Podcast Bu Heni

Tampilkan postingan dengan label lomba blog. Tampilkan semua postingan

Tetap Tegar Jadi Emak Gahar

34 komentar


Emak gahar dilarang tumbang!
Emak gahar dilarang nangis di pojokan!

Lah, mbak Heni, itu ngapain sampai mangap-mangap segala. 
Ekspresinya itu sepenuh hati banget gaharnya. 
Hahaha, itulah cara terampuh saya untuk "mencambuk" diri sendiri. Memaksa diri sendiri melawan baper dan mager. [*baper = bawa perasaan, mager = males gerak]

Apalagi kalau udah harus berhadapan dengan siklus bulanan yang memporak-porandakan mood, dan membuat kaki dan boyok terus nyut-nyutan. Linunya itu loh, kayak habis naik gunung sama himpunan pecinta alam aja. Perasaan jaman sekolah, naik lereng gunung sampai subuh terus pulang ke kos-kosan, besoknya aman aja lari ngejar angkot. Sekarang track jalan kaki cuma pagar dan dapur aja, aduuh badan pegel semua.

Perempuan Multitasking Butuh Multivitamin

Mendengar keluhan saya itu, banyak teman yang menganjurkan saya minum multivitamin mineral dalam kemasan modern yang siap minum. Secara umur juga udah lewat jauh dari angka 17 tahun, saya pun kudu tahu diri juga lah. Apalagi perempuan, kerjaannya banyak bener, nggak ada habisnya dengan waktu terbatas. Mau jadi ibu rumah tangga, kerja dirumah, kerja di kantor, pokoknya jadi emak-emak itu nggak mungkin lepas dari multitasking.

Terlebih kalau udah jadi emak-emak, jadi ibu, jadi mom.
Singkatan kata MOM juga apa coba?


MOM = Master of Multitasking. 


Menjadi seorang ibu adalah sebuah perjalanan baru menjadi manusia ajaib yang ahli melakukan beberapa hal sekaligus. Multitask.


Ajaib?

Ya, karena tanpa perlu adanya pelatihan tertentu, seorang ibu otomatis saja bisa melakukan semua hal dalam satu waktu. Misalnya menggendong anak, sambil menyusuinya, sambil membersihkan telinga anaknya, sambil berjalan kesana kemari dari dapur menuju tempat mesin cuci baju. Ya, semuanya bisa dilakukan sekaligus. Bahkan sesekali sang ibu mampir ke meja makan, mencomot beberapa potong tahu goreng untuk pengganjal lapar saat menyusui.  Hitunglah berapa jumlah pekerjaannya? Mau ditambahin lagi? bisa!

Dengan beberapa pekerjaan yang perlu diprioritaskan sekaligus dalam satu waktu inilah, perempuan biasanya kurang baik menata pola makan dan pola hidup yang sehat. Terkadang karena kelelahan pula, terjadi gangguan kesehatan dan pencernaan yang menyebabkan penyerapan vitamin dan mineral dalam tubuh jadi tidak optimal. 


Terlebih jenis vitamin dan mineral itu ada yang larut dalam air, yang bisa mudah hilang jadi keringat atau air seni. Jadi harus di-"supply" terus supaya metabolisme tubuh tetep berjalan baik. Cara termudah ya minum multivitamin dan mineral. Selain menjaga stamina, multivitamin mineral diperlukan juga untuk beberapa hal dalam infografik berikut ini:





Memilih multivitamin juga kudu ati-ati loh mak. Sesuaikan dengan kebutuhan gizi kita yang dipengaruhi gender dan juga umur. Untuk perempuan, suplemen multivitamin biasanya dirancang untuk kebutuhan usia subur 18 - 50 tahun. Bahkan pada wanita hamil, diperlukan multivitamin yang mengandung lebih banyak zat besi dan asam folat, utnuk mencegah bayi lahir cacat. 

Nah, di cerita awal saya lemah letih lesu, itu bisa dikarenakan kekurangan vitamin dan mineral. Emang mak, itu loh, walaupun vitamin dan mineral hanya diperlukan dalam jumlah kecil, akan tetapi penting. Kalau kekurangan bakal ada masalah, kalau berlebihan juga kurang baik. Lebih lengkapnya saya sajikan dalam bentuk tabel ini nih, biar mudah bacanya. 



Tabel1. Jenis Mineral, Fungsi dan Akibat jika kekurangan


Tabel 2. Jenis vitamin, produk makanan sesuai 


Ketika Menstruasi, Kemampuan Multitasking Perempuan Menurun


Jadi, kayak saya tuh, kalau lagi mens badan pegel semua, lemah, letih, lesu, itu bisa diakibatkan kurangnya asupan vitamin dan mineral berupa zat besi, Mangaan dan seng. Saat siklus menstruasi, bahkan ketika sudah menopouse, perempuan membutuhkan asupan zat seng dan zat besi dengan baik. Coba deh kalau lagi drop bulanan gitu, minum suplemen yang ada kedua unsur mineral tadi, dijamin badan lebih seger rasanya. 

Kebetulan, kemarin saya coba minum tuh multivitamin mineral Theragran M, lumayan badan ini jadi seger lagi dan bisa neruskan beberapa pekerjaan yang tertunda. Itu karena, di dalam setiap kapsulnya mengandung beberapa vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh, dengan komposisi tepat. Minumnya juga sehari sekali saja ya, kecuali dokter menganjurkan lain. 


multivitamin theragran M
Jenis vitamin dan mineral yang ada dalam Theragran M


komposisi Multivitamin Mineral Theragran M

Nah, jadi kenapa ada orang bilang kalau multitasking perempuan menurun ketika mens? 

ya karena setelah diteliti, kemampuan spasial perempuan berkurang dalam siklus mens bulanannya. Kemampuan spasial itu penting karena menentukan kemampuan menggabungkan beberapa kemampuan yang berbeda sekaligus. Tetapi hal ini juga berbeda-beda sih, tergantung bawaan tiap orang juga. Ada perempuan yang makin lincah gesit saat mens, ada yang makin susah mikir banyak hal dan melakukan multitasking. 



