Catatan Selama 2020

Tidak ada komentar

 

credit: unsplash.com

Februari 2020

Menjemput anak sulung yang baru selesai ujian nasional SMK. Untuk kembali pulang ke rumah di Surabaya. Selesai sekolah di luar kota, selama 3 tahun. 

Maret 2020

Tak disangka mulai merebak berita adanya virus Corona yang kemudian disebut COVID-19 di Wuhan. Belum heboh Indonesia, belum nentukan lockdown dan karantina mandiri. Tapi kami sekeluarga langsung menerapkannya. 

Semua rencana batal. Padahal beberapa bulan setelah lulus dari Apple Dev Academy, saya mulai bergerilya untuk networking, mencari tempat membuat KELAS BELAJAR untuk KELASKUDIGITAL di beberapa coworkspace terdekat. 

Bahkan sempat mengajar di satu sekolahan di dekat rumah juga. Dan berencana rutin membuka kelas baru setiap Sabtu Minggu di sana. Untuk anak-anak dan dewasa. 


April 2020 = bulan Ramadhan

Nekad mulai kelas online. Setelah hampir setahun riset tentang coding kids and how to teach it. Lulus dari Apple dev, sekitar bulan Desember 2019. Saya berpikir harus mempunyai satu hal yang bisa dijadikan pekerjaan tetap dan itu terkait coding. 

Sempat ingin meneruskan ios apps untuk belajar berhitung yang saya buat di tugas akhir Apple dev, bersama satu mahasiswa PENS yang juga tertarik. Sayangnya dia lagi skripsi, jadi sibuk sendiri. 

Beberapa kelas online juga sudah mulai saya buat, untuk orang dewasa. Karena saya tak yakin kalau anak-anak bisa diajari coding secara online. Namun kondisi pandemi tidak memberikan tempat untuk membuat kelas tatap muka.

Setelah mencoba beberapa conference app, termasuk google hangout, zoom, webex, facebook messenger room dan beberapa lainnya, saya pun membuat KELAS CODING SCRATCH FOR KIDS GRATIS sebagai bentuk TRIAL. 

Tak disangka responnya bagus. Dan berlanjutlah kelas online itu sampai sekarang. Desember 2020. 


GOOGLE MEET GRATIS

Tak disangka, google meet yang sebelumnya hanya untuk pemilik akun G Suite resmi (sekolah atau perusahaan), karena pandemi jadi menggratiskan. 

Setelah beberapa kali pakai Zoom gratis, saya pun balik badan pakai google meet, karena isu ZOOM BAHAYA. 

Sampai sekarang pun saya memakai google meet, karena masih gratis. Dan Zoom tidak berbahaya tapi berbayar yang lumayan harganya. 


KEJARCITA

Entah bulan apa dimulainya, saya lupa. Tanpa disangka saya dapat pekerjaan part-time remote work baru. Awalnya iseng ikutan menjadi conten writer di blog.kejarcita.id, menulis artikel tentang teknologi pendidikan karena ditawari oleh Cynthia. Waktu itu karena pandemi, udah lulus akademi dan literally menganggur lagi, maka saya mau saja menulis artikel 1000 kata dengan gaji 50ribu. Dengan hitungan, satu bulan bisa menulis 10 artikel, lumayan dapat 500ribu. Apalagi bisa lebih. 20 artikel bisa dapat 1 juta nih. Nulis gitu doang, gak sulit kayak nulis sains kan. Banyak pengalaman pula. 

Aku pun menulis artikel itu seperti orang kesetanan. Seperti orang dikejar deadline. Seperti orang yang sangat-sangat membutuhkan uang. 1000 kata bisa selesai ditulis hanya sekali duduk saja. Bahkan sehari bisa menulis sampai 3 artikel, artinya 3000 kata. 

Nulis pun dengan spontan saja. Tanpa deep thinking. Mengalir saja yang penting sudah tahu kata kuncinya dan pesan apa yang ingin disampaikan.

Dan, sekali lagi, kespontananku dalam menulis ini, dinilai LEBIH BAGUS di mata orang lain. Sampai akhirnya tim kejarcita menawariku menjadi EDITOR BLOG dan juga MANAJER CONTENT WRITER. Dengan alasan, katanya tulisanku bebas typo, tajam dan enak dibaca. 

