Podcast Bu Heni

Menghilangkan Bau Badan Dengan Ekstrak Jeruk Nipis

3 komentar
Sebelumnya saya lumayan pusing dengan bau badan (BB) anak lelaki saya yang mulai remaja. Sejak masuk usia remaja, BB ini mulai nempel di baju seragamnya dan bahkan kaos rumah. Saya berusaha keras mengenalkan aneka deodorant yang biasa saya pakai dan di jual di pasaran. Tapi dia sering menolak, alasannya ketiaknya jadi gatel dan nggak enak. Saya coba berikan deodorant spray, padat sampai lotion, hasilnya sama saja = nggak dipake. Anak saya mending cuek aja dengan bau badannya daripada merasa nggak nyaman di ketiaknya. Kecuekannya ini bikin saya makin keki dan sungkan dengan gurunya di sekolahan. Saya sering membayangkan gimana reaksi guru itu jika di dekat anak saya waktu di sekolah dengan BB yang menempel, walaupun banyak temannya juga yang begitu. *kasihan gurunya ya :)

Saya pun cemas makin tak bisa dekat dengan nih remaja, karena saya nggak bisa dekat dengannya, memeluknya atau selonjoran sambil tiduran di sebelahnya. Karena saya mabuk kepayang dengan bau badannya itu. Berbagai nasihat, sindiran, pujian dan segala jimat komat-kamit sudah saya lakukan agar dia semakin care dengan kebersihan tubuhnya. Entah itu supaya mandi lebih bersih, kemudian memakai deodorant yang sudah saya belikan. Namun ya, namanya anak lelaki yang laki banget, hehehe, itu anak saya ya mandinya cuma "syarat" aja kali ya. Cepet banget. Dan asli pasti, nggak bersih.

Dengan semangat mencari solusi, saya coba mencari di google tentang deodorant yang manjur untuk anak saya. Siapa tahu bisa dibuat sendiri di rumah. dan alhamdulillah ada informasi di Pinterest tentang DIY How To Make Natural Lime Deodorant.

Lime?
Jeruk Nipis?
Wah, menarik nih bagi saya. Langsung deh mouse saya bergerak ke sana ke mari mencari informasi cara membuat deodorant alami dari jeruk nipis. Saya baca satu demi satu artikel dan komentar yang ada di blog tentang hal ini.

Bahan deodorant padat adalah coconut oil, baking soda dan arrowroot flour (tepung maizena) ditambahi beberapa tetes minyak atsiri jeruk nipis (lime essential oil). Untuk bahan deodorant spray adalah ekstrak air jeruk nipis peras, bisa ditambahkan coconut oil maupun tidak.

Cukup menarik dan bikin penasaran juga nih saya.

Percobaan pertama saya lakukan sesuai saran di salah satu artikel, yaitu mengoleskan langsung seiris jeruk nipis ke ketiak dan memeras airnya. Setelah mandi pagi saya lakukan dan hasilnya menakjubkan, tidak ada bau badan sama sekali. Besoknya saya coba dengan menggunakan perasan air jeruk nipis langsung yang saya teteskan di jari dan dioleskan langsung ke ketiak, manjur juga. Kemudian, percobaan saya terapkan pada anak remaja saya itu, dengan sedikit memaksa sebenarnya, saya beri ketiaknya perasan air jeruk nipis. Dan ajaib, sampai sore saya tidak menemukan bau badan sedikit pun di baju seragamnya. Wah, manjur nih.

Selanjutnya saya melihat postingan di You Tube, membuat perasan air jeruk nipis ini lalu dimasukkan ke botol semprot kecil kemudian di jadikan Lime Deodorant Spray.


Cara membuat Lime Deodorant Spray ini mudah sekali, kita tinggal membelah dan memeras air jeruk nipis. Kemudian masukkan ke dalam botol spray. Karena kita di negara tropis dan di Surabaya cuaca panas sekali, botol ekstrak jeruk nipis ini saya simpan di kulkas (di pintu kulkas). Jika di suhu ruangan, saya khawatir nanti tidak awet (belum saya coba sih). 

Untuk memakai deodorant ini, setelah mandi, biarkan ketiak mengering dahulu baru disemprot dan diratakan dengan tangan. Lalu biarkan mengering dulu, baru kemudian memakai baju. Ekstrak jeruk nipis ini bersifat mencerahkan (bleach), jadi bisa ada efek di kain baju jika terkena langsung. 

