bayar. Saya ingin jadi long life learner, pebelajar seumur hidup, yang terus menambah ilmu baru, apapun itu. Semoga bisa bermanfaat dunia akhirat dan memudahkan jalan untuk menjadi perempuan mandiri dan bermanfaat. Amin

Mengajar Kimia

Beberapa bulan kemarin saya ngajar kimia, di sebuah bimbel di kota tempat tinggal saya di Surabaya.


Si Kembar Prajna yang unyu unyu dan selalu kembaran bajunya. 




Asyik juga ngajar kimia lagi. oh, love it.

Berbagi Tentang Google Drive dan Blog Di Panglungan Wonosalam


Tepat di hari pahlawan, 10 November 2014, Senin, saya bersama beberapa teman ada di desa Panglungan, Wonosalam Jombang.

Kami memenuhi tugas mata kuliah PPL di semester 2, S2 Teknologi Pendidikan UNESA. Ini adalah pengalaman pertama saya melakukan PPL  ke desa. Jaman masih S1 di Kimia ITB, tidak ada mata kuliah semacam ini, PPL ataupun KKN. Tugas akhir hanya berkutat di laboratorium dan penelitian.

Menjadi Pemateri Tentang Blog

Sungguh pengalaman yang sangat menarik. Saya bersama teman, didapuk sebagai Penyaji Materi. Teman yang lain, lebih sibuk lagi sebagai fasilitator dan penyambung antara mahasiswa dan pihak sekolah. Mengurus surat menyurat dan keperluan birokrasi untuk laporan akhir.

Tema yang kami pilih setelah survey awal, adalah Optimalisasi Internet Sebagai Sumber Belajar. Yang intinya berisi materi memanfaatkan aneka aplikasi yang diberikan oleh Google secara gratis. Yaitu Gmail, Mailing List,  Google Drive, Google Form, Google Doc dan Blog.

Menyimak dengan Serius

Para Peserta sangat antusias. Terlihat begitu tertarik mencoba sendiri materi yang kami sajikan di laptop.

Kendala utama hanya pada koneksi internet yang sangat lambat. Segala cara kami coba, mulai modem router, tethering dari hp android dan modem biasa. Mulai dari smartfren, indosat, simpati dan XL. Semua sinyal internetnya putus nyambung. Apalagi cuacanya mendung dan kadang hujan deras sekali. Walau begitu kami masih semangat menanti loading demi loading dan menyelesaikan materi semaksimal mungkin.


Guru dan Kru PPL

Dari bincang-bincang ringan, akhirnya ketahuan kalau ada beberapa guru yang juga satu alumni dengan saya, yaitu di SMA Negeri 2 JOmbang. Beliau adalah Kepala Sekolah MTsN Panglungan Wonosalam, ibu Umi Khoiriyah. Dan satu guru perempuan lagi, saya lupa namanya. Dari cerita beliau, sebenarnya kompetensi para guru sudah cukup mumpuni untuk meningkatkan kinerjanya. Semuanya sarjana dan responnya baik secara akademik. Minim fasilitas saja yang masih jadi kendala pemerataan kualitas pendidikan di desa.
Heni - Hay

Saya berharap di pemerintahan pak Jokowi ini, ada peningkatan yang signifikan pada akses internet di Indonesia. Karena internet bisa mempermudah kinerja para guru dan murid. Tentu saja, penggunaan internet sehat pun harus selalu digaungkan dan menjadi tanggung jawab bersama. Keikutsertaan saya di PPL semakin memantapkan niat saya untuk lebih serius mengotak-atik e-learning, agar kelak jika internet di Indonesia sudah bagus, banyak situs berbahasa Indonesia yang berkualitas bagus dan bisa diakses untuk keperluan pendidikan. Semangat :)

Nongol di Kiswah Event TV9 Surabaya

Di acara wisuda sekolahan anak sulungku, mendadak disuruh jadi wakil, ditelepon malam-malam. Lokasi Gedung Zhang Palace Jl. Lontar Surabaya. Wisuda SD Khadijah 3 Surabaya. Nggak tau kalau di shooting. Sebulan kedepan, eh mendadak nongol di tv pas eikeh motongin sayur buat buka puasa.

Yang Penting Ilmunya

Pendiri Jawa Pos, pak Dahlan Iskan, sempat menyita perhatian saya dengan kisah hidupnya. Yaitu tentang kuliahnya yang tidak sampai lulus. Masuk kuliah hanya untuk mengetahui ilmunya saja. Ketika ilmunya sudah diperoleh, beliau memutuskan berhenti kuliah lalu mempraktekkan ilmunya itu di dunia kerja. Bagi saya itu terobosan yang luar biasa berani. Belum pernah seumur hidup saya bertemu langsung dengan orang seperti pak DIS ini. Bahkan tidak ada satu pun teman yang berhenti kuliah karena merasa sudah cukup ilmunya. Yang terjadi bisa saja karena memutuskan menikah dini atau malas meneruskan kuliah karena tidak cocok dengan ilmunya. Dan setelah mereka berhenti pun, akhirnya beralih untuk menekuni hal lain. Akibat salah pilih jurusan, begitulah intinya.