Pokoknya kalau mau kerja multitasking, butuh banyak energi deh, kayak animasi di bawah ini:


Ingat! Jangan Berlebihan

Walaupun sangat berguna untuk kesehatan, minum multivitamin tidak boleh berlebih loh mak. Hindari multivitamin yang melebihi 100% dari nilai harian yang direkomendasikan. Karena kalau kebanyakan dalam dosis besar, dapat jadi racun bukan jadi nutrisi dalam makanan. Misalnya kelebihan kalsium, akan menghambat penyerapan zat besi. Pokoknya pilih multivitamin dengan komposisi seimbanglah kayak Theragran M ini, yang diproduksi perusahaan terpercaya PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. Belinya juga gampang, ada di apotek terdekat atau apotek online yang sekarang sudah mulai banyak beredar di internet. 


Tetap Tegar Jadi Emak Gahar

Bener juga nih, setelah rutin mengkonsumsi multivitamin mineral Theragran M, badan jadi lebih segeran. Nggak gampang ngantuk, lesu dan bete lagi. Pekerjaan rumah beres, urusan kerjaan di blog dan edupreneur juga oke. Proposal training digital learning yang sudah diminta oleh pihak sekolah, bisa saya hias lagi dengan beberapa infografik dan mengirimnya menjadi berkas yang lebih cantik. 
fotonya yang cakepan dikit napa mak? :D
Serius nih, nggak mudah jadi perempuan loh, apalagi emak gahar. Kan emak gahar nggak boleh nangis di pojokan? wkk..

Yang artinya, biarpun migren melanda atau gundah gulana kehidupan datang menerjang, tetep aja rencana kerja kudu jalan terus. 

Demi apa coba?
Emak gahar ingin membangun 7 karakter perempuan suksesIngin menguji kemampuan diri sendiri, seberapa besar pencapaian yang bisa dibangun oleh perempuan yang baru bisa berkarya setelah belasan tahun menjadi ibu rumah tangga. Nah, 7 karakter ini harus saya upayakan sekuat tenaga tetap ada dalam diri saya. Yaitu:
  1. punya passion yang kuat
  2. mau bekerja keras
  3. fokus 
  4. punya motivasi diri yang kuat
  5. melayani sepenuh hati
  6. gigih menghadapi rintangan
  7. percaya diri
Apalagi saya nih dianugerahi anak laki-laki semua. Saya kudu menunjukkan ketangguhan dalam menjalani hidup. Sehingga anak saya jadi anak gadas, kuat sekuat batu cadas. Tapi itu semua tidak hanya dibangun dengan tekad. Melainkan kudu dibarengi gaya hidup sehat. Sepakat? 

Semoga menginspirasi ya...

Salam, 


Emak Gahar :D
alias Heni Prasetyorini







Ibu Mertua Bilang, Lebih Baik Kami Belajar dari In Harmony Clinic. Mengapa Ya?

8 komentar


opname 1, ketika suami ditelepon ibu mertua. dan saya #senyumajayuk :)

Perlahan-lahan saya menjawab telepon dari ibu mertua, “iya mak, sekarang mas Zam opname.”, itu terjadi ketika suami opname. Telepon senada juga akhirnya saya terima juga ketika anak opname. 

Suara saya bergetar menahan debaran jantung. Menahan rasa sedih, malu campur “takut dimarahi” sama ibu mertua. Hiks, siapa yang bisa ga gemetar, ini sudah ketiga kalinya saya memberitahu ibu mertua, kalau keluarga saya sedang opname. Kemarin suami opname karena sakit demam typhoid (tipus). Lalu anak sulung saya kena demam berdarah. Lanjut anak kedua kena demam berdarah juga. 

Tanpa babibu lagi, ibu mertua lalu bilang bahwa besok beliau akan datang (lagi)  menjenguk ke rumah sakit. Nah loh. Saya melirik suami. Rencana merahasiakan ke-opname-an anak dari ibu mertua yang jauh di luar kota, harus gagal lagi. Ibu mertua saya bukan pemarah atau menyalahkan orang, apalagi menantunya. Tetapi beliau tipe pencemas. Sedikit masalah, sudah cemas. Apalagi mendengar anak cucunya sakit dan opname. Hadeeehh bisa bisa beliau sendiri yang jatuh pingsan. Nah itulah yang kami cemaskan.

Sakit Itu Ujian atau Musibah?

Yaelah, nggak lagi pengen bicara filosofi spiritual deh. Sakit ya sakit. Apalagi opname. It means, harus mengerahkan segenap jiwa raga tinggal di rumah sakit. Dan itu sungguh tidak mudah kawan. Sangat melelahkan. Walaupun rumah sakitnya mewah seperti hotel bintang lima. Sempat saya merenungkan kesalahan apa yang saya perbuat, kok anak dan suami sakit dan harus diopname berturut-turut. Perasaan udah bener menjaga makanannya, membersihkan rumahnya. Kami pun tidak suka jajan kulineran, bahkan jarang jalan-jalan belusukan di tempat yang kotor.

“Anak bojomu kaget paling Nik, apene mbok tinggal kuliah maneh”.
Candaan dari kakakku ini bikin hatiku maknyess. Nyerii banget. Sedih. Apa iya, anak dan suamiku jatuh sakit dan opname karena mereka kaget bakalan aku tinggal untuk kuliah lagi? Apakah ini ujian dari Tuhan, saya sungguh-sungguh mau belajar lagi di kelas Pascasarjana. Ataukah ini teguran dari Tuhan untuk menghentikan langkah saya?
Aduh, betapa isu kesehatan bisa mempengaruhi semua rencana kehidupan ya?
Namun kalau sudah terlanjur opname kayak gitu, nggak ada waktu galau. Hanya fokus menjaga pasien sampai stabil dan dinyatakan sembuh lalu bisa pulang ke rumah.

Bahaya Penyakit


Baik penyakit Demam berdarah Dengue maupun Tipus (Demam Typhoid), duan-duanya bisa berbahaya dan mengancam keselamatan jika tidak mendapat tindakan cepat dan tepat. Gejala kedua penyakit itu sekarang juga tidak bisa disamaratakan lagi. Hal ini karena adanya perubahan genetik dari virus yang beredar, akibat penggunaan obat dan antibiotik yang irasional (kurang tepat).

