Oogway dan Katara, Dua Tokoh Fiksi Yang Menginspirasi


Master Oogway memejamkan mata. Masih dengan tenang dia menjawab cemoohan musuhnya yang gagal mengalahkannya. Jawaban master Oogway, kura-kura tua gurunya si Kungfu Panda itu nanceep banget di hati saya.

"Memang bukan aku yang ditakdirkan untuk mengalahkanmu."

Wow, master. Yang ilmu kungfunya mumpuni. Tidak masalah jika dia bukanlah jalan solusi dari semua masalah. Jadi tertohok, nyadar. Teringat lagi saran seorang teman. "Bantu dirimu sendiri dulu, Hen, baru bantu orang lain."

Ya, mereka berdua benar.
Saya pernah ada di masa ingin jadi "superhero". Segala ada masalah, langsung dipikirin dan maju ke depan. Pasang badan. Merasa wajib jadi pahlawan. Ga peduli diri sendiri lapar, capek,pusing atau jadi banyak pikiran.

Merasa bersalah jika tidak berbuat sesuatu itu, yang menjadi motivasi saya jadi (sok) pahlawan. Hasilnya? Lebih banyak nggak sesuai harapan. Yaa, namanya hidup orang coy, nggak bisa dalam kendali. Mau sejontor apapun bibir kita ngasih edukasi, yang namanya karakter ya karakter. Udah deh, saya mengamini master Oogway saja. Jika belum bisa mengulurkan tangan, mungkin bukan saya yang ditakdirkan jadi jalan.

Dengan ini, saya jadi tenang.
Makin tenang, kuat, kalem dan mengikuti arus air. Saya juga berusaha tegar dengan segala kondisi pahit yang telah terjadi dan yang akan datang. Masih punya akal sehat dan hati nurani "keibuan" seperti Katara Sang Pengendali Air.

Katara.
Dengar nama Katara saja, saya suka.
Jika ditakdirkan mendapat anak perempuan,  mungkin akan saya beri nama Katara Mumtaz deh :)

Saya suka gestur Katara yang tenang, sigap dan kuat dalam mengendalikan air. Dengan gerakan Chi, Katara mampu mengendalikan air, uap air dan es. Sehingga bisa melindugi sekaligus menyerang.

Gitu deh asiknya. Kalem aja kalau mau ngapa-ngapain. Tenang belajar sepenuh hati. Berlatih tiada henti. Dan berisiklah hanya dengan karya asli.

Itulah tokoh fiksi yang menginspirasiku.
Bagaimana dengan anda?

Semoga menginspirasi.
Heni Prasetyorini

1 comments:

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