Saya mencoba mengerti jalan pikiran pak DIS ini. Beliau hanya focus pada isi ilmunya, bukan titel sarjananya. Nah, focus pada ilmu ini bisa luar biasa jika dibiasakan sejak anak-anak. Mereka sekolah, belajar itu karena ingin tahu tentang suatu ilmu. Mereka merancang masa depan ingin sekolah dimana, kuliah dimana, kursus dimana, atau belajar apa itu karena minat dan rasa ingin tahunya terhadap ilmu tertentu. Jika di terjadi, maka bisa luar biasa tekun, konsentrasi, focus dan bersemangatnya mereka.

Hal ini terus memenuhi benak saya, terutama ketika kemarin mendengar seorang ibu dan anak bercerita tentang persaingan masuk SMA Negeri dan Perguruan Tinggi Negeri. Yang disebutkan berulang kali adalah nama sekolah favorit dan taktik untuk bisa masuk ke sana. Misalnya,  Kalau ingin ke ITB, ITS, UI , dll, jalur undangan, usahakan masuk SMAN “B” saja. Nah dari SMPN “A” pun bisa saja masuk ke SMAN “B”, asal nilainya begini begini, caranya begini begini. Dan begitulah seterusnya.

Tidak satupun ada kalimat yang menyebutkan atau mereka perbincangkan, bahwa kalau kamu ingin belajar ini, ahli dibidang ini, maka ambil sekolah disini atau kuliah disini. Jadi yang utama adalah nama sekolahnya, bukan ilmu yang ingin dipelajari disana.

Sebenarnya hal ini begitu umum dan  jamak sudah sejak saya kecil. Itulah sebabnya, demi masuk PTN favorit, anak lulusan SMA biasanya main hantam saja ketika memilih jurusan kuliahnya. Tidak peduli sesuai minat dan kemampuan atau tidak, yang penting diterima di PTN favorit. Lalu setelah masuk PTN, dan tahu jika ilmu yang dipelajari kurang menarik minatnya, mulailah mereka merasa gerah. Kuliah asal-asalan, main copy paste, Cuma nongkrong kesana kemari dan tidak sayang untuk membuang waktunya dan biayanya sia-sia di kampus. Sungguh eman-eman, alias sayang sekali. Dan itu pun saya temukan terjadi pada beberapa teman saya sendiri.

Berkaca pada fakta ini, saya mulai tergelitik untuk terus memantau minat dan bakat anak-anak saya. Dan mencoba sebisa mungkin mengarahkannya untuk memilih apa yang akan ditekuninya nanti. Saya suka sekali mengamati orang yang telah memilih satu profesi dan menekuninya dengan sepenuh hati. Apapun itu. Apakah pelukis, peniup gelembung sabun, peneliti, penulis, pengusaha dan lain sebagainya. Maka, akan sangat menarik sekali jika anak-anak saya bisa mengisi hidupnya dengan sesuatu yang memang dia minati. Lalu berprofesi dengan keahlian yang baik di bidang itu.

 Dan yang lebih penting lagi adalah, saya ingin anak-anak begitu mencintai dan menghargai ilmu lebih dari embel-embel apapun di mata manusia di bumi ini. Ilmu apapun harus diarahkan ke semangat tauhid yang membuat mereka lebih mencintai Sang Pencipta, bekalnya untuk mandiri dan bermanfaat untuk alam semesta.

Semoga. Amin. 

Jadi Pengawas SBMPTN 2014

Bersama beberapa teman di pasca Unesa, jadi pengawas ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Saya berangkat pukul 6 pagi naik motor. Mendadak hujan turun dan semakin deras. Saya siap dengan jas hujan dan lanjut sampai lokasi.

Tiba di tempat tanpa tersesat adalah prestasi saya hari itu. Sekuat tenaga saya konsentrasi dan menghafalkan petunjuk rute jalan dari suami. Bener-bener merapal, mulut komat kamit. Habis ini belok kiri-kiri-kiri, jl. diponegoro..ya bener. Belok kanan..ambil sisi kanan kanan kanan..ya jembatan layang bener..ambil kanan...puter balik...dst

Sampailah saya di UNUSA (Universitas Nahdatul Ulama Surabaya) di jl. sMEA Wonokromo Sby. Tentu masih sepi. Satpam bilang,ujian diundur sampai jam 10. Waduh saya di lokasi jam 7 pagi.

Ya sudahlah. Jika saya on time malah bisa  kejebak macet karena hujan. Untunglah tidak banjir,bu Risma sukses juga meniadakan banjir di jalan protokol Surabaya.

Setelah pengawas berkumpul, briefing dan pembagian amplop naskah ujian dan LJU..kami naik ke ruangan masing-masing.

