Podcast Bu Heni

Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Inspirasi Dari Bu Rini Untuk Perempuan Indonesia Mandiri

Tidak ada komentar
Ketika kita lebih mengenal seseorang, kita akan lebih tahu mengapa orang ini begini dan begitu. Begitu juga ttg bu Rini...[status facebook bu Rini - 2 Agustus 2016]

Saya mengenal bu Koeshartati Saptorini, atau biasa dipanggil bu Rini ini dari facebook.
Ketika sebuah postingan tentang media belajar matematika buatan beliau, ada di beranda facebook saya. Sedikit kepo, saya telusuri profil beliau, dan ternyata satu almamater dengan saya. Bedanya beliau di Teknik Lingkungan ITB, saya di Kimia FMIPA.
Usia kami terpaut cukup jauh, beliau angkatan 1988, saya angkatan 1997. Namun kinerja beliau di dunia pendidikan, saya kalah jauh. Kalah banget. 

Walau begitu, bu Rini, ramah sekali ketika saya sapa melalui facebook messenger. Tak terkesan sedikitpun kesulitan yang beliau hadapi. Saya pun asik-asik saja bercanda ketika memesan beberapa buku Ringkasan Matematika dan Fisika SMP , buatan bu Rini, untuk anak saya.

Dari fotonya pun, bu Rini sangat ceria. Memang pernah, kakak perempuan saya bercerita, jika beliau mempunyai anak berkebutuhan khusus (ABK). Saya belum tahu detilnya seperti apa. 

Namun menjelang shubuh hari ini, saya lumayan terperanjat dan tertegun. Ketika suami menunjukkan video tentang bu Rini. Yang ternyata sebagai ibu pejuang 2 anak CP (Cerebal Palsy).





Setelah melihat video itu, saya terenyuh sekali. Teringat lika-liku dan segala hal yang saya hadapi ketika tanpa diduga anak kedua saya lahir prematur. Lalu harus berada 14 hari di inkubator-jauh dari saya. Kemudian saya harus disampingnya full sampai 3 tahun. Bahkan sampai sekarang perjuangan tak henti untuk  mengoptimalkan perkembangan anak saya itu. Kadang terasa amat lelah. Apalagi jika harus menerima komentar dari orang, yang melemahkan jiwa.
Terlebih merasa begitu bersalah pada anak, sehingga energi untuk berpikir apapun sudah habis rasanya.

Namun, setelah berkenalan sendiri dengan bu Rini, saya jadi KUAT kembali. Terlebih mengetahui kisah beliau di video itu, yang tak pernah sekalipun saya dengar dan baca dari fb-nya. Juga tak pernah saya baca keluhan di status bu Rini. Hanya beberapa kali ketika sepertinya beliau mendapatkan kalimat komentar yang memedihkan hati, beliau hanya menulis, 
"Ya Alloh, tugas bu Rini ini sudah banyak. Jangan ditambah lagi pikiran ini itu....."

Bu Rini pasti lelah luar biasa, lahir batin, ketika bertekad untuk menterapi anaknya sendiri ketika bayi. Menanti 5 tahun sampai berhasil dan anaknya bisa berjalan, pasti tidak gampang. Karena orang sekitar biasanya tidak mudah percaya. 

Sambil menterapi anak CP, bu Rini  memberikan les privat matematika.
Masya Alloh, luar biasa. Sekarang pun bu Rini, bisa menulis buku Ringkasan Matematika dan Panduan Matematika dan Fisika.

Semalam saya membaca buku tersebut, Ringkasan Matematika SD. Satu demi satu ulasan beliau, dari soal-soal Matematika, saya cermati. Di dalam hati saya berbisik, betapa telaten dan rajinnya bu Rini ini. Satu demi satu soal latihan Matematika pasti telah beliau ulik sedemikian rupa, sehingga bisa memberikan cara mengerjakan soal yang mudah dan cara belajar yang menarik dari Matematika.

Dari chatting saya tempo hari, bu Rini bercerita kalau semua buku itu beliau tulis dan edit sendiri. Dimana penerbitan buku itu dikelola oleh teman seangkatannya, ITB 88 Peduli Pendidikan. Jadi termasuk Indie Publishing. 

"Bu Rini sampai turun 5 kilo karena menulis buku dan mengurusi buku," cerita beliau sambil memberikan emoticon tertawa.
Facebook Bu Rini, KLIK DISINI


Ah, bu Rini, sungguh beruntung sekali saya mengenal ibu.
Terima kasih telah menyadarkan saya, bahwa kesulitan saya tidak ada apa-apanya.
Bahwa kesulitan kita semua, mungkin juga tidak ada apa-apanya dibanding bu Rini.

Jadi, Perempuan, marilah terus menerus memompa semangat untuk lebih baik dan lebih baik lagi.
Seperti halnya bu Rini. Walau kondisi sulit, masih bisa memberikan baktinya untuk anak negeri. Sebuah karya yang bisa mencerdaskan bangsa.

Lalu, apa karya kita?
-
Semoga menginspirasi.
- Heni Prasetyorini - 

Jon Morrow, Blogger Difable Yang Sukses Karena Helping People

Tidak ada komentar
Kalau kemarin saya “sesumbar” bisa nulis 10 artikel dalam sehari.
Bagaimana komentar anda mengetahui ada blogger yang kerjanya mulai jam 8 pagi sampai jam 11 malam?
Kebayang berapa artikel yang dia tulis seharian?
Jadi ingat sama sakit pinggang alias boyok kemeng?
Bagaimana jika saya tambahkan, bahwa blogger yang kerjanya gila-gilaan itu adalah seorang difable. Makin terperanjat?

Mengetahui orang difable bisa mengurus dirinya sendiri saja, saya sudah terkagum-kagum tidak terkira. Apalagi mengetahui mereka berhasil menjadi penolong orang lain. Sepertinya halnya satu tokoh keren ini, simak ceritanya dengan sepenuh hati, oke.

Blogger Difable Bisa Helping People

Jon
Jon Morrow dari SmartBlogger.COM

Jon Morow. Dalam artikelnya berjudul, “How to Quit Your Job Get Paid And Move To Paradise” dia menceritakan asal muasalnya memilih untuk keluar dari pekerjaannya sebagai orang kantoran lalu terjun bebas menjadi blogger.
hiiiyy...Ngeri-ngeri sedap gitu ya kedengarannya?
Bagaimana kisah lengkapnya, ayo disimak dengan lapang dada.

Nama lengkapnya Jon Morrow. Karena sebuah kecelakaan mobil yang parah, Jon mengalami kelumpuhan. Dia menggunakan kursi roda untuk bergerak. 