Waktu itu suami saya tidak mengalami demam panas tinggi, atau panas naik turun yang ekstrim. Dia hanya lemas dan meriyang (sedikit demam, bukan merindukan kasih sayang loh :D). Lebih dari 3 hari dia mengeluh pusing dan capek badan, akhirnya kami ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Karena demam sudah lebih dari 3 hari, maka diwajibkan untuk tes darah oleh pihak RS. Dan hasilnya ada indikasi demam typhoid yang cukup tinggi angka widal test-nya. "Tipusnya tiarap", gitu istilah dokternya yang sempat marah karena dianggap kami hampir telat datang.
Waktu itu saya cemas luar biasa. Teringat cerita anaknya ibu kos di Bandung, yang meninggal karena sakit tipus ini. Aa Epi, itu nama almarhum. Menurut istrinya, saat itu dikira sakit maag biasa. Lalu dikira sakit demam berdarah. Hampir 2 minggu lebih mungkin, setelah di tes di RS berbeda, ternyata hasilnya demam tipoid. Tidak lama diopname, A' Epi kemudian meninggal dunia. Ternyata demam tipoidnya sudah menjalar sampai ke otak. Sehingga tidak bisa diselamatkan.

Memang beberapa teman dan saudara sedikit meremehkan. "Kenapa sakit tipus aja pake opname? suamiku biasanya minum cacing aja beres, sembuh.", begitu komentar teman ketika menanyakan kabarku yang sedang menunggu di RS. Aduh, bikin galau kan?

Begitu juga saat kedua anakku, hampir berurutan opname karena sakit Demam Berdarah Dengue. Tanda panas tinggi, naik turun, bintik merah tidak muncul sama sekali pada tubuh mereka. Keduanya hanya demam biasa, sekitar 38 derajat. Hanya mengeluh perutnya sakit tidak enak, badannya sakit semua bahkan disentuh saja rasanya sakit dan pegal lalu matanya merah.


kalau anak-anak sakit, sampai opname, saya mikirnya macem-macem T_T
Akhirnya, karena mereka tampak lemas, kami bawa ke rumah sakit. Demam "biasa"nya itu tidak turun-turun. Setelah di tes darah, akhirnya ketahuan Demam Berdarah Dengue. Kalau diingat saat itu, trombosit anak-anak saya tidak terlalu drop, namun fisik mereka lemas banget. Saya memilih opname tanpa memikirkan hal lain. 


Komentar teman juga ada lagi, yang mengatakan bahwa Demam berdarah tak harus opname. Bisa dirawat sendiri di rumah sakit, asal ibunya telaten. Aduuhh, tidak, saya nggak bisa banget begitu. Saya pengalaman punya anak prematur - itu foto anak yang di bawah itu - anak kedua saya lahir prematur. Berada di dalam kecemasan antara hidup dan mati untuk anak itu sangat berat. Mending saya susah payah merawat di rumah sakit deh, asal dekat dengan para dokter dan tenaga medis. 

Itulah kenyataan di sekeliling kita ya. Kondisi medis seperti ini sering disamaratakan dan dianggap berlebihan jika kita memilih menyerahkan tindakan pada penyedia layanan medis dan kesehatan. Padahal para dokter, suster, peneliti medis dan kerabatnya itu kan sekolahnya juga sulit, juga pinter gitu. Pasti ilmunya jauh lebih mumpuni dari kita, saya, orang awam. Saya percaya hal itu, maka menyerahkan kepada yang ahli, adalah pilihan terbaik. Apalagi ini bicara medis dan layanan kesehatan.

Semakin Concern Pada Pencegahan Penyakit

Yang saya tulis diatas itu terjadi  3 tahun yang lalu. Rasanya berat sekali kemarin itu. Dan sekarang juga, saya masih sering kuatir bakal terulang lagi. Mau sebagaimanapun kami menjaga rumah untuk bersih dan sehat, lingkungan sekitar perumahan kami agak kurang mendukung. Ada sebuah Telaga dan semacam perkebunan kecil yang kurang terawat. Dipastikan banyak nyamuk dan serangga lain yang bisa menjadi carrier penyakit, entah itu Dengue, Malaria atau Cikhungunya. Belum bertebarannya virus di udara, mulai virus campak, cacar air, penumonia, meningitis dan yang paling umum, influenza. 

Apa iya, kita kemana-mana harus memakai masker hidung. Sedikit-sedikit menggunakan gel antiseptik. Mencuci pakaian dengan cairan antiseptik. Super clean begitu malah bahaya juga katanya, bikin tubuh kita kurang kebal terhadap penyakit.

Kalau lingkungan luar tidak bisa dikendalikan sepenuhnya, maka perlu ada tindakan pencegahan dari dalam tubuh kita sendiri nih. Memanfaatkan fungsi imunitas tubuh yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Baik.

Konsep imunitas tubuh itu semacam perang antara zat asing tubuh (virus, bakteri, jamur). Jadi ketika ada benda asing masuk ke dalam tubuh, akan terjadi reaksi imunitas. Tubuh menghasilkan “zat pembunuh” benda asing itu, sehingga tubuh mempunyai kemampuan menyerang benda asing atau “menyembuhkan” dirinya sendiri. Nah konsep inilah yang diambil dari Vaksinasi.

Vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin ke dalam tubuh. Sehingga nanti tubuh bereaksi terhadap vaksin, lalu menghasilkan zat kekebalan yang diperlukan jika virus sejenis masuk ke dalam tubuh kita. Kalau ditilik di jaman modern gini ya, waduh, buanyak sekali jenis vaksin loh, sampai bingung milihnya. 


Vaksin adalah sediaan biologis yang meningkatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksin biasanya mengandung agen yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit, dibuat dari mikroba yang dilemahkan atau mikroba mati atau toksin atau salah satu protein permukaan bakteri/ virus. [Wikipedia]

Untuk anak bayi juga, dulu hanya 5 Imunisasi Dasar [BCG, CAMPAK, DPT, HEPATITIS A&B, POLIO], sekarang bertambah lagi seperti HIB, IPD/PVC, MMR, ROTAVIRUS, INFLUENZA ANAK, TIFOID ANAK DAN VAKSIN COMBO. 