Melihat yang ujian seperti bernostalgia. Ekspresi wajahnya lucu. Ada yang tampak streess sekali, kayak putus asa. Sampai penasaran,apa soalnya sulit banget?

Pengalaman yang berharga.

Mencegah Kanker

Tadi ada acara arisan PKK di perumahan kami. Lalu ada mas-mas yang ikutan duduk di tikar. Kirain siapa gitu, petugas penagih atau mau demo panci. Ternyata beliau (ngakunya) petugas penyuluhan dari yayasan anti kanker Indonesia.

Saya pikir apa dia dari pemerintah? Tapi apapun itu saya menyimak betul apa isi penyuluhannya.

Ada beberapa hal yang menarik perhatian saya. Ini akan saya tulis acak per poin ya, seingatnya saya tadi. Intinya untuk mencegah kanker rahim dan kanker payudara.

1. Nasi sebaiknya dihangatkan di magic com maksimal 5jam. Jika lebih akan jauh berkurang nutrisinya jadi seperti ampas nasi. Jika dikonsumsi terus maka akan merugikan tubuh. Bisa ditandai dengan rasa kram dan linu sendi yang bisa memicu asam urat.
Entah ini valid secara proses reaksi biokimianya belum saya selidiki. Tetapi anjuran untuk tidak terlalu lama membiarkan nasi dipanasi di magic com..masuk akal juga. Saya akan melakukannya. Jadi nanti masak nasinya beberapa kali sehari.

2. Cara menguji pembalut yang baik (dibahas saat pencegahan kanker serviks).
Ambillah isi kapas pembalut. Masukkan gelas berisi air bening. Aduk cepat sampai 20kali.
Jika kapal menggumpal dan air tetap bening maka itu pembalut baik. Jika air jadi keruh dan kapas hancur larut maka itu pembalut buruk yang mungkin dari bahan daur ulang (kertas/triplek) yang diberi pemutih.

3. Sebaiknya memakai celana dalam warna putih/krem, menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Jika berwarna dikhawatirkan zat warnanya luntur ketika berkeringat dan masuk ke organ intim wanita.

4. Sebaiknya tidak memakai BH berkawat dan terlalu ketat karena butuh sirkulasi darah yang baik di area payudara.

5. Ada empat bahan herbal ang baik untuk kekuatan tubuh sehingga mencegah kanker :
1. Bawang putih
2. Temu putih
3. Gamat emas atau teripang laut
4. Spirulana atau ganggang laut.

6.mencegah kanker dari pola makan sebaiknya menghindari 5 P :
1. pengawet
2. Pewarna
3. Pengenyal
4. Pemanis
5. Penyedap rasa

Saya baca di Jawa Pos pagi tadi. Ada anak terdeteksi leukimia yg ternyata suka makan usus ayam, mie instan, nugget dan sosis.
Jadi.menghindari 5 P ini wajib dilakukan. Masak sendiri di rumah bahkan untuk bekal anak sekolah akan jauh lebih aman.

Begitulah sedikit sharing dari saya. Semoga bermanfaat.

Ma, Nanti Sore Aku Main Anak Cerdas Lagi ya !

Pulang sekolah, paling sering anak-anak istirahat di depan gadget. Mau itu laptop atau tablet. Sebenarnya saya inginnya mereka tiduran aja sih, secara pulang sekolah sudah jam 12 siang dan jam 2 siang. Kalau itu saya jaman dulu kala, pasti sampai rumah sudah tepar, lemas, letoy bin kecapekan.

Tapi anak saya beda banget. Entah karena mereka anak laki-laki yang energinya banyak, atau emang sudah jamannya mereka penuh dengan gadget. Maka susah sekali memutus total penggunaan gadget pada anak-anak saya. Jadi cara memanipulasinya adalah benar-benar mencari aplikasi yang aman buat anak-anak. 

Dari online seharian sambil ngerjain tugas kuliah, saya buka twitternya KEB, yaitu komunitas emak2 blogger yang saya ikuti sudah hampir setahun lebih ini. Disitu disebutkan adanya aplikasi Anak Cerdas dari Acer. Semula saya hampir yakin, aplikasi edukasi buatan Indonesia bakalan ya gitu deh, nggak bagus-bagus banget seperti aplikasi bikinan Indonesia yang ada di internet atau android. Ups, maaf, punten, ngapunten, bukannya menjelekkan bangsa sendiri, tapi selama ini begitu. Maka saya biarkan sajalah itu nama Anak Cerdas, nanti saya akan coba install kalau anak-anak sudah datang.


Dan begitulah, siang itu setelah menjemput si kakak, ngeruntellah kami bertiga di atas kasur saya. Si adik megang laptop saya dan main game online balapan mobil, dan si kakak megang tablet. Saya minta dia mencari aplikasi tadi di tablet. Pertama, logonya lucu, menarik nih. Aksesnya juga cepat, tidak lemot ketika membuka aplikasi, login dan membuka fiturnya. Semuanya mudah cocok diaplikasikan buat anak-anak secara mandiri.