Ekstrak jeruk nipis juga bersifat asam, jadi jangan kenakan pada ketiak yang baru saja dicukur. Nanti bisa terasa perih karena ada bekas luka.

Sudah seminggu lebih saya menggunakannya, sifat antimikroba dari ekstrak jeruk nipis inilah yang mampu menahan bau badan. Karena bau badan berasal dari adanya bakteri dan mikroba yang bercampur dengan keringat. Hal baik lain dari deodorant jeruk nipis ini adalah, ketiak kita masih bisa mengeluarkan keringat seperti biasa namun tak berbau. Hal ini berbeda dengan deodorant di pasaran pada umumnya yang mengandung zat anti prespirant (menghalangi keluarnya keringat). Sedangkan berkeringat adalah cara alami tubuh untuk mengeluarkan racun dan zat sisa dalam tubuh.

Silahkan mencoba deodorant alami dan murah meriah ini.
#semogasehatselalu

Jurus Kuliah ke Luar Negeri #JKLN

Tidak ada komentar
Lanjut dari cerita Teror TOEFL , saya akan memberikan review dari buku JKLN yang menjadi inspirasi anak-anak saya untuk menambah waktunya belajar bahasa asing.

Jadi buku Jurus Kuliah ke Luar Negeri (JKLN) ini adalah buku panduan super lengkap untuk bisa kuliah ke luar negeri baik di strata S1, S2, S3. Dan dengan cara beasiswa ataupun tanpa beasiswa. Tidak seperti buku panduan kuliah ke luar negeri pada umumnya, buku ini dibuat dengan sangat detil karena ditulis oleh mereka yang sudah berhasil mendapatkan beasiswa dan belajar kuliah di Luar Negeri.

Buku cetak setebal 302 halaman ini disertai dengan ebook berisi ribuan halaman penjelasan lengkap untuk poin penting yang tidak tertulis di buku cetak. Bayangkan jika semuanya dicetak, bakalan segede bantal nih buku. Itulah sebabnya, agar tetap detil namun masih efektif untuk dibaca dan dicerna maka disertailah ebook dalam DVD.

Isi ebooknya antara lain: Panduan persiapan yang dibutuhkan untuk kuliah keluar negeri. Review kuliah di berbagai benua seperti di Amerika, Eropa, bahkan Timur Tengah. Bagaimana bisa "Berjaya Tanpa Beasiwa" yang berisi panduan untuk kamu yang bisa kuliah di luar negeri dengan biaya sendiri atau ortu.                                                                                                    Bagaimana rasa nasionalisme pelajar Indonesia di luar negeri, bagaimana mengatasi homesick alias kangen rumah, kangen masakan ibu, kangen sama teman sekampung dan bagaimana mengatur kehidupan sehari-hari agar bisa berhasil kuliah di negeri orang tanpa malu-maluin negara kita sendiri.                                                                                                                             Anak sulung saya waktu membaca review negara-negara saja, sudah tertarik untuk kuliah ke luar negeri. Padahal sebelumnya jika saya sekedar cerita walau sambil berlebihan ceritanya, dia tidak tertarik. "Males ah, enak di rumah aja kuliahnya. Nggak mikirin kos, masak sendiri, nyuci sendiri." Begitu komentarnya dulu. 
Nah waktu anak saya sudah berkomentar, "ma, ternyata asik ya kuliah di Arab itu gratis, dapat makan, bisa naik haji." Hati saya sudah optimis, wah  nih buku bagus juga.

Selain berisi ebook, DVD yang menyertai buku ini, juga berisi Video testimoni dan cerita para pelajar yang berhasil kuliah di luar negeri.

Satu per satu menceritakan pengalaman dan kesan serta pesannya ketika belajar di luar negeri. Melihat ini makin optimis deh, karena ada satu kisah anak desa kecil yang ortunya bahkan tidak mampu membiayainya sekolah sampai SMA, tetapi bisa berhasil sampai kuliah ke luar negeri. Jadi di buku ini tidak hanya kisah inspiratif tetapi yang penting, ini kisah nyata. Bikin kita dan anak-anak makin percaya diri, akan mampu meraih cita-cita. 

