Beranjak Pagi

Ini terjadi padaku setiap kali aku selesai "curhat" atau "mengeluh", maka sepertinya mendadak aku sembuh. Yang semula malas, mendadak jadi rajin kerja lagi. Yang semula bosan, merasa banyak teman, hehehe. Dan pagi ini, aku coba untuk tidak mengeluh dengan urusan dapur. Ya, biasanya ketika membuka mata, maka yang membebani batinku adalah kewajiban untuk ke dapur. Untuk membuat sarapan. Untuk melihat tumpukan piring kotor yang belum dicuci. Untuk menginjak lantai dapur yang basah, karena bocornya pipa bak cuci piring. Piring kotor itu sering menumpuk karena aliran air PDAM beberapa hari ini tidak lancar dan kecil sekali. Agar air bisa naik ke tandon air, maka harus disedot dengan mesin pompa air. Demi hemat listrik, maka mengisi tandon dan mencuci piring sekaligus dikerjakan dalam satu waktu. Apapun yang terjadi, konsep harus menghemat masih terus dilakukan lho, :)

Aku mengatur hatiku semaksimal mungkin untuk menerima semua itu. Dan pagi ini berjalan cukup lancar. Setelah rumah dan dapur bersih, serta ada sarapan sederhana untuk anak dan suami. Aku sempat melakukan peregangan tubuh di depan tivi sambil menemani suami yang siap berangkat kerja. Lumayan juga, sedikit keringat membuat segar tubuh. Aku pun berlanjut menyapu daun-daun kering di halaman luar. Hmmm...udara lumayan segar, karena  entah kenapa para tetangga seperti sepakat tidak memanaskan mobilnya pagi ini. Biasanya turun adzan subuh, langsung deh mereka bremm..bremm...bremmm.... memanaskan mesin mobil dan menjengkelkan tetangga sekitarnya yang ingin menghirup udara segar pagi. Hehehe, ya begitulah hidup bertetangga.

Ketika menyapu halaman, mendadak ada telepon dari teman untuk ikut berziarah ke rumah alumni sekolah TK anakku yang kedua. Aku pun segera meluncur memberikan bela sungkawa bersama ibu-ibu lainnya. Singkatnya aku kembali ke rumah. Mencoba berdamai dengan kondisi rumah yang kosong dan sepi. Menyalakan televisi dan memutar iklan home shopping yang pasti ditayangkan berulang-ulang, acara yang kuanggap sebagai teman saja di rumah. Lalu membuka laptop dan ingin mengoprek lagi platform pendidikan online yang kemarin kutemukan ketika mencari data tentang penerapan e-learning di Indonesia.

Platform itu adalah wiziq, course networking dan second life. Yup, harus move on dan move ooon :-)

0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