 Kemudian ada pilihannya, untuk membuka Game Edukasi atau Latihan Soal. Untuk game ini hanyalah link mengunduh beberapa game pilihan yang aman untuk anak, menarik dan edukatif. 

Untuk percobaan pertama, anak saya langsung membuka Latihan Soal. Si kakak memilih tingkat Kelas 6 SD. Dan membuka bab Sains. 

Si kakak menyelesaikan soalnya dengan santai, lalu gembira melihat skornya yang bisa langsung diketahui. Sayangnya untuk aplikasi latihan soal ini kita tidak tahu nomer item soal mana yang salah, dan jawaban yang benar harusnya apa.
Jadi langsung saja hasil nilai akhir yang muncul. 

Melihat kakaknya asik ngerjain soal sains di tablet, maka adiknya berteriak minta gantian. Dia pun mengeklik tingkat kelas 1 SD. Dan ikutan mengerjakan sains. 

Si adek ini emang baru saja lancar membaca, jadi dengan aplikasi ini, saya merasa senang juga, terbantu mendapat aplikasi yang menyenangkan buat anak saya melancarkan bacanya. Dia pun senang menjawab soal latihan yang tinggal memencet tombol lingkaran ijo. Lalu mendapatkan skornya. 

Seperti halnya prinsip ketika mereka main game, yang menarik ya mendapatkan skor. Jika skor kecil, mereka akan mencoba lagi tanpa beban dan tekanan. Begitu juga sepertinya prinsip dari aplikasi ini. Si adek suka mencoba lagi latihan soalnya. Saya ketawa dalam hati, seneng bener. Kenapa? karena si adek ini kayaknya bertipe auditorial, susaah kalau diminta latihan soal dengan kertas dan pensil. Adaaa aja aksinya untuk menolak ajakan saya ngerjakan soal latihan. Eh ketika latihan soal di tablet, enteng aja dia padahal kan belajar juga namanya itu. Seperti sore tadi, ketika saya menyuruhnya mandi dia seperti biasanya mengajukan negoisasi. "mama, pokoknya habis mandi aku main Anak Cerdas lagi loh ya!"
Alhamdulillah :)

 Postingan blog ini diikutsertakan dalam lomba blog aplikasi Anak Cerdas kerja sama Kumpulan Emak Blogger dan Acer Indonesia

Mas Aldo Bikin Blog Baru

Isinya tentang game dan tutorial bikin game.
Blognya http://slenkergame.blogspot.com

Aldo Start Bikin Papercraft Sendiri

Hari ini Aldo bikin papercraft sendiri. Dia googling sendiri sampai ngeprint template papercratfnya. yaitu Minecraft.

Sampai sore dia sibuk menggunting dan menempel. Lucu juga hasilnya.
Kecil banget.
Aldo gak set size picture nya lagi kayaknya.
Anyway good job for the first time.

Habis maghrib tadi Aldo bilang.
Ma nanti kalau printer kita udah ganti. Aku mau bikin papercraft lagi dan kujual.

Tumben Aldo kepikiran jualan. Biasanya adiknya yang suka jual beli.

Saya iyakan saja dengan hati cukup senang. Minimal ada bibit mandiri di benak anak-anakku dengan berjualan.

Rupanya nekadku jualan online di Jilbab Orin...jadi inspirasi juga buat mereka ya. Nggak ngira juga saya nih.

Bismillah barakallah ya nak.

Aji Terapi Sinusitis

Hasil.rontgen hidung Aji hasilnya sinusitis. Harus terapi SWD (Short Wave Diatherm).

Terapi Bekam

Sakit kepala saya belum reda juga walau sudah banyak obat flu yang saya minum. Bahkan antibiotik pun terpaksa saya telan juga, karena sepertinya flu kali ini bandel.

Mm, cerita penyakit nggak seru juga ya, tapi siapa tau jadi manfaat.

Karena nggak tahan dengan rasa badan yang gak karuan serta sakit kepala bangeet, akhirnya saya putuskan untuk menjalani terapi Bekam.

Sudah lama saya diajak untuk bekam demi kesehatan oleh teman saya seorang survivor kanker payudara. Namun baru kali ini saya berani dan nekad untuk menjalaninya. BErharap penuh ada perubahan.

Saya pun mengontak nomer telepon yang diberikan teman saya, dan datanglah sang umik - terapis bekam ke rumah saya.

Menatap umik saya jadi terharu, jilbabnya mirip model jilbab Teh Ninih jaman saya kuliah di Bandung dulu. Matanya teduh, bicaranya santai hangat. Tapi pijitannya manteb banget walau badannya kurus kecil. Eh biarpun kecil ternyata anaknya udah 5 loh, :)

Satu demi satu cup untuk bekam akhirnya menyedot darah kotor dari tubuh saya, yang kata umik penuh dengan toxic alias racun.