Kemudian tumbuh juga jenis vaksin untuk orang dewasa, seperti vaksin untuk CACAR AIR DEWASA, HEPATITIS A&B, HPV-KANKER SERVIKS, TYPHOID, INFLUENZA DAN PNEUMONIA.

Loh kok tau sih?
Iya, ini berkat datangnya ibu mertua saya itu tadi. Setelah insiden stripping opname anak dan cucunya, beliau  makin sering datang ke rumah. Tujuannya ya menjadi pengawas kesehatan :). Suatu hari beliau membawa informasi adanya In Harmony Health Clinic (IHHC). 

"Lihat nih, suamimu suruh ambil vaksin Typhoid. Biar nggak kena tipus lagi. Nggak kumat lagi." kata ibu mertua. 
Vaksin Typhoid, vaksin mencegah penyakit tipus

Saya tersenyum aneh gitu, sambil bercanda menjawabnya, "mas Zam takut jarum suntik loh mak. Ini dari kemarin sudah disurun vaksin sama kantornya, malah vaksin influenza juga dia nggak mau. Takut katanya."

Vaksin Influenza, pencegahan penyakit flu atau ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas)
"Panggil emak aja kalau dia lagi mau disuntik. Biar emak yang anter!", jawab emak singkat.

Buahahahaha, saya ngakak kenceng banget melihat wajah suami jadi pucat. Pulang kantor mendadak diberondong  ancaman kudu disuntik.

Karena penasaran dengan informasi IHHC dari ibu mertua, saya pun meluncur ke websitenya In Harmony Health Clinic.


Apa sih itu In Harmony Health Clinic (IHHC)?

Untuk menjawab trend pencegahan penyakit di tahun 2020, IHHC dibuat. 

In Harmony Health Clinic (IHHC) adalah sebuah layanan kesehatan modern yang berkomitmen untuk menciptakan pusat pelayanan kesehatan menyeluruh. Bener-bener holistik, mulai dari opsi layanan medis, alternatif dan preventif. IHHC ini punya visi untuk menjadi pelopor klinik imunisasi dan vaksinasi terlengkap, terdepan, serta pengembangan layanan preventif terkemuka di Indonesia.

Ini penting loh. Sebuah one stop solution yang memberikan layanan kesehatan berkualitas, terjamin dan terpercaya. Aneka vaksin yang saya sebutkan sebelumnya, itu tersedia di beberapa tempat. Di klinik dokter anak, klinik dokter umum, puskesmas bahkan saya pernah ditawari bidan dekat rumah, di tempat prakteknya yang sederhana dan kurang bersih,  untuk suntik vaksin HPV-Kanker Serviks. Waktu itu saya hanya diberikan beberapa brosur dan penjelasan bahwa jika ingin vaksin, maka harus inden dulu dan bayar DP. Antara percaya tidak percaya, saya dengarkan penjelasan bidan. Namun terbesit di hati kecemasan terhadap, “siapa lembaga yang memberikan vaksin? Apakah negara? RSUD? Atau Cuma pabrik produsen vaksin?”. Karena saya tidak yakin, maka saya tidak melakukan saran bidan. Salah suntik vaksin, bisa berabe deh gue…. Itu saja yang saya takutkan >.<

“Ingat loh Hen, anak-anaknya dijaga. Suamimu juga dilayani yang baik makannya. Bla..bla..bla..” nasihat berulang yang selalu diucapkan ibu mertua sebelum beliau pamit pulang, dan diulangi lagi ketika beliau menelepon. Uulalalaa…
Saya dan suami pun menyingsingkan lengan baju dan bekerjasama, berkomitmen untuk semakin hidup sehat. Tujuannya Cuma satu, mencegah penyakit. Walaupun ketika opname, biaya rumah sakit ditanggung asuransi dari kantor suami. Tetapi ya, perlu diketahui, biaya dan lain-lain ketika ada yang opname itu juga bikin pengeluaran membengkak. Ekstra makanan, ekstra keperluan seperti minyak kayu putih dan hal-hal yang membuat pasien nyaman serta penunggu pasien sehat jiwa raganya. Sehat itu mahal? Lah, sakit lebih mahal bro :)

Kami menjaga pola makan kami. Selain lebih sehat, juga lebih mengatur hati agar ketika makan itu perasaannya damai, menikmati, mensyukuri makanan yang ada. Terkadang karena faktor kelelahan dan kesibukan, saya tak bisa memasak dan menyajikan makanan sehat. Maka yang saya tanamkan pada keluarga adalah perasaan syukur terhadap makanan yang ada.
“Ayo dimakan sate ayamnya. Bismillah, niat menjadi jalan rejeki penjual sate ayam. Semoga kita sehat.” Aneh, nggak aneh, kami lakukan juga hal ini. Untuk mengatasi ketidaksempurnaan dalam usaha memberikan makanan sehat. Dari konsep Revolusi Makan, cara ini bisa menanggulangi metabolisme tubuh jadi lebih baik dalam mengolah makanan apapun yang masuk tubuh. Ikhlas bikin sehat, gitu lah kira-kira. Tentu saja komitmen makanan sehat, kami optimalkan sekuat tenaga. 

Kami pun menggiatkan diri berolahraga, bergerak. Empat buah sepeda sudah siap menemani kami mencari keringat di akhir pekan. Anak saya hobi main badminton, ya sering main di depan rumah. Suami malah mempraktekkan jenis senam unik, Senam Empet-Empet (Lin  Tieng Kung), yang marak di Surabaya. Biar geraknya sederhana, nih senam bikin keringat kita mengucur deras loh, padahal senamnya di dalam rumah nggak kena sinar matahari.

