Podcast Bu Heni

[sedikit] Cerita Korden Pink

2 komentar
Korden pink menyala terselip di areal dinding warna oranye pasta. Sungguh tidak matching sama sekali ^_^

Apa mau dikata, perkara korden dan cat tembok tidak bisa singkron dalam sekejap. Ketika husbano memutuskan upgrade cat rumah dan memilih warna orange, aku menyesal luar biasa kenapa pas tukang jual korden keliling lewat itu, aku belinya korden warna pink banget. Kenapa nggak beli warna krem aja gituu, biar netral. #sighmenyesaltiadaguna

Dan muncullah keingin menyamaratakan korden di rumah dengan warna klasik dari kain blacu. Namun, begitulah, perkara jahit menjahit sering masuk urutan mbuncit kecuali terpaksa buanget. Atau penasaran buanget.

Mungkin hal ini akan terkikis oleh waktu. Artinya, makin lama, aku makin suka dan ringan tangan saja untuk menjahit, heheh. Mudah-mudahan tetanggaku itu mau menjahit-jahit ria,dan main kerumahku. Tidak lagi sendirian di rumahnya dan meratapi suaminya yang telah berpulang itu.

Cerita sampai disini dulu, karena harus persiapan besok ada tutorial wire jewelry oleh saya sendiri. Semoga lancar dan yang datang puas dengan tutorialnya. Sekaligus bisa bermanfaat. Amin.

Workshop Wire Jewelry Surabaya

Tidak ada komentar

Workshop Komunitas My Sister Finger.
Membuat Cincin Wire Jewelry, Teknik Dasar, with Heni Prasetyorini
Minggu 7 Oktober 2012, Di Kebun Bibit Surabaya
Pukul 08.00 pagi - selesai.
Investasi IDR 60 ribu [pengganti bahan dan tutorial]
Dibatasi 20 peserta.

Yuk Minggu Seru Nambah Ilmu & Teman Baru ^_^

link ke My Sister Fingers :
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=4020807671129&set=o.233756620053146&type=1&theater

Belajar Bikin Beads Cabochon Brooch

1 komentar
Dass..
Dan inilah di tengah malam ini. Tepatnya jam 12 lebih 13 menit malam hari, saya mulai ngeblog lagi. Kopi instan panas dari rumah kakak tadi, manjur membuat mata saya terbelalak dengan gagah sekali.

Satu bulan ini, banyak surprise untuk dunia kecil saya di rumah. Pertama, saya berhasil keluar dari kandang [baca : rumah saya] dan terbang ke Kebun Bibit Surabaya, untuk mengikuti workshop craft yang diadakan oleh komunitas My Sister's Fingers di Surabaya.

WS [baca : workshop] nya tentang membuat Beads Cabochon, yang di tutori oleh mbak Intan pemilik Bunder Shop.

Padahal malam sebelum berangkat, sudah ada prediksi kemacetan total ke arah Kebun Bibit karena akan ada lomba bersepeda di daerah itu, plus tepat di esok paginya anak-anakku harus siap untuk lomba menggambar dan mewarnai di perumahahan. Sperti kebanyakan rencana, sebagai emak saya harus siap mengalah. Nggak jadi pergi. Dan tunduk teratur menghadapi jejalan kerjaan rumah tangga lagi untuk menghibur hati yang lara [haduh galau banget sih :P]

Namun kali ini saya bersikeras sangat keras. Kalau misua saya keberatan nganter, never mind baby, saya akan naik angkot kali ini. Karena kalau naik motor saya takut dua hal : satu, SIM saya mati sejak anak kedua lahir, alias 6 tahun yang lalu. Dan kedua, saya nggak apal jalan - jadi resiko kesasar sangaat besar [gini nih arek Suroboyo nggak ngerti jalan kotanya sendiri, payaahhh jreeenng].

Begitulah, karena niat kuat membara-bara, berhasillah saya di drop di pelataran parkir Kebun Bibit. Agak dag dig dug, karena ini baru pertama kali saya ke sini. [nah, makin ketahuan kan, katrok dan kupernya. atau menurut istilah teman saya sesama ibu-ibu, saya ini penghuni goa yang suka ada di dalam goa itu, heheh]

Semula saya ragu bener apa nggak, karena di pagar Kebun Bibit itu ada tulisan Taman Flora. Nah loh, sama nggak sih Kebun Bibit sama Taman Flora.