Karena pas dibekam sakit kepala dan migren saya luar biasa menyerang, maka saya mengiyakan saja ketika ditawari untuk dibekam di bagian kepala. Hasilnya, hiyy,...kata anak-anak saya, mama mirip Hell Boy atau Siluman Sapi.

Darah kotor dari bekaman di kepala saya mengucur deras terutama disisi kanan, tempat saya sering migren. Daerah bekam lainnya di pundak dan tangan. Khusus di lengan kiri saya yang tertancap jarum silikon KB Implant, tidak dibekam, karena takut beresiko. Walau saya enteng aja, bilang nggak papa umiik. Beliau menolak, takut ada apa-apa. ya sudahlah.

Maunya saya waktu itu, dibekam di sekujur tubuh sekaligus. Biar ilang deh semua racunnya. Tetapi umik menganjurkan bertahap, karena saya bisa lemas jika kehilangan darah terlalu banyak.

Setelah dibekam, subhanallah wal hamdulillah, ada perubahan besar sekali. Pundak enteng, mata rada enteng walau masih pusing. Saya pun tidur lebih lelap, nyenyak sekali. Sudah lama rasanya tidak bisa tidur nyenyak loh, baru sadar saya. Oh, ternyata saya beneran nggak jaga kesehatan rasanya.

Esoknya pun saya mudah berkeringat ketika beraktifitas. Keringatnya bikin badan seger. Cuma ya itu, sakit kepala dan hidung tersumbat saya masih ada. Sakit kepalanya belum juga reda, saya pun takut ada apa-apa. Maka saya pun lari ke dokter di RKZ Surabaya. Disana saya di diagnosa terserang Rhinitis Akut.

Yaitu semacam inflamasi atau radang di daerah mucosa hidung, disebabkan oleh virus atau bakteri. Anak saya sebelumnya, didiagnosa Sinusitis Bilateral Kompleks. Menderita hal yang sama dengan saya. Lah wong, dia sakit, saya jaga. Akhirnya saya sakit. Eh ternyata virusnya sama.

Anak saya harus menjalani fisioterapi nebul (penguapan) selama 5 hari berturut-turut.
Kalau saya, masih minum obat. JIka tidak ada perubahan berarti, harus foto rontgen hidung dulu dan mungkin akhirnya fisioterapi sama dengan anak saya.

Jika mengingat rasa sakit kepala yang menyerang ini karena rhinitis, apa saya sakit ini dari jaman jahiliyah dulu ya? :)
karena sejak SMA saya sudah sering sakit kepala, terutama ketika kuliah di Bandung.

Wis pokoke bismillah, ada obat untuk semua penyakit. Niat kudu kuat, sehat hanya untuk mengabdi kembali kepada-Nya, Alloh SWT.

Ingat Enzym Kembali

Beberapa bulan ini saya sering sekali sakit. Entah itu flu, batuk, pusing, gampang capek, susah tidur, linu semua ketika bangun tidur, duh lengkap ya.Secara umur saya ya belum tua bangetlah sebenarnya. Masih 25 tahun, #eh, nambah 10 tahun lagi ding, hehe.

Semula saya yakin tidak ada apa-apa yang buruk dalam kesehatan saya. Capek, dll itu saya anggap karena kerjaan saya kan sekarang jadi dobel. Ngurus rumah tangga, anak, juga nambah kuliah lagi. Eh ternyata, di suatu saat, sempat badan saya drop banget dan aneh.

badan pegel banget. Apalagi tangan kanan. Lengan kanan saya ini sakit sekali jika digerakkan. bahkan untuk cuci piring dan masak, itu harus nahan sakitnya minta ampun. Saya bingung juga, kenapa ini. Karena memang di lengan kanan saya, ada benjolan lemak yang kalau orang Jawa nyebutnya "uci-uci". Lalu muncul dua benjolan kecil lagi, di dekatnya. Nah benjolan baru ini mungkin yang nyerempet syaraf ya, jadi nyeri sekali. Terutama kalau saya lagi capek banget, atau kebanyakan minum kopi. Kopi? iya beneran ternyata, jika kebanyakan kafein ternyata badan saya ada reaksinya, yang linu jadi linu.

Beberapa malam saya tak bisa tidur karena sakit di lengan kanan itu, sampai saya kerokin juga, sakitnya belum juga reda. Dan mampirlah ke ibu dokter. Trengtengteng, ternyata eh ternyata, saya harus cek darah. Dan mengejutkan sekali, ternyata kolesterol saya lumayan tinggi. Yaitu 217, dengan nilai normal maksimalnya 200. "Pantesan ibu sakit semua badannya," itu kata dokter.

Bener nih kata teman saya, kalau kolesterol saya tinggi. Teman saya bilang begitu karena saya sering mengeluh, tiap hari kok rasanya masuk angin terus dan gampang ngantuk. Terlebih badan rasanya pegel aja. Dan bener loh, saat menunggu hasil tes darah waktu itu, saya ngantuk sekali tak bisa ditahan. Sampai saya nekad cuek selonjoran dan tidur di kursi tunggu. Waktu itu saya ke dokter sendirian.