Selain makanan dan olahraga, kami berusaha makin harmonis. Makin akrab dalam keluarga. Menikmati betul detik demi detik bertemu keluarga dalam keadaan sehat. Ketika suami sedikit spanneng dan keras terhadap anak-anak, saya sering mengingatkan, “ingat jaman mereka opname. Kita paniknya luar biasa. Mikirnya macem-macem. Sekarang kalau kita bangun pagi, terus ketemu mereka sehat aja udah syukur loh. Terlebih melihat mereka tertawa gembira. Sudah itu cukup, jangan dibebani banyak pikiran. Toh masa depan anak bukan milik kita lagi.”
Ya, kami berusaha mengendalikan pikiran, emosi dan memanajemen stress supaya tidak menurunkan kekebalan tubuh.

Satu resep warisan lagi yang saya lakukan untuk menjaga kesehatan adalah dengan minum jamu. Ya, kebetulan ibu saya adalah penjual jamu ketika saya masih SD. Jadi, saya sudah biasa minum jamu. Ibu, menjual jamu seduh merek terkenal juga jamu rebusan sendiri. Untuk menjaga kesehatan, ibu menyarankan saya membuat minuman rebusan kunyit, temulawak dan asam jawa ditambah sedikit gula batu. Ini minuman favorit kami.



Jamu adalah pengobatan tradisonal warisan Nusantara, perlu diwadahi lembaga medis terpercaya seperti IHHC



Kalau sekarang, jamu dikategorikan pengobatan alternatif ya, atau Herbal. Nah ternyata di IHHC juga bakalan ada loh layanan Herbal. Dengan kualitas tenaga profesional di IHHC, produksi herbal-nya bisa dijamin aman. Karena kadang berbahaya juga kalau kita tidak tahu takaran atau efek samping dari obat Herbal atau jamu. Di IHHC ada divisi khusus yang menangani yaitu In harmony Alternative (IHA). Asik ya, jamu tradisional bisa naik kelas. 

Wis pokoknya, ingat pencegahan penyakit, ingat lembaga kesehatan terpercaya, ingat In harmony Clinic.Ingat ibu mertua, juga ingat In Harmony Clinic :)

Semoga Sehat Selalu.
@HeniPR 

keterangan : foto vaksin dan selain foto anak dan suami, diambil dari website In Harmony Clinic.













Hadiah Kecilku Jadi Ide Bisnisnya

Tidak ada komentar
Saya lupa detilnya dan persisnya mulai kenalan sama nih anak tuh, kapan, dimana dan dalam rangka apa. Yang penting ketika saya aktif berjualan jilbab secara online sekaligus aktif nulis di facebook note, anak ini hadir. Khrisma Awaloka. Seorang mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya, yang akhirnya banyak curhat tentang ini itu. Saya ketemu dua kali, waktu saya minta tolong dipinjami buku tentang Psikologi Pendidikan dari IAIN dan ketika saya ikut jualan jilbab di acara bazar wisudanya.


Saya sempat hilang kontak ketika dia sudah menikah dan harus pindah ke Trenggalek, mengikuti suaminya. Khrisma ini sempat galau ketika "diminta" suaminya untuk menjadi ibu rumah tangga "saja" di sana. Beberapa kali dia minta pertimbangan dan penguatan hati, agar bisa menerima kondisinya saat itu. Ah, saya jadi seperti melihat video diri sendiri :). 

Walau saya adalah "kakak ketemu gede"-nya nih anak, saya berusaha memberikan nasehat semanis mungkin. Dan tetap memberinya motivasi untuk bisa mengoptimalkan keterbatasannya pada waktu itu. Sampai akhirnya saya melihat dia mulai memajang kreasi flanelnya berupa Jam Karakter. 

Waktu itu saya sempat gerah, dan mengomentarinya, "kenapa jualan Jam Karakter" nya itu murah bangeet. Dari sinilah, kami kembali dekat, bertukar pin BB dan dia mulai lagi sering curhat dan konsultasi. Suka juga sih, saya seperti punya adik perempuan baru yang kreatif walau sedikit bawel. Karena kalau curhat nggak segera di bales, langsung aja saya dibombardir dengan PING PING PING!!!. Walau begitu saya memaklumi saja, karena dia telah lebih dulu memborbardir hatiku dengan pernyataannya, bahwa hadiah kecilku waktu mengembalikan buku perpustakaannya yang aku pinjam itu, adalah awal dia punya ide untuk berkreasi dan berbisnis Jam Karakter dari kain flanel. Terharu. Oh so sweeet....



Tak disangka, nih anak ulet juga bisnisnya. Setelah membuat Jam Karakter Flanel, dia pun belajar secara otodidak membuat Pajangan Mahar dari Uang. Yang juga laris manis dipesan secara online. Saya kalah satu langkah. 


Dari Pajangan Mahar Uang, Khrisma semakin menemukan passion-nya dan bakatnya. Dia juga membuat perangkat hantaran/seserahan pernikahan. Ini keren sekali. Karena bisnis di bidang pernikahan itu nggak ada matinya. Asal ada manusia perempuan dan lelaki di bumi ini, pasti akan ada pernikahan. Disini saya kalah 2 langkah. 

Karena kesibukan masing-masing, kami pun jarang bertukar kabar. Apalagi dia baru saja melahirkan anak pertamanya. BBM saya pun jarang aktif, karena sering gonta-ganti ponsel dan saya terkadang enggan untuk memasangnya kembali.  Sampai pada suatu hari, ketika saya membuka timeline Facebook dan melihat foto yang diunggah oleh Khrisma ini, bikin saya melonjak kegirangan. Nih bocah dah sukses. Saya dah kalah beratus-ratus langkah nih :)

Apalagi, Khrisma sudah bisa memberdayakan perempuan dan ibu-ibu di sekitarnya. Satu hal yang dulu sempat dia keluhkan.
Waktu itu dia berkata, "betapa susahnya ngajak tetangga untuk bisnis ya mbak?".
Dan saya menjawab, "fokus dirimu sendiri aja dulu. Kalau kamu dah sukses dan kelihatan bisa menghasilkan pendapatan, mereka pasti datang sendiri kok."
Dan alhamdulillah, dia sukses.