Yaudin deh, setelah sms dan telpon sama kepala suku MSF [My Sister's Fingers], akhirnya bertemulah aku dengan 3 member MSF yang sudah siap ikut WS.

Alhamdulillah bahagianya. Selain akan terbuka teka-teki membuat cabochon, saya merasa sangat sukses bisa keluar rumah dengan kemungkin kegagalan tadi. Ndewooo......

Tunggu menunggu, maka dimulailah acara itu dengan sangat ramah, hangat dan khas Suroboyoan. Ndagel terus reekk... berikut cuplikan adegannya, foto diambil disindang yaaa

start bikin "mangkuk kertas" buat wadah manik-maniknya

mulai menjahit manik-manik satu demi satu di sekeliling batu cabochonnya : khusyuuuuuu

minjem rambutnya mbak Fitri, ini hasilnya .....    
 Bros Beads Cabochon



Yang Cibi-cibi itulah tutornya : mbak Intan Bellina 




karena saya pake Kalung Perca Manik bahan kawat,
maka langsung ditodong jadi tutor untuk bulan Oktober :
rencana bikin Abstract Wire Ring dengan Simple Technic.
Surprise , Terharu, dan pasti Termotivasi banget deh.
semoga besok lancar WS Wire Ring Perdana saya yah :) amin.
seperti ini cincinnya.
bentuk abstrak uwer-uwer.
saya buat beberapa contoh dan mumpung ada ponakan
lumayan, jadi model deh, jepret :)


Supermaknyak #1 :

2 komentar
Mati gaya kalau di rumah saja?
Bisa diakalin.
Jaman kayak gini. Ngantor gak cuma di kantor. Rumah pun bisa jadi kantor. Bahkan kemarin aku sempat dengar di televisi, kalau di suatu negara sudah menerapkan kebijakan kerja di rumah untuk beberapa karyawannya. Dengan pertimbangan, hemat ongkos bensin, hemat waktu dan lebih produktif. Hasil kerjanya tinggal dikirim pakai internet. Karyawan senang, bos senang, perusahaan untung. Asik juga kalau ini diterapkan di Indonesia ya?

Mati gaya di rumah, ini istilah yang saya dapat waktu seorang teman baru mampir di salah satu artikelku di blog ini. Beliau memutuskan resign dari pekerjaannya karena merasa putranya tidak bisa didampingi maksimal karena waktunya habis untuk perjalanan di kantor berikut padatnya pekerjaannya.

Oke, yang sudah terlanjur jadi ibu rumah tangga, mari kita bersama menyingsingkan lengan dan membusungkan dada dengan bangga. hahahaha *suara ketawa bajak laut*

Predikat IRT dah kadung nancep di jidat kita. Suka nggak suka, pendapat pro dan kontra tentang IRT itu harus kita hadapi sepanjang masa. maka ABAIKAN saja.

Kita harus bersatu padu, membangun imej baru, bahwa berkarier dari rumah, asik juga. Malah hemat cermat dan bersahaja membangun persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, *halagh :P

Apa yang bisa kita lakukan biar bisa jadi supermaknyak dan nggak mati gaya di dalam rumah ?
Berikut tips ngawur dari saya, yang monggo dibaca untuk hiburan dan senang-senang saja, hahaha

1. kita ganti kosakata ibu rumah tangga yang kesannya nganggur banget itu, jadi WORK AT HOME MOM alias IBU-IBU YANG KERJA DI RUMAH. nah, kan keren tuh.

2. kita harus cari cara cerdas agar pekerjaan rutin kita bisa selesai secepatnya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Seperti ritual masak-cuci piring-hidangin masakan-makan-cuci piring-masak. Atau cuci baju - setrika - pakai;in baju - cuci baju -setrika. Dan segalam macam alur ritual rutin rumahan yang seringkali bikin rasa bosan yang mencekik leher [haduh curhat colongan!]. Tipsi paling manjur untuk hal ini adalah JANGAN DITUNDA. Biar males dan bosaaan sekalipun, langsung saja nggak pake mikir, bras bres bros, pake daster atau babydoll, hajarrr tuh cucian kotor. hehehe, kasar amat kesannya. Nah, biar nggak bosen lagi, bisa nyanyi sendiri atau muter lagu di radio, mp3, ipad, apa aja deh. Yang lebih afdol ya disertai dzikir-dzikir dikitlah sembari masak, nyuci, setrika dan semacamnya, biar dapat berkah kerjaan rumah tangga. Niru putri Nabi Muhammad SAW yang memilih ngerjain kerjaan rumah tangga sendiri demi mendapat kemuliaan dalam rumah tangganya, daripada mencari khadimat atau asisten rumah tangga.