Mungkin banyak cerita difabel  seperti dia yang menghiasi media. Namun saya ambil kisahnya, karena kebetulan dia juga seorang blogger profesional. Yaitu seseorang yang bekerja sebagai blogger. Yang mendapatkan dollar demi dollar dari bikin blog (saja). Mengucapkan (saja)-nya jangan terlalu kencang ya. Nanti diserbu oleh blogger sejagad raya loh. *becanda…

Sebelumnya Jon adalah pekerja, karyawan dengan gaji besar dan posisi yang matang. Kecelakaan itu adalah titik balik kehidupannya. Dengan luka yang sangat parah, Jon harus menjalani pemulihan berbulan-bulan. Disitulah dia mulai memikirkan tentang kehidupan. Tentang pertanyaan mendasar dalam kehidupannya. Ketika nyawa, hidup sudah merasa penting. Dia bertanya pada diri sendiri. 

“apakah kehidupan ini yang aku inginkan?”
“apakah bekerja di tempatku kemarin, pola hidupku adalah impianku yang tercapai?”
Ternyata Jon menjawab lain. “Tidak, bukan ini yang kuinginkan”

Jon ingin mengubah hidupnya. Dia ingin lebih banyak waktu bersama keluarganya. Dia ingin bebas bekerja apa saja, kapan saja sesukanya. Dia ingin menulis. Dia ingin tulisannya bisa membantu orang, menginspirasi orang lain dan mengubah orang lain itu dari “kerangkeng” hidupnya.
Setelah dinyatakan sembuh, Jon segera membereskan tugas terakhirnya di kantor. Lalu pergi begitu saja dari kantor lamanya. Ketika temannya bertanya, “apa yang akan kau lakukan sekarang”
Sekedarnya saja Jon menjawab, “entahlah, mungkin mulai membuat blog (saja)”
 Tak disangka jawaban sekedarnya saja itulah yang mengubah hidup Jon kemudian.
Apa yang dilakukan Jon kemudian?

Awal Ngeblog Itu 

Jon Fokus di Blog Dari Jam 8 Pagi - 11 Malam

 Tiap Hari, 3 Bulan Full

Berani? 


Jon tidak hanya memikirkan rencana membuat blog. Tapi dia benar-benar menekuninya. Dalam 3 bulan ke depan, dia bekerja sejak jam 8 pagi sampai jam 11 malam. Dari pagi sampai malam, pekerjaannya adalah menulis, membaca dan berinteraksi dengan blogger lainnya. Hanya itu.
Dalam bulan pertama, blognya yang bicara tentang strategi keuangan, On Money Making, langsung melejit, tembus sampai 2000 pengunjung setiap hari. Sampai masuk nominasi sebagai blog keuangan dan bisnis terbaik tahun itu.

Dua bulan setelahnya, Brian Clark mengajaknya menjadi Associate Editor di website Copyblogger. Akhirnya dia memilih untuk menjual blog pertamanya On Money Making kepada lima orang pembeli dan memilih bekerja di Copyblogger, salah satu blog paling terkenal di dunia.

Kesuksesannya ini ternyata masih awal.
Saat itu, musim dingin yang parah. Jon hanya berdiam di apartemennya tanpa bertemu siapapun. Sampai akhirnya dia sadar. Untuk apa aku terkurung di apartemen seperti orang yang menyedihkan begini? Teriak Jon. Full time blogger itu bisa bekerja dimana saja kan?!
Dengan bantuan temannya, Jon pindah ke Mexico. Sekarang, dia ngeblog, menulis sambil menatap ikan lumba-lumba yang berloncatan di lautan. Alamakjaang itu surgaaa, paradise.

Ngayal Ngeblog di Tanah Surga ^_^


Saya juga sering ngayal kayak gini loh. Ada di rumah kayu, berlantai kayu. Adem. Banyak tanaman di teras, bahkan di halaman rumah. Ada pohon mangga, jambu, durian, rambutan, semangka dan tak ketinggalan  pohon cabe. Saya duduk di teras berlantai kayu. Angin semilir sejuk. Suara anak-anak berlarian di halaman rumah, diantara pepohonan rindang. Gemericik air menyirami pepohonan, dari selang air yang dipegang suami. Di meja teras, ada Macbook, drawing pad, kopi susu panas, brownies manis menemani saya mengetik. Tidak ada cucian yang belum dijemur, piring kotor yang menumpuk, baju bersih belum disetrika. Lantai sudah disapu dan bersih, kamar mandi sudah kinclong sendiri, semua kasur sudah diganti sprei. Di meja makan tersaji aneka ria hidangan. Di kulkas penuh camilan. Di rekening bank……*lanjutkan sendiri , hihihihi.

Kita semua bermimpi seperti itu. Tampaknya mustahil kan? Ternyata tidak bagi Jon.
Jon bisa mewujudkan semua keinginannya dengan menjadi BLOGGER. Bahkan dia berhasil meraup jutaan dollar dan bisa membelikan mobil untuk ayahnya, ketika memutuskan untuk menolong orang, Helping People. Jon membuka kursus atau kelas belajar cara nge-Blog yang baik. Cara menaikkan trafic blog. Cara mendapatkan penghasilan dari sosial media. Dia melakukannya tanpa menetapkan rate card, standar gaji. Sekali waktu dia menerima 50$, di lain waktu dia menerima 350$, namun dia memberikan dedikasi pekerjaan yang sama besarnya kepada mereka, membantu sampai impian dan tujuan para kliennya terwujud.

Yang menyenangkan adalah kalimat terakhirnya yang menegaskan, bahwa Jon tidak fokus untuk mencari uang dari blog. Dia fokus mengubah hidup seseorang jadi lebih baik. Dan ternyata, uang juga datang sendiri.


Di suatu malam, saya menghubungi seorang blogger senior, mbak Ani Berta. Curhat ala blogger sebenarnya. Dan mbak Ani, juga membagikan pandangannya yang sama seperti Jon. Mbak Ani berkata,

"Ketika menjadi BLOGGER fokus saja untuk memberikan dan membagikan manfaat kepada sebanyak mungkin orang yang membutuhkan. Rejeki akan datang mengikuti"

You are Mastah Blogger mbak Ani, makasih ya.

Kembali ke Jon. Setelah dia bosen jadi pegawai dan memutuskan jadi Profesional Fulltime Blogger, Jon mendapatkan penghasilan berlimpah dari blog dan kelas belajarnya. Kemudian Jon diundang sebagai pembicara, narasumber, speaker, motivator. Jon mengatakan, jika dia bisa melakukannya, maka dia ingin banyak orang yang bisa juga sesukses dia.
Anda ingin keluar kerjaan lalu jadi profesional blogger? Bisa!
Anda ingin jalan-jalan keliling dunia sepuasnya? Bisa!
Anda ingin mendedikasikan diri tiap jam membantu orang dan membuat dunia ini jadi tempat tinggal yang lebih baik? bisa!
Dan itu semua diwujudkan Jon, dengan menjadi BLOGGER.

hhfhh..kalau sudah baca artikel ini ,mereka yang ringan berkomentar, “Enak ya jadi Blogger, Cuma Nulis Doang bisa Dapat Duit” , akan terdiam dan lari tunggang langgang menuju lautan kemudian dicaplok ikan.
*ih dendam banget sih Hen, :D