Bisnis UKM nya Awaloka Souvenir ini, bisa membantu banyak keluarga dan calon pengantin yang tidak bisa datang ke tempat penjualan Souvenir karena berbagai hal. Dengan bisnis tipe 'Mass Market" dan berjualan secara online, Awaloka Souvenir segera mendapat tempat di hati konsumennya. Bisnisnya terus berkembang dan semakin memberdayakan sekitarnya. 



Awaloka Souvenir sekarang sudah beromset besar. Namun terkadang dia bercerita, ada kesulitan dana ketika menerima pesanan yang besar. Maklum saja, bisnis souvenir kan biasanya jumlahnya banyak, ratusan bahkan ribuan pieces barang. Sedangkan pembayaran dari konsumen hanya dengan uang muka (DP) di awal. Jarang ada yang mau untuk melunasi pesanan sejak di awal, terutama dalam jumlah besar. Sedangkan untuk biaya belanja bahan dan transportasi, terkadang harus lunas.
Karena tinggal di kota kecil, di Trenggalek, Khrisma merasakan biaya transportasi yang cukup menambah pengeluaran. Akan sangat membantu, jika sekali berangkat bisa belanja bahan dengan jumlah yang cukup besar. Selain irit bensin, irit ongkos sopir, juga mendapat harga murah karena belinya bisa dengan harga grosiran dari distributor besar. Untuk hal tersebut, juga membutuhkan dana lagi untuk membangun ruangan baru sebagai gudang barang. Wah, wah gede juga rencana bisnis nih anak. Salut deh.

Sekali lagi, sebagai kakak saya hanya bisa memberikan saran. Belum bisa ngasih utangan, hehehe. Maka saya sarankan dia untuk mencoba Simulasi dari bank BTPN. Simulasi ini memudahkan dia memperhitungkan cara menyisihkan laba bisnisnya, sehingga bisa memperbesar usahanya. Karena Khrisma masih kesulitan mengakses web Simulasi Menabung BTPN ini , maka sayalah yang melakukan simulasinya dan membantunya memberi tahu hasilnya.

Jadi tahapan untuk mendapatkan simulasi perhitungan menabung untuk memberdayakan usaha kecil dan menengah (UKM) adalah sebagai berikut:

1. Klik website, http://menabunguntukmemberdayakan.com


2. Mulai Login Untuk membuat Simulasi, bisa dari facebook atau email (manual)


3. Masukkan nama dan email, serta pilih kategori bisnis yang ingin diberdayakan,

4. Masukkan angka jumlah uang yang mau ditabung dan jangka waktu tabungan.


5. Lengkapilah data yang diperlukan, lalu klik Lihat Hasil Simulasi



6. Dan berikut tampilan Hasil Simulasi


Hasil terakhir saya sampaikan kepada Khrisma. Jika dia bisa menyisihkan uang sebanyak 2,5 juta setiap bulannya. Maka dalam jangka waktu 5 tahun saja, akan mendapatkan tabungan sebesar 170 juta rupiah lebih. Dan waktu itu adalah momen yang tepat. Karena Khrisma sudah siap untuk bekerja lebih keras lagi mengembangkan bisnisnya. Kalau untuk saat ini, saya minta dia bertahan dulu dengan kondisi yang ada. Meningkatkan kualitas dan bekerja sesuai kemampuan. Karena rejeki saat ini ada yang datang duluan, yaitu calon anak keduanya. Menjadi ibu hamil, mengasuh anak balita, sambil berbisnis gila-gilaan tentu bisa menguras tenaga dan membahayakan kesehatan. 

Begitulah kisah bisnis-bisnisan yang pernah saya alami. Terkadang saya renungi, bahwa, hasil bisnis itu tidak semata hanya mendapat uang dan uang. Mempunyai teman baru, bahkan saudara baru, adalah hal yang sangat menyenangkan. Apalagi jika langkah kita menjadi inspirasi orang lain. Jadi, jika anda membutuhkan souvenir pernikahan, hantaran plus hiasan mahar, bisa kontak Khrisma ya. Pengiriman dari Trenggalek ke seluruh Indonesia. Salam Inspirasi Bisnis Kreatif.
-HPR-


Game Bisa Jadi Alat Belajar Untuk Anak

14 komentar
Dianugerahi dua anak lelaki, adalah rasa syukur yang tiada terkira. Kebahagiaan terbesar adalah saya akan selalu menjadi orang yang paling cantik di rumah. Bener kan... :D

Anak lelaki itu cenderung suka main game. Baik itu game di Play Station (PS), Nitendo, atau game yang bisa dimainkan di komputer, tablet dan ponsel pintar (smartphone). Sebagai orang tua, saya cemas juga dengan kesukaan anak saya main game ini. Terutama jika di lingkungan terdekat ada tempat Rental PS ataupun Game Online

Memberikan larangan sama sekali untuk bermain game, sempat saya lakukan. Namun hasilnya anak saya jadi lebih sensitif dan mudah marah. Setelah dipancing-pancing, ternyata dia marah bukan semata karena tidak bisa main game. Dia marah karena merasa ketinggalan dengan teman-temannya. Ketika temannya bicara tentang game baru, dan dia tidak tahu, dia merasa minder dan enggan bergabung ngobrol dengan teman-temannya.

Anak & Keponakan Asyik Main Game
Begitulah dunia anak laki-laki, saya berusaha memahaminya. Bahwa ternyata bermain game dan gadget bisa menjadi alat untuk memenuhi kebutuhan anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya.

Dengan berbagai pertimbangan, saya dan suami, memutuskan untuk menyediakan perangkat main game anak di rumah, sehingga dia tidak perlu ke rental atau rumah temannya. Kami juga memperbolehkan anak bermain game dengan beberapa aturan main. Misalnya, anak tidak boleh bermain game yang mengandung kekerasan dengan visualisasi darah muncrat dari kepala atau sebilah pedang memenggal leher. Anak tidak boleh main game yang ada gambar dan gerakan yang memalukan (pornografi). Juga kami melarang game yang penuh dengan kata umpatan. Kami dan anak memutuskan bersama, jenis game apa yang boleh dimainkan. 