Kenapa sih perlu kuliah ke luar negeri? apa hebatnya? cuma untuk keren-kerenan?
Nah itu pun diulas disini dengan gamblang, jelas dan realistis. Saya sudah membaca buku ini dan hampir membaca separuh ebook-nya. Dan itu cukup banyak menambah wawasan saya. Bahkan cara menulis Curriculum Vitae (CV) yang baik pun diberikan banyak contohnya disini, salah satunya saya contek untuk CV terbaru saya :)

Apakah ini cuma buku ringkasan browsingan dari Google aja? 
Kan panduan beginian banyak tuh di Google?
Dijamin tidak. Buku dan DVD ini ditulis oleh para pelakunya langsung dijamin original. Dan sudah diendorse oleh tookoh-tokoh terkenal. Salah satunya oleh, Merry Riana. keren kan...

Nah, saya dan anak-anak pun melanjutkan membaca buku ini bergantian sebagai buku pengantar tidur dan ebook kala menunggu antrian :)

Dengan membaca buku ini, mempraktekkan isinya dan belajar bersungguh-sungguh disertai doa, insya Alloh bakal berhasil. Seperti teman kita yang satu ini :

Jika teman-teman memerlukannya, bisa order ke saya ya. 
Bisa ke twitter: @HeniPR atau ke Line/WA= 087851781356
Share kisah-kisahnya setelah teman-teman dan keluarga baca buku ini yaa, 
Pasti senang membacanya :)






TEROR TOEFL dan Kuliah ke Luar Negeri

1 komentar
Ceritanya nih saya heboh banget mau ikutan tes TOEFL di kampus UNESA, sebagai syarat kelulusan dan wisuda S2 saya. Hebohnya itu campur sutris berat, karena cerita teman-teman yang katanya belum lulus walau sudah tes sepuluh kali. Sedangkan saya baru tes sekali, dengan skor 447.

Untuk syarat wisuda, minimal skor TOEFL harus 460.
Namanya ibu-ibu di rumah, harus belajar bahasa Inggris lagi, begitulah bunyinya. Buka software TOEFL bentar dah teriak-teriak aja mengulangi percakapan di latihan LISTENING. Lalu teriak lagi karena nggak ngeh dengan soal-soal grammar di latihan STRUCTURE. Cukup hening sejenak ketika belajar mengerjakan soal-soal READING. Kali ini nggak pake teriak :)

Berbagai doa, dzikir dan amalan menyenangkan hati ibu pun kulakukan agar bisa lolos tes TOEFL. Sehari sebelum tes, saya melipir ke rumah ibu dan memberinya sebatang coklat lalu minta didoakan. Jurus jitu lulus tes ala saya , hehehe.

Hari tes TOEFL kedua saya pun tiba. Tegangnya minta ampun. Saya kudu bolak-balik ke toilet sebelum pintu kelas tes dibuka. Peserta tes banyak bangeet, sekelas bisa 60 orang lebih. Dan hebohnyaa karena pada bete harus tes berkali-kali dan belum lulus dan bakalan mundur lagi wisudanya. Beberapa berteriak akan melakukan demo pada Direktur Pascasarjana Unesa, supaya dibolehin wisuda. Aduh bikin keki aja.

Lalu dimulailah tes TOEFL di kelas yang dingin banget (bagi saya, mungkin karena tegang). Saya berusaha konsentrasi seribu bahkan sejuta persen. Konseeen banget, apalagi pas Listening yang suaranya diperdengarkan dari speaker ruangan dan bukan menggunakan headset per orang seperti di Lab Bahasa. Satu demi satu lingkaran jawaban tes saya hitamkan. Tiap satu bulatan, saya baca Shalawat sambil berdoa sepenuh hati. Ini tips lulus tes saya yang ke#2, hehehe.

Dan alhamdulillah hasilnya adalah....


TOEFL ku LULUS

Skor TOEFL saya 487, artinya sudah melampaui batas minimal kelulusan skor 460. Saya berjingkrak-jingkrak kegirangan (dengan tega) di sebelah teman saya. Ups, lalu saya mengerem kegirangan itu, karena simpati dengan wajah lesu teman saya yang belum juga lulus tes toeflnya. Saya usahakan menyembunyikan senyum saya sekuat tenaga, walau rasanya pingin salto saja saat itu.

Jujur, beneran, suer. Baru kali ini saya ikutan tes TOEFL. Jadi baru dua kali dalam seumur hidupku ini, saya ikutan tes TOEFL.
Jaman S1 di ITB (1997-2001) tidak ada syarat skor TOEFL dan semacamnya. Hanya harus ikutan kelas bahasa Inggris saja sebentar di UPT Bahasa.