Begitulah kisah inspiratif dari saya, cerita aslinya dari artikel ini http://www.problogger.net/how-to-quit-your-job-move-to-paradise-and-get-paid-to-change-the-world/

Kalau ingin jadi blogger sukses, coba dulu fokus ngeblog "dari jam 8 pagi sampai jam 11 malam".
Lalu perhatikan apa yang terjadi :)

Semoga menginspirasi,

Salam

Heni Prasetyorini




Inspirasi Dari Blind Blogger

Tidak ada komentar
Sewaktu mbak Anne Regee - punggawanya Female Geek PHP Indonesia menceritakan keberhasilannya mencetak Blind Coder, yaitu web designer dari kalangan teman difabel yang tuna netra atau low vision, di hati saya sudah terbesit, bagaimana jika semakin banyak juga BLIND BLOGGER

Coba kita lihat video ini.  Video profil seorang beauty blogger yang mengalami low vision. Namanya Emily Davison. Sejak lahir dia sudah mengalami kelainan di mata yang menyebabkannya menjadi tunanetra alias blind people. Emily menjadi blogger profesional di bidang kecantikan, dan mencatat kinerjanya di blog https://fashioneyesta.com/.






Aplikasi Komputer  Untuk Blind People

Blogger yang tunanetra, memang bagi kita yang awam kedengarannya mustahil. Tapi ternyata tidak juga. Kita saja yang belum atau jarang mendengar mereka. Dan bahkan sama sekali tidak pernah bertemu merekaPertanyaan akan muncul. Bagaimana caranya penyandang tuna netra menggunakan fasilitas internet, sementara mereka tidak dapat melihat? Ternyata ketika membaca atau menulis teks di laptop maupun di ponsel, terdapat aplikasi pengubah teks menjadi bahasa lisan.  Aplikasi atau software ini disebut JAWS (JobAccess With Speech).   


BLIND BLOGGER INDONESIA BERPRESTASI

Salah satu Blogger Tunanetra Indonesia yang berprestasi adalah DIMAS. Pria kelahiran 14 Agustus 1988 ini merupakan seorang seorang penulis, blogger, penerjemah, dan aktivis. Dimas aktif sekali dan juga berwirausaha, karena ingin membangun kemandirian kaum tuna netra lewat karya dengan memanfaatkan fasilitas internet.



sumber video disini 



Satu lagi Blind Blogger yang menginspirasi: Maxwell Ivey


di http://theblindblogger.net/


Mungkin bagi kita, menjadi blogger adalah untuk aktualisasi diri atau bekerja menjemput rejeki. that's it. Tapi untuk orang seperti Emily ini, dia menjadi blogger karena ingin mengubah persepsi orang kepada dirinya dan kepada orang lain yang mengalami hal yang sama dengannya. Humanity reason. How about us?

Jika ingin tahu daftar nama blogger yang punya difabilitas dari segi penglihatan di luar negeri, anda bisa membuka link http://www.whitestick.co.uk/blogs.html .



Saya sangat terinspirasi Beauty Blogger yang tunanetra di atas. Terbayang bagaimana usahanya memenuhi jiwanya dengan melakukan sesuatu yang ia sukai, yaitu fashion, walaupun dia tidak bisa melihat baju, aksesoris dan hasil make up yang ia gunakan. Akan tetapi dia merasakan melalui kulit, bau, dan kebesaran hatinya.

Senyumnya yang begitu teduh dan manis, membuat saya malu sendiri. Betapa mudah saya menyerah dengan keterbatasan fisik saya sebagai perempuan. Dan sepertinya itu juga dialami oleh banyak orang. Jadi teman, sekarang mau tunggu apa lagi? segera saja lakukan hal baik untuk sebanyak mungkin orang dan alam semesta.  Yang pastinya akan berbalik memberikan kebaikan juga bagi kita sendiri. Apapun kondisi kita sekarang ini.


Bagaimana? terinspirasi juga?


Mungkin next, untuk para blogger, kita perlu mempelajari bagaimana membuat ARTIKEL BLOG yang ramah untuk BLIND PEOPLE. Misalnya banyak video bersuara, membuat rekaman suara di Soundcloud atau podcast, dan membuat tulisan yang mudah dibaca oleh aplikasi JAWS di komputer mereka. Artinya kudu berbahasa Inggris ya sepertinya? :)


I hope someday I can meet some of blind blogger or blind coder.

And say a big thank you and support for them.


Semoga artikel saya bermanfaat ya,


Heni Prasetyorini



Inspirasi Dari Bu Rini Untuk Perempuan Indonesia Mandiri

Tidak ada komentar
Ketika kita lebih mengenal seseorang, kita akan lebih tahu mengapa orang ini begini dan begitu. Begitu juga ttg bu Rini...[status facebook bu Rini - 2 Agustus 2016]

Saya mengenal bu Koeshartati Saptorini, atau biasa dipanggil bu Rini ini dari facebook.
Ketika sebuah postingan tentang media belajar matematika buatan beliau, ada di beranda facebook saya. Sedikit kepo, saya telusuri profil beliau, dan ternyata satu almamater dengan saya. Bedanya beliau di Teknik Lingkungan ITB, saya di Kimia FMIPA.
Usia kami terpaut cukup jauh, beliau angkatan 1988, saya angkatan 1997. Namun kinerja beliau di dunia pendidikan, saya kalah jauh. Kalah banget. 

Walau begitu, bu Rini, ramah sekali ketika saya sapa melalui facebook messenger. Tak terkesan sedikitpun kesulitan yang beliau hadapi. Saya pun asik-asik saja bercanda ketika memesan beberapa buku Ringkasan Matematika dan Fisika SMP , buatan bu Rini, untuk anak saya.

Dari fotonya pun, bu Rini sangat ceria. Memang pernah, kakak perempuan saya bercerita, jika beliau mempunyai anak berkebutuhan khusus (ABK). Saya belum tahu detilnya seperti apa. 

Namun menjelang shubuh hari ini, saya lumayan terperanjat dan tertegun. Ketika suami menunjukkan video tentang bu Rini. Yang ternyata sebagai ibu pejuang 2 anak CP (Cerebal Palsy).





Setelah melihat video itu, saya terenyuh sekali. Teringat lika-liku dan segala hal yang saya hadapi ketika tanpa diduga anak kedua saya lahir prematur. Lalu harus berada 14 hari di inkubator-jauh dari saya. Kemudian saya harus disampingnya full sampai 3 tahun. Bahkan sampai sekarang perjuangan tak henti untuk  mengoptimalkan perkembangan anak saya itu. Kadang terasa amat lelah. Apalagi jika harus menerima komentar dari orang, yang melemahkan jiwa.
Terlebih merasa begitu bersalah pada anak, sehingga energi untuk berpikir apapun sudah habis rasanya.

Namun, setelah berkenalan sendiri dengan bu Rini, saya jadi KUAT kembali. Terlebih mengetahui kisah beliau di video itu, yang tak pernah sekalipun saya dengar dan baca dari fb-nya. Juga tak pernah saya baca keluhan di status bu Rini. Hanya beberapa kali ketika sepertinya beliau mendapatkan kalimat komentar yang memedihkan hati, beliau hanya menulis, 
"Ya Alloh, tugas bu Rini ini sudah banyak. Jangan ditambah lagi pikiran ini itu....."

