Kesengsem e-Learning

Singkat cerita, saya nih diselamatkan oleh internet. Sehingga bisa tetap "hidup". Dari hasil browsing sana-sini, akhirnya kenal dengan istilah e-learning alias pembelajaran online [kata yang umum].

Kebetulan di semester 1, Teknologi Pendidikan di pasca Unesa ada mata kuliah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Pendidikan. Dan subyek yang diajarkan itu tentang e-learning dengan segala bentuknya.

Jika disimpulkan dengan singkat, ada 3 bentuk proses belajar yang umum digunakan di dunia ini :
1. Kelas tradisional (kelas tatap muka) --> ya seperti kelas sekolahan kita pada umumnya
2. Kelas online (e-learning murni) ---> belajar benar-benar lewat internet, tanpa tatap muka sama sekali
3. Blended learning ---> kombinasi dari kelas tradisional dan kelas online (ini yang mulai diterapkan di beberapa sekolah dan universitas di Indonesia di daerah tertentu)

3 poin diatas untuk memperjelas topik entry saya kali ini. Dan akhirnya saya jatuh cinta dengan konsep e-learning, pembelajaran melalui internet. Kenapa? karena dari kalimat awal tadi, internet menyelamatkan saya. Kok bisa? bukankah internet mahal?
\mahal? benarkah?

Begini, saya mulai mengakses internet di rumah tuh, dengan ponsel CDMA Smart yang bisa dijadikan modem. Saya beli di toko ponsel dekat rumah seharga 300ribu, kira-kira tahun 2010. Dipasang di komputer yang jadul juga deh, atau sudah diupgrade CPU nya jadi core 2 duo sama suami saya ya? ah lupa.

jadi begitulah, modem smart ini luar biasaaaaa .... lemotnya, hehehe
Walau begitu saya hobi browsing dan nekad mulai bisnis jilbab online dengan modem ini loh. Pertama kali niat banget pengen upload foto jilbab ke facebook page, sampai bela-belain bangun jam 1 pagi. Dengan pertimbangan jam segitu internetnya cepat, dan memang lumayanlah. Jika saya perlu upload foto dengan segera, ya lari ke warnet dekat rumah bersama anak kedua saya yang masih kecil waktu itu dan ribetnya duileee sedaappp. *ah masa itu telah berlalu* hehehe....

Namanya orang niat belajar itu, pasti sama Alloh SWT diberikan kemudahan rejeki. Dan akhirnya, saya ganti beli modem smart evdo. [kok smart lagi, bukannya lemot?]. Untungnnya NGGAK. karena modem ini harga awalnya yang baru itu sekitar 900ribu kalau nggak salah. mehong juga kok. Dan saya beli bekas dari adek saya, seharga 500ribu. Modem ini masih setiaaa saya pakai sejak tahun 2011 sampai sekarang. Dan lumayan bagus untuk paket internet unlimited yang cuma 45ribu/bulan.


45ribu/bulan dipakai 30 hari, jadi setiap hari sekitar bayar 1.500 rupiah aja buat internetan. Ya murah kan?

malah sekarang, modem smartfren evdo ini murah harganya, mulai 200ribu-400ribu. Atau modem lain dengan kartu provider lain yang semakin muuuraaah aja sekarang. Beruntunglah mereka yang berkompetisi di bidang ini, kami pelanggannya yang diuntungkan juga hehehe...

Internet murah ini juga saya diskusikan di kelas. Bisakah di seluruh pelosok Indonesia kelak bisa mengakses internet dengan murah bahkan gratis dengan kualitas dan kecepatan yang bagus?
karena e-learning yang membutuhkan internet ini bisa menjadi solusi efektif untuk penyebaran merata materi pendidikan berkualitas. Bahkan membuka peluang daerah terpencil di Indoneisa untuk bisa mengakses informasi dari luar negeri dengan mudah.

Dan kata teman saya, bisa saja. Mungkin saja, apalagi sekarang ada provider yang bekerjasama dengan pemerintah untuk menyediakan internet murah. Misalnya Indischool yang disediakan telkomsel untuk sekolah-sekolah. Kalau tidak salah murah sekali, Rp.1000,-/hari atau bahkan gratis, dengan kualitas yang bagus.

Saya makin tertarik dan penasaran dengan e-learning. Saya pun ingat beberapa teman yang sering membagikan informasi atau ngeblog tentang online learning ini. Yaitu mbak Mira Julia, Anna Farida dan Romi Satria Wahono (yang terakhir ini belum jadi teman, belum kenalan, hehehe).

Dari mbak Anna dan mbak Mira Julia, saya mengenal dua platform gratisan untuk membuat e-learning ini yaitu Course Networking (CN) dan Second Life.

COURSE NETWORKING (CN)


SECOND LIFE FOR EDUCATION (SLED)


Oh ya, ada satu lagi, dari institut Ibu Profesional yang dibuat oleh mbak Septi, saya kenal WizIQ.

virtualclassroom

kalau pak Romi SW, itu lebih pada informasi tentang e-learning dan ilmu komputer yang dibagikan di blognya, secara beliau juga seorang dosen keren yang baik hati membagikan ilmunya dengan gratisan.

Begitulah indahnya dunia internet, banyak yang gratisan :)

Selain platform untuk membuat kelas online gratisan seperti WizIQ, CourseNetworking dan Second Life, ada dua  aplikasi lain yang sangat sangat amat berguna untuk digunakan di dunia persilatan jagad online. Yaitu EVERNOTE dan keluarga GOOGLE.
   Singkatnya, EVERNOTE ini adalah aplikasi untuk menyimpan data dimana saja, di komputer, laptop, android, handphone dan asiknya data ini bisa diakses dimana saja. Jadi semua gadget yang mendonlot evernote di dalamnya, bisa bersinkronisasi.

Lalu keluarganya GOOGLE, misalnya Google Drive, Google Plus, Gmail, Google Hangout dan satu lagi yang baru saya tahu dan keren juga yaitu Google Connected Classrooms. Wah hebring...

Adalah suatu impian dan ambisi, kalau kelak saya akan cukup menguasai segala hal tentang e-learning ini dan bergabung dengan mbak Anna farida dan ibu-ibu lain yang menggiatkan e-learning di Indonesia untuk pendidikan yang murah dan berkualitas dunia. Okeh semangaattt....

2 comments:

  1. semakin maju teknologi, aspek pendidian juga semakin canggih dong.. gak melulou tatap muka :)

    blended learning sounds cool..

    BalasHapus
  2. banyak hal positif dalam internet. Kita bisa mendapatkan ilmu, uang, teman, dan lain-lain.
    kunjungi blog sederhana saya http://ptbanyakcerita.blogspot.co.id

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak dan memberikan komentar.
Pasti lebih menarik jika kita terus ngobrol. Bisa ke facebook: Heni Prasetyorini dan Twitter: @HeniPR. Sampai jumpa disana 😊