Pulang dari situ, wah saya parah juga ternyata. Kesehatan lagi eror banget. Berat badan saya juga melar banget, perut buncit juga. Saya sering makan di malam hari, ketika lapar setelah begadang mengerjakan tugas kuliah. Setelah makan pun saya sering langsung jatuh tertidur. Ketika makan siang pun,begitu. Saya sering merasa ngantuk sekali setelah makan siang. Saya pun tidak pernah berolah raga dalam bentuk apapun, kecuali mengerjakan tugas rumah tangga - jika ini bisa disebut olah raga ya :)

Saya makan nasi banyak banget. Entah karena apa, saya rasanya kelaparan terus. Dan harus makan nasi banyak. Kurang sayur apalagi buah. Parah memang. Nggak kaget kalau kolesterol saya kena. Untung asam urat, dll aman.

Selanjutnya saya pun browsing lah, mau gimana lagi kecuali ke mbah google hayo. Saya cari tahu cara menurunkan kolesterol. Dan jawabannya banyak makan kacang panjang, buncis, jamur dan makanan lainnya. Saya pun melakukannya, dan ada perubahan dalam tubuh saya.

Tetapi saya masih saja belum merasa fresh, seger. Lesu aja. Mungkin terpengaruh emosi saya juga kali ya, galau melulu, hehehe. Juga mikir, nanti kuliah gimana,  biar cepet lulus gimana, kalau udah lulus gimana. Ditambah kondisi Anak mau UNAS kelas 6 SD. Adiknya juga rada males belajar. Sementara mereka semua belajar dari saya dan bapaknya aja, nggak pake bimbel. Jadi ya, mau nggak mau, isi kepala dan batin saya beraaat juga deh. saya lagi SUTRISS sebenarnya dah, alias stres.

Saya sering sekali ketika drop di atas tempat tidur, kepikiran, apa saya ini mau meninggal ya? kok rasanya badan sakit melulu.

lalu saya pun merenung. Jalan keluar satu-satunya ya, saya harus berubah. Mengubah gaya makan, gaya hidup, olahraga dan mengatur kendali pada perasaaan dan pikiran saya kembali. Saat itu saya terpekur dan sudahlah menyerah kepada-Nya. Yang terjadi di masa depan, terjadilah Ya Rabb. Aku berserah kepada-Mu. Kuserahkan hidup dan matiku hanya untuk-Mu. Saya pun berpikir, perlu untuk masuk rutin mengaji lagi di pondok seperti setahun sebelumnya saya lakukan.

Hidup saya sedang tidak seimbang secara jasmani dan rohani. jadi efeknya pun saya sering sakit-sakitan. Saat ini pun saya belum pulih dari sakit flu seminggu lebih. Obat bebas dan obat dokter belum bisa menyembuhkan total. Saya akhirnya berhenti saja minum obatnya.

Alhamdulillah,ada kakak yang sedan diet ala FC (Food Combining) menyarankan saya mengikuti cara makannya. Biarpun saya sering dibikin keki, karena dianggap cemen kagak berani diet, akhirnya saya ikuti saja. Saya bawa bukunya dan membacanya. Dan , Ya Rabb... memang benar tulisan di buku ini,

Poin penting dalam buku ini bagi saya adalah, lihatlah kesehatan tubuh itu sampai dalam bentuk sel-nya. Adanya regenerasi sel, adanya enzym yang itu semua produk utamanya ya dari air dan makanan. Maka cara makan kita yang harus dibenahi. Ah benar juga, saya belajar tentang metabolisme tubuh sampai dalam tahap sel di kelas biokimia, jadi saya yakin kebenaran penelitian dokter kelahiran Jepang di buku ini.

baiklah saya mulai untuk mempraktekkannya :
1. bangun tidur, ketika perut kosong, saya minum air jeniper hangat. lalu keluar rumah, menghirup udara segar.
2. lalu saya minum air 1 gelas. pelan-pelan minumnya.
3. saya makan sepotong kecil pepaya segar
4. 30 menit kemudian, saya sarapan.
5. ketika makan saya mengunyah 30 kali lebih, sampai benar-benar halus agar tercampur enzym di mulut dengan sempurna sehingga meringankan kerja usus saya.
6. setelah makan, saya tidak banyak minum air seperti biasanya, supaya enzym tidak encer.

dan begitulah, cukup terasa juga badan ini lebih segar tidak berat sekali seperti sebelumnya.
Perjalanan saya menuju sehat masih jauh, tapi saya akan berusaha untuk istikomah. Saya ingin sehat segar sampai nenek-nenek. Amin.


\

GUS DUR VAN JOMBANG

Minggu pagi ini cukup luar biasa buat saya. Dengan lancar kami sekeluarga bisa mengunjungi masjid agung Al Akbar Surabaya. Atau lebih sering disebut, masjid Agung saja.
Dari masjid ini saya mampir ke toko buku Mizan, dalam perjalanan pulang. Yang tak disangka sebelumnya kami lewati. Karena di awal berangkat kami lewat tol.