Bu Rini pasti lelah luar biasa, lahir batin, ketika bertekad untuk menterapi anaknya sendiri ketika bayi. Menanti 5 tahun sampai berhasil dan anaknya bisa berjalan, pasti tidak gampang. Karena orang sekitar biasanya tidak mudah percaya. 

Sambil menterapi anak CP, bu Rini  memberikan les privat matematika.
Masya Alloh, luar biasa. Sekarang pun bu Rini, bisa menulis buku Ringkasan Matematika dan Panduan Matematika dan Fisika.

Semalam saya membaca buku tersebut, Ringkasan Matematika SD. Satu demi satu ulasan beliau, dari soal-soal Matematika, saya cermati. Di dalam hati saya berbisik, betapa telaten dan rajinnya bu Rini ini. Satu demi satu soal latihan Matematika pasti telah beliau ulik sedemikian rupa, sehingga bisa memberikan cara mengerjakan soal yang mudah dan cara belajar yang menarik dari Matematika.

Dari chatting saya tempo hari, bu Rini bercerita kalau semua buku itu beliau tulis dan edit sendiri. Dimana penerbitan buku itu dikelola oleh teman seangkatannya, ITB 88 Peduli Pendidikan. Jadi termasuk Indie Publishing. 

"Bu Rini sampai turun 5 kilo karena menulis buku dan mengurusi buku," cerita beliau sambil memberikan emoticon tertawa.
Facebook Bu Rini, KLIK DISINI


Ah, bu Rini, sungguh beruntung sekali saya mengenal ibu.
Terima kasih telah menyadarkan saya, bahwa kesulitan saya tidak ada apa-apanya.
Bahwa kesulitan kita semua, mungkin juga tidak ada apa-apanya dibanding bu Rini.

Jadi, Perempuan, marilah terus menerus memompa semangat untuk lebih baik dan lebih baik lagi.
Seperti halnya bu Rini. Walau kondisi sulit, masih bisa memberikan baktinya untuk anak negeri. Sebuah karya yang bisa mencerdaskan bangsa.

Lalu, apa karya kita?
-
Semoga menginspirasi.
- Heni Prasetyorini - 

Jon Morrow, Blogger Difable Yang Sukses Karena Helping People

Tidak ada komentar
Kalau kemarin saya “sesumbar” bisa nulis 10 artikel dalam sehari.
Bagaimana komentar anda mengetahui ada blogger yang kerjanya mulai jam 8 pagi sampai jam 11 malam?
Kebayang berapa artikel yang dia tulis seharian?
Jadi ingat sama sakit pinggang alias boyok kemeng?
Bagaimana jika saya tambahkan, bahwa blogger yang kerjanya gila-gilaan itu adalah seorang difable. Makin terperanjat?

Mengetahui orang difable bisa mengurus dirinya sendiri saja, saya sudah terkagum-kagum tidak terkira. Apalagi mengetahui mereka berhasil menjadi penolong orang lain. Sepertinya halnya satu tokoh keren ini, simak ceritanya dengan sepenuh hati, oke.

Blogger Difable Bisa Helping People

Jon
Jon Morrow dari SmartBlogger.COM

Jon Morow. Dalam artikelnya berjudul, “How to Quit Your Job Get Paid And Move To Paradise” dia menceritakan asal muasalnya memilih untuk keluar dari pekerjaannya sebagai orang kantoran lalu terjun bebas menjadi blogger.
hiiiyy...Ngeri-ngeri sedap gitu ya kedengarannya?
Bagaimana kisah lengkapnya, ayo disimak dengan lapang dada.

Nama lengkapnya Jon Morrow. Karena sebuah kecelakaan mobil yang parah, Jon mengalami kelumpuhan. Dia menggunakan kursi roda untuk bergerak. 

Mungkin banyak cerita difabel  seperti dia yang menghiasi media. Namun saya ambil kisahnya, karena kebetulan dia juga seorang blogger profesional. Yaitu seseorang yang bekerja sebagai blogger. Yang mendapatkan dollar demi dollar dari bikin blog (saja). Mengucapkan (saja)-nya jangan terlalu kencang ya. Nanti diserbu oleh blogger sejagad raya loh. *becanda…

Sebelumnya Jon adalah pekerja, karyawan dengan gaji besar dan posisi yang matang. Kecelakaan itu adalah titik balik kehidupannya. Dengan luka yang sangat parah, Jon harus menjalani pemulihan berbulan-bulan. Disitulah dia mulai memikirkan tentang kehidupan. Tentang pertanyaan mendasar dalam kehidupannya. Ketika nyawa, hidup sudah merasa penting. Dia bertanya pada diri sendiri. 

“apakah kehidupan ini yang aku inginkan?”
“apakah bekerja di tempatku kemarin, pola hidupku adalah impianku yang tercapai?”
Ternyata Jon menjawab lain. “Tidak, bukan ini yang kuinginkan”

Jon ingin mengubah hidupnya. Dia ingin lebih banyak waktu bersama keluarganya. Dia ingin bebas bekerja apa saja, kapan saja sesukanya. Dia ingin menulis. Dia ingin tulisannya bisa membantu orang, menginspirasi orang lain dan mengubah orang lain itu dari “kerangkeng” hidupnya.
Setelah dinyatakan sembuh, Jon segera membereskan tugas terakhirnya di kantor. Lalu pergi begitu saja dari kantor lamanya. Ketika temannya bertanya, “apa yang akan kau lakukan sekarang”
Sekedarnya saja Jon menjawab, “entahlah, mungkin mulai membuat blog (saja)”
 Tak disangka jawaban sekedarnya saja itulah yang mengubah hidup Jon kemudian.
Apa yang dilakukan Jon kemudian?

Awal Ngeblog Itu 

Jon Fokus di Blog Dari Jam 8 Pagi - 11 Malam

 Tiap Hari, 3 Bulan Full

Berani? 


Jon tidak hanya memikirkan rencana membuat blog. Tapi dia benar-benar menekuninya. Dalam 3 bulan ke depan, dia bekerja sejak jam 8 pagi sampai jam 11 malam. Dari pagi sampai malam, pekerjaannya adalah menulis, membaca dan berinteraksi dengan blogger lainnya. Hanya itu.
Dalam bulan pertama, blognya yang bicara tentang strategi keuangan, On Money Making, langsung melejit, tembus sampai 2000 pengunjung setiap hari. Sampai masuk nominasi sebagai blog keuangan dan bisnis terbaik tahun itu.

Dua bulan setelahnya, Brian Clark mengajaknya menjadi Associate Editor di website Copyblogger. Akhirnya dia memilih untuk menjual blog pertamanya On Money Making kepada lima orang pembeli dan memilih bekerja di Copyblogger, salah satu blog paling terkenal di dunia.