Di kejarcita juga aku dapat pengalaman pekerjaan baru sebagai kreator video. Yaitu membuat video 10 menit tentang pendidikan sesuai dengan topik yang diberikan. Nah ini sampai aku install app 'telepromper' di iphone. Yang bisa membantu banget membaca teks saat merekam. Ternyata ini berhenti di 4 video saja. Dan lanjut memintaku menjadi narasumber WEBINAR. Dengan gaji sama, per per video atau per pertemuan, 200ribu. 


Kalau menjadi editor dan manajer konten writer itu, aku digaji dari 500ribu, kemudian naik menjadi 1 juta rupiah per bulan. Dinaikkan karena aku pengen mengundurkan diri dengan alasan fokus mengurus kelas online. Your skill raised up your salary. 



NOVEMBER 2020

Memutuskan untuk melepaskan KCMI (Komunitas Coding Mum Indonesia). Setelah beberapa bulan sebelumnya berdiskusi dengan beberapa orang. Dan juga mempertanyakan kesanggupan Wakil alumni Coding Mum sebelumnya untuk menjadi pengurus baru, Presiden baru. Namun rupanya belum ada yang mau. 

Baiklah, sudah melakukan 2 tahun menjaga KCMI dan memberikan awareness adanya KCMI ini, saya memutuskan juga mundur. 

Setelah ngobrol dengan beberapa alumni dan anggota baru KCMI tentang rencana ke depan, disepakati kalau grup yang sudah ada di telegram akan dialihkan dengan bendera baru bernama BUMAGIT. Dan ini tanggung jawab orang lain, Tika. Aku berusaha keras tidak banyak muncul di sana, supaya peralihan tanggung jawab ini bisa berjalan dengan baik. 

Jika KCMI ini benar-benar tidak ada yang mau meneruskan langkahnya menjadi pengurus, maka bisa dibilang saya satu-satunya Presiden KCMI yang pernah ada. What a roller coaster journey >.<


DESEMBER 2020

Menjelang liburan sekolah, sekali lagi, nekad saja membuat kelas online liburan setiap hari untuk anak-anak. Berawal dari satu orang yang bertanya, apakah saya membuka kelas coding liburan untuk anak-anak?

Sebelum menjawabnya, saya buat dulu banner di Canva, lengkap dengan materi dan biaya. Juga upload dulu di instagram. Setelah jadi baru saya jawab, ada kelas liburan. 

Nekad sekali membuka kelas setiap hari, pagi dan sore. Ditambah dengan kelas reguler dan privat sebelumnya. 

Jadi total bulan ini saya mengajar itu bisa 3-4 kali sehari. Allahu Akbar. Capek bangeet. Capek parah. 

Sampai kapok dan bosan banget lihat Google Meet dan Scratch hahaha.

Tapi kalau ketemu anak-anak sih happy aja. Rutinitasnya dan tenaganya itu yang terkuras habis banget. 

Belum habis bulan ini, ada kabar ibu sakit. 

Karena kecapekan.


Di masa masih pandemi dan gelombang kedua dengan virus COVID-19 yang bermutasi, aku pun berpikir ulang tentang kata kecapekan. 

Oh No No No No

Aku tidak mau sakit konyol hanya karena kecapekan. Emang apa yang dicari? Emang siapa yang maksa? Jangan-jangan salah strategi dan metode mengajar saja?

Jadi saya putuskan untuk rehat bulan Januari 2021 nanti. Tidak ada kelas baru yang mulai. Hanya menghabiskan 1 kali kelas liburan dan 2 kali kelas reguler Scratch coder saja. 

Selebihnya, fokus istirahat sambil membuat konten belajar untuk kelas online di Udemy. 

Dan membuat rencana baru. Yang tidak harus membuka google meet setiap kali belajar. Karena itu sangat menyita waktu kedua belah pihak.

Aku pun memutuskan kelas privat murid-muridku. Karena privat itu capek ya. Satu jadwal untuk satu anak saja. Mending satu jadwal sekalian untuk mengajar banyak anak di kelas kelompok. Kelas semi privat juga saya hentikan. Pokoknya hanya ada kelas kelompok dan free streaming di Code With Me. 


--

cerrita lanjut nanti habis maghriban 




Tidak ada komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.