3. nambah ilmu dan skill. wajibun wajib ini bu. Janganlah hamburkan waktu buat nyetel sinetron sama inpotainment doang. ganti channel tipi ke talkshow semacam kick andy, oprah winfrey, bosan jadi pegawai, galeri dan semua acara yang menampilkan profil sukses entah pengusaha, penulis, atlet dan semacamnya. Biasanya kisah mereka itu susah payah banget baru bisa sukses. Nah ini bisa jadi inspirasi buat kita agar mau ikutan susah payah biar ngikut sukses juga gitu.
Selain nonton tipi yang baik-baik, kita juga kudu doyan baca. bacanya juga jangan tabloid gosip aja. Buku yang bagus. Novel yang bagus dan apa aja deh yang nambah wawasan. Biar dilihat anak, juga cakep. Nih emak gue doyan baca, pasti dia pinter. Maka anakpun ketularan jadi doyan baca. Untuk ini kita harus ikhlas menyisihkan jatah bedak kita buat beli buku. Biar cantiknya luar dalam gitu buk, ntar make bedaknya yang rada irit-irit aja ya. Nggak papa, kurang menor dikit, kan inner beauty dari brain kita juga muncul dan memancar bercahaya keluar. wkkkk.

nah urusan nambah skill juga harus bu. Jaman sekarang, apa-apa serba instan malah bikin penyakit. Badan jarang gerak, lengkap sudah tinggal nunggu mau sakit apa, kolesterol, darah tinggi, stroke, osteoporosis, haduh. Kita bikin semuanya sendiri aja dah. Masak sendiri. Bikin kue sendiri. Njahit baju sendiri. Dan semacamnya gitu. Skill alias keahlian yang bisa dijadikan hobi sekaligus bisa jadi penghasilan. Aku yang paling iri itu sama orang yang skill memasak, menjahit dan melukisnya jago. Kayaknya tuh duit ada di genggaman tangan ajah deh. Bisnis mereka pasti laris tampaknya.

4. nambah teman yang positif. Ingat ya, teman yang positif. Pernah kumpul sama ibu-ibu nggak? terus tiap ketemu ceritanya gini aja, " aduh belum setrika, numpuk semua. cucian banyak, belum masak. males banget, badan capek semua. linu. udah gitu anak mau ujian sekolah, nggak mau belajar sama saya. Kudu nganter les kesana kemari. Capek banget yaa. muteer aja jadi ibu rumah tangga itu, udah nggak digaji. diperas kayak babu."
Nah, tipe teman kayak gini, jarang-jarang aja kita deketin. kalau bisa malah, kita kabur aja jika beliau mulai menggerutu jaya seperti itu. Karena percuma buk, kita bisa kesetrum energy negatifnya. Ikutan mengeluh, makin capek rasanya. Ntar sampai rumah, cuman duduk nggelesor di depan tipi dan semakiin merasa capek padahal nggak ngapa-ngapain. Rumah tetep aja berantakan.

cari teman yang suka nyari duit [yang halal tentunya]. nah ini aku demen. mereka yang cas cis cus pandai berdagang, atau suka kesana kemari ngajarin ilmunya dengan sukarela murah meriah; cara menjahit, merajut, dsb. Atau teman yang suka aktivitas sosial, atau suka mengaji Al-qur'an dan hal lain yang positif, nah ini deketin. Ntar kita kesetrum ikutan suka belajar dan berbagi.

5. bersyukur dan bersungguh-sungguh ngurus  diri sendiri. Aku merasakan, ketika males ngurus badan, wajah karena merasa percuma dandan toh di rumah aja. hasilnya aku malah males aja di dalam rumah gitu. Giliran mulai care dikit, kadang luluran pakai scrub yang wangi alus. Rajin pakai lotion tiap habis nyuci piring atau nyuci baju. Bersihin muka sambil masak, entah diolesin pakai putih telur kek, tomat kek, timun kek atau sisa teh, apa aja yang ada di dapur. Wajah dikasih pelembab, bedak secukupnya, lipstik yang segar. Dan tentu saja penghadang bau badan yang wajib dipakai itu. Hasilnya makin menghargai diri sendiri. Memakai pakaian yang pantas ketika menjemput anak sekolah, nggak cuma celana jins belel, jilbab lusuh dan jaket lebih lusuh lagi, kayak aku dulu. Maka sekarang, biar keluar rumah cuman seimprit waktunya, tapi dengan menghargai diri sendiri memakai pakaian yang pantas, kita sampai dalam rumah tetap semangat. Nggak jadi males dan makbrug maunya ndlosor tidur melulu atau nonton tipi.