Kesuksesannya ini ternyata masih awal.
Saat itu, musim dingin yang parah. Jon hanya berdiam di apartemennya tanpa bertemu siapapun. Sampai akhirnya dia sadar. Untuk apa aku terkurung di apartemen seperti orang yang menyedihkan begini? Teriak Jon. Full time blogger itu bisa bekerja dimana saja kan?!
Dengan bantuan temannya, Jon pindah ke Mexico. Sekarang, dia ngeblog, menulis sambil menatap ikan lumba-lumba yang berloncatan di lautan. Alamakjaang itu surgaaa, paradise.

Ngayal Ngeblog di Tanah Surga ^_^


Saya juga sering ngayal kayak gini loh. Ada di rumah kayu, berlantai kayu. Adem. Banyak tanaman di teras, bahkan di halaman rumah. Ada pohon mangga, jambu, durian, rambutan, semangka dan tak ketinggalan  pohon cabe. Saya duduk di teras berlantai kayu. Angin semilir sejuk. Suara anak-anak berlarian di halaman rumah, diantara pepohonan rindang. Gemericik air menyirami pepohonan, dari selang air yang dipegang suami. Di meja teras, ada Macbook, drawing pad, kopi susu panas, brownies manis menemani saya mengetik. Tidak ada cucian yang belum dijemur, piring kotor yang menumpuk, baju bersih belum disetrika. Lantai sudah disapu dan bersih, kamar mandi sudah kinclong sendiri, semua kasur sudah diganti sprei. Di meja makan tersaji aneka ria hidangan. Di kulkas penuh camilan. Di rekening bank……*lanjutkan sendiri , hihihihi.

Kita semua bermimpi seperti itu. Tampaknya mustahil kan? Ternyata tidak bagi Jon.
Jon bisa mewujudkan semua keinginannya dengan menjadi BLOGGER. Bahkan dia berhasil meraup jutaan dollar dan bisa membelikan mobil untuk ayahnya, ketika memutuskan untuk menolong orang, Helping People. Jon membuka kursus atau kelas belajar cara nge-Blog yang baik. Cara menaikkan trafic blog. Cara mendapatkan penghasilan dari sosial media. Dia melakukannya tanpa menetapkan rate card, standar gaji. Sekali waktu dia menerima 50$, di lain waktu dia menerima 350$, namun dia memberikan dedikasi pekerjaan yang sama besarnya kepada mereka, membantu sampai impian dan tujuan para kliennya terwujud.

Yang menyenangkan adalah kalimat terakhirnya yang menegaskan, bahwa Jon tidak fokus untuk mencari uang dari blog. Dia fokus mengubah hidup seseorang jadi lebih baik. Dan ternyata, uang juga datang sendiri.


Di suatu malam, saya menghubungi seorang blogger senior, mbak Ani Berta. Curhat ala blogger sebenarnya. Dan mbak Ani, juga membagikan pandangannya yang sama seperti Jon. Mbak Ani berkata,

"Ketika menjadi BLOGGER fokus saja untuk memberikan dan membagikan manfaat kepada sebanyak mungkin orang yang membutuhkan. Rejeki akan datang mengikuti"

You are Mastah Blogger mbak Ani, makasih ya.

Kembali ke Jon. Setelah dia bosen jadi pegawai dan memutuskan jadi Profesional Fulltime Blogger, Jon mendapatkan penghasilan berlimpah dari blog dan kelas belajarnya. Kemudian Jon diundang sebagai pembicara, narasumber, speaker, motivator. Jon mengatakan, jika dia bisa melakukannya, maka dia ingin banyak orang yang bisa juga sesukses dia.
Anda ingin keluar kerjaan lalu jadi profesional blogger? Bisa!
Anda ingin jalan-jalan keliling dunia sepuasnya? Bisa!
Anda ingin mendedikasikan diri tiap jam membantu orang dan membuat dunia ini jadi tempat tinggal yang lebih baik? bisa!
Dan itu semua diwujudkan Jon, dengan menjadi BLOGGER.

hhfhh..kalau sudah baca artikel ini ,mereka yang ringan berkomentar, “Enak ya jadi Blogger, Cuma Nulis Doang bisa Dapat Duit” , akan terdiam dan lari tunggang langgang menuju lautan kemudian dicaplok ikan.
*ih dendam banget sih Hen, :D

Begitulah kisah inspiratif dari saya, cerita aslinya dari artikel ini http://www.problogger.net/how-to-quit-your-job-move-to-paradise-and-get-paid-to-change-the-world/

Kalau ingin jadi blogger sukses, coba dulu fokus ngeblog "dari jam 8 pagi sampai jam 11 malam".
Lalu perhatikan apa yang terjadi :)

Semoga menginspirasi,

Salam

Heni Prasetyorini




Evvy Kartini Ingin Indonesia Bisa Memproduksi Baterai Ramah Lingkungan

Tidak ada komentar
Salah satu sumber energi yang akan dibutuhkan lebih besar di masa depan adalah baterai. Kebutuhan baterai sekarang ini sudah digunakan ke hampir seluruh peralatan elektronik. Misalnya telepon selular, komputer bahkan baterai pada mobil dan alat transportasi lainnya. Selama ini Indonesia lebih banyak memasok baterai yang dibutuhkan dari negara lain. Penelitian tentang baterai di Indonesia sendiri masih belum berkembang baik, begitu yang disampaikan oleh Evvy Kartini.

Prof. Dr. rer. Nat Evvy Kartini adalah ahli nuklir Indonesia yang prestasi dan kemampuannya telah diakui dunia. Ia dikenal sebagai ilmuwan  penemu penghantar listrik berbahan gelas dengan keahlian teknik nuklir yang telah dipelajari  sejak melanjutkan studi di Jerman, yaitu teknik hamburan neutron.  
 
sumber: indonesiamendunia.com
Ketertarikan sarjana Fisika lulusan ITB itu terhadap pengembangan material gelas berawal pada saat ia magang di Hahn Meitner Institute (HMI) di Berlin, Jerman, 1990. Ia dibimbing ahli hamburan netron Prof Dr Ferenc Mezei.

Karier penelitiannya dimulai saat menyelesaikan S2-nya di Universitas Teknik Berlin. Ia berhasil menemukan model baru difusi dalam material gelas. Penemuan itu dipresentasikan pada Konferensi Internasional Hamburan Netron (ICNS) Jepang. Maka namanya mulai tercatat dalam jurnal penelitian internasional bergengsi seperti Physica B (1994). Sejak itu, tawaran presentasi dan konferensi mengalir deras.

Tahun 1996, melalui kolaborasinya dengan profesor dari Universitas Mc Master, Kanada, Evvy kembali menemukan hal baru: adanya puncak Boson pada saat energi rendah. Temuan itu dipresentasikannya pada 600 peserta konferensi hamburan netron Eropa I/ECNS di Interlaken, Swiss. Namanya kembali tercatat dalam jurnal internasional, Canadian Journal of Physics (1995), Physical Review B (1995), dan Physica B (1997).