Setelah survey beberapa kali, kami memutuskan untuk tidak memberikan perangkat game PS. Kami alihkan pada gadget lain seperti komputer, laptop dan smartphone. Dengan alasan, bisa digunakan untuk mengerjakan tugas sekolah dan berkomunikasi. Juga nantinya akan  lebih mudah untuk mengendalikan jenis game yang aman dimainkan oleh anak, sekaligus tidak perlu membeli CD atau DVD game PS baru.

Sebagai langkah awal pengawasan, kami meletakkan komputer dan laptop di ruangan tengah, sehingga kami bisa mengawasi sambil melintas di belakang anak yang sedang bermain. Anak pun menggunakan smartphone-nya juga harus dalam jangkauan mata kami. Alokasi waktu bermain juga dibatasi, sesuai kesepakatan. Beberapa aturan kami ini lebih lengkapnya seperti yang dituliskan di  website Acer Indonesia yaitu  4 Tips Aman Anak Main Smartphone.

Aturan main yang kami terapkan butuh pengawasan yang berkelanjutan. Namun dengan aktivitas orang tua yang tidak hanya di samping anak, maka diperlukan smartphone yang bisa digunakan untuk melakukan sistim pengendalian orang tua serta memberikan lingkungan yang aman untuk anak dalam menggunakan smartphone. Alhamdulillah, ada informasi tentang smartphone Acer Liquid Z320.

Smartphone ini mempunyai fitur Kids Center yang sudah pre-install di dalamnya yang memenuhi kebutuhan saya.

Di fitur Kids Center ini, smartphone Liquid Acer Z320 dapat membatasi aplikasi yang digunakan oleh anak. Fitur Kids Center ini bahkan dilengkapi dengan parental control untuk memantau aktivitas internet anak. Hal ini bisa membantu proses pengawasan orang tua. Selain itu juga ada pengaturan keamanan dalam menggunakan smartphone, sehingga dapat mencegah anak mengakses dan mengunduh konten dewasa atau membeli aplikasi baru tanpa seijin orang tuanya.

Yang paling menarik dari fitur Kids Center adalah, bisa dijadikan media belajar yang asik dengan banyaknya edugame dan ribuan konten bermanfaat disana. Hal ini bisa membantu anak untuk belajar sekaligus mengasah kreatifitasnya.



Anak kedua saya, Aji, pasti senang dengan fitur ini. Karena banyak edugame yang disajikan. Walaupun sudah kelas 3 SD, anak ini suka dengan game lucu-lucu dan ringan. Terutama ketika bermain dengan Zaky, keponakan saya yang masih TK. Apalagi ada aplikasi gaming dan video yang dapat dinikmati anak-anak ketika mereka istirahat sebentar sepulang sekolah. Mereka pun bisa menikmati konten anak terbaru karena tersedia update content. Untuk anak-anak yang masih kecil, Acer Liquid Z320 ini sangat cocok, karena mereka akan terus ada dalam lingkungan yang aman karena tidak dapat keluar dari fitur Kids Center.



Berbeda kebutuhannya untuk Aldo, anak saya yang sudah SMP. Sejak setahun ini, kegemarannya bermain game kami arahkan untuk lebih produktif. Tidak hanya sebagai pemain game, tetapi juga memberikan review atau komentar tentang game. Dan Aldo menyukai hal itu. Dia merekam aksinya bermain game, memberikan komentar atau bahkan tutorialnya dan membaginya di Youtube.

Channel review game Maldoz Zulhaq 

Di channel itu dia belajar untuk merekam, membuat animasi intro, mengedit video dan berkomunikasi dengan para subscriber-nya melalui sosial media. Saya suka mengamatinya ketika sedang asyik merekam, lucu juga. Kadang seperti pak dosen yang memberikan kuliah, kadang seperti reporter sepak bola yang teriak-teriak tidak karuan.

Untuk menambah referensi, biasanya Aldo melihat video Youtuber lainnya melalui smartphone. Acer liquid Z320 ini adalah pilihan yang bagus. Karena resolusi layarnya sebesar 854x480 pixel sehingga nyaman dilihat sekaligus daya tahan baterainya cenderung lebih hemat. Apalagi untuk audio suaranya jernih dengan adanya teknologi DTS Sound.


 Bahkan jika sekaligus dibuka youtube dan google untuk browsing, tidak akan nge-lag atau nge-hang dan error restart ulang sendiri seperti ponsel lamanya. Itu karena Acer Liquid Z320 ini mengusung processor Qualcomm Snapdragon Quad Core 1.1 Ghz dan RAM 1 GB.

Performa Multitasking dan Internet Handal. credit


Begitulah lika-liku kami berhadapan dengan dunia game. Saya dan suami sempat hanya memandang negatif game itu untuk perkembangan anak. Mungkin karena kami berdua tidak begitu suka main game. Maka kami mencari dan mengamati beberapa pendidik yang malah suka main game. Bahkan di luar negeri, ada guru yang menerapkan game Minecraft untuk belajar muridnya di sekolah. Dari situ mulailah pandangan kami terhadap game mulai berubah.

Game bisa menjadi cara yang paling efektif dan efisien untuk memasukkan dan memperkenalkan aneka informasi kepada anak. Contohnya ada game tentang penyebaran virus. Anak-anak saya jadi berlatih nama virus dan nama daerah di dunia (belajar geografi).  Game juga dapat menjadi cara paling ampuh untuk membuat anak menyukai sesuatu, melatih koordinasi mata dan tangan, melatih jiwa perjuangan dan kesabaran. Hal ini juga mulai tampak pada anak pertama saya, Aldo, yang sangat tekun ketika akan mencoba belajar hal baru. Mungkin hal itu dilatih dari ketekunan dan kesabarannya untuk main game berulang-ulang sampai dia bisa tamat di level terakhir. Bahkan sekarang malah penasaran dengan dunia coding dan hacking, mulai belajar dari buku.

doc.pribadi

Bahkan informasi terkini adalah dari game bisa muncul beraneka profesi yang menghasilkan. Misalnya menjadi game designer, game reviewer atau seperti professional gamer perempuan yang sedang muncul di iklan televisi saat ini. Ya, keahlian game bisa menjadi mata pencaharian anak kelak. Yang perlu saya tanamkan dalam-dalam kepada anak saya adalah bahwa untuk menjadi orang yang bermanfaat. Jikalau benar akan menjadi pembuat game pun, buatlah game edukasi yang membuat anak-anak lainnya senang belajar hal baru.