Pulang dari kampus pasca Unesa, saya merenung. Merenungnya dalem banget, sampai terik panas matahari pukul 2 siang itu tidak terasa. Sambil naik sepeda motor perlahan-lahan, saya bicara sendiri dalam hati, "gini ya susahnya tes TOEFL. Padahal tes ini jadi syarat masuk anak kuliahan S1. Gimana nanti anak-anakku ya? Ah, mereka kudu, wajib, untuk belajar bahasa Inggris lebih baik lagi demi masa depan mereka supaya tidak kena teror TOEFL seperti emaknya dan teman-teman emaknya." Amin.

Ketika berhenti di lampu merah, gumaman saya tak berhenti sampai disitu,
"biar pinter bahasa Inggris gimana caranya ya? siapa yang ngajari ya? apa kudu les? bimbel? "
"bimbel mana yang bagus? les mana? oh iya ada EF katanya bagus, tapi kan mahal bok, jutaan.."
dan seterusnya...begitulah namanya juga gumaman ibu-ibu :)

Sampai di rumah, sore harinya saya ungkapkan isi hati saya itu kepada anak-anak. Karena mereka semua anak laki-laki, saya panggillah "mas"

"mas, bahasa Inggris mama lulus loh, hebat to."
"Kalian harus lebih pinter bahasa Inggrisnya daripada mama, ya..!"

Jawab anak sulung, " aku udah pinter ma. Nih tiap hari aku lihat video youtube pake bahasa Inggris, ini namanya belajar."

Jawab adeknya,"aku juga tiap hari nonton Doraemon. Aku pinter bahasa Jepang!"

Mama : @$**&^%$@.... (melongo)


Karena masih kena efek teror TOEFL yang bombastis, saya pun lesehan sambil baca buku yang saya beli tempo hari, buku Jurus Kuliah ke Luar Negeri (#JKLN)

Konsep sederhananya kan, kalau bahasa Inggris anak-anakku bagus, mereka bakalan mudah kalau mau kuliah ke luar negeri.

Bakal gampang aja dapat beasiswa ke luar negeri.

Dan artinya itu juga menghemat pengeluaran (nah loh kan, ibu-ibu pikirannya duit belanja melulu sih!!!, hehehhe).

Setelah baca buku ini, wah asyik juga isinya ya. Ada tips persiapan kuliah ke luar negeri, ebook, video testimoni para pelajar. Saya buat review isinya di postingan berikutnya ya teman, biar khusus (pake makhraj 'kh').






Engraver Pelukis Uang Kertas

Tidak ada komentar


Tahukah anda ternyata gambar tokoh nasional di uang kertas negara Indonesia ini dilukis dengan teknik khusus?
Ya, namanya adalah teknik engrave dan pelukisnya disebut engraver.
Engraver tidak banyak di dunia, juga di Indonesia. Salah satu pelukis engraver adalah pak Mujirun. 


Beliau adalah salah satu pelukis uang kertas Indonesia untuk pecahan di bawah tahun 1990. Melukis engrave harus dengan teknil garis-garis yang tidak boleh saling bersentuhan. "Setiap garis harus bertanggung jawab," begitu kata pak Mujirun.
Memang melihat hasil lukisannya, luar biasa halus dan rapi serta mirip sekali dengan tokoh yang digambar.
Karena keahliannya yang langka ini, pak Mujirun sempat diminta oleh Malaysia untuk melukis di uang kertasnya karena belum ada engraver disana. 


Sekarang pak Mujirun sudah pensiun, namun beliau masih aktif melukis wajah teknik engrave di kertas khusus. Harga lukisan per wajah ukuran A3, mulai 60-75 juta. Sebuah profesi yang cukup menjanjikan untuk ditekuni. Asalkan punya teknik seni rupa dasar dan tekun mengerjakan satu lukisan dalam 3-6 bulan dengan sabar. Pak Mujirun berharap ada kelas belajar engrave di Indonesia, supaya ada regenarasi pelukis uang kertas Indonesia.

Mengenal Google Adsense Bersama KEB

4 komentar
Saya baru pertama kali kopdar (kopi darat) dengan emak-emak member KEB (Kumpulan Emak Blogger), baik dari pusat ataupun Surabaya. Kebetulan ada Arisan ILMU KEB yang diadakan di Surabaya, tepatnya di Taman Flora atau Kebun Bibit. 

Rumah saya dari kebun bibit cukup jauh, daripada resiko kesasar maka saya menggaet duo saudara saya ini. Pagi-pagi kami berangkat dengan dresscode PINK yang rada maksa, cuma jilbabnya aja yang PINK :) . Karena belum sarapan, jadilah mampir di stand HokBen. Baru kali ini lihat ada stand HokBen di lapak kaki lima gini, amazing. Harga nasi lengkap dengan lauk per box, sekitar 15 ribu, dan itu lumayan bikin kenyang juga.