Ia pun mulai berkolaborasi dengan profesor dari Organisasi Sains dan Teknologi Nuklir Australia (ANSTO). Profesor itulah yang membuka jalan untuk berkolaborasi dengan banyak profesor lain di negara maju.

Evvy terus berkolaborasi dengan berbagai peneliti dunia dan juga di Indonesia. Termasuk kerjasamanya dengan ITS (Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya) dan BATAN tempatnya bekerja. Kerjasama ini meliputi pemberian fasilitas penelitian bagi ilmuwan dari ITS untuk mempelajari baterai di BATAN. Juga menginisiasi terbentuknya Battery School, sebagai sarana edukasi pentingnya pengembangan teknologi baterai untuk kalangan muda.

Dari sini Evvy berhasil membuka peluang adanya baterai isi ulang yang ramah lingkungan. Baterai mikro dapat menggantikan baterai sebelumnya yang dibuat dengan bahan baku “cairan elektronik”. Bahan ini lebih mudah menimbulkan kebocoran dan kebakaran jika bersentuhan dengan percik api. sebaliknya, jika bahan baterai terbuat dari material gelas yang berbentuk padatan, resiko serupa tidak akan terjadi dan akhirnya lebih ramah untuk lingkungan.

Teknologi yang membutuhkan baterai akan semakin besar. Apalagi sekarang mulai juga dikembangkan mobil listrik, dimana Indonesia pun sudah mengambil bagian disana. Evvy pun semakin yakin bahwa Indonesia harus mau dan mampu untuk mengembangan teknologi baterai temuannya tersebut, sekaligus bisa memproduksi di negeri sendiri. Sehingga Indonesia tidak hanya sebagai pengguna baterai, akan tetapi bisa menjadi produsen baterai, minimal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“The future of our children, the future of our planet, it’s in our hands. That’s why Energy Matters.”

“Masa depan anak kita, masa depan planet kita alias bumi, semuanya ada di tangan kita semua. Itulah kenapa ENERGI PENTING”. Kalimat ini tepat dan relevan untuk kondisi saat ini. Dimana perkembangan kehidupan, terutama di bidang teknologi dan informasi bisa menghabiskan kebutuhan energi yang sangat besar, misalnya listrik dan baterai. Kedua sumber energi tersebut semakin diperlukan dewasa ini dengan berkembangnya teknologi berbasis elektronik.

Sebuah pekerjaan rumah besar bagi kita semua adalah bagaimana kemajuan teknologi masih bisa terus berjalan untuk mempermudah kehidupan manusia. Di waktu yang sama, kita harus memikirkan bagaimana agar kebutuhan energi untuk terwujudnya hal tersebut bisa terpenuhi. Maka sumber energi alternative ramah lingkungan yang bisa menjadi jawaban. Selain produksi baterai mikro berbahan gelas, sebagai ahli nuklir, Evvy pun ingin mengembangkan teknologi nuklir untuk kepentingan sumber energi yang ramah lingkungan.

Menurut Evvy, nuklir adalah sumber energi yang bisa terbarukan dan clean. Indonesia masih tergantung pada batu bara dan minyak bumi sebagai sumber energi. Kedua hal ini bisa menimbulkan polusi dan juga cepat habis. Oleh karena itu, mengembangkan nuklir sebagai sumber energi adalah sesuatu yang harus juga dilakukan oleh Indonesia. Sehingga kelak di masa depan, generasi anak cucu bisa mendapatkan energi yang dibutuhkan sekaligus mendapatkan kualitas hidup yang jauh lebih baik karena sumber energinya ramah lingkungan.

Pengembangan baterai mikro supersonic berbahan gelas, gagasan Battery School dan pengembangan teknologi nuklir yang ramah lingkungan ini, bukan hanya tugas Evvy kartini semata. Melalui keahlian yang ia punya, Indonesia bisa semakin bekerjasama dan berkolaborasi untuk mewujudkannya. Ini adalah tugas kita bersama. Kita harus mandiri, begitu tegas Evvy Kartini.



note:


Tulisan ini saya kirimkan untuk audisi penulis di ajang Writingthon #1 di Puspiptek, cerita lengkapnya bisa dibaca disini: http://www.prasetyorini.com/2017/09/writingthon-1-di-puspiptek-membuatku-kembali-redirect-ke-sainstek.html



EVVY KARTINI
Bogor, Jawa Barat, 22 April 1965
KEAHLIAN Condensed Matter | Fisika | Materials Science | Neutron Scattering



PENDIDIKAN
1988 Sarjana Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung

1996 Doktor Rerum Naturalium Fachbereich Physik, Technische Universitaet Berlin,  
        German

1998 - 2000 Postdoctoral Fellow Dept of Physics and Astronomy, McMaster University,   
          Hamilton, Canada

2010 Professor Research from Indonesian Institute of Science


PRESTASI
1996 Jurnal Penelitian Internasional Fisika
         Penemuan adanya puncak Boson pada saat energi rendah yang berkolaborasi dengan    
         Kanada
1998 Penghargaaan Riset Unggulan Terpadu (RUT) VI Kementerian Negara, Riset dan
        Teknologi


SUMBER LITERATUR:
  1. http://lensafisika.blogspot.co.id/2012/12/baterai-berbahan-gelas.html http://news.liputan6.com/read/89461/evvy-kartini-ahli-nuklir-kaliber-internasional
  2. http://bitread.id/blog/2017/08/inovasi-untuk-negeriku
  3. http://bitread.id/blog/2017/08/writingthon-1-di-indonesia
  4. http://old.its.ac.id/berita.php?nomer=13617
Keterangan: sumber literatur diakses tanggal 16 Agustus 2017, 11:42 WIB


Inspirasi Woman Top Leader Kekinian dari Terminal Teluk Lamong

Tidak ada komentar
If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a LEADER. - John Quincy Adams.

Jika tindakan anda bisa menginspirasi orang lain untuk bermimpi, belajar dan berbuat lebih baik dan lebih baik lagi, maka anda adalah Leader alias Pemimpin. Quote diatas saya sungguh sepakat, bagaimana dengan anda? Sepakat juga kan?

Ya, terutama di jaman millenials ini, sudah nggak jamannya pemimpin itu sekedar orang yang punya kekuasaan tertinggi, tak bisa dijangkau dari bumi dan tinggal main telunjuk saja agar pekerjaan beres. Leader saat ini tak hanya harus bisa jadi pemimpin. Mereka harus bisa juga menjadi teman, sahabat, partner main dan teman curhat dengan orang-orang yang dipimpinnya. Tentu saja peran sosial ini dilakukan sesuai dengan porsi, situasi dan kondisi yang tepat.