Ini adalah perjalanan pertama saya dan anak-anak ke masjid Agung. Sudah lama kami ingin kesana, tetapi belum tepat juga waktunya. Di masjid ini, kami hanya numpang sarapan nasi pecel di emper jalan masjid dan sekedar duduk berteduh di teras masjid.

Saya tidak masuk ke dalam masjid. Padahal rencana di batin saya jauh hari sebelum berangkat, ingin ngademkan ati di dalam masjid. Sholat, dzikit, tafakur dan terpekur dengan nikmatnya. Namun hal itu tidak terjadi, karena, seperti biasa, dua anak lelaki saya akan gelisah dan ingin segera pulang. Mungkin salah saya juga, tidak memberikan gambaran rencana ke masjid ini mau apa saja. Dan tidak sekedar ingin tahu letak masjid Agung itu dimana, dan beli sarapan disana kalau minggu pagi. Tetapi ya sudahlah, lumayan bisa tau masjid Agung. 

kembali ke cerita toko buku Mizan. Saya dan anak-anak memekik gembira ketika ternyata lewat ke toko buku ini. Sudah lama sekali kami tidak membeli buku baru. Terakhir itu sepertinya beberapa waktu setelah lebaran tahun kemarin. Hmm..sudah hampir setahun mungkin. 

Toko buku utamanya ditutup, yang ada hanya deratan rak buku diskon di emperan toko. Tapi tak apalah, lumayan. Saya sudah mewanti-wanti anak-anak untuk memilih sedikit buku saja, dan buku yang bagus tapi murah saja. Maklum sudah tanggal tua, hehehe.

Salah satu buku yang dipilih anak sulung saya adalah buku ini.
Dan malam ini, gantian saya dan anak saya membacanya. Bagus loh isinya. Saya pernah membaca buku biografi tentang Gus Dur bergenre novel, dan isinya sama dengan komik ini. Saya seneng karena anak sulung saya jadi tertarik dengan Gus Dur. Tokoh penting dan istimewa negeri ini.

Yang terutama semoga berbekas pada anak-anak, adalah Gus Dur suka membaca buku sejak kecil. Bahkan ketika bermain pun selalu membawa buku.

Ah, banyak sekali nasihat manis dari buku ini. Terutama buat saya ya.
Ketika kisah ibunda Gus Dur, yang sering ditinggal pergi berjuang oleh ayah Gus Dur, dijaman perang untuk membela rakyat. Ibunda Gus Dur, dengan tampak biasa saja, mengurusi anak-anaknya dan menjual permen untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Begitu juga istri Gus Dur. membantu berjualan kacang untuk memenuhi hidupnya. Mereka dulu miskin, namun bahagia dan yang penting keimanannya begitu kuat. 

Saya ternasehati betul oleh buku ini. Terlebih oleh kisah Gus Dur. Terima kasih untuk para penulis buku biografi tokoh istimewa yang patut diteladani macam Gus Dur ini. Semoga jasa kalian menjadi amal jariyah yang tiada putusnya. 

Belajar Dari Bung Tomo




Bung Tomo berwasiat ingin dimakamkan di makam rakyat biasa. Rakyat yang selama ini diperjuangkan. Maka walaupun sudah menjadi pahlawan, beliau tidak mau dimakamkan di makam pahlawan. Bung Tomo, dimakamkan di makam Ngagel Surabaya.

Siapakah Bung Tomo?
Yang saya ingat, jaman SD dulu, bung Tomo adalah pemimpin gerakan melawan penjajah di Surabaya. Bung Tomo meneriakkan, Rawe Rawe Rantas, Malang Malang Tuntas.

Intinya bung Tomo adalah pahlawan dari Surabaya.

Snapnote saya kali ini mencoba merekam sedikit hal yang baru saja saya lihat di acara TVRI pagi. Sambil rehat setelah mengerjakan pekerjaan domestik, saya nyalakan televisi.

Ada tiga hal dari bung Tomo yang menarik, diceritakan oleh istrinya dan anak lelakinya. Begini cerita mereka.

#cerita istri :
1. Bung Tomo itu romantis dan berhati lembut. Suka menulis puisi. Kecintaan istrinya ini dituliskan dalam bukunya yang berjudul, Bung Tomo Suamiku.


2. Dalam mendidik anak, bung Tomo sangat disiplin. Yang utama itu harus jujur. Tidak boleh bohong sama sekali. Pernah anaknya yang perempuan itu ketahuan berbohong. Lalu dihukum disuruh berdiri di pinggir jalan. Dan setiap ada orang lewat, anak itu harus mengatakan, "saya dihukum bapak karena bohong".