Menjadi orang tua jaman sekarang memang rasanya rada ngos-ngosan mengejar ketinggalan atau mengikuti perkembangan jaman. Namun hal itu bisa diatasi dengan pemilihan perangkat pendukung yang tepat. Seperti halnya penggunaan smartphone Acer Liquid Z320, dengan fitur Kidz Center dan spesifikasi lainnya yang cocok digunakan untuk anak dan orang tua.
Credit: www.acerid.com


Dari pengalaman saya dalam melakukan pengawasan penggunaan smartphone anak-anak, akan sangat membantu orang tua jika dalam Parental Control, bisa ditanamkan juga fitur untuk :

1. Mengendalikan laporan dalam History Browser. Terkadang anak yang sudah remaja, tahu bahwa kami akan mengecek history browser-nya, untuk mengetahui dia sudah membuka situs apa saja hari itu. Namun dia sudah terlebih dahulu membersihkan semua history-nya. Sehingga kami kesulitan untuk melacaknya. Seandainya ada fitur yang bisa menonaktifkan fitur Clean History browser, maka itu akan bisa membantu.
2. Mengendalikan pemasangan password ponsel. Beberapa orang tua mengeluhkan susah mengawasi anak menggunakan ponsel karena dipasang password.

Itulah sedikit sharing parenting saya mengasuh dua anak lelaki saya yang tidak bisa lepas dari dunia game, gadget dan teknologi. Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk memberikan pengasuhan terbaik bagi anak-anak kita. Semangat :D




Ma, Nanti Sore Aku Main Anak Cerdas Lagi ya !

3 komentar
Pulang sekolah, paling sering anak-anak istirahat di depan gadget. Mau itu laptop atau tablet. Sebenarnya saya inginnya mereka tiduran aja sih, secara pulang sekolah sudah jam 12 siang dan jam 2 siang. Kalau itu saya jaman dulu kala, pasti sampai rumah sudah tepar, lemas, letoy bin kecapekan.

Tapi anak saya beda banget. Entah karena mereka anak laki-laki yang energinya banyak, atau emang sudah jamannya mereka penuh dengan gadget. Maka susah sekali memutus total penggunaan gadget pada anak-anak saya. Jadi cara memanipulasinya adalah benar-benar mencari aplikasi yang aman buat anak-anak. 

Dari online seharian sambil ngerjain tugas kuliah, saya buka twitternya KEB, yaitu komunitas emak2 blogger yang saya ikuti sudah hampir setahun lebih ini. Disitu disebutkan adanya aplikasi Anak Cerdas dari Acer. Semula saya hampir yakin, aplikasi edukasi buatan Indonesia bakalan ya gitu deh, nggak bagus-bagus banget seperti aplikasi bikinan Indonesia yang ada di internet atau android. Ups, maaf, punten, ngapunten, bukannya menjelekkan bangsa sendiri, tapi selama ini begitu. Maka saya biarkan sajalah itu nama Anak Cerdas, nanti saya akan coba install kalau anak-anak sudah datang.


Dan begitulah, siang itu setelah menjemput si kakak, ngeruntellah kami bertiga di atas kasur saya. Si adik megang laptop saya dan main game online balapan mobil, dan si kakak megang tablet. Saya minta dia mencari aplikasi tadi di tablet. Pertama, logonya lucu, menarik nih. Aksesnya juga cepat, tidak lemot ketika membuka aplikasi, login dan membuka fiturnya. Semuanya mudah cocok diaplikasikan buat anak-anak secara mandiri.



 Kemudian ada pilihannya, untuk membuka Game Edukasi atau Latihan Soal. Untuk game ini hanyalah link mengunduh beberapa game pilihan yang aman untuk anak, menarik dan edukatif. 

Untuk percobaan pertama, anak saya langsung membuka Latihan Soal. Si kakak memilih tingkat Kelas 6 SD. Dan membuka bab Sains. 

Si kakak menyelesaikan soalnya dengan santai, lalu gembira melihat skornya yang bisa langsung diketahui. Sayangnya untuk aplikasi latihan soal ini kita tidak tahu nomer item soal mana yang salah, dan jawaban yang benar harusnya apa.
Jadi langsung saja hasil nilai akhir yang muncul. 

Melihat kakaknya asik ngerjain soal sains di tablet, maka adiknya berteriak minta gantian. Dia pun mengeklik tingkat kelas 1 SD. Dan ikutan mengerjakan sains. 

Si adek ini emang baru saja lancar membaca, jadi dengan aplikasi ini, saya merasa senang juga, terbantu mendapat aplikasi yang menyenangkan buat anak saya melancarkan bacanya. Dia pun senang menjawab soal latihan yang tinggal memencet tombol lingkaran ijo. Lalu mendapatkan skornya. 

Seperti halnya prinsip ketika mereka main game, yang menarik ya mendapatkan skor. Jika skor kecil, mereka akan mencoba lagi tanpa beban dan tekanan. Begitu juga sepertinya prinsip dari aplikasi ini. Si adek suka mencoba lagi latihan soalnya. Saya ketawa dalam hati, seneng bener. Kenapa? karena si adek ini kayaknya bertipe auditorial, susaah kalau diminta latihan soal dengan kertas dan pensil. Adaaa aja aksinya untuk menolak ajakan saya ngerjakan soal latihan. Eh ketika latihan soal di tablet, enteng aja dia padahal kan belajar juga namanya itu. Seperti sore tadi, ketika saya menyuruhnya mandi dia seperti biasanya mengajukan negoisasi. "mama, pokoknya habis mandi aku main Anak Cerdas lagi loh ya!"
Alhamdulillah :)

 Postingan blog ini diikutsertakan dalam lomba blog aplikasi Anak Cerdas kerja sama Kumpulan Emak Blogger dan Acer Indonesia