We All Will Never Dies

Semalam pak Mario Teguh memberikan statemen dan contoh yang manis sekali. Beliau bercerita tentang caranya berbicara dengan ibunya. Sambil berdiri di depan teras, menghadap tamannya yang asri beliau berkata, "Ibu, ini aku disini. Ini rumahku. Aku bisa membelinya tahun ini. Anak-anak bisa istirahat, belajar dan bermain. Kalau ibu disini, ibu pasti juga suka."

"Saya bicara santun dan penuh cinta. Kepada mendiang ibunda saya. Walaupun tampak aneh, tapi jika itu bisa membuat kita menjadi manusia yang lebih baik. Maka lakukan saja. TOh orang tua kita , semua yang terkasih tidak pernah meninggal. HAnya jasadnya saja yang tiada. Jiwanya masih ada. Dan memandang kita. MEngharapkan kita yang masih hidup ini melanjutkan hidup dengan cara yang baik."

Saya teringat pernah melakukan hal itu. Waktu itu saya duduk di depan laptop. Sebuah benda yang dulu hanya menjadi impian saya. Dan sekarang menjadi milik saya. Saya menggumam, teringat wajah bapak yang melintas tiba-tiba, "Pak, aku sekarang sudah lebih maju, lebih baik, bisa menulis. Punya alat untuk mewujudkan keinginanku menjadi penulis. Kalau bapak disini, bapak pasti ikut senang melihatku." Dan aku lanjutkan, "Anakku juga pintar semua pak. Aldo suka belajar dan membaca seperti bapak. Dia juga aktif bergerak dan pencak silat, juga seperti bapak. Aji pun tumbuh tinggi besar dan tampan. PErsis seperti yang bapak prediksikan sebelumnya."
Pada saat itu, hatiku terasa lega. Dan kurasakan juga bapak bisa mendengarku. Walaupun aku jarang sekali mampir ke makamnya.

Dan pak Mario, meneguhkan kebenaran dan kebaikan apa yang pernah kulakukan itu. Aku bahagia, karena ke depan aku bisa melakukannya lagi dan lagi. Juga akan kukatakan pada anak-anakku, kelak bicaralah terus pada mama walaupun mama sudah tiada. Aku pun tak lagi perlu cemas dengan kesedihan yang mungkin dilakukan anak dan suamiku ketika aku tiada. KArena manusia tak pernah mati. Ada hidup sesudah mati. We all will never dies.

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