Setelah makan pagi yang kesiangan itu,  kami menuju tempat acara yang masih sepi. Hanya ada beberapa panitia KEB Surabaya. Momen gitu, dijadikan ajang poto-poto dulu deh. 

Topik arisan ilmu kali ini, adalah Membedah Blog dan Google Adsense. Narasumber berbagi cerita bagaimana dia mendapatkan penghasilan dari Google Adsense lewat akun Youtube dan Blog nya.  Dalam tiap acara, saya membuat Live Tweet dengan hastag #arisanilmuSby lengkapnya saya sudah rangkum di sini ya :)


Acaranya berlangsung hangat dan mengenyangkan :) , ya gimana...wong banyak sekali kue-kuenya to..., namun semakin siang kami mulai gelisah. Menanti makpon Mira Sahid yang belum juga tiba dan turun dari kereta Jakarta - Surabaya. Karena saya ada acara di rumah, jadinya pulang deh bersama 2 saudara saya tadi. Eh, pas sampai rumah, buka twitter, dah ada foto ini nih, Makpon Mira sampai kebun bibit, pas saya sampai rumah = belumjodoh....

Bertemu sesama blogger, apalagi sesama emak-emak cukup memberikan motivasi untuk semakin maju ke depan, merawat blog sepenuh hati dan menulis konten positif yang bermanfaat, sesuai semangat dan energi yang digaungkan KEB (Kumpulan Emak2 Blogger). Sukses ya KEB, dan salut buat makpon Mira Sahid yang tetap ceria setelah belasan jam di kereta api :)


Sekeranjang Air

Tidak ada komentar
Sebuah pesan BC dari teman yang baik hati. Isinya ngena banget, monggo disimak.

Inspirasi jelang ramadhan...

Ada seorang remaja bertanya kepada
kakeknya:
" Kakek, apa gunanya aku membaca Al
qur'an, sementara aku tidak mengerti
arti dan maksud dari Al qur'an yang
kubaca ".

Lalu si kakek menjawabnya dengan
tenang:
" Cobalah ambil sebuah keranjang batu
ini dan bawa ke sungai, dan bawakan
aku dengan sekeranjang air. "

Anak itu mengerjakan seperti yang
diperintahkan kakeknya, tapi semua air yang dibawanya habis …sebelum ia
sampai di rumah.

Kakeknya berkata :
" Kamu harus berusaha lebih cepat "

Kakek meminta cucunya kembali ke
sungai. Kali ini anak itu berlari lebih
cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya
kosong (tanpa air) sebelum sampai di
rumah.

Dia berkata kepada kakeknya:
" tidak mungkin bisa membawa
sekeranjang air. Aku ingin
menggantinya dengan ember "

" Aku ingin sekeranjang air, bukan
dengan ember " Jawab kakek:

Si anak kembali mencoba, dan berlari
lebih cepat lagi. Namun tetap gagal
juga. Air tetap habis sebelum ia sampai di rumah. Keranjang itu tetap kosong.

" Kakek…ini tidak ada gunanya. Sia-sia
saja. Air pasti akan habis di jalan
sebelum sampai di rumah "

Kakek menjawab:
" Mengapa kamu berpikir ini tidak ada
gunanya? Coba lihat dan perhatikan
baik-baik apa yang terjadi dengan
keranjang itu "

Anak itu memperhatikan keranjangnya, dan ia baru menyadari bahwa keranjangnya yang tadinya kotor berubah menjadi sebuah keranjang yang BERSIH, luar dan dalam.

" Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu
membaca Al Qur'an? Boleh jadi kamu
tidak mengerti sama sekali. Tapi ketika
kamu membacanya, tanpa kamu sadari kamu akan berubah, luar dan dalam. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupanmu..

Subhanallah..Tidak ada yang sia-sia
ketika kita membaca Al Qur'an.
Mari kita lebih sering lagi membacanya.

Meski tanpa tahu artinya, namun tetap berusaha untuk memahami artinya yah..

"ALLAHUMMA Ya Allah rahmatilah hidup kami dg Alqur'an, dan jadikanlah Alqur'an itu imam, cahaya, hidayah dan rahmat untuk kami sekeluarga, sahabat & seluruh umat islam...
Aamiin...🙏
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!