Perempuan menjadi leader, bagi saya pribadi, masih menjadi sesuatu yang luar biasa. Untuk itu saya seperti orang yang selalu kehausan ketika bertemu dengan sosok pemimpin perempuan. Saya haus untuk menyerap energinya, melihat gestur tubuhnya, mendengar dengan seksama cara mereka berkata-kata dan bagaimana cara berpikir mereka, sehingga bisa memimpin sebuah perusahaan besar. Itulah kenapa kalau saya sampai bertemu langsung, maka pandangan saya takkan berpaling sedikitpun dan kalau bisa setiap momen pertemuan itu saya rekam dengan berbagai alat yang ada. Saking kepinginnya saya menyerap banyak informasi dari mereka, untuk kemudian saya terapkan pada diri sendiri dan saya bagikan juga kepada dunia.


Dr. Ir. Sri Setiawati, M.A Kepala PUSPIPTEK
Woman Top Leader yang pertama saya temui langsung adalah ibu Dr. Ir. Sri Setiawati, M.A yang menjabat menjadi Kepala PUSPIPTEK (Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Saya bertemu beliau, ketika mengikuti ajang kompetisi menulis marathon, Writingthon #1, di Puspiptek. 

Baca Juga: 
Writingthon #1 di Puspiptek Membuatku Redirect Kembali Ke Sainstek

Woman Top Leader kedua yang saya temui langsung adalah bu Dothy, Direktur Utama Terminal Teluk Lamong, sebuah terminal pelabuhan kebanggaan Indonesia yang canggih. ramah lingkungan dan bertaraf internasional.

Bu Dothy sebagai Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong yang sebelumnya menjabat sebagai Plt SM Peralatan pada Direktorat Teknik, Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Pusat.
credit: photo by Ika (www.kakaika.com)


Antara sosok bu Sri dan bu Dothy ada satu kesamaan. Yaitu keduanya ada basic olahraga dan beladiri. Bu Sri adalah mantan atlet. Serupa juga dengan bu Dothy yang termasuk atlet karate dan aktif berenang. "Saya mantan atlet ya, jadi nggak mudah menyerah dan kalau gerak itu harus cekatan, kuat,"begitu kata bu Sri waktu itu.

Apakah basic menjadi atlet ini yang mendasari mereka berdua menjadi pemimpin perempuan tangguh?

Pertanyaan ini yang ada di benak saya. Dan pastinya langsung saya jawab iya. Karena menjadi atlet bukan perkara mudah. Harus berlatih hal sama terus menerus. Ketika gagal, bangun lagi dengan kekuatan yang lebih penuh. Terus berani melangkah maju. Dan yang pasti kuat dan punya stamina yang tinggi karena latihan yang mumpuni.

"Harus ada ENDURANCE dan POWER" begitu kata bu Dothy di acara sesi sharing bersama Blogger Goes To Lamong, di dalam kantor beliau tanggal 6 Desember 2017 lalu. Tentu saja, kedua hal itu harus beliau punyai karena menjadi pemimpin dari Terminal Teluk Lamong yang mempunyai berbagai kelebihan dan juga rencana inovatif kedepannya sebagai pioneer terminal pelabuhan berbasis automasi di Indonesia dan  menjadi Top 5 ASEAN.


Menyaksikan gestur bu Dothy yang tiap gerakannya tampak ada power. Otot kuatnya sudah dilatih banget ya. Sesuai dengan postingan di instagram Terminal Teluk Lamong berikut yang menyebutkan bahwa Bu Dothy adalah pemegang sabuk cokelat karate. *ah jadi pengen belajar bela diri (lagi).


Sebuah kiriman dibagikan oleh Terminal Teluk Lamong (@terminalteluklamong) pada


Bu Dothy, Pak Eko dan tim Best Costume Bike to Work Terminal Teluk Lamong

Power itu tampak juga ketika beliau bersalaman dengan pak Eko, Direktur SDM dan Keuangan, ketika beliau memberikan piala The Best Costume Bike To Work Pelindo III kepada bu Dothy. Yang menarik, power ini dibarengi dengan senyuman dan sapaan yang ceria dan hangat kepada kami. Begitulah yang kami rasakan ketika pertama kali bertemu dengan bu Dothy, di hari pertama acara Blogger Goes To Lamong.



Sapaan hangat dan ceria itu cukup mengejutkan saya pribadi ya. Karena ketika membaca profil beliau melalui instagram resmi Terminal Teluk Lamong, saya punya asumsi beliau akan bersikap rada kaku dan protokoler karena jabatan sebagai Direktur Utama. 

Ternyata asumsi saya "pecah" begitu bertemu langsung dengan beliau dan melakukan sharing bersama rekan blogger lainnya. 

credit: photo by KangErik_Ingsun




Momen sharing saat itu, adalah momen paling asik dan friendly yang pernah saya alami bersama Top Leader suatu perusahaan. Biasanya saya akan tegang bukan kepalang dan hanya bertanya hal-hal yang sekiranya "aman". 

Akan tetapi bu Dothy telah membuka percakapan dengan sangat ringan dan terbuka, dengan kalimat yang "kekinian". Ketegangan saya langsung lebur menjadi hujan pertanyaan yang memenuhi benak saya. Ketika tiba giliran, tanpa ragu saya kemudian mengajukan pertanyaan perihal Pemberdayaan Perempuan dan bagaimana saran serta pengalaman beliau dalam menghadapi isu serupa. 


credit photo: www.kakaika.com

Ya, mau ke acara apapun, isu Pemberdayaan Perempuan Melalui Teknologi, adalah satu topik yang berusaha saya libatkan. Karena saya ingin mendapatkan masukan dan cara pandang dari berbagai pihak, terutama sosok perempuan yang menjalani sendiri sebagai pemimpin perusahaan besar.

Dan syukurlah, bu Dothy menanggapi pertanyaan saya dengan sangat baik dan memberikan pencerahan. Dengan kalimat kunci, 

"Jadilah PROVOKATOR agar para perempuan itu berani memulai apapun yang mereka minati." 

Menjadi provokator ini kemudian saya ramu lagi menjadi satu kata yang lebih tepat, yaitu menjadi KATALISATOR

Kalau menjadi katalisator, saya bisa menyediakan sesuatu hal sebagai ENERGI AKTIVASI di awal sehingga suatu projek bisa terwujud. Dan ketika projek itu telah berjalan dengan baik, maka saya bisa melepaskan diri dan melanjutkan lagi ke projek selanjutnya. Dengan menjadi katalisator, saya harus terlibat juga dalam proses pemberdayaan perempuan melalui teknologi ini. Kalau hanya sekedar menjadi provokator, bisa jadi saya cuma teriak-teriak di luar lingkaran, tidak ikut terlibat proses dan hanya bikin berisik saja :). 