6.... dst
udah malem, otak saya rada nge-hang nih. ngantuk...besok dilanjut ya :)

semoga bermanfaat, jika ada yang salah, mohon mangap - eh mohon maap

Melanjutkan Ramadhan

1 komentar
Idul Fitri sudah hampir masuk waktu seminggu. Isi perut tak lagi sering kosong seperti Ramadhan kemarin. Malah seringnya kuisi makanan silih berganti. Sudah sarapan, lalu kue kering kemudian mangga dan lanjut sesuai apa yang ada.

Minum air mineral pun kulakukan beberapa menit sekali. Untuk mengatasi kerongkongan yang rasanya haus melulu. Mungkin balas dendam kemarin terasa kering karena puasa.

Karena sempat berhalangan rutin, Al-qur'an pun tak kupegang sama sekali. Kegiatanku lebih banyak berbenah rumah. Mencuci baju kotor yang menumpuk setelah mudik. Membersihkan isi kulkas, kompor, rak piring dan dapur semuanya. Yang biasanya berimbas membuatku malas belanja dan masak. Karena belanja membuat kulkasku jadi penuh dan bisa kotor lagi. Memasak pun membuat dapurku berantakan lagi dan bak cuci piring penuh lagi. Efek dapur bersih, hehehe.

Di depan tivi aku merenung (sambil setrika _ teuteup...), haruskah rutinitas selama Ramadhan berhenti begitu saja?

Tadarus
Tharawih (yg bisa diganti tahajud)
Nggak nonton inpotainment gosip
Berkompromi dengan haus dan lapar
Dsb

Konon katanya, diterima tidaknya amalan Ramadhan kita ini, baru tampak Pasca Ramadhan : ya sekarang inilah waktunya.

Jadi ?

Sayang ya jika dibiarkan berlalu begitu saja momen Ramadhan dan perasaan suka melaksanakan ibadah di dalamnya itu.

Biarpun pasti pasti sulit, mari bersetapak meneruskan Ramadhan ini اللّÙ‡ُ. Tak butuh ibadah kita.
Kita yang butuh.
Kita yang butuh.
Dan keluarga kita butuh tauladan dan percikan pahala dari amalan itu, demi mencari ridho اللّÙ‡ُ .

Bismillah, dengan semua kelemahanku, aku berharap diberi kemudahan untuk beribadah bersama keluarga besarku.

Allahumma 'ainna alaa dzikrika
Wa syukrika
Wa husna ibadatika

Ya اللّÙ‡ُ , tolonglah kami dalam berdzikir, bersyukur dan memperbaiki ibadah kami.

آمين ÙŠَا رَ بَّ العَـــالَÙ…ِÙŠْÙ†

Mulai dari hal yang terkecil
Mulai dari diri sendiri
Mulai saat ini juga

Have a nice praying process :-)


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Kapal Pinisi

Tidak ada komentar
Dari Kick Andy Show yang baru saja tayang di Metro TV, tentang ekspedisi Ring of Fire.

Ada cerita tentang Kapal Pinisi.
Kapal buatan tangan orang Indonesia. Dari kayu terbaik. Dibuat tanpa sketsa, gambar dan perhitungan apapun. Tanpa ilmu sekolahan melainkan diajarkan secara turun temurun. Kapal Pinisi ini banyak dipesan oleh orang Belanda dan Inggris. Dibuat dalam waktu 2 tahun atau lebih, sesuai ukuran kapal. Dihargai dua milyar rupiah atau lebih. Dalam proses pembuatannya selalu diawali dengan do'a. Untuk peletakan kayu pertama, pemasangan tiang dan peluncuran kapal. Tiap tiang punya makna sendiri.

Kurang hebat apa Indonesia kita ini?

Bangga sekali !

»Aku Cinta Indonesia«

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!