#cerita anak lelaki bung Tomo
- "Pernah suatu hari, saya memainkan pita berwarna merah putih. Karena bermain-main di dapur, akhirnya pita itu terkena api kompor dan terbakar. Bapak saya tahu tentang hal itu, lalu berkata, "warna merah putih itu lambang bendera negara yang kita perjuangkan selama ini. kamu jangan main-main". Lalu bapak meminta saya mengumpulkan abu pita warna merah putih itu, dan menguburnya ke tanah menggunakan sendok. Sejak saat itu sampai sekarang, tiap bangun tidur saya selalu memasang bros bendera merah putih ini ke baju yang saya pakai".

Sebuah cerita yang indah dari jejak pahlawan kita, bung Tomo. Semoga menginspirasi :)

Whatsapp-mu Harimau-mu.


 Ini sudah kesekian kalinya saya menemui ada masalah di grup whatsapp. Tidak hanya satu grup, beberapa grup juga mengalami hal yang sama. 


Whatsapp adalah sebuah fitur di ponsel pintar yang lebih banyak digunakan daripada lainnya. Saya sudah menginstall LINE, wechat dan kakao talk untuk berpesan singkat. Tetapi hanya whatsapp yang aktif. Lainnya tidak.

Padahal saya lebih suka LINE, karena bisa juga digunakan di laptop atau PC dan ada gambar yang lucu-lucu. Sayangnya di LINE, karakter hurufnya sangat terbatas.


WA atau whatsapp ini menjadi sarana yang paling efektif untuk berbagi informasi, terutama di kelas pasca kami. Di minggu pertama kuliah, langsung ada teman yang membuat grup di whatsapp dan menginvite kami satu per satu. Tentu saja yang menggunakan aplikasi android atau blackberry.

Saya sebenarnya sudah membuat milis jauh hari sebelum pertemuan pertama kuliah pasca, tetapi aktifnya milis jauh di bawah grup WA ini. Padahal milis bisa efektif untuk semua orang, walaupun tidak menggunakan android atau BB.

Karena seperti chatting, grup WA tidak hanya untuk berbagi informasi kuliah. Tetapi juga untuk bercanda atau berbagi cerita. Beberapa hal terjadi dan menyebabkan konflik di dunia WA, sampai-sampai yang sedang sakit hati langsung keluar dari grup.

Saya pernah sekali melakukannya. Saat itu saya merasa sangat tidak nyaman, ketika teman-teman mulai bercanda dan menggoda seolah-olah ada teman lelaki yang mencari saya karena naksir. Saya marah bukan karena memang jadi pelaku yang ketahuan (ih amit amiiit), wong yang dipasangkan ke saya itu umurnya jauh lebih muda alias seperti keponakan saya sendiri. Tetapi saya tidak suka beneran, gaya bercanda begituan untuk kami-kami yang sudah menikah dan punya anak. Saya makin marah, ketika sang pelaku membela diri dan menjawab keluhan saya dengan tulisan yang full huruf kapital dan banyak tanda seru. Tanpa babibubebo saya langsung cabut, keluar dari grup.
                          " JANGAN SALAH PERSEPSI!!!! SAYA HANYA BERCANDA !!!"

nah loh, baca tulisan ginian apa nggak malah emosi jiwa?

Untungnya beberapa teman lalu meminta saya bersedia masuk kembali ke grup. Mereka sebenarnya kuatir saja sih ga dapat info atau kehilangan reminder. Karena saya dinobatkan jadi bu RT di kelas pasca itu. Mereka nggak tulus-tulus amat sih takut kehilangan saya, heheh.

Kondisi lain terjadi di grup satunya lagi. Teman alumni saya itu aktif sekali berdiskusi apa saja di grup WA. Apa saja. Mulai dari tentang banjir, korupsi, PKI, apa aja. Saya jarang aktif, karena ada satu hal yang saya kurang sreg. Ada diskusi tentang agama disitu. Teman saya sesama muslim ini sering menuliskan keluhannya tentang beberapa hal yang muslim juga lakukan. Lalu ini dibahas oleh semuanya, bahkan yang non muslim. Tentu saja ini rasanya kurang etis. Mau membantah, nanti debat kusir. Diam saja, hati gak enak. Akhirnya dengan beberapa alasan, saya pamit untuk keluar dari grup itu. Tentu dengan lebih dulu menyimpan nomer kontak beberapa teman yang dekat dan kira-kira nanti perlu untuk dihubungi.

Terakhir, terjadi lagi. Seorang teman saya mendadak ngambek dan langsung keluar dari grup WA. Karena dua postingannya tidak ada yang mengomentari. Saya yang memang seharian tidak membuka ponsel karena sedang main ke rumah ibu, jadi kaget. Ini ada apa?
Namanya itu hari Minggu, semua pada pergi sama keluarga mungkin. Dan nggak ada sinyal yang baik buat WA, bisa saja ga ada yang baca tuh postingan. Perasaan saya campur antara heran, geli dan ga enak juga. Karena masuk jajaran teman yang tidak mengomentari itu tadi.

Hffhh...begitulah resiko text world.Whatsapp-mu Harimaumu.  Jarimu Harimaumu.