SALAM GANESHA. . . Salam satu almamater ini saya sebutkan ketika bersalaman dengan bu @sidothy2000 , Direktur Utama Terminal Teluk Lamong. . Sama-sama berasal dari kampus berlambang Ganesha, sama-sama tampak "macho"-nya :) . Tapi yang paling penting adalah sosok bu Dothy, perlu saya angkat lebih detil di blog saya dan dalam setiap momen berbagi ketika menjadi narasumber berbagai acara kelak. . Menjadi Woman Top Leader, adalah hal yang luar biasa. Akan tetapi semua perempuan hakikatnya bisa menjadi pemimpin. Minimal untuk dirinya sendiri, lalu keluarga kecilnya, kemudian lingkungan terdekatnya. . Saya banyak meminta masukan pada bu Dothy, untuk isu PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, ketika bertemu langsung di kantor beliau kemarin. . "Harus ada yang jadi provokator! karena mungkin perempuan yang belum ada kesempatan berkarir itu, hanya takut untuk memulai. Kita harus mendukung mereka, untuk mulai saja apapun kegiatan yang mereka minati. Baru kemudian diarahkan ke tahap selanjutnya." . . Masukan dari bu Dothy ini langsung membuncahkan banyak rencana di kepala saya. Terkait ide menyelenggarakan Road show AYO NGODING REK!, yang InsyaAlloh digagas oleh tim @codingmumsurabaya. . Roadshow itu harus bisa masuk ke semua lini perempuan. Baik itu yang suka masak, macak, manak #eh. . Pokoknya asik deh ketemu bu Dothy. Saya tersengat gaya bicaranya yang lugas, tegas namun tetap hangat bersahabat. . . Masih banyak yang harus didiskusikan dengan berbagai pihak. Yang penting, perempuan harus terus berdaya dan mandiri dalam segala bentuk karyanya. . Bismillah. . . . Terminal Teluk Lamong IG Official: @terminalteluklamong . #InstitutTeknologiBandung #BloggerTelukLamong #TTL4ALL #BloggerGoestoTelukLamong #TelukLamongGoGreen #EmpowerWomen #CodingMumSurabaya
Sebuah kiriman dibagikan oleh Heni Prasetyo Rini (@heniprasetyorini) pada


Inspirasi yang saya dapatkan ketika bertemu dan berbincang langsung dengan bu Dothy, bisa dijabarkan dalam bentuk Question & Answer berikut ini:

Q:  Bagaimana bu Dothy bisa menjadi Direktur Utama Terminal Teluk Lamong, menjadi pemimpin di sebuah perusahaan yang mayoritas adalah laki-laki?

A: Secara pribadi, bergaul dan bekerja dengan laki-laki adalah hal yang sudah biasa bagi bu Dothy. Selain saudara kandungnya banyak yang laki-laki, kuliah juga di ITB yang mayoritas laki-laki, beberapa pekerjaan bu Dothy dulu, juga berada di perusahaan yang banyak laki-lakinya. Jadi beliau sudah terbiasa. Tidak menganggap bahwa bekerja bersama laki-laki itu menakutkan, atau membuat cemas.

Karena merasa biasa saja ini, bu Dothy akhirnya mempunyai sikap yang setara ketika bekerja bersama kaum adam tersebut. Untuk memperlakukan mitra kerjanya, bu Dothy juga bersikap sama. Memilih karyawan baru tidak berdasar perbedaan gender, akan tetapi karena memang kemampuannya sudah mumpuni.

Walaupun begitu, bagaimana perbedaan fisik perempuan dan laki-laki juga mendapat perhatian beliau. Misalnya untuk pekerjaan sebagai operator crane manual yang harus naik sampai ketinggian 35-40 meter di atas tanah, beliau masih memilih pekerja laki-kali. Karena secara fisik, perempuan bisa mengalami perbedaan metabolisme tubuh yang mempengaruhi konsentrasi, misalnya ketika haids, hamil atau sedang menyusui. 

Jika ditarik untuk diri kita pribadi, sebaiknya kita juga bersikap setara ketika harus bekerja dan bekerjasama dengan laki-laki Tidak perlu minder atau bahkan jumawa. Apalagi bersikap terlalu manja dan ingin dinomorsatukan ketika ada hal yang tampak aman dan dibebastugaskan untuk pekerjaan yang sedikit menantang. Jangan manjah ala-ala gitu deh. Percaya diri dan biasa saja, bekerja sesuai dengan kemampuannya. 

Karyawan perempuan dan laki-laki mendapatkan perlakuan yang setara di Terminal Teluk Lamong
Q: Bagaimana pendapat ibu dengan karyawan perempuan? dan apa rencana ke depannya untuk memfasilitasi dan meningkatkan kinerja mereka?

A: Bu Dothy tidak memungkiri bahwa usia sebagian besar karyawan di Terminal Teluk Lamong mayoritas dibawah 40 tahun, alias anak-anak muda. Jika karyawati masih muda, maka tentu akan ada periode menikah - hamil dan melahirkan plus merawat bayi - batita - balita.

Untuk itu, bu Dothy mempunyai rencana akan disedikan Nursing Room dan Day Care di kawasan Terminal Teluk Lamong. Supaya, para karyawati yang masih mempunyai anak bayi dan balita, bisa memaksimalkan pemberian ASI serta mendapatkan tempat penitipan anak yang aman dan dekat dengan ibunya bekerja. Sehingga ibunya tetap bisa bekerja secara optimal, selain itu anaknya juga sehat, aman dan kelak bisa menjadi generasi bangsa yang kuat. 

Dale, tim Humas Terminal Teluk Lamong

Linda, Operator mesin ASC (Automated Stacking Crane)
Sentuhan Feminin Operator Stacking Crane - NET JATIM


Q: Dengan banyaknya karyawan yang muda disini, bagaimana gaya leadership ibu?

A: Bu Dothy mengatakan, bahwa beliau harus melakukan shifting atau penyesuaian gaya kepemimpinannya dengan karakter anak-anak muda yang bekerja di Terminal Teluk Lamong. Seperti halnya ciri khas generasi millenials yang harus connected to social media, innovative, fast moving and open mind, maka Bu Dothy pun berusaha mengikuti ritme kehidupan sosial mereka. Beliau menerapkan gaya bekerja yang luwes, serius tapi santai dan pastinya digitalize.  

Hal ini sangat kami rasakan juga ketika diterima sebagai tamu dalam acara Blogger Goes To Lamong. Bu Dothy, sama sekali tidak menjaga jarak pada kami. Bahkan dengan antusias ikut saja gaya berfoto yang kami usulkan. Beliau pun menerima dengan hangat, 3 Putri Indonesia Jawa Timur yang menyapa di kantornya dengan kalimat yang saling memberikan dukungan.

Bu Dothy mau juga pose berfoto "ajaib" (by KangErik_Ingsun)

Berfoto gaya Teluk Lamong :)


Bu Dothy menyapa 3 Putri Indonesia Jawa Timur
Saya pribadi mendapatkan sengatan motivasi yang cukup besar, ketika bisa berjumpa langsung dengan bu Dothy. Dan yang pasti, sengatan ini akan saya sebarkan juga kepada lebih banyak perempuan yang akan saya temui. Bahkan juga untuk para laki-laki ya, siapapunlah. Karena mereka juga pasti mempunyai istri, anak putri, keponakan atau bahkan murid-murid perempuan. Terima kasih bu, salam sukses mulia barokah selalu. Very Very Very Nice to Meet You.....

SALAM GANESHA, SALAM HI